Indonesia
NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Dinikahi Ustad Gaul

Tiba-tiba Dinikahi Ustad Gaul

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: triani

Hilyatul Jannah, gadis 18 tahun.Ia masih duduk di bangku SMA kelas XII. Hidupnya tidak. beda jauh dengan remaja seusianya, dia suka jajan, keluyuran, pacaran dan nongkrong dengan teman-teman satu gangnya. Tapi apa jadinya jika tiba-tiba adaa ustad yang datang melamarnya dan kedua orang tuanya langsung menyetujui tanpa meminta pendapatnya.

****

"Kamu lagi ngigo ya!?" tanyanya penuh amarah saat menatap pria berwajah teduh di depannya. Tapi nyatanya kemarahan Hilya_begitu panggilan akrabnya, tidak membuyarkan senyum teduh di wajah pria dengan peci dan kemeja putih di depannya itu.

Hanya sebuah kerutan halus di keningnya yang menandakan jika usia pria itu sudah cukup matang untuk berumah tangga, setidaknya usianya mendekati kepala tiga, "Saya mengatakannya dengan penuh kesadaran." jawabnya dengan tenang.

Tapi jawaban yang tenang itu justru membuat Hilya semakin mendidih, "Om ....., jangan harap yang bisa nikahin aku. kalau kamu tetap maksa aku bisa laporin kamu ke Komnasham!" tuturnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Dulu kami sempat dekat.

Matahari bersinar terang pagi ini. langit juga biru bersih, cuaca hari ini cukup bagus untuk menikmati udara pagi. Ustad Azzam tengah sibuk dengan beberapa berkas di atas meja.

"Padahal aku ingin jalan-jalan." gumam seorang gadis yang tengah mengintipnya di balik dinding ruang tamu.

Helaan nafas halus seolah menandakan ia sudah mengambil keputusan. Langkahnya pelan menghampiri meja yang penuh dengan berkas-berkas yang tidak ia mengerti. Keberadaannya berhasil mengalihkan perhatian ustad Azzam dari kertas-kertas itu, ia mendongakkan kepalanya, menatap sang istri.

"Ada apa?" tanyanya singkat.

Gadis itu tersenyum kemudian mengatupkan kedua tangannya di depan dada, "Aku mau jalan-jalan, boleh ya. Please .....!" ucapnya memohon.

Decakan halus keluar dari bibir ustad Azzam, ia meletakkan pulpennya dan mengambil sesuatu dari balik meja, sebuah rantang kosong kini sudah berada di tangannya.

"Kamu nggak ada pekerjaan kan? Lebih baik antar rantang kosongnya ke rumah Bu Nyai, dan jangan lupa bilang terimakasih." ucap ustad Azzam sembari menyodorkan rantang kosong itu pada Hilya.

"Kok nyuruh sih, aku kan mau jalan-jalan." gerutu Hilya, ia agak keberatan jika harua berbasa-basi dengan orang. Baginya itu cukup menyiksa apalagi ia harus bisa bersikap lembut layaknya istri seorang ustad, benar-benar bukan gayanya.

"Kalau mau jalan-jalan tunggu aku selesai dengan ini. Jangan keluyuran sendiri, kamu bikin aku khawatir saja." ucap ustad Azzam dan di akhiri dengan nada rendah pada akhir kalimatnya.

Jadi dia khawatir sama aku, baiklah karena sudah mengkhawatirkan aku, aku bantu dikit deh ..., senyum sumringah keluar dari bibir Hilya. Bahkan pipinya kini sudah memerah karena kata-kata terakhir dari sang suami.

"Baiklah, sini." Hilya menarik rantang itu dan dengan semangat meninggalkan ustad Azzam di tempatnya.

Hilya berjalan santai menuju rumah pak Kyai dan Bu Nyai.

"Lagi pula hanya mengembalikan rantang, apa susahnya. nggak usah ngomong banyak, salam, bilang makasih terus pulang deh."

Tampak dari halaman yang luas itu, rumah pak kyai dan Bu nyai pintunya terbuka, menandakan jika pemilik rumah pasti ada di rumah. Hilya mempercepat langkahnya dan berhenti tepat di depan pintu, matanya menerawang jauh ke dalam rumah, meskipun pintu terbuka tapi rumah tampak sepi.

