Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Pembantai Dewa

Sang Pembantai Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sarmadi

BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.

👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33 menerobos alam roh tahap awal

​Beberapa saat kemudian, Yefan akhirnya kembali teringat akan apa yang telah terjadi pada dirinya. Kebingungan yang sebelumnya menghiasi wajah tampannya seketika digantikan oleh niat membunuh yang memancar tajam dari kedua matanya.

​Keluarga Yujin... batin Yefan tajam. Namun, sebagai seorang kultivator yang telah mengalami kematian di dalam hidup nya, ia dengan mudah menenangkan gejolak amarah dan kecamuk emosi di dalam hatinya.

​Ketika tubuh Yefan hancur berkeping-keping dalam pertempuran hebat sebelumnya, jiwa dan kesadarannya pun tidak terlepas dari kehancuran total hingga ia kehilangan kesadaran sepenuhnya. Namun, berkat keberadaan Jantung Penentang hukum Langit—sebuah penciptaan luar biasa yang pernah ia ciptakan—jantung tersebut bekerja secara otomatis di saat kritis. Tanpa perlu diperintah, jantung itu secara mandiri mengumpulkan kembali serpihan-serpihan jiwanya yang tersebar dan memperbaiki jiwa tersebut secara perlahan-lahan. Hingga akhirnya, tatkala jiwanya hendak sadar sepenuhnya, keunikan dari jantung misterius itu kembali menunjukkan keajaibannya dengan merajut dan membentuk kembali tubuh fisik Yefan seperti sedia kala.

​Apakah aku telah tertidur selama sepuluh tahun lagi, seperti yang pernah terjadi sebelumnya? batin Yefan bertanya-tanya. Ia benar-benar tidak mengetahuinya sama sekali, sebab rentang waktu yang telah berlalu tidak meninggalkan jejak dalam ingatan hampa selama masa tertidurnya.

​Hmm...

​Tiba-tiba Yefan terperanjat. Ia merasakan kepekatan energi sepiritual sangat tidak masuk akal di sekeliling nya. Energi tersebut begitu luar biasa padat, bahkan sampai memadat dan mengkristal membentuk butiran-butiran halus melayang di udara menyerupai tepung emas murni. Yefan merasakan firasat intuitif bahwa ia sanggup menerobos tingkatan kultivasinya kapan saja, hanya dengan sekadar menarik napas dan menghirup seteguk energi spiritual yang melimpah ini.

​Tepat di tengah rasa terkejut dan ketakjubannya terhadap energi sepiritual di sekitar, sudut mata hitam Yefan yang tajam secara tidak sengaja menangkap keberadaan sesosok wanita tak jauh dari posisinya berdiri. Wanita bergaun hijau mempesona itu tampak duduk dengan sangat anggun di atas perakaran pohon raksasa yang mencuat dari tanah, dalam posisi tubuh sedang mengamati dirinya secara diam-diam.

​Penampakan wanita itu membuat Yefan terkejut untuk kedua kalinya, yefan menyipitkan mata. Tentu saja ia sedikit waspada pada tempat yang tidak ia ketahui ini.

Yefan mengedarkan inderanya secara maksimal, namun ia sama sekali tidak mampu merasakan riak aura kultivasi atau tekanan spiritual sedikit pun dari tubuh wanita tersebut—seolah wanita itu hanya manusia biasa tanpa cultivasi, atau justru sesosok eksistensi yang kekuatannya jauh melampaui batas pemahamannya.

​Di sisi lain, Yefan dilanda keterkejutan yang lebih dalam tatkala mencermati paras wanita itu. Wajah wanita tersebut sangat identik dengan sosok wanita yang pernah hadir dalam potongan ingatan misterius—potongan ingatan yang dahulu dikirimkan dan ditransfer oleh Kuas Bertinta Hitam langsung ke dalam benaknya. Tidak hanya wanitanya saja, pohon raksasa megah yang berdiri kokoh yang menembus batas awan di samping wanita itu juga sangat persis seperti apa yang terekam dalam ingatan tersebut.

​Yefan dibuat benar-benar takjub oleh skala kemegahan pohon yang ada di hadapannya. Di saat bersamaan, ia sempat merasakan sedikit linglung oleh kecantikan alami yang dipancarkan sang wanita. Bagaimanapun juga, menyaksikan keindahan paras seorang wanita hanya lewat sekilas visual ingatan sangatlah berbeda dibandingkan dengan melihat sosoknya secara langsung berjarak beberapa meter di depan mata.

