Anjani Pitaloka Notokoesoemo terbiasa hidup serba kecukupan, apapun yang ia inginkan pasti mampu ia dapatkan, termasuk jabatan yang sekarang ia pakai.
Anjani adalah perempuan yang berpengaruh di dunia bisnis. Dia mempunyai kekuasaan, gelar dan harta melimpah.
Tidak hanya itu, Anjani juga mempunyai suami seorang CEO di perusahaan ternama. Siapapun pasti tergiur dengan kehidupan pribadinya, tentu juga menilai bahwa dia adalah perempuan yang kehidupannya sangat sempurna.
Namun, setelah lima tahun pernikahan, Anjani mengetahui Syahrul Bhaskara telah berselingkuh dengan seorang sekretaris bernama Yeshika Larasati.
Hidup Anjani seperti berhenti, dan otaknya berpikir, ternyata selama ini ia tidak pernah mendapatkan cinta dari suaminya?
Semalaman menangis, akhirnya ia memutuskan untuk diam. Alih-alih mengemis cintanya lagi, ia membiarkan mereka bermain, dan ia menyelidiki seberapa jauh mereka berselingkuh untuk ia jadikan objek balas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lullabyyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harga Yang Tak Perlu Dibandingkan
Pagi-pagi sekali Yeshika sudah duduk di kafe, letaknya tidak jauh dari hotel yang di sewanya. Beberapa orang juga terlihat duduk di kursi masing-masing, dan ia sangat menikmati udara sejuk pagi ini.
Seorang pelayan datang, menaruh kopi di atas meja, dan pergi begitu saja. Sementara Yeshika menatap kopi itu dengan puas, dan bibirnya tak berhenti tersenyum
"Siapa sangka setelah aku bangun tidur, isi rekeningku sudah bertambah tiga ratus juta lebih," gumam Yeshika. Kepalanya menggeleng pelan dan matanya menutup, seolah sedang menikmati rasa dari uang di dalam rekeningnya.
Meski hatinya masih belum bisa menerima keputusan Syahrul, tetapi nominal uang yang pria itu transferkan padanya sudah lebih cukup untuk menutup sementara lubang pada hatinya.
Rp. 300.000.000 adalah nominal yang besar, mampu membeli barang-barang branded incarannya, tetapi selain itu juga; nominal itu adalah bukti nyata bahwa Syahrul masih peduli dengannya dan ia belum sepenuhnya di buang.
"Meski sekarang Syahrul sedikit kegilaan dengan Anjani, tapi tidak menutup kemungkinan dia masih membutuhkanku. Anjani, Anjani, priamu itu hanya cinta ke aku, sementara padamu hanya untuk membuang hasratnya," tutur Yeshika sambil menatap layar ponsel, di sana terdapat bukti riwayat Syahrul mengirimkan uang ke padanya, lalu ia mencium ponselnya seperti orang gila.
Ia ambil tangkapan layar bukti itu, lalu membagikannya ke media sosial. Yeshika hanya menunjukkan jumlah nominalnya, tanpa memberitahukan hal yang tidak perlu, lalu ia mengirimnya ke postingan pribadinya.
Tak lupa, Yeshika menuliskan sebuah caption pada bagian bawah fotonya.
Yeshikalarasati. Ada yang bilang, uang bukan segalanya. Mungkin karena dia tidak menerimanya dari orang yang tepat.
Yeshika tersenyum kecil. Postingan itu ia arahkan untuk Anjani, mungkin sekarang perempuan tersebut akan merasa kepanasan.
Tak lama, beberapa notifikasi muncul di layar ponsel Yeshika, dan ia langsung membalas beberapa komentar dari pengikutnya.
pacarkamyuu1 Dapat dari pacarnya ya, Mbak?
Yeshika terkekeh pelan. Dia bukan pacar, tetapi calon suami yang dengan penuh perjuangan ia tarik dari istri sahnya.
yeshikalarasati. Ya, pacar berhargaku.
lambeombrreee35_ Hasil rebut suami orang, ya?
Mata Yeshika melotot menatap salah satu komentar yang berbeda dari yang lain.
"Siapa dia? Anjani? Kenapa pakai akun palsu untuk menyerangku? Kalau bukan Anjani, siapa?" Yeshika mengerutkan kening, komentar yang mencurigakan itu membuatnya gelisah, jadi langsung ia hapus untuk tidak menimbulkan masalah.
Sementara itu, Anjani sedang duduk berhadapan dengan komputernya. Sisi kepalanya terasa pening karena semalaman tidak tidur. Beberapa dokumen di atas meja bahkan belum ia sentuh sepenuhnya, ia hanya menatap laporan singkat di laptop dari devisi keuangan lewat e-mail.
Tiba-tiba layar ponselnya menyala, memberikan informasi ada salah satu temannya yang mengunggah postingan setelah beberapa waktu tidak terlihat aktif.
Anjani menoleh, membaca nama akun itu, dan mengerutkan kening. Yeshika memposting apa?
Menarik ponselnya, membuka sosial media, dan mengamati komentar serta caption dari Yeshika.