"Masak nggak ada orang sih," gumamnya lirih. Ia pun memilih mengulurkan tangannya, mengetuk daun pintu yang sudah terbuka.

"Assalamualaikum, permisi. Bu Nyai ....." panggilnya beberapa kali. Hingga akhirnya terdengar langkah kaki menuju ke ruang tamu.

"Waalaikumsalam," pintu yang tadinya terbuka setengahnya kini telah terbuka sempurna dari dalam.

Senyum Hilya menguap saat melihat siapa yang membukakan pintu untuknya. sepertinya gadis yang baru saja dari dalam itu juga terkejut dengan kedatangan Hilya.

Ya ampunnnnn, aku bisa bisanya lupa kalau kak Ayu anaknya Bu Nyai. Tau gini aku tadi nggak mau. Hilya menyesal dengan keputusannya, ia sedikit memahami hubungan seperti apa yang pernah terjalin antara gadis di depannya dengan pria yang kini menyandang status sebagai suaminya itu.

"Kak A_yu." Hilya sedikit gugup, "Ini aku mau mengembalikan rantang Bu Nyai, tolong bilang makasih ya sama Bu Nyai, aku pamit." ucap Hilya sembari menyodorkan rantangnya.

Gadis dengan jilbab lebar itu menerima rantang itu, tapi tatapannya masih belum beralih dari wajah Hilya, membuat Hilya semakin salah tingkah.

"Kak Ayu ..., aku pamit ya."

Sepertinya kali ini ucapan Hilya berhasil menyadarkan Ayu, ia segera menormalkan kembali ekspresi wajahnya, tapi cukup terlambat karena ekspresi yang tadi sudah terlanjur Hilya lihat dan berhasil membuat Hilya merasa merinding.

"Kita bisa mengobrol sebentar, Hilya." ajak Ayu sembari menunjuk kursi yang ada di teras rumah. "Ada yang ingin aku tanyakan sama kamu."

Apa ya ...., Hilya yang gampang penasaran cukup tertarik, tapi di lubuk hatinya yang terdalam ia juga takut menghadapi gadis di depannya itu.

"Baik." tapi demi rasa ingin tahunya, Hilya menyanggupi. Ia duduk di kursi yang di tunjuk Ayu, Ayu pun menyusulnya dan duduk di sebelah, berbatasan dengan meja kecil di tengahnya.

Ayu diam, Hilya pun diam. Sepertinya Ayu tengah merangkai kata yang pas untuk percakapan mereka kali ini.

"Hilya, sebelumnya aku ingin ucapin selamat atas pernikahan kalian. Semoga kalian mendapatkan keluarga yang bahagia."

"Amin, terimakasih Kak Ayu." Hilya hanya menanggapinya dengan singkat ia tengah menunggu gadis di sampingnya mengatakan inti pembicaraan mereka.

Ayu menatap ke arah depan, jauh di halaman yang luas itu, terlihat santri yang tengah melakukan aktifitasnya,

"Dulu kami sempat dekat."

Deg

Walaupun ia belum mencintai suaminya, tapi saat wanita lain mengatakan pernah dekat dengan sang suami, rasanya ada yang sakit menusuk dada Hilya, tangannya tanpa sadar meremas ujung kaos panjangnya. Mencoba untuk tetap tenang.

Ayu menoleh, memastikan ekspresi apa yang muncul pada Hilya, saat melihat Hilya yang tetap tenang, Ayu mengerutkan keningnya.

"Kamu tidak ingin bertanya sesuatu?"

Apaan ini ...., Hilya sangat ingin segera pergi dari situasi seperti ini, tapi ia tahu ia juga harus menyelesaikannya.

Hilya menarik sudut bibirnya, membentuk lengkungan senyum, kemudian menoleh ke arah Ayu.

"Aku tidak akan penasaran kak Ayu, itu masa lalu. Masa lalu akan tetap jadi masa lalu, tidak akan jadi masa depan, jadi saat ini yang aku tahu mas Azzam adalah suamiku, itu kenyataannya."

Mendengar jawaban tegas Hilya, Ayu terdiam. Ia tidak menyangka Hilya akan mengatakan hal itu.

Hilya berdiri dari duduknya, "Kalau tidak ada yang dibicarakan lagi, aku pamit ya kak Ayu."

