Indonesia
NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

🏆🥇 Juara 1, Yaww 2026 Periode 1, Kategori 2 💞 dan Juara Tema Kreatif.



Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Pagi hari di rumah sakit terasa jauh lebih tenang dibandingkan malam sebelumnya.

Di dalam kamar rawat itu, Tasya sedang sibuk membereskan beberapa barang milik kakeknya. Ia melipat selimut tipis, memasukkan pakaian ke dalam tas, lalu memastikan tidak ada barang yang tertinggal.

Di sofa kecil dekat jendela, Kenzi sudah duduk sambil menggoyangkan kakinya pelan. Kondisinya sudah jauh lebih baik. Infus di tangannya bahkan sudah dilepas sejak pagi.

Sementara itu Kenzo berdiri bersandar di dekat pintu dengan tangan terlipat, memperhatikan ibunya tanpa banyak bicara.

Di atas tempat tidur, kakek Tasya menatap cucunya dengan perasaan bersalah.

“Tasya…” panggil pria tua itu pelan, Tasya menoleh.

“Iya, Kek?”

Pria tua itu menghela napas.

“Kakek minta maaf.”

Tasya langsung berhenti memasukkan pakaian ke tas.

“Kakek merasa sudah merepotkanmu.”

Ia menatap Tasya dengan mata yang penuh penyesalan.

“Gara-gara Kakek sakit … kamu pasti harus mengeluarkan banyak uang untuk biaya rumah sakit.”

Tasya tersenyum kecil sambil menggeleng.

“Tidak apa-apa, Kek. Yang penting Kakek sehat.”

Namun, sebelum kakeknya sempat menjawab, pintu kamar terbuka pelan.

Seorang perawat masuk sambil membawa map berisi beberapa berkas.

“Selamat pagi,” sapa perawat itu ramah.

“Selamat pagi,” jawab Tasya.

Perawat itu kemudian menyerahkan sebuah dokumen.

“Ini surat pengeluaran pasien dari rumah sakit.”

Tasya menerima kertas itu. Namun, sebelum ia sempat membaca, perawat itu melanjutkan,

“Dan untuk biaya perawatan … semuanya sudah ditanggung oleh pihak rumah sakit.”

Tasya langsung terdiam. “Ditanggung … rumah sakit?”

Perawat itu mengangguk.

“Benar.”

“Jadi tidak ada biaya yang perlu dibayar.”

Kakek Tasya langsung terlihat sangat lega.

“Syukurlah…” gumamnya.

Namun, Tasya justru terlihat bingung. Di dalam pikirannya muncul satu nama.

Alex. Mungkin biaya kemarin saat Kenzi dirawat memang ditanggung olehnya.

Tasya menatap berkas di tangannya beberapa detik. Namun, ia tidak mengatakan apa pun. Akhirnya ia hanya menarik napas pelan dan kembali membereskan barang-barang yang tersisa.

Sementara itu, kakeknya terlihat sangat senang karena akhirnya bisa pulang.

Kenzi juga langsung berdiri dari sofa dengan wajah ceria.

“Mommy, kita pulang sekarang?” tanyanya penuh semangat.

Tasya tersenyum kecil pada putranya.

“Iya … kita pulang." Tetapi, jauh di dalam hatinya dia masih merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Di ruangan dokter anak yang berada di lantai yang sama, suasana terasa jauh lebih tegang.

Alex berdiri di depan meja dokter dengan wajah dingin, sementara Mario berdiri sedikit di belakangnya. Keduanya menunggu dengan sabar, meskipun udara di ruangan itu terasa berat.

Dokter yang semalam menangani Kenzi membuka sebuah map berwarna putih di atas meja.

“Tes DNA sudah keluar lebih cepat dari yang saya perkirakan,” ucap dokter itu sambil menyesuaikan kacamatanya.

Alex tidak duduk, dia hanya berdiri tegak dengan kedua tangan di saku celana, menatap meja dokter dengan tajam.

“Langsung saja,” katanya singkat.

Dokter itu mengangguk, lalu menggeser lembar hasil pemeriksaan ke arah Alex dan Mario.

Di atas kertas itu tertulis beberapa grafik dan angka hasil analisis genetika. Dokter kemudian berkata dengan nada profesional,

“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA antara Anda dan anak laki-laki bernama Kenzi…”

Ia berhenti sebentar.

“Terdapat kecocokan genetik yang sangat tinggi.” Dokter menunjuk bagian bawah lembar hasil itu.

“Tingkat kecocokannya mencapai lebih dari sembilan puluh sembilan persen.”

Ruangan itu mendadak terasa sunyi.

Mario yang berdiri di samping Alex langsung menunduk melihat kertas itu dengan mata melebar.

Dokter kemudian melanjutkan kalimatnya.

“Secara medis tidak ada keraguan lagi.”

Ia menatap Alex dengan serius.

