Indonesia
NovelToon NovelToon
Alena Aldebaran

Alena Aldebaran

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Tamat
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Livi Neghe

Alena adalah seorang gadis introvert, kisah cintanya semakin menjadi rumit ketika kehidupan kampus nya baru saja di mulai, apakah Alena bisa mengatasi segala tekanan dan kebingungan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Livi Neghe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bangkit kembali

Angin malam hari menembus masuk ke sela-sela baju yang  di kenakan oleh Alena,ia memeluk erat kedua tangannya,cuaca malam itu sangat dingin namun ia tidak ingin pulang lebih dulu karena ia harus menemani Azka untuk menenangkan diri.

Azka yang melihat Alena sedang kedinginan langsung membuka jaketnya lalu memakaikannya kepada Alena.

"Maafkan aku" ujar Azka merasa bersalah

"Tidak apa-apa" ujar Alena sambil tersenyum

Setelah beberapa menit menit Azka mengajak Alena untuk pulang.Di dalam kamar dengan nuansa putih Alena merebahkan tubuhnya di atas kasur ia memandangi langit-langit kamarnya.

"Ternyata di balik wajahnya yang ceria ia menyimpan masalah yang berat" guman Alena

Kini Azka berada di roof top ia sedang meminum coklat panas, minuman favoritnya.

"Awalnya aku tak ingin memberitahumu,tapi di pendam rasanya sakit" guman Alena dalam hati

"Tapi terlepas dari semua itu rasanya tenang sekarang " monolog Azka sambil tersenyum.

Ternyata Azka menceritakan semua masalahnya kepada Alena ketika di taman dan kini ia merasa sedikit lega.Memang tidak baik jika masalah hanya di pendam sendiri kita butuh seseorang untuk bercerita jika tidak punya menulislah di buku harian.

Di sisi lain Natan dan vino sedang menonton konser boyband favorit mereka,yaitu alumni dari sekolah musik.

"Wahh mereka sangat keren" ujar Natan menatap layar laptop.

"Bagaimana jika kita membentuk sebuah boyband" ujar vino

"Ide yang bagus tapi tidak dengan waktunya "ujar Natan

"Maksudnya?" Ujar vino yang tidak mengerti.

"Ini bukan waktu yang pas untuk Azka,beri dia beberapa waktu lagi untuk menenangkan diri" ujar Natan

Vino yang paham langsung menganggukkan kepalanya.

Di roof top kini terlihat Azka sedang menikmati minumannya tiba-tiba ponsel nya berdering,dia menatap layar ponsel nya melihat siapa yang menelfon.

"Nomor baru?" guman Azka dalam hati

Azka bukan tipe orang yang sembarangan mengangkat telfon,ia membiarkan ponsel nya berdering selama beberapa menit.

Ketika Azka ingin mengambil gelasnya lagi tiba-tiba ponsel nya berbunyi.

Drt.

(Suara notifikasi pesan)

{Azka,ini ayah jika kamu tidak sibuk mari bertemu di cafe aroz} 

*disclaimer cafe aroz adalah cafe milik paman Natan.

Azka yang membaca pesan itu terlihat kaget pasalnya ia sudah mengganti nomor baru tapi ayahnya berhasil mendapatkannya.

Ke esokkan paginya pukul 9 pagi Azka berpamitan kepada ibunya namun ia tidak memberitahu ibunya bahwa dia akan bertemu dengan ayahnya,kedua sahabatnya pun harus membantu Azka dengan tidak membongkar rahasia itu.

Azka dengan setelan jaket berwarna hitam dan celana panjang serta sneaker dengan earphone yang di kalungkan di lehernya menambah kesan tampan dan berkarisma.

Ia melihat dari kejauhan sang ayah sudah ada di dalam sambil duduk dengan banyak jenis makanan di atas meja,entah sejak kapan sang ayah datang ke tempat mereka.

Azka pun melangkahkan kaki nya masuk ke dalam cafe,di sana hanya ada beberapa pengunjung.

Sang ayah yang melihat kedatangan putranya langsung tersenyum lebar tapi tidak dengan Azka dia langsung duduk tanpa mengucapkan kata-kata.

"Apakah kabarmu baik?"ujar sang ayah membuka obrolan

"ayah bertanya apakah kabarku baik? jawabannya tidak"ujar Azka

"lihat wajahku,apa aku terlihat baik-baik saja? orang di jalan pun tahu hidupku kacau hanya dengan melihat wajahku"ujar azka mulai meninggikan nada suaranya

"kenapa ayah tidak tahu?ayah ini keluargaku tapi kenapa tidak tahu?"ujar Azka sambil meneteskan air mata

"jika ayah memang khawatir padaku, seharusnya ayah tidak mengkhianati ibu dan tidak meninggalkan kami,bukankah seharusnya begitu?"ujar azka sambil menatap wajah sang ayah

ayahnya hanya diam sambil menundukkan kepalanya.

"Kenapa tiba-tiba mengirim pesan dan meminta bertemu?apakah wanita itu sudah mengkhianati mu?"ujar Azka dengan nada marah

"Azka coba tenanglah"ujar zang ayah sambil menatap Azka

Azka hanya terkekeh mendengar perkataan dari sang ayah.

"Cepatlah aku tidak ingin berlama-lama"ujar Azka sambil menoleh ke arah lain.

"Apakah kamu dan ibumu masih mempercayai ayah?" ujar ayahnya

"kepercayaan itu seperti kaca, setelah pecah,Sekalipun kita rekatkan kembali dengan lem, retakannya akan tetap terlihat"ujar Azka

"benar"ujar sang Ayah sambil menundukkan kepalanya.

"Sekarang paham kan? Jadi jangan pernah datang untuk mengangguku apalagi ibu,karena kami bahagia di sini, sekalipun sederhana itu asli bukan palsu" ujar Azka lalu berdiri dan berjalan meninggalkan sang ayah yang masih duduk termenung.

"Menarik! Ini akan menjadi permainan yang sangat menarik dan merupakan pengalaman yang tidak bisa kalian lupakan" monolog ayah Azka.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Apa maksud dari perkataan ayahnya?

Kini azka berjalan pulang dengan wajah kesal ia sangat membenci ayahnya yang sudah mengkhianati ibunya,di perjalanan ia melihat satu keluarga sedang bermain di taman ada laki-laki yang sebaya dengannya sedang bercanda bersama kedua orang tuanya,hal itu membuat Azka sedih.

"Andai saja ayah tidak berubah" guman Azka dalam hati.

Ia berjalan pulang menyusuri jalanan yang di penuhi dengan ilalang,ia terhenti saat melihat halte di depannya.

"Ini tempat pertama kita bertemu,tidak tempat kedua setelah taman,namun di sini kita saling berbicara satu sama lain" monolog Azka sambil tersenyum.

Ia mulai berjalan perlahan melihat sekeliling sesekali ia menghirup udara segar di pagi hari.

Azka terus berjalan hingga ia berhenti di depan halte, memandangi nya begitu lama lalu tersenyum.

Kini Azka berjalan pulang menuju rumah nya,dia masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu memejamkan matanya.

"Di dunia ini tidak semua hal berjalan sesuai dengan kemauan kita"ujar Natan sambil berjalan masuk ke dalam kamar lalu duduk di sofa sambil memandangi Azka.

"Aku hanya sedang tidak stres maupun senang"ujar Azka tanpa membuka mata nya.

"Semua hal buruk yang datang pasti akan berlalu,jadi jangan pernah berpikir untuk menyerah apalagi mau mati!" Ujar vino yang kini sudah berada di samping azka

Azka bangun dan duduk di samping vino,Natan langsung berdiri dan memeluknya erat-erat begitu juga dengan vino,mereka berdua mencoba untuk menenangkan dan menghibur Azka.

"Meskipun hari ini tidak bahagia,akan terjadi hal yang lebih baik besok,kamu sudah bertahan sampai hari ini,jadi jika kamu ingin menyerah, menyerah lah besok,dan ketika besok kamu masih sedih dan ingin menyerah, menyerah lah pada ke esokkan harinya,dan lakukan hal itu seterusnya hingga kamu sadar dan tidak ingin bersedih lagi"ujar vino

"Thanks bro" ujar Azka lalu memeluk erat kedua sahabatnya.

1
Yeti
kreatif sekali🥰❤
1vhy
Tinggalkan jejak ya🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!