Indonesia
NovelToon NovelToon
Dark Overload

Dark Overload

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Supernatural / Contest / Reinkarnasi / Sci-Fi
Popularitas:76.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: diqa alisyah

Hanah Rawlee yang tidak sengaja bertemu dengan sosok laki-laki misterius di dalam bus tiba-tiba mengalami hal aneh yang tak masuk akal.

Setelah selamat dari kecelakaan maut 3 tahun lalu, hal janggal dan juga mengerikan terjadi di dalam hidupnya, Hanah bertemu dengan sesosok mahluk mengerikan yang ingin membunuhnya saat di dalam perjalanan. Saat itulah dia bertemu dengan Adia Hiro seorang pemuda pemberani dari pasukan khusus bernama DAF.

Lewat Hiro, sedikit demi sedikit Hanah mengetahui jati dirinya yang tak pernah ia bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diqa alisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

Aku terbangun pukul 2 dini hari dengan perasaan haus yang amat sangat dan melihat Cassandra sedang membaca buku di meja belajarku sambil menggerai rambutnya.

"Cassandra!" Panggilku agak kaget, karena penampilannya tak berubah dari semenjak SMP.

"Hanah, apa yang akan kau lakukan jika dunia ini musnah oleh kekuatan iblis?"

Aku berhenti sejenak, mengidar pandang dan melihat diriku sendiri di cermin. Aku, kamar ini, dan juga Cassandra adalah penampakan dari 3 tahun yang lalu.

"Bodoh!" Jawabku, "kenapa kau selalu menanyakan pertanyaan membosankan itu berulang-ulang. Apa kau sudah kehabisan topik, bukannya bu guru jasmine yang suka memakai rok ketat itu masih layak kita guncingkan!"

Aku terkesiap dalam sesaat, kata-kata itu lolos begitu saja terucap dari dalam mulutku, seakan sekarang tubuh dan jiwa ku sedang berada di masa di mana aku tak seharusnya berada.

Cassandra sontak terkekeh dan membalik buku catatan aneh yang sering dia bawa.

"Hei, jawab saja?" Ucapnya, "aku suka caramu menjawab pertanyaanku meskipun kau sendiri terlihat jijik!"

"Menyebalkan. Apa aku harus menjawabnya lagi?" Jawabku spontan.

Dia mengangguk dengan senyum menyungging.

"Kau selalu membicarakan tentang ROX atau apalah itu. Memangnya kau tak bosan menceritakan dongeng sialan itu berulang kali!" Ucapku.

"Apa kau sudah bosan berteman denganku?"

Sontak kami berdua bertatapan dalam diam.

"Kau selalu menjawab pertanyaanku sesuai dengan apa yang aku pikirkan. Karena itu kita berteman kan!" Ucapnya dengan wajah serius.

Aku menghembuskan napas panjang sambil menatapnya.

"Mudah saja!" Ucapku, "aku tinggal menjadi manusia yang lebih kuat dari iblis."

Cassandra terkesiap menatapku dengan alis bertaut.

Tubuhku tiba-tiba bergerak dengan sendiri, menyibak selimut ku, berdiri, dan berjalan ke hadapannya.

"Bahkan jika harus menjual jiwaku sendiri kepada mahluk yang paling di takuti oleh seluruh jagat raya." Aku balik menatapnya, "Aku akan melakukannya."

***************

"Kau sudah sadar!"

Saat aku membuka mata, seorang laki-laki yang tak di kenal berada tepat di hadapanku sambil memegang teko.

Dia memakai setelan serba putih dengan celemek hitam bermotif mozaik indah. Tubuhnya kurus tinggi dengan postur tegap, rambutnya ikal bergelombang berwarna coklat, mata nya berwarna biru terang dengan sorot lembut, postur wajahnya simetris dengan rahang tegap dan hidung mancung, serta kulitnya berwarna putih pucat.

"Cassandra!" Ucapku spontan.

