Indonesia
NovelToon NovelToon
BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi / Tamat
Popularitas:37.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Di tengah masa kelaparan parah yang melanda desa, seorang bayi perempuan dibuang begitu saja ke dalam hutan terlarang oleh orang tua kandungnya.

Takdir membawanya ke pelukan keluarga pemburu sederhana bernama Arga dan Mira yang kemudian menamainya Natasya.

Tujuh tahun berlalu, Natasya tumbuh menjadi anak ceria yang menyimpan rahasia ajaib karena ia mampu memahami dan berbicara dengan hewan.

Ketika Mira jatuh sakit parah dan membutuhkan tanaman obat langka, Natasya menggunakan kemampuannya untuk menjelajahi hutan terlarang demi menyelamatkan ibunya dan membawa kemakmuran bagi desa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Wushhh.

Gaga berlari menembus kabut rawa yang perlahan mulai menipis karena sinar matahari pagi.

Napas serigala raksasa itu terdengar memburu namun langkah kakinya sama sekali tidak melambat.

Arga berlari di belakangnya dengan sekuat tenaga meski kedua kakinya sudah terasa seperti jeli.

"Ayo lebih cepat lagi, Ayah."

Natasya menoleh ke belakang dan berteriak menyemangati ayahnya dari punggung Gaga.

"Cahaya mataharinya sudah mulai terang menembus daun-daun di atas kita."

"Ayah sedang berusaha sekuat tenaga, Natasya."

Arga menjawab dengan napas yang terputus-putus sambil melompati akar pohon tumbang.

"Lumpur di sini membuat sepatu Ayah terasa sangat berat untuk diangkat."

Craaak.

Suara ranting patah yang sangat keras terdengar dari arah kanopi pohon di atas mereka.

Gaga seketika mengerem langkahnya dan melompat ke samping untuk menghindari sesuatu yang jatuh dari langit.

Brak.

Seekor burung elang raksasa dengan bulu berwarna cokelat kemerahan mendarat tepat di depan mereka.

Mata burung itu menatap tajam ke arah rombongan kecil tersebut dengan paruh bengkok yang sangat runcing.

"Itu Elang Pemburu Pagi."

Gaga menggeram rendah sambil memamerkan taringnya ke arah burung raksasa itu.

"Makhluk ini sangat cepat dan suka mencabik mangsanya dari udara."

"Tuan Elang, tolong minggir dari jalan kami."

Natasya mencoba berteriak menyapa burung buas tersebut dengan sopan.

"Kami sedang buru-buru ingin pulang ke rumah saat ini juga."

Kuaaak.

Burung elang itu hanya memekik keras tanpa membalas ucapan Natasya sama sekali.

Hewan itu langsung mengepakkan sayap lebarnya dan menerjang maju ke arah Arga yang berada di barisan belakang.

"Dia tidak mau mendengarkan ucapanku, Gaga."

Natasya berseru panik melihat burung itu mengincar ayahnya yang kelelahan.

"Sudah kubilang monster siang sangat buas dan tidak suka mengobrol."

Gaga melesat maju dan menabrak tubuh burung elang itu dengan bahu besarnya.

Tabrakan itu membuat burung elang tersebut terpental dan menabrak batang pohon mati di pinggir jalan.

"Lari, jangan buang waktu bertarung di sini."

Gaga berteriak menyuruh Arga untuk segera berlari mendahuluinya.

"Burung ini hidup berkelompok, teman-temannya pasti akan segera datang ke tempat ini."

Arga tidak membantah dan langsung berlari sekencang mungkin melewati burung yang sedang pusing itu.

"Terima kasih, Gaga."

Arga menepuk leher serigala itu saat Gaga kembali menyusul dan mengambil alih posisi memimpin jalan.

Mereka terus berlari tanpa menoleh ke belakang selama hampir satu jam penuh.

Udara busuk rawa perlahan menghilang digantikan oleh udara hutan biasa yang lebih kering dan segar.

Pohon beringin raksasa penanda batas awal Hutan Hitam akhirnya mulai terlihat di depan mata mereka.

Sssss.

Suara desisan familiar terdengar dari atas dahan pohon beringin raksasa tersebut.

Ular Sanca Hitam menjulurkan kepalanya ke bawah menatap rombongan yang sedang berlari tergesa-gesa itu.

"Kalian ternyata benar-benar berhasil kembali dengan selamat, manusia aneh."

Ular raksasa itu mendesis pelan dengan nada yang terdengar cukup terkejut melihat keutuhan mereka.

"Aku pikir kalian sudah menjadi santapan lezat para monster di wilayah rawa sana."

"Terima kasih sudah menjaga jalan ini tetap aman, Tuan Ular."

Natasya melambaikan tangannya tanpa menyuruh Gaga menghentikan langkah kakinya sama sekali.