​Di sisi lain, tatkala wanita itu mengalihkan pandangannya untuk melihat sosok yang telah mengganggu ketenangannya hingga menggagalkan karya lukisnya, ia hanya mengerutkan alisnya yang halus. Tanpa mengeluarkan sepatah kata celaan pun, wanita itu menarik kembali perhatiannya, memegang kuasnya erat-erat, dan mulai membenahi bagian lukisan yang rusak akibat ledakan yang di buat pemuda itu. Ia bertindak seolah-olah fenomena keajaiban tubuh Yefan yang terbentuk dari kumpulan asap hitam bukanlah hal yang menarik, dan ia sama sekali tidak meluapkan rasa kemarahan akibat gangguan pemuda tersebut.

​Yefan yang mendapati bahwa wanita itu tidak memiliki niat buruk pada nya, dan malah mengabaikan kehadirannya meski ia telah membuat lukisan nya gagal.

Ia juga tidak berniat untuk membuka percakapan atau menegur wanita tersebut lebih dahulu. Bagi Yefan, prioritas tertingginya saat ini adalah memanfaatkan kelimpahan energi spiritual murni di tempat ajaib ini untuk menerobos batas kultivasinya sesegera mungkin. Kesempatan langka dengan kualitas energi yang begitu pekat ini mungkin tidak akan pernah ia temui untuk kedua kalinya sepanjang hidupnya.

​Tanpa membuang waktu, Yefan dengan cepat mengambil posisi duduk bersila di atas tanah sambil berjaga jaga terhadap wanita itu. Dengan kehendak, Jantung Menentang Langit di dalam rongga dadanya bergetar hebat. Jantung itu mulai memancarkan riak di dada yefan dan menarik pusaran energi spiritual dari segala penjuru arah.

​Wuuussss!

​Energi spiritual di sekitar bersatu padu meluncur bagaikan embun pagi yang melimpah, mengalir dengan sangat deras menuju titik pusat di jantung Yefan. Saking deras dan padatnya arus aliran energi tersebut, hingga membentuk kabut tebal yang menutupi tubuh Yefan yang sedang bersila.

​Wuuuss!

​Yefan dapat merasakan secara langsung bagaimana jantung di dadanya memancarkan rasa gembira yang luar biasa saat melahap pasokan energi spiritual murni tersebut. Jantung yang pada awalnya didominasi warna hitam keunguan kini perlahan-lahan mulai terselimuti oleh pancaran cahaya keemasan yang samar. Yefan kembali terhenyak; ia merasakan di dalam struktur tubuh fisiknya sedang tertempa sebuah kekuatan misterius yang perlahan menyusup dan menyatu ke dalam aliran darahnya. Kekuatan misterius tersebut terasa begitu destruktif, seolah-olah memiliki potensi untuk menghancurkan apa saja yang menghalangi nya.

​Dengan raut wajah gembira yang tak lagi bisa disembunyikan, Yefan semakin bersemangat untuk menyaksikan keajaiban apa lagi yang akan di buat oleh jantung miliknya. Ia tidak ragu untuk mengerahkan seluruh kekuatan Jantung di dada nya secara maksimal guna menyerap energi spiritual di sekitarnya secara gila-gilaan dan tanpa batas. Terpaan energi spiritual yang tersedot begitu deras membuat dahan-dahan pohon, bunga, hingga permukaan air danau di sekitarnya bergoyang dan bergelombang hebat akibat terseret pusaran energi yang mengalir ke arah Yefan.

​Sementara itu, wanita yang sedang khusyuk membenahi lukisannya mendadak menghentikan pergerakan jemarinya di udara. Alisnya yang elok terangkat tipis. Di tengah kecamuk dan kegaduhan aliran energi yang diciptakan oleh pemuda di hadapannya, pandangan mata wanita itu tanpa sengaja tertuju pada sebuah objek yang terselip di sabuk pinggang Yefan—sebuah Kuas Bertinta Hitam.

​Seakan-akan ingatan lamanya terpicu setelah mengamati bentuk kuas tersebut selama beberapa saat, bibir manis wanita itu yang tadinya terkatup datar perlahan melengkung, membentuk sebuah senyuman tipis yang memancarkan keanggunan tiada tanding.

