Indonesia
NovelToon NovelToon
Locked Away

Locked Away

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:765
Nilai: 5
Nama Author: okolele

Alba lopez di dijodohkan keluarganya dengan pria yang tidak ia kenali,awalnya ia kesal dan ingin memberontak tapi di pikir-pikir tidak ada gunanya toh antek-antek ayahnya bisa dengan mudah menemuinya akhirnya ia ubah rencana dengan bersikap seolah menerima perjodohan itu setelah pernikahannya dengan pria asing dari keluarga mempuni itu terjalankan akan ia buat pria itu kesal dan illfeel agar cepat di ceraikan. Dan yang tak ia ketahui pria itu tak sesederhana yang ia pikirkan, dan tepat di saat ia mengetahui rahasia tergelap pria itu namun mulai sedikit luluh akankah ia tetap bertahan atau melanjutkan rencananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jelaga Lazarus

...⚠️WARNING — FICTIONAL CONTENT⚠️......

...Seluruh adegan, karakter, tempat, dialog, situasi, serta peristiwa dalam cerita ini merupakan hasil imajinasi penulis. Beberapa unsur sengaja dibuat, diubah, atau dikembangkan untuk kebutuhan alur cerita....

...Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian nyata, maupun menjadi acuan terhadap kehidupan atau perilaku di dunia nyata....

...Harap membaca dengan bijak....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Alba telah terbangun dari 3 menit lalu, saat ini ia masih di ruangan pribadi Lazarus.Ia keluar dan mendapati Lazarus masih berkutat dengan dokumen.

"Hai bebe." Sapanya berjalan menuju Lazarus lalu mengalunkan tangan memeluk pria itu dari belakang.

Lazarus hanya diam wajahnya benar-benar tak terhiasi ekspresi, hanya datar dan flat.

Alba menciumi setiap sisi wajah Lazarus.

"Tunggu saya sebentar lagi. " Perintahnya."Dan ini untukmu. "Menyerahkan black card.

"Thanks bebe. "Ujar Alba tak menyia-nyiakan keberuntungan siapa yang akan menolak jika di beri black card. "Bakal aku tungguin kok. "Sambungnya lagi.

5 menit berlalu dan Lazarus telah selesai dengan pekerjaannya.

"Kita pulang. " Ujar Lazarus meraih jasnya lalu meraih pergelangan tangan Alba, memegang tangan wanita itu lembut lalu mulai mengambil langkah santai.

Mereka keluar dari gedung itu, lalu menuju parkiran.

Lazarus membukakan Alba pintu, Alba sedikit terkejut karena baru kali ini Lazarus mendahului dia daripada dirinnya sendiri.

"Thankyou bebe. " Tutur Alba sembari tersenyum hangat pada