Indonesia
NovelToon NovelToon
OBSESI Karina

OBSESI Karina

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Pencari Cerita

Sejak kecil Karina terbiasa melihat ibunya bekerja keras ditambah lagi setelah sang Ayah memilih pergi dengan wanita lain, oleh karena itu, Karina berjanji pada dirinya sendiri dimana dia ingin bebas dari kemiskinan, Sampai suatu hari, Karina bertemu dengan Adrian Mahardika pemuda Tampan. Berpendidikan. Pewaris keluarga konglomerat yang memiliki segalanya. Bagi Karina, Adrian bukan sekadar lelaki. Ia adalah jalan keluar dari kehidupan yang selama ini ia inginkan, yaitu kemewahan. Sejak saat itu, Adrian menjadi obsesinya. Akankah Karina mampu memenangkan Obsesinya atau malah membuat Hidupnya hancur dengan Obsesinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pencari Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Hari-hari berikutnya berlalu begitu cepat.

kesibukan Karina di Mahardika Group semakin padat. Hampir setiap hari ada jadwal pemotretan, wawancara, pertemuan dengan tim pemasaran, hingga menghadiri berbagai acara yang berkaitan dengan produk terbaru perusahaan, Awalnya Karina merasa canggung, Ia masih belum terbiasa melihat wajahnya terpampang di papan iklan dan media sosial perusahaan. Namun, perlahan-lahan ia mulai belajar bagaimana bersikap di depan kamera.

Hasil kerja Karina pun semakin memuaskan.

Bahkan Adrian yang awalnya hanya melihat Karina sebagai bagian dari strategi pemasaran perusahaan, perlahan mulai memperhatikan perempuan itu lebih dari yang seharusnya, tanpa disadari Karina, beberapa kali Adrian mulai mencuri-curi pandang kepadanya, Namun setiap kali Karina menoleh, Adrian buru-buru mengalihkan pandangan, ia masih berusaha untuk mengelak rasa suka pada Karina, bahkan saat Tomy sang asistennya mempertanyakan perasaan yang disimpan tuanya, ia berusaha masih mengelak, Adrian langsung berpura pura menyibukan dirinya. Adrian Mahardika sedang menyembunyikan sesuatu. Semakin hari tatapan Adrian yang begitu lembut pada karina ,walaupun sikap dinginya masih terlihat, kadang dirinya merasa kaku bila berada didekat Karina, pikiranya tidak bisa benar benar bisa fokus jika Karina ada bersama dengan nya, dan kini mereka lebih sering bertemu satu sama lain, Karina sendiri mulai menyadari perubahan sikap Adrian, namun ia tidak cepat merasa senang, ia takut kalau sikapnya akan membuat Adrian kembali kecewa.

Berbeda dengan Karina yang mulai menikmati pekerjaannya, Katrin justru semakin gelisah.

Setiap kali membuka media sosial Mahardika Group, wajah Karina selalu muncul, bahkan beberapa perusahaan lain mulai tertarik menggunakan Karina untuk mempromosikan produk mereka.

"Ini tidak boleh terus terjadi." guman nya, katrin tetap terus berupaya untuk menjauhkan adrian dari karina.

***

Di lain waktu beberapa hari ini Karina mulai merasa ada yang mengikutinya, ia mulai curiga dengan mobil hitam yang sering kali terparkir disebrang rumahnya, bahkan sering mengikuti nya sampai kantor, dan ia mencoba mencari tahu, hari itu ia sempat melihat seorang pria berdiri disamping mobil hitam itu,

Pria dalam mobil hitam itu menyadari kalau Karina sudah mulai curiga dengan keberadaanya, setelah karina masuk kedalam lobby kantor, pria dalam mobil itu akhirnya menghubungi seseorang

"Pak sepertinya mba Karina sudah mulai curiga."

"Yah sudah kau pulang saja, biar nanti malam aku kerumah nya." sahut seorang pria dalam sambungan telpon itu.

***

Sementara itu dirumah mewah Mahardika, malam ini Pak Surya berencana mengadakan makan malam bersama Karina dirumahnya, kali ini karina bukan lagi sebagai pelayan dirumah itu melainkan sebagai model baru perusahaan Mahardika yang sudah sangat menguntungkan bagi perusahaan, kali ini Adrian mulai gelisah, sejak pagi tadi dirinya merasa tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaan, karna makan malam itu hanya ada dirinya, karina dan sang Ayah, pikiran nya kacau, ia takut kalau Karina mengetahui perasaan nya yang mulai menaruh ketertarikan pada pribadi Karina, Adrian sengaja datang lebih lambat namun pak surya dan karina tetap menunggu adrian makan bersama

"Kenapa kau lama sekali Adrian, kasihan Karina bisa pulang kemalaman nanti." kata pak surya yang sudah ada di ruang makan bersama karina

"Aku banyak kerjaan." sahut Adrian sambil menyibukan pandanganya ke meja makan

"Memangnya Tomy tidak memberitahu mu?" sahut sang ayah lagi

"Tidak apa apa pak Surya, sekarang kan pak Adrian sudah datang, tidak usah diributkan."

Adrian yang gugup langsung menempati kursi nya,

Awalnya suasana berjalan biasa. Pak Surya banyak berbicara mengenai perkembangan perusahaan, sementara Karina lebih banyak mendengarkan.