"Kami harus cepat pulang menyembuhkan ibuku dengan obat ini."

"Semoga beruntung dengan obatmu itu, anak kecil."

Ular Sanca itu bergumam pelan sambil menarik kepalanya kembali bersembunyi ke atas dahan pohon.

"Jangan lupa bawa makanan putih manis itu lagi kalau kau datang berkunjung ke wilayahku."

Cahaya matahari pagi akhirnya benar-benar menyinari wajah mereka saat keluar dari batas pepohonan gelap.

Pohon mangga besar tempat perbatasan desa terlihat berdiri kokoh menyambut kepulangan rombongan kecil itu.

Arga langsung jatuh berlutut di bawah pohon mangga itu sambil terengah-engah mencari udara segar.

"Kita sudah sampai di perbatasan desa, Ayah."

Natasya merosot turun dari punggung Gaga dan memeluk ayahnya dari samping.

"Ayah hebat sekali bisa berlari sejauh itu tanpa beristirahat."

"Kita belum selesai sepenuhnya, Natasya."

Arga memaksakan dirinya untuk berdiri kembali dengan sisa-sisa tenaga terakhir yang ia miliki.

"Kita harus segera sampai ke rumah sebelum napas ibumu berhenti."

Gaga menghentikan langkahnya dan duduk tenang di bawah bayangan pohon mangga besar tersebut.

"Aku hanya bisa mengantarkan kalian berdua sampai di batas pohon ini saja, Natasya."

"Desa manusia sudah mulai terang dan terlalu berbahaya bagiku untuk memaksakan diri masuk ke sana siang hari."

"Aku sangat mengerti, Gaga."

Natasya memeluk leher serigala sahabatnya itu dengan sangat erat untuk mengekspresikan rasa syukurnya.

"Terima kasih banyak atas semua perlindunganmu semalaman ini."

"Tanpamu, aku dan ayah pasti sudah hancur meleleh di dalam hutan sana."

"Itu sudah menjadi janji dan tugasku untuk terus melindungimu."

Gaga mengusapkan moncongnya dengan sangat lembut ke pipi Natasya.

"Cepatlah pulang dan selamatkan ibumu, kita bisa bermain lagi nanti kalau keadaan di desa sudah membaik."

Natasya mengangguk mantap dan segera berlari menyusul ayahnya yang sudah berjalan tertatih menuju desa.

Gaga menatap punggung kedua manusia itu hingga sosok mereka menghilang di balik tikungan jalan tanah.

Serigala raksasa itu kemudian berbalik dan kembali menyembunyikan dirinya ke dalam bayangan gelap hutan.

1
Jamilah Hidirmanto
ceritanya kerennnnn banget 👍👍👍👍👍
Nissa Safira: Makasih kakak! 🥹🙏
Seneng banget kalau kakak suka perjalanan Natasya & Gaga dari hutan sampai desa.
Komen kakak ini jadi bekal semangat nissa buat nulis cerita selanjutnya🥰🙏🙏🔥
total 1 replies
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░
mirip kisah bocil Donghua di toktok😆🤭yg selalu ku tonton,
Dewiendahsetiowati
terima kasih untuk ceritanya dan ditunggu karya selanjutnya Thor
Nissa Safira: Terima kasih banyak kakak 🙏💛
Dari Natasya bayi yang dibuang di hutan sampai jadi penjaga Desa Cempaka bareng Gaga di bukit selatan tadi, makasih udah nemenin sampai titik TAMAT ini.
Jangan lupa follow nissa yaa kak biar gak ketinggalan rilisnya!🥰🥰🔥🤣
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
ceritanya sangat seru banget, banyak sekali petualangan yang dialami Natasya, bahkan terkadang sampai emosi karena Raden Arya, komandan dan prajurit yang sombong, pengkhianatan Jenderal Bima, dan juga pendeta gila yang membakar hutan...

Intinya, cerita ini benar-benar bagus sekali, dan bagus buat rekomendasi 🥳🥳🎉🎉🎉

⭐⭐⭐⭐⭐
☕☕☕☕☕
🎉🎉🎉🎉

semangat untuk cerita selanjutnya kak 🎉🎉🎉
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, akhirnya tamat😱, ku pikir bakalan lebih dari 100 bab 😁, tapi Terima kasih untuk cerita yang seru ini. Bahwa kebaikan dan empati, akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga, v seperti Natasya, walaupun dia takut untuk pertama kali melihat serigala, namun empati dan kebaikannya, mengalahkan rasa takut itu. Dan kini, kalian menjadi sahabat yang tak akan pernah saling meninggalkan.

⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐ untuk cerita ini🥳🥳🎉🎉🎉
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎: wahhh, sama-sama kak 😊, padahal awalnya ini cuma pengen cari novel tentang petualangan dan hewan gitu, akhirnya nemu cerita ini, terus aku baca sinopsisnya, dan ternyata menarik, akhirnya aku subscribe, dan mulai baca. dan ternyata, memang bagus banget ceritanya /Drool/, gak sia-sia aku search itu🤭... 🤩🤩🤩


aamiin, kak juga sehat-sehat ya, biar bisa terus lanjut nulis novelnya 😊😊
total 2 replies
Nur Atika Hendarto
alhamdulillah cerita bagus banget aku suka
Nur Atika Hendarto
suka banget cerita nya 😍😍😍😍😍
Nissa Safira: Ya Allah makasih banyak kak 😭❤️
Seneng banget kalau kakak suka sama perjalanan mereka🥰
Terima kasih sudah setia nemenin Natasya dari anak kurus 7 tahun yang nawarin damai ke Gaga, sampai jadi komandan kecil 10 tahun yang dijaga satu hutan.
Semoga kedamaian Desa Cempaka yang kakak rasain di bukit selatan tadi bisa kebawa sampai ke dunia nyata kakak juga ya. Sehat selalu buat kakak🥰😍
total 1 replies
Night Watcher
secara utuh ceritanya bagus, menghanyutkan pembaca hingga terbawa emosi. tapi tetep asyik,..
mengangkat kisah jaman pramodern yg dialami manusia pd umumnya,(non sistem, non kekuatan kesaktian dll)
sedikit saran, sesuaikan suara² yg ditimbulkan oleh sesuatu, juga keberadaan tempat, sering keberadaan kejadian berubah/ tdk konsisten,(contoh awalnya di halaman rmh tasya, tau² berubah di balai desa)
utk kedepannya agar lebih jeli & teliti.
smg karya² selanjutnya lebih seru, logis dan semakin disukai banyak readers. tetap semangat, jadikan komen sadis sebagai pemicu semangat & koreksi karyamu.
semoga sukses menanti dan menyertaimu.. aamiin
Nissa Safira: MasyaAllah, terima kasih banyak kak atas komen sedetail ini 🙏🙏😭
Jujur komen kakak bikin saya merinding bacanya, karena ini komen yang bener-bener merangkum perjalanan Natasya & Gaga dari awal sampai akhir dengan hati. Terima kasih sudah hanyut bareng mereka sampai tamat kak, itu hadiah terbesar buat saya sebagai penulis.
Dan terima kasih juga untuk kritik sadis tapi membangunnya kak🙏
Jujur kak, cerita Desa Cempaka ini memang saya sengaja bikin non-sistem & non-kesaktian, biar perjuangan Natasya terasa manusiawi, kayak kisah jaman pramodern yang kakak bilang. Seneng banget kakak nangkep roh ceritanya itu😂
Doa Aamiin dari kakak saya Aamiin-kan juga, semoga karya selanjutnya lebih logis, lebih seru, dan tetap bisa menghanyutkan kayak gini.
Sekali lagi terima kasih banyak kak 🙏🙏
Sehat selalu buat kakak dan keluarga, semoga sukses juga menyertai kakak Aamiin🤲🙏🙏😅
total 1 replies
Night Watcher
kurang cocok aja dgn perayaan HUT natasya, krn dia "ditemukan" di hutan, tak tau kapan lahirnya
Night Watcher
kok bisa tau ultahnya, kan dia ditemukan di hutan masih bayi?
Buang Buang
bagus ceritanya
Buang Buang
bagus ceritanya
Buang Buang
mantap ceritanya
Dewiendahsetiowati
bisa gak Rini kena stroke aja bikin dosa terus deh
Night Watcher
ceritanya bagus, tp kadang ngeselin.
apa mungkin karna saking terbawa arus & alur cerita ya? jd sering ikut erosi..🤭🤭👍💪🙏
Aina Senja: trimakasi kk masukannya sangat bermanfaat
total 1 replies
Night Watcher
duh... tegang mulu...
up nya lanjut, tp kasih jeda penghibur kek,,, biar agak relax.🤦🙏
Night Watcher
laporan apapun pasti ke arga, padahal mereka punya "kades".😇🤦
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
kalian semua berhasil /Sob/, walaupun harus mengorbankan ladang mereka u tuk mencari makanan, tetapi, keutuhan keluarga tidak bisa dikorbankan begitu saja.... selamat Natasya, kamu berhasil lagi. Para hewan hutan larangan dan warga desa cempaka telah membuktikan bahwa hewan dan manusia bisa saling berhubungan dengan erat. dan sekarang tidak akan ada lagi ketakutan di mata para penduduk Desa Cempaka... 🎉🎉
Night Watcher
keliatan bener kalo cuma omon-omon..🤭🤭
Night Watcher
heleh.. tinggal nyuruh gaga cs nggruduk pendeta² itu pasti bubar, gaga cs kan bukan mahluk dedemit, gak ngaruh sama mantra..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!