“Kenzi adalah anak kandung Anda.”

Kalimat itu seperti menghantam udara di ruangan tersebut.

Alex tidak langsung berbicara. Namun, kedua tangannya perlahan mengambil lembar hasil tes DNA itu. Tatapannya membaca setiap baris hasil pemeriksaan. Seolah tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

Di belakangnya, Mario bahkan sampai menelan ludah.

“Tuan…” gumamnya pelan.

Alex tetap diam. Beberapa detik kemudian tangannya tiba-tiba meremas kertas hasil tes DNA itu dengan kuat. Urat di tangannya terlihat menegang. Tatapannya menjadi jauh lebih gelap.

Pikirannya kembali ke malam tujuh tahun lalu.

Wanita yang ia anggap sebagai kesalahan. Dan kini wanita itu melahirkan anak kembar miliknya.

Penerus keluarga Vasillo.

Alex menutup matanya sebentar. Saat membukanya kembali, tatapannya berubah menjadi dingin namun penuh keputusan.

Mario yang berdiri di sampingnya bisa merasakan sesuatu sedang berubah di dalam diri bosnya.

Alex lalu bertanya dengan suara rendah kepada dokter,

“Jika seseorang memiliki anak kembar…”

Ia berhenti sebentar.

“Apakah mungkin keduanya lahir dari ayah yang sama?” tanya Alex, karena takut mungkin Tasya telah menikah lagi sebelum keduanya lahir.

Dokter mengangguk tanpa ragu.

“Tentu saja.”

“Terutama jika mereka kembar identik.”

Mario langsung menoleh cepat ke arah Alex.

Sementara, Alex menatap kembali hasil tes DNA yang masih diremas di tangannya.

Lalu ia berkata pelan, hampir seperti berbicara pada dirinya sendiri,

“Jadi … mereka benar-benar anakku.”

Kalimat itu membuat jantung Mario berdegup lebih cepat. Karena ia tahu jika Alex sudah mengakui sesuatu sebagai miliknya, maka tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa merebutnya kembali.

Beberapa detik kemudian Alex kembali menatap hasil tes itu. Lalu perlahan ia mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Mario.

Tatapannya berubah tajam.

“Perintahkan pengawal.” Suara Alex rendah namun tegas.

Mario sedikit mengernyit.

“Pengawal, Tuan?”

Alex tidak menjelaskan panjang.

“Ambil Kenzo dan Kenzi dari Tasya.”

Mario langsung menegang. Alex melanjutkan dengan nada dingin.

“Hari ini mereka pasti keluar dari rumah sakit.”

“Bawa mereka ke penthouse.”

Mario terdiam beberapa detik, wajahnya terlihat ragu.

“Tapi … Tuan…” Kalimat itu belum selesai.

Alex langsung menatapnya dengan tajam.

“Tidak ada tapi-tapi...” Suara Alex kini jauh lebih keras.

“Lakukan apa yang aku perintahkan.”

Mario menelan ludah, dia jarang melihat Alex sekeras ini.

“Tuan … kalau kita mengambil mereka begitu saja … Nona Tasya pasti—”

Alex memotong kalimatnya.

“Mereka anakku.” Kalimat itu diucapkan pelan namun penuh tekanan.

“Darah keluarga Vasillo.” Ia melangkah mendekati meja dokter. Tatapannya menjadi lebih gelap.

“Aku tidak akan membiarkan anak-anakku hidup seperti orang biasa.”

Mario masih terlihat ragu.

“Tapi Tua n… mereka sudah hidup bersama ibunya selama tujuh tahun.”

Alex menatap lurus ke arah Mario.

“Dan sekarang waktunya mereka kembali.” Suasana ruangan terasa semakin berat.

Mario mengepalkan tangannya sebentar.

Ia tahu, jika Alex sudah membuat keputusan, hampir tidak ada orang yang bisa mengubahnya. Namun, tetap saja ia merasa tidak nyaman.

“Tuan… Nona Tasya tidak akan tinggal diam.”

Alex tersenyum tipis.

“Dia tidak punya pilihan.” Ia memasukkan hasil tes DNA itu ke dalam map.

“Pergi sekarang.”

“Pastikan mereka dibawa ke sini.”

Mario masih berdiri beberapa detik.

Hatinya terasa berat. Namun, akhirnya ia menundukkan kepala.

“Baik … Tuan.” Setelah mengatakan itu, Mario berbalik dan keluar dari ruangan dokter.

