Ivy Zhang, seorang pengacara cerdas, akhirnya ingin mengakhiri pernikahannya dengan Leo Fung setelah kehilangan bayi mereka.
Namun Leo, suami yang masih mencintainya, menolak melepaskan Ivy.
Di saat yang sama, Calvin Duan, pria berkuasa sekaligus rival Leo, tiba-tiba menjadikan Ivy sebagai pengacara pribadinya. Dengan tujuan yang sulit ditebak, Calvin menyeret Ivy ke dalam perseteruan dengan suaminya sendiri.
Di antara suami yang berkuasa dan klien yang tak kalah berkuasa, siapa yang harus dibela Ivy?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Fung Group.
Leo sedang duduk di kursinya dengan wajah serius, sementara Wendy berdiri di depan meja kerjanya.
“Tuan, Yulia Xie adalah wanita yang datang menemui Nyonya,” ujar Wendy.
“Menurut informasi yang kami dapatkan, Yulia meminta Nyonya meninggalkan Anda. Dia juga menjatuhkan beberapa dokumen di kantor Nyonya. Tindakannya sangat buruk hingga Nyonya akhirnya melayangkan tuntutan terhadapnya.”
“Brak!”
Leo menghentakkan tangannya ke atas meja.
“Tidak tahu diri!” bentaknya dengan wajah dingin. “Sebelum menemui Ivy, apakah dia tidak bercermin? Bahkan berdiri di depan istriku saja dia tidak layak, tetapi dia malah berani datang mengganggunya!”
“Apa tindakan yang harus kita ambil?” tanya Wendy.
“Pastikan dia tidak bisa lolos,” jawab Leo tegas. “Sampaikan kepada pihak kepolisian bahwa sebagai suami dari Pengacara Zhang, aku juga akan melayangkan tuntutan terhadap pelaku. Pastikan dia mendapatkan hukuman seberat-beratnya.”
“Baik, Tuan,” jawab Wendy.
Wendy hendak pergi, tetapi tiba-tiba berhenti.
“Tuan... itu...”
Leo mengangkat wajahnya.
“Ada apa? Katakan saja!”
Wendy tampak ragu sejenak sebelum akhirnya berbicara.
“Mengenai ucapan Nyonya Muda tadi, hal itu sudah menjadi topik pembicaraan di perusahaan. Banyak karyawan yang menilai Anda benar-benar berselingkuh dan Nyonya Muda sedang bermusuhan dengan Anda.”
Wajah Leo semakin dingin.
“Bahkan ada yang mengatakan hubungan Anda dan Nyonya Muda tidak akan bertahan lama,” lanjut Wendy hati-hati.
Tatapan Leo berubah tajam.
“Siapa yang menyebarkan gosip itu?”
“Saya belum tahu pasti, Tuan. Kami masih menyelidikinya.”
“Kalau begitu, cari tahu.”
Suara Leo terdengar rendah dan penuh tekanan.
“Begitu ditemukan, keluarkan dia dari perusahaan.”
“Baik, Tuan.”
“Dan pastikan dia tidak bisa bekerja di perusahaan mana pun yang memiliki hubungan dengan Fung Group.”
Wendy terdiam sejenak.
“Baik, Tuan.”
Leo bersandar di kursinya.
Tatapannya dingin.
“Ivy adalah istriku. Tidak ada seorang pun yang berhak mempermalukannya hanya karena masalah rumah tangga kami.”
Wendy mengangguk sebelum meninggalkan ruangan.
Setelah pintu tertutup, Leo mengambil ponselnya.
Tatapannya berhenti pada nama yang masih tersimpan di layar.
My Wife.
Ia teringat ucapan Ivy melalui telepon tadi.
"Sebagai seorang CEO yang sukses, ternyata mendidik seorang wanita saja kau tidak mampu."
Sudut bibir Leo bergerak tipis.
"Wanita itu berubah drastis setelah kematian anak kami dan perselingkuhanku yang terbongkar."
***
Sebuah hotel mewah.
Calvin berdiri menghadap jendela kaca besar. Dari lantai atas hotel, pemandangan kota di malam hari terlihat begitu indah. Gedung-gedung tinggi dihiasi cahaya lampu yang berkilauan, menciptakan panorama yang megah.
“Tuan!” sapa Tristan yang baru tiba.
Calvin tidak langsung menoleh.
“Bagaimana?” tanyanya singkat.
“Leo Fung sudah kembali dan telah menemui Ivy Zhang,” jawab Tristan. “Hari ini, salah satu wanita yang pernah bersama Leo Fung mendatangi Ivy Zhang. Wanita itu kemudian dilaporkan dan dibawa ke kantor polisi.”
Tristan berhenti sejenak sebelum melanjutkan.
“Lebih mengejutkan lagi, Leo Fung juga ikut melayangkan tuntutan terhadapnya. Sepertinya kali ini wanita tersebut benar-benar tidak akan bisa lolos dengan mudah.”
Calvin tersenyum tipis.
“Semua wanita yang pernah bersama Leo Fung hanyalah mainan baginya. Namun, dari begitu banyak wanita di luar sana, hanya Ivy Zhang yang mampu bertahan di posisi Nyonya Fung.”
Tatapan Calvin tetap tertuju pada pemandangan kota.
“Tuan, hingga sekarang Leo Fung masih menolak bercerai. Apakah Anda yakin Ivy tidak akan berpaling kepadanya?” tanya Tristan.
Calvin akhirnya berbalik.
“Ivy bukan wanita bodoh. Dia tahu apa yang harus dipilih dan apa yang harus ditinggalkan.”
Tatapan Calvin penuh keyakinan.
“Aku percaya pada pendiriannya.”
Tristan terdiam.
“Dan lagi...” Calvin berjalan perlahan menuju sofa.
“Jika Ivy ingin melawan Leo Fung di pengadilan, dia juga membutuhkan kita.”
Calvin duduk dengan tenang, lalu mengambil gelas di atas meja.
“Selama kita bisa memberikan apa yang dia butuhkan, aku yakin Ivy tidak akan mengubah pilihannya.”
Tristan mengangguk.
“Tuan benar.”
Calvin menatap gelas di tangannya dengan senyum samar.
“Pertarungan antara Ivy Zhang dan Leo Fung baru saja dimulai. Dan kali ini, aku ingin melihat... siapa yang akan menjadi pemenangnya.”
“Tuan, kalau Ivy Zhang mengetahui siapa Anda sebenarnya, apakah dia akan mengira Anda selama ini membohonginya?” tanya Tristan.
Calvin duduk menyandarkan tubuhnya di sofa. Tatapannya lurus ke depan, wajahnya tetap tenang tanpa menunjukkan sedikit pun kegelisahan.
"Delapan tahun sudah berlalu, aku tidak ingin menunggu lagi," ucap Calvin.
sebagai penyemangat untuk memulai harimu😍😍😍😍😍
tambah lagi dooooong. supaya kita gak nunggu lanjutannya dengan penasaran.🙏🙏🙏🙏🙏