​Selanjutnya, hanya dengan satu gerakan lambaian lembut dari tangannya yang halus seputih giok, pohon raksasa di sampingnya merespons dengan bergetar pelan. Dari dalam batang pohon tersebut, sebulir cairan berwarna emas pekat sebesar biji kacang keluar melayang dan hinggap di atas telapak tangan wanita itu. Dengan gerakan jentikan jari yang sangat anggun, wanita itu melontarkan cairan emas tersebut. Bulir emas itu melesat cepat dan presisi, menerobos masuk tepat ke dalam posisi jantung Yefan!

​Buumm!

​Seketika itu juga, aura yang sangat mengerikan terpancar meluap dari dalam tubuh Yefan.

​Yefan yang pada awalnya sedang memusatkan seluruh konsentrasinya untuk mengamati perkembangan jantungnya dibuat terperanjat hebat. Lonjakan energi emas yang teramat padat itu menyusup masuk ke dalam jantungnya secara aneh, membuat yefan tanpa bisa mengendalikan jantung tersebut. Benturan energi tersebut dengan energi sepiritual yang ia serap menciptakan sensasi rasa sakit yang luar biasa dahsyat, seakan-akan organ jantungnya sedang disayat dan dikoyak dari dalam.

​"Akhh...!" Yefan tidak mampu menahan erangan kesakitan saat gelombang energi tersebut mengoyak pembuluh dan dinding jantungnya.

​Namun, mendapati kedatangan "makanan" berenergi tinggi dalam tingkatan yang sangat lezat tepat di depan pintu, Jantung yefan yang hanya tahu melahap dan telah kehilangan kendali. dengan otomatis tanpa ragu sedikit pun langsung melahap cairan emas tersebut dengan sifat serakah yang luar biasa. Jantung Yefan—yang telah lama tidak pernah berdetak—kini mulai berdenyut dan berdetak dengan guncangan yang hebat!

​Buumm!

​Aura kultivasi di tubuh Yefan bergolak dan bergejolak dahsyat. Tak berselang lama...

​Buumm!

​Sebuah aura yang jauh lebih menakutkan menyeruak keluar, menghentakkan udara di sekelilingnya.

Trasenden tahap puncak!

​Buumm!

​Lompatan itu belum berhenti dan terus memuncak hingga menerobos garis batas berikutnya: Alam roh tahap awal!

​Penerobosan tingkat tinggi itu masih menunjukkan tanda-tanda akan terus berlanjut. Namun, tepat ketika pusaran energinya hendak menembus barikade menuju Alam Roh Tahap Tengah, Yefan mendadak merasakan hambatan berupa rasa sakit yang sangat ekstrem hingga membuat seluruh persendian tubuhnya bergetar hebat. Jantung Yefan ternyata mencapai batas kapasitasnya; jantung itu tidak sanggup lagi menampung perpaduan tak terbatas antara energi spiritual dan cairan emas secara bersamaan. Seluruh jaringan tubuh Yefan terasa mengembang dan berada di ambang meledak akibat akumulasi energi yang melampaui ambang batas.

​Untuk pertama kalinya dalam hidup, Yefan merasakan sensasi ancaman kematian yang sesungguhnya dan mutlak. Ia menyadari dengan pasti bahwa cairan emas tersebut adalah eksistensi aneh—sebuah eksistensi yang sanggup memusnahkan jiwa dan fisiknya secara absolut tanpa menyisakan peluang untuk bangkit kembali. Di hadapan eksistensi seagung dan setinggi itu, Yefan yang pada dasarnya hanyalah seorang kultivator biasa benar-benar berada dalam kondisi tidak berdaya untuk melakukan perlawanan apa pun.

​Akan tetapi, tepat di detik-detik paling kritis sebelum tubuhnya hancur meledak, wanita bergaun hijau itu kembali melambaikan lengannya dengan gerakan yang anggun. Efek dari lambaian tangan tersebut seketika membuat seluruh pusaran energi spiritual yang menyelimuti tubuh Yefan sirna dalam sekejap mata. Hingga memutus penerobosan yefan ketahap selanjut nya.

Kini, hanya tersisa sisa-sisa energi dari cairan emas yang terus bergejolak dan diserap di dalam tubuhnya.

perlahan-lahan gejolak energi emas di dalam tubuh Yefan mulai stabil dan mereda. Yefan, yang baru saja keluar dari tepi jurang kematian yang nyata, akhirnya bisa bernapas lega dan mengendurkan ketegangan otot-ototnya. Tentu saja ia sangat enggan jika harus tewas di hari ini, mengingat dendam kesumatnya terhadap Keluarga Yujin sama sekali belum terbalaskan.

