Indonesia
NovelToon NovelToon
KISAH CINTA YANG BERACUN

KISAH CINTA YANG BERACUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Obsesi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

`KISAH CINTA YANG BERACUN`

Mereka kembar identik.
Tapi hidup mereka tidak pernah sama.

Lea Anggita. Ceria, pemberani, agak ceroboh. Tumbuh berkecukupan di luar negeri bersama ibunya.

Alia Anggita. Pintar, berprestasi, pendiam. Tumbuh dalam kesederhanaan bersama neneknya setelah ayah mereka meninggal.

Satu-satunya yang menyatukan mereka: pesan tiap malam.

Sampai suatu hari, pesan dari Alia berubah.
`Aku malu, Lea. Aku nggak mau sekolah lagi.`

Pria yang Alia cintai... ternyata hanya mempermainkannya.
Menjadikannya bahan taruhan.
Dan mempermalukannya di depan satu sekolah.

Nama pria itu: *Teo Ozawa*.
PENGUASA SMA OZAWA.
TIRAN YANG SEHARUSNYA DIHINDARI, BUKAN DICINTAI.

Dan Lea tidak terima.
Jika kakaknya tidak bisa membela diri...
Maka Lea yang akan datang.
Menyamar jadi Alia.
Dan membuat Teo Ozawa membayarnya.

Masalahnya...
Bagaimana jika tiran itu... mulai jatuh cinta pada "Alia" yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17_ Perangkap di Rumah Sakit

...BAB 17_ Perangkap di Rumah Sakit...

Suasana kelas 12-A Ozawa School berlangsung tegang luar biasa sepanjang jam pelajaran pertama. Di barisan paling belakang, Teo Ozawa sama sekali tidak menyimak materi matematika terapan yang sedang dipaparkan oleh guru di depan papan tulis. Buku tulis di mejanya masih bersih tanpa torehan tinta sedikit pun.

Pandangan mata Teo terus tertatap kaku ke luar jendela koridor lantai tiga, namun seluruh ruang pikirannya sepenuhnya tersita oleh sosok adik kelasnya di lantai dua—'Alia'.

Kata-kata tajam dan tatapan dingin dari gadis itu di koridor tadi terus bergema berulang kali di kepalanya seperti kaset rusak yang menolak berhenti: `“Sejak kapan kamu peduli halal dan haram, Teo? Lagi pula ini bukan urusanmu. Kamu hanya pelayanku, bukan pacarku.”`

Kalimat singkat dari siswi kelas 11-A itu menghancurkan seluruh harga diri dan keangkuhan yang selama ini disandang Teo sebagai penguasa tertinggi di sekolah elit ini. Hati Teo berdenyut panas oleh perpaduan gengsi yang terkoyak hebat dan gelombang rasa cemburu asing yang kian membakar dadanya hingga sesak. `Siapa Julian? Siapa Ethan?` Kenapa pria-pria itu bisa memanjakan Alia dengan mobil Alphard mewah, ponsel edisi terbatas ratusan juta, dan panggilan mesra di telepon?

Teo merogoh ponselnya di dalam saku seragam dengan gerakan kasar, mengetik perintah langsung ke nomor Kepala Pengawal Pribadi Keluarga Ozawa di bawah kolong meja dengan rahang yang mengepal sangat rapat.

``

Setelah mengirimkan pesan bernada ancaman itu, Teo melirik dingin ke arah `Reno` dan `Bagas` yang duduk di barisan sampingnya. Reno yang menyadari perubahan raut wajah Teo yang makin gelap dan memancarkan aura membunuh hanya bisa menelan ludah kaku. Kedua sahabatnya itu memilih bungkam rapat-rapat, tidak berani menyapa atau memicu ledakan emosi sang tiran Ozawa yang sedang berada di titik didih.

Sementara itu, di kelas 11-A yang terletak di lantai dua, suasana berlangsung jauh lebih tenang dan teratur. Lea duduk di barisan dekat jendela, mengetuk-ngetukkan jemari lentiknya di atas meja kayu seraya menatap pemandangan pepohonan di halaman sekolah dengan senyum tipis yang amat misterius.

`Pria arogan itu pasti sedang termakan umpan dengan sangat sempurna`, batin Lea penuh kemenangan dingin.

Sejak awal melangkah masuk ke Ozawa School dengan identitas Alia, Lea sudah memetakan psikologi setiap bidak catur di sekelilingnya. Sifat posesif, dominan, dan obsesif Teo tentu akan mendorong pria itu untuk menyisir latar belakang 'Alia' hingga ke akar-akarnya. Karena itulah, Lea telah menyiapkan perangkap halus yang tidak akan pernah bisa dilacak oleh intelijen keluarga Ozawa sekalipun—tanpa membocorkan rahasianya pada `Julian` maupun `Ethan`.

Untuk Ethan di Melbourne, Lea tidak perlu repot-repot meminta pria itu mengirim apa pun ke Jakarta. Cukup dengan janji manisnya di telepon tadi pagi bahwa ia akan menelepon Ethan nanti malam, Lea tahu pria royal itu sudah bisa ditenangkan dengan kebohongan rapi yang diolahnya nanti.

Sedangkan untuk urusan rumah sakit, Lea hanya perlu menyusun satu instruksi sederhana melalui aplikasi enkripsi khusus kepada jaringan perantara kepercayaan Julian di Jakarta:

``

Jaringan perantara Lea bekerja secara instan. Hanya dalam hitungan menit, seluruh rekam medis dan data transaksi di Rumah Sakit Medika Sentosa telah diatur menjadi skenario yang sangat rapi.

`Teeet!`

Pukul sebelas siang tepat, bel tanda jam istirahat bergema nyaring menyapu seluruh penjuru koridor Ozawa School. Murid-murid kelas 12-A mulai berhamburan keluar kelas, namun Teo tetap duduk mematung di kursinya.

Ponsel di genggaman Teo bergetar halus. Sebuah berkas dokumen PDF masuk dari kepala pengawal pribadinya. Dengan jantung yang berdegup kencang akibat cemas dan amarah yang bertumpuk, Teo membuka berkas rahasia tersebut.

*Laporan Investigasi Lapangan (Prioritas Utama):*

- *Nama Pasien*: Nenek Lastri (Nenek dari siswi Alia Anggita, 71 Tahun)

- *Lokasi Perawatan*: Rumah Sakit Medika Sentosa — Kamar VVIP Suite 801

- *Status Pembayaran*: Lunas Total untuk 6 Bulan Ke Depan (Nominal: Rp 2,5 Miliar)

- *Keterangan Khusus*: Pembayaran dilunasi secara tunai melalui konsultan hukum atas nama Yayasan Privat milik pengusaha berinisial 'Tuan J'. Seluruh penanggung jawab medis terikat perjanjian kerahasiaan khusus.

Mata Teo membelalak lebar membaca baris demi baris laporan tersebut. Tangannya mengepal rapat pada ponsel mewahnya hingga buku-buku jarinya memutih.

`Kamar VVIP Suite seharga miliaran rupiah dari yayasan privat berinisial 'J' (Julian)... ditambah pria berinisial 'E' (Ethan) yang tadi pagi menelepon dengan amat mesra dan mengkhawatirkan Alia...`

Seluruh potongan teka-teki di dalam kepala Teo terkunci rapat menjadi satu kesimpulan yang amat menyakitkan: `Alia benar-benar gadis miskin tak berdaya yang terpaksa menjual dirinya dan menjadi simpanan pria-pria kaya demi membiayai pengobatan neneknya!`

Rasa bersalah yang sangat dahsyat mendadak menghantam dada Teo hingga terasa sesak. Selama ini, ia membully dan merendahkan Alia sebagai 'gadis sampah beasiswa' tanpa pernah tahu beban berat seberat gunung yang harus dipikul sendirian oleh bahu rapuh gadis itu.

Rasa bersalah dan penyesalan mendalam itu dalam sekejap bertransformasi menjadi obsesi gila yang sangat berbahaya. Teo tidak lagi sekadar ingin membalas dendam atau mempertahankan gengsinya. Ia kini merasa memiliki kewajiban mutlak untuk 'menyelamatkan', melindungi, dan merebut Alia dari cengkeraman pria-pria kaya simpanannya itu—dengan cara apa pun, dan berapa pun harga yang harus ia bayar!

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Teo bangkit berdiri dari kursinya. Ia mengabaikan panggilan Reno dan Bagas, lalu melangkah lebar menuruni tangga menuju ruang kelas 11-A di lantai dua.

Suasana di depan kelas 11-A yang tadinya riuh mendadak hening dan mencekam saat sang tiran kelas 12 berdiri tegak di depan pintu dengan raut kaku dan mata yang membara. Murid-murid kelas 11 yang bersiap pergi ke kantin mendadak panik, bergegas mundur dan menepi ke dinding.

Namun pandangan Teo hanya tertuju lurus pada satu orang: `Alia`, yang baru saja memasukkan bukunya ke dalam tas dengan sangat anggun.

Gadis itu mendongak perlahan, menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan dominasi seraya menatap Teo yang berdiri mematung di ambang pintu kelasnya.

`"Pelayanku,"` panggil gadis itu dengan suara jernih dan dingin yang terdengar begitu berkuasa di hadapan puluhan murid kelas 11 yang menahan napas. `"Kamu datang tepat waktu. Ikut aku ke kantin dan bawakan nampan makananku."`

Teo melangkah masuk ke kelas 11-A. Tidak ada gertakan arogan, tatapan menghina, atau bentakan menyebalkan dari sang tiran senior itu. Pandangan mata Teo kini dipenuhi oleh penyesalan yang mendalam, hasrat kepemilikan yang amat intens, dan kegelapan emosional yang siap meledak kapan saja.

`"Baik, Alia,"` sahut Teo berat dengan suara rendah yang dalam.

Teo membungkukkan tubuhnya sedikit, mengambil tas sekolah milik gadis itu dari meja, lalu melangkah mengekor tepat di belakangnya bak serigala pemangsa yang telah berhasil dijinakkan sepenuhnya—tanpa sedikit pun menyadari bahwa dirinya baru saja melangkah masuk semakin dalam ke dalam genggaman perangkap Sang Ratu.

 

1
falea sezi
lanjut
falea sezi
suka cwek badasss gini
Park ha: ini versi kebalikannya kinara wkwkkw... kinara sana rian dah mau tamat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!