1
frida
good job Thor terus lah berkarya
echa purin
👍
Ari Sawitri
bukannya sdh 9bulan ya di bab sebelumnya kok prematur ?🤔🤔
Ari Sawitri
team keamanan tp bukan buat istri dan anak anaknya. begitu kejadian br ada team keamanan. ini orang kaya bener bukan sebenarnya 🤔🤭😅
Sri Wulandari
akhirnya karma sdh menantimu kini giliran qm & istrimu yg akan menanggung smua perbuatan mu d masa lalu Arlond siap² sj qm mendapatkan hukuman yg setimpal dg apa yg telah qm lakukan pd kakakmu sendiri Arland
Sri Wulandari
gara² ingin hidup lebih baik qm rela kehilangan cinta pertama mu & menikah dg Merlin & qm lebih memilih mencintainya dlm diam tp lihat sprti apa hidupmu skrng hanya d manfaatkan sj sm klrg istrimu bahkan anak yg d kandung istrimu bkn anakmu & keserakahan tlh menghancurkan hidup kalian smua
Sri Wulandari
senjata makan tuan karma lngsng d byr lewat putri mu dulu qm membunuh Arlan & istrinya skrng qm akan mengulangi lg perbuatan kalian itu & putrimu & calon bayinya jg merasakan akibat dr k jahatan kalian bahkan akibatnya bakal lebih fatal
Sri Wulandari
knp qm g mencoba mencari tau apa yg sbnrnya terjadi dg klrg mu Tasya karna smua saling berhubungan termasuk tentang k matian k dua orang tuamu jg dendam 2klrg hingga saat ini
Sri Wulandari
harusnya qm jg curiga & waspada dg sikap Arlond kakek Rockhi karna selama ini dia yg sllu berusaha keras menyakiti Tasya siapa tau dia jg terlibat dg Jessy
Sri Wulandari
semakin qm berusaha menjauhkan Alex dr Tasya hubungan mereka akan semakin dlm & terikat... Jessy
Sri Wulandari
harusnya kakek buyut takut dg keturunannya yg ini mereka bs sj menghancur perusahaan mu jg bs menstabilkan kembal begitu jg dg mommynya
Sri Wulandari
menghadapi orang sprti tuan Vasillo qm mmng harus bersikap tegas & berani klu tdk qm akan d tindas & d remehkan apalagi dendam antara klrg kalian yg blm bs d lupakan oleh sm² k dua klrg & qm skrng ibaratnya masuk k sarang harimau kembali g bs maju pun mati
Sri Wulandari
kasian Tasya g punya tempat yg aman utknya & twins....kakek Vasillo bs menerima twins tp tdk dg Tasya apalagi klu tau Tasya cucu kakek Rockhi
Sri Wulandari
seandainya dr awal kakek Rockhi mau menceritakan smua sm Tasya pasti g akan ada k salah pahaman sprti ini sedangkan Arlond dia sprti kompor meleduk yg siap membakar apa sj supaya smua lebih membara
Sri Wulandari
Alex sdh menduga klu kakek Rockhi pasti tdk akan tinggal diam membiarkan cucunya Tasya menikah dgnya....
mslh Alex semakin rumit yg satu perjodohan yg d tentukan kakek Vasillo yg satu pernikahannya dg Tasya akan d pisahkan oleh kakek Rockhi d tambah k datangan Arlond yg akan membawa mslh buat Tasya & twins😔
Sri Wulandari
kakek Vasilo datang makanya Tasya & twins d pulangkan k rumah kakek Rocki tp d sana justru tdk aman ada pamannya yg jahat dtng utk bls dendam smoga Alex bs melindungi Tasya & twins dr pamannya yg jahat & serakah itu....
klu kakek Vasilo aq rasa g akan mslh dg kehadiran Tasya & twins mungkin dia akan sangat bahagia karna ternyata dia memiliki 2 penerus .... marahnya mungkin hanya sementara karna penerusnya itu ternyata msh k turunan musuh bebuyutannya jd rumit tp.... kedatangan Arlond mungkin akan membuka rahasia penyebab dendam antara 2 klrg Vasilo & kakek Rockhi
Sri Wulandari
untung Tasya & twins sdh pindah k rumahnya Alex klu tdk dia pasti ketakutan lg melihat kedatangan pamannya yg hampir menjualnya dulu waktu d Berlin
Sri Wulandari
membuka hati utk daddy twins beri dia kesempatan sebenarnya Alex tdk sejahat seperti yg qm pikirkan dia hanya sedikit sombong & keras kepala sm sprti Kenzo....Alex bersikap keras karna dia punya banyak musuh yg siap menghancurkannya kpn sj makanya hidupnya g suka d usik siapapun apalagi dia pernah mengalami trauma kehilangan orang tua sprti qm makanya instingnya utk melindungi diri & klrg sangat kuat
Sri Wulandari
qm khan seorang peretas Tasya harusnya qm bs melacak Dion lewat perangkat elektronik yg dia gunakan atau melacak keberadaan mobilnya atau apalah yg bs d lacak lewat internet....lha ini qm sprti kehilangan kecerdasan mu....panik boleh tp bodoh jngn😔
Sri Wulandari
apakah itu suara Dion 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!