Sesekali Pak Surya bertanya kepada Karina tentang pekerjaannya, rumah nya bahkan orang tuanya, Karina hanya menjawab sekedarnya saja, tidak terlalu berlebihan, sementara Adrian hanya terua mendengarkan sambil berpura - pura sibuk menikmati makan malam nya. Adrian yang duduk tidak jauh darinya kembali memperhatikan Karina.

Ia menyadari ada sesuatu yang berubah dalam diri Karina, Dulu ia hanya melihat Karina sebagai perempuan yang harus menjalankan tanggung jawabnya sebagai model perusahaan, Adrian bahkan tidak mengerti mengapa jantungnya berdetak sedikit lebih cepat dan semakin cepat kala mereka saling pandang, pak surya yang menyadari perubahan putranya akhirnya menyuruh Adrian untuk mengantar karina pulang, dan kali ini tanpa banyak penolakan dari Adrian, ia merima perintah sang Ayah dengan penuh senang. Sepanjang perjalanan Mereka sama sama masih terlihat kaku, hanya mencuri curi pandang dan saling senyum, Entah mengapa, perjalanan itu terasa berbeda, dan tanpa mereka sadari, perjalanan pulang yang sederhana itu menjadi awal dari perasaan baru yang perlahan tumbuh di hati Adrian. Samapai akhirnya mereka tiba dirumah yang baru saja karina tempati

"Ini rumah baru mu?" tanya Adrian akhirnya

"Iya....ini dari uang yang pak Adrian berikan waktu itu." jawab karina

lalu mereka terdiam beberapa detik, adrian berusaha menyembunyikan ketertarikan nya pada Karina, sementara Karina berusaha menahan perasaan hati nya pada Adrian, sampai akhirnya

"Karina....bisakah kamu tidak memanggilku dengan sebutan pak Adrian?"

Karina terpaku, ia diam seribu bahasa, darahnya seperti mengalir cepat keseluruh tubuh nya, karina tak menjawab, namun seketika mata nya melihat kearah samping, dan melihat mobil hitam yang berhenti disebrang mobil yang mereka tumpangi, mata Karina tertuju kesana

"Ada apa Karina?" tanya Adrian

"Mobil itu yang disana, sudah beberapa hari ini sepertinya terus mengikuti ku." jawab karina masih melihat kearah mobil diluar sana

Adrian melihat juga kearah sana dan memperhatikan jelas

"Jangan khawatir karina, aku akan mencari tahu siapa mereka." jawab Adrian

Kemudian karina turun, adrian masih menunggunya sampai karina masuk ke dalam rumahnya, lalu adrian menjalankan mobilnya. Sepanjang jalan adrian berusaha memikirkan siapa yang mengikuti karina, dan jawaban dalam benak nya cuma satu nama yaitu katrin, ia langsung memutar arah mobilnya menuju rumah Katrin

***

"Jadi kau datang kesini cuma untuk menuduh ku?" sahut katrin yang disangka adrian dialah yang menyuruh orang untuk membuntuti Karina

"Ayolah katrin, siapa lagi kalau bukan kau, yang aku tahu kau tidak begitu menyukai karina kan?"

"Adrian....sejahat apa aku ini dimata mu?, dulu kau membenci ku cuma karna kesalahan yang tidak aku lakukan, sekarang kau malah menuduhku mematamatai Karina."

"Jangan membahas masa lalu Katrin, aku tidak ingin mengingat itu lagi."

Katrin terdiam. Tatapannya berubah sesaat, seolah perkataan Adrian baru saja membuka luka lama yang selama ini berusaha ia sembunyikan.

Adrian menghela napas. Ia mulai merasa tidak nyaman dengan percakapan itu. Namun bayangan mobil hitam yang mengikuti Karina terus terlintas di pikirannya. Adrian berbalik pergi meninggalkan katrin dengan seribu pertanyaan dibenaknya, sebelum pergi ia sempat berguman dalam hatinya

"Siapa yang mengikuti Karina?" lalu adrian berjalan keluar dan meninggalkan rumah Katrin, Begitu mobil Adrian menghilang dari pandangan, senyum di wajah Katrin perlahan lenyap. Ia memang tidak menyuruh siapa pun membuntuti Karina, Namun perkataan Adrian tadi justru membuatnya semakin penasaran.

"Ada yang membuntuti Karina?, siapa orang itu?" gumam Katrin.

"Apa Karina punya musuh?"

Sementara Adrian dan Katrin sibuk mencari jawaban tentang siapa yang membuntuti Karina, dimana sebuah rahasia dari masa lalu mereka perlahan mulai mendekat. Dan ketika rahasia itu terbuka, bukan hanya Karina yang akan terkejut, Adrian pun mungkin akan menyadari kehadiran orang itu akan membuat Adrian kembali mengingat dua tahun silam ketika sang ibu pergi demi untuk pria lain.

1
najmun_huda
ganba kakak....👍
Pencari Cerita: terima kasih kaka
total 1 replies
Pencari Cerita
mudah mudahan yang baca suka sama cerita aku, jangan lupa kasih masukam.ya🙏, terima kasih
Pencari Cerita
makin kesini makin asik, mampir juga yuuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!