Hilya melangkah melewati Ayu yang masih duduk terdiam di tempatnya. Wajahnya masih mengeras karena ucapan Hilya.

Hingga beberapa langkah melewati tubuh Ayu, akhirnya Ayu bangkit.

"Bagaimana jika dia menikahimu karena rasa bersalahnya, apa kamu akan tetap mengikatnya dengan pernikahan tanpa cinta?"

Pertanyaan itu berhasil membuat Hilya menghentikan langkahnya, hatinya goyah tapi ia mencoba untuk tetap tenang. tangannya mengepal hingga memperlihatkan buku-buku ruas jarinya.

"Jika mas Azzam memilih pergi, aku tidak akan menahannya. Assalamualaikum." jawab Hilya tegas meskipun dengan hati yang begitu ramai. Ia pun akhirnya benar-benar meninggalkan tempat itu, tidak peduli bagaimana dengan Ayu saat ini. Yang ia tahu, ia harus segera pergi agar tidak terlihat sisi lemahnya di depan orang lain.

Brakkkk

Hilya membuka pintu rumah dengan kasar dan berhasil membuat ustad Azzam terkejut.

"Astaghfirullah hal azim, ada apa Hilya sih? Bisa pelan sedikit kan buka pintunya."

"Bodo amet ....!" jawab Hilya kesal, ia memilih berlalu dan menuju ke kamarnya, menutup kembali pintu kamar dengan kasar dan berhasil membuat ustad Azzam terkejut untuk kedua kalinya.

"Dia kenapa sih, aneh banget. Apa ada yang terjadi?"

Ustad Azzam pun memilih beranjak dari duduknya, ia berjalan menghampiri kamar Hilya, mengetukkan dengan perlahan.

"Hilyatul Jannah, ada apa? Apa ada yang mengganggumu?"

Tidak ada sahutan dari dalam, hingga ustad Azzam mengetuk untuk yang kedua kalinya, "Hilya ...., bicara yuk. Ada apa? Kalau aku salah aku minta maaf. Ayuk bicara."

Brakkk

Sepertinya ada sesuatu yang membentur pintu, benda yang sengaja Hilya lemparkan ke pintu,

"Jangan bicara sama aku. Bicara aja sama mantan pacar kamu itu." teriak Hilya dari dalam.

"Maksud kamu siapa? Aku nggak ngerti."

"Jangan pura-pura bodoh deh ...,"

Ustad Azzam berpikir keras, kemudian ia menyadari sesuatu.

"Ayu ...," gumamnya lirih, sepertinya ia mulai mengerti akar masalahnya.

Bersambung

Happy reading

1
Novi
looohhh ini msh blm lanjut yaaaa😭
Novi
🥺🥺🥺
Novi
kok q sedih baca a🥹
Novi
kapok /Facepalm/
Novi
/Smirk/
Novi
Hay kak tri😍
Muhammad lutfi Lutfi
di tunggu lanjutannya KA 👍👍👍👍
Tri Ani: siap kak
total 1 replies
Azril Ali
jgn liat luarnya,jodoh dh da yg mengatur...
Tri Ani: bener banget
total 1 replies
Xi Yue Qing
hai, kak...maaf nih...cover kita samaan karena sistem noveltoon memasukan cover kakak ke cover novelku🤭🤭🤭
Tri Ani: oke kak
total 3 replies
Muhammad lutfi Lutfi
saya kasih mawar merah kak biar semangat up nya.💪💪💪💪
Tri Ani: .makasih kak Muhammad lutfi😍
total 1 replies
Muhammad lutfi Lutfi
lanjut kak jg ke di gantung kayak jemuran.
Tri Ani: siap kakak
total 1 replies
Muhammad lutfi Lutfi
Alhamdulillah setelah sekian purnama pada akhirnya up juga kak triani
Muhammad lutfi Lutfi: Oke kak di tunggu lanjutannya.
total 2 replies
Muhammad lutfi Lutfi
lanjut kak jg sampai aku gak bisa tidur 😄😄😄
Tri Ani: siap kakak, di tunggu ya
total 1 replies
Sri Murtini
semangat 💪💪💪
up date ditunggu
Tri Ani: makasih semangatnya kak💪
total 1 replies
septiana
ok kak,ga masalah kok.. masih tak tunggu updatenya..
Tri Ani: makasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!