​Walaupun penerobosan kultivasinya terhenti sebelum berhasil menyentuh Alam Roh Tahap Tengah, Yefan masih berada dalam kondisi terpukau dan takjub. Bagaimanapun juga, ia telah berhasil melompati dua tingkatan kultivasi besar sekaligus hanya dalam hitungan singkat—sebuah pencapaian yang berada jauh di luar kendali dan perhitungannya. Yefan sadar betul, jika bukan karena kekuatan misterius wanita itu yang secara tepat waktu menyingkirkan energi spiritual dari sekitarnya yang di serap jantung nya yang telah di luar kendali, tubuh fisik dan jiwa nya dipastikan telah hancur tak tersisa tanpa bisa di bangkitkan.

​Saat ia mencoba memeriksa sirkulasi internal tubuhnya, Yefan kembali dikejutkan oleh perubahan aliran darah nya. Aliran darah yang mengalir di dalam pembuluh darahnya kini tidak lagi berwarna hitam sepenuh nya, melainkan telah berubah warna menjadi hitam murni yang berpadu dengan kilau keemasan yang menawan. Di saat bersamaan, ia dapat merasakan gelombang kekuatan yang meluap-luap dari dalam tubuh nya sangat berbeda jauh sebelum ia menerobos— seolah-olah kekuatan nya saat ini sanggup melenyapkan apa pun.

​Apakah ini kekuatan dari seorang kultivator Alam Roh Tahap Awal...? gumam Yefan dalam batinnya terkejut.

​Ia kemudian mencoba menggerakkan dan melambaikan jemari tangannya di udara. Seketika itu juga, esensi langit dan bumi di sekitarnya merespons dan bergerak mengikuti petunjuk tangannya—sebuah manipulasi esensi alami yang hanya bisa di lakukan oleh para kultivator yang telah resmi menginjakkan kaki di Alam Roh.

​Setelah memastikan kestabilan kondisinya, Yefan memutar pandangannya dan menoleh secara penuh ke arah wanita bergaun hijau yang berada tidak jauh darinya. Wanita itu masih melanjutkan aktivitas melukisnya dengan gesture yang sangat anggun dan tenang, seolah-olah sama sekali tidak menaruh minat terhadap keberadaan Yefan maupun kekacauan energi luar biasa yang baru saja berlangsung.

​Tentu saja, Yefan memahami secara penuh dalam hatinya bahwa seluruh rentetan keajaiban penerobosan kultivasi Oleh sebutir cairan emas dan penyelamatan nyawanya dari ancaman ledakan energi tadi. itu semua tidak terlepas dari tindakan wanita misterius tersebut.

Bersambung.

1
Ed Troivan
plagiat kau
Rozer Cros: diam Diam diam, 🥹
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
bikin yefan jadi alkemis tingkat tinggi yang mana kaisar tianming sendiri harus berlutut dan memberi hormat bikin nanti yefan bantai klan yujin dan hancurkan kaisar itu beserta keluarganya kaisar itu
Fajar Fathur rizky
cepat bikin yefan bantai jendral
Rozer Cros
mksh kk ketitik nya.
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏
intsomi: itu buzzer,jangan di liat komenannya,abaikan saja
total 5 replies
Ed Troivan
Author plagiat, ngga bakal ditamatin
Ed Troivan
Pasti ini karya plagiatmu lagi author tolol, kau bisa-bisanya menerjemahkannya lalu kau ubah nama tokoh-tokohnya makanya nggak kau lanjut novel Sang Penakluk... 👍
Rozer Cros: terima kasih kk udah dukung karya ini meski tidak sebaik yang lain. semoga sehat selalu kk
total 1 replies
Ed Troivan
kok rantaul
Ed Troivan: nggak bertanggung jawab lu Thor
total 4 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
Fajar Fathur rizky
nanti bikin yefan bantai keluarga yunjin dengan cara paling kejam dan sadis
Fajar Fathur rizky
cepat bantai yanfeng bikin ranah kultivasi yefan langsung naik ke ranah yang lebih tinggi dari ranah yanfeng
Farhan Sadewa
gereget BNR lihat tingkah laku Yulin zou ini 🤭
Ed Troivan: Author tolol
total 1 replies
Farhan Sadewa
membuat penassran
Farhan Sadewa
penuh misteri👍
Ed Troivan: penuh misteri🤣 author gak jelas. palingan ilang lagi nanti karena nggak bisa plagitin lagi
total 1 replies
Farhan Sadewa
penasarn
Farhan Sadewa
jadi penasaran🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!