Dia mengernyitkan dahi kebingungan, karena perawakannya benar-benar terlihat seperti Cassandra dengan versi laki-laki.

"Uughh...." tiba-tiba kepalaku sakit di selingi oleh ingatan-ingatan abstrak yang tak ku kenal.

Buru-buru dia meletakkan teko nya di atas meja lalu menghampiriku.

"Kau tidak apa-apa?" Tanyanya.

Aku tak menjawab karena ingatan-ingatan abstrak itu terus menyerang kepalaku seperti sebuah bom yang meledak.

"Tunggu sebentar!" Ujarnya sambil berjalan menjauh. Memungut teko nya dan beralih ke sebuah meja dengan tanaman herbal segar yang baru di petik.

Aku tak tahu sedang di mana dan bersama siapa. Tapi yang pasti, laki-laki ini terlihat bukan seperti orang yang ingin berbuat buruk.

Tempat ini sangat rapi, seluruh bangunannya terlihat bergaya klinik pengobatan dengan nuansa putih, banyak tanaman herbal di dalam ruangan dan di biarkan tumbuh subur sampai menjalar keluar jendela, Tercium bau rempah-rempah yang menyengat seperti mint dan tumbuhan lain yang tak pernah ku kenal, lalu di sudut ruangan aku menemukan sesuatu yang asing, rak-rak berisi pasir hitam yang berterbangan, dan juga sejumlah benda aneh lainnya yang bahkan membuat perasaan ku tak nyaman.

"Siapa kau?"

Tiba-tiba Hiro terbangun di sampingku sambil menodongkan pistol kearah lelaki tadi.

"Hiro!" Panggilku pelan berusaha menenangkannya.

Laki-laki itu sontak mengangkat kedua tangannya dan membalikkan tubuhnya ke arah kami berdua.

"Tenanglah, aku bukan orang jahat!" Jawabnya.

"Uuhhgggh.." tiba-tiba Hiro mengalami hal yang sama sepertiku, dan tanpa sengaja menjatuhkan senjata api nya ke lantai.

"Hiro!" Aku memegangi tubuhnya.

"Sebentar!" Ucap laki-laki tadi sambil beralih ke meja nya lalu kemudian membawakan 2 cangkir minuman kepada kami.

"Minumlah, ini akan meredakan rasa sakit serta membantu memulihkan tenaga!" Dia menyodorkan nya kepada kami.

"Puuehhh.... " aku dan Hiro secara serentak memuntahkan minuman yang dia berikan, dan secara bersamaan memandanginya dengan ekspresi kecut.

"Apa yang kalian harapkan. Jus persik. Memangnya ada obat yang enak di dunia ini!" Balasnya mengomel dan menyuguhkan lagi segelas minuman yang sama.

Kami berdua terpaksa mengambilnya dan meminum nya dalam sekali tenggak meskipun rasanya benar-benar menjijikan.

Tak memakan waktu lama, setelah meminum obat itu tubuhku terasa ringan dan kembali segar. Bahkan rasa sakit yang menyerang kepalaku langsung menghilang.

"Apa yang barusan kau berikan?" Tanyaku memandangi sisa minuman yang dia berikan.

"Closto!" Jawabnya."ramuan penyambung hidup yang di pakai oleh leluluhurku untuk memulihkan orang-orang yang kelelahan saat berperang pada masa kegelapan!" Jelasnya.

"Pada masa apa?"

"Siapa kau?" Hiro menimpali pertanyaanku dengan intimidasi.

Dia menatap kami berdua secara bergantian lalu tersenyum dan membalikkan tubuhnya menuju dinding.

"Bukankah seharusnya kalian berterimakasih pada orang yang telah menyelamatkan kalian! " Ucap nya sambil menggantung celemeknya.

"Aku baru saja menodongkan pistol ke arah mu!" Jawab Hiro balik mengintimidasinya.

"Yah benar, lalu aku memberikan obat untuk memulihkan tubuh kalian. Apa aku terlihat mencurigakan!" Balasnya.

Hiro diam saja, meskipun terlihat dari tatapannya jika ada sesuatu yang mengganjal.

"Sepertinya pertemuan ini adalah sebuah takdir yang tak bisa terelakan!" Ucapnya.

Aku dan Hiro serentak menatapnya dengan alis bertaut.

"Apa yang kau katakan?" Tanya Hiro.

"Sedari dulu Klan Adia memang terkenal arogan dan keras kepala, walaupun waktu sudah berlalu dan kita adalah generasi selanjutnya, tapi tak bisa merubah sifat tempramental dari keturunan pemimpin Diaxf Aro Fazt!" Jawab nya.

Hiro kaget tak kepalang, tanpa aba-aba dia langsung memungut senjata api nya yang terjatuh dan menodongkannya di kepala lelaki itu.

"Siapa kau?" Pekik Hiro. "Bagaimana kau tahu tentangku!"

"Tenanglah!" Ujar nya mengangkat kedua tangannya.

Hiro bergeming, bahkan tanpa ragu dia bisa saja melepaskan tembakannya pada kepala laki-laki ini tanpa ampun.

"Aku tidak menerima perintah dari orang yang tak di kenal!" Hiro tambah menjadi.

"Kau mau menembak orang yang telah menyelamatkan mu!" Ucapnya.

"Katakan!" Teriak Hiro lantang.

"Baiklah, baik!" Dia menyerah.

Hiro tak bergerak, dia masih mengacungkan senjatanya.

"Kita berada di pihak yang sama!" Balasnya sambil melihatku dan Hiro secara bergantian.

"Maksudmu!" Tanya Hiro.

Dia diam saja dan masih menatap kami secara bergantian.

"Katakan sialan. Kenapa kau diam saja!" Hiro tak ingin di permainkan.

"Aku berasal dari suku Irfa!" Jawab nya.

Mendengarnya, Hiro langsung melemahkan pergerakannya meskipun sejatanya masih teracung di kepala laki-laki itu.

"Suku Irfa!" Hiro menatapnya dengan alis bertaut.

"Nama ku Ahmad Nuara, aku adalah keturunan suku irfa dari Arqaf!" Ucapnya.

Kini Hiro benar-benar menyingkirkan senjata nya dari hadapan laki-laki itu dan menatapnya dengan pandangan intens, seolah mereka seperti dua orang yang saling mengenal dan terlupakan oleh waktu.

1
ieru
keren
KOwKen
hallo. maaf kalau up ny ngaret setaun!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
hahahaha....
ini kebenarannya tapi kenapa kedengerannya jadi kek omong kosong 🤣
Nur Kediri
kok lama kak
Nur Kediri
lama kali kak up nya
KOwKen: authornya lg di tempt yang susah sinyal, jd up ny ngaret cyuu
total 1 replies
Nur Kediri
semangat update kak
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Waktu itu gua komen apa ya di mari 🤔
Tapi perasaan gak ada yang berubah. Ngapain lu hapus bab lama, padahal komentar sama like-nya udah bejibun
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: bukan maen emang kalo urusan memperbaiki itu hawanya males aja
total 4 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Ampe balik lagi gua kemari... 🙄
Baca bab baru kaga idep
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Di mana sih tombol double like-nya 🤣
total 2 replies
Nur Kediri
kehilangan orang yang penting itu menyakitkan
Yana Haifa
ada at
Nur Kediri
mulai menerima
Nur Kediri
sedikit curiga musuh menyusun strategi
Nur Kediri
ngeri
Nur Kediri
belum bisa mengendalikan kekuatan
Nur Kediri
pasti hanah shock berat
Nur Kediri
menegangkan
Nur Kediri
nanggung banget kak
KOwKen: mentok zeyeng!
total 1 replies
Nur Kediri
semangat kak
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Woy belubah 🙄
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Kaga kok 🙄
total 2 replies
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐
woeee!!!

mana Ujan Meteong?!
KOwKen: jdul doang gua ubeh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!