"Dia mengirimkan uang lagi?" gumam Anjani. Jemarinya mengetuk meja, matanya melirik pada sudut laptop, memikirkan alasan apa yang Syahrul gunakan untuk mengirim uang ke Yeshika.
Apa bisnis Yeshika? Atau Urusan pribadi mereka?
"Aku tidak pernah menyangka ada orang yang bangga setelah berhasil merebut suami orang seperti dia," olok Anjani. Matanya menatap salah satu balasan Yeshika terhadap beberapa komentar yang ingin tahu dari siapa Yeshika mendapatkan uang itu.
Anjani terpikirkan sesuatu, ia akan membuat Yeshika semakin kepanasan. Ia buka layanan perbankan miliknya, menangkap layar bagian nominalnya yang jauh berbeda dari angka milik Yeshika. Ia kirim foto itu lewat pesan pribadi.
Oh, kamu sedang menghitung uang, ya? Aku juga punya beberapa.
Anjani tersenyum tipis ketika pesannya terkirim dan segera ada laporan dibaca. Ia mampu membayangkan bagaimana wajah Yeshika akan memerah sewaktu melihatnya.
Senyum Yeshika langsung sirna tatkala menerima pesan dari Anjani. Ia pikir perempuan itu tidak akan berani untuk membalasnya, tetapi sekarang justru memberikannya sebuah pesan dan foto saldo bank yang mencapai tujuh ratus miliar lebih.
Pesan berikutnya muncul.
Kalau mau pamer, sekalian aja.
Mata Yeshika memerah, mulutnya terkatup rapat. Ia tahu bahwa Anjani dari keluarga konglomerat, tetapi yang membuatnya marah adalah cara dia memamerkan kekayaan itu.
Ia mengirim pesan langsung.
Kau pikir dengan uangmu itu mampu membuatmu merasa lebih baik dariku?
Yang mengirim uang padaku Suamimu.
Kau marah, kan? Suamimu lebih peduli padaku?
Ia mencerca Anjani lewat tulisan. Tersenyum puas ketika pesannya terbaca. Pasti sekarang dia akan kehilangan kendali karena tahu Syahrul yang mengirimkan uang itu.
Pesan dari Anjani masuk, membuat Yeshika naik pitam.
Kamu bangga, ya? Yaudah, nikmati aja.
Aku nggak berniat ganggu hubungan kalian.
Oh, Syahrul memberiku nafkah lima miliar setiap bulannya.
Apa yang membuatku harus bersaing dengan nominal rendah itu?
Anjani keluar dari akunnya, lalu mengeluarkan setumpuk dokumen dan beberapa kertas dari dalam laci. Itu adalah sertifikat tanah dan gedung yang ia punya selama ini, dokumen kepemilikan saham di beberapa perusahaan, dan satu medali penghargaan di bidang kemajuan ekonomi ibu kota.
Anjani memotretnya. Lalu mengunggah foto itu dalam postingan sosial media, dengan caption;
anjanip.loka_ Nominal yang tidak bisa diganti dengan apapun.
lambenesopowi_ Jelas, anak sultan! Bagi seratus!
rajabumikeseratus. Suaminya aja CEO, dia anak konglomerat, baik hati pula.
anakayampemula15_ Aura sekali gesek kartu bikin bank bangkrutnya kerasa banget dari sini oii!
Anjani terkekeh kecil ketika postingannya dikomentari dengan hal-hal lucu. Lalu ia matikan ponselnya dan kembali bekerja, meski beberapa bunyi notifikasi terdengar jelas, ia sudah tidak peduli.
Sementara itu, Yeshika langsung berdiri dari tempat duduknya. Bukan hanya karena balasan Anjani yang berhasil membungkam mulutnya, postingan terbaru perempuan itu juga membuatnya tertampar fakta bahwa yang ia ajak bermain justru bukan lawan seimbangnya dalam bentuk ekonomi, lebih parahnya Syahrul masih memberikan nafkah kepada Anjani tanpa memberitahukan itu padanya.
Syahrul menelpon. Yeshika segera membalas panggilan dari kekasihnya, "Halo?"
"Hapus postinganmu. Jangan membuat skandal. Dan segera ke kantor, jam berapa ini kamu belum ke sini?"
Yeshika hendak menjawab, tetapi panggilan terputus. Segera ia gebrak meja kafe hingga tangannya terasa panas dan beberapa pengunjung kafe menatapnya marah.
"Anjani, perempuan manis itu!!" umpat Yeshika. Ia menarik tas kecilnya dan pergi begitu saja dari kafe dengan langkah cepat.
Di sisi lain, Anjani masih di ruangannya. Ia tidak mempermasalahkan soal nominal yang Yeshika terima, justru ia berusaha membedah hubungan perempuan itu dengan suaminya sebenarnya seperti apa?
"Perselingkuhan mereka terasa seperti babak awal dari intrik yang belum terlihat lainnya," gumam Anjani.
Di depan pintu ruang kerja Anjani ada Abbas yang sedang bermain ponsel, keningnya mengerut, lalu bergumam pelan, "Komentarku di hapus nih."
Lalu dia tersenyum lebar sebelum masuk ke dalam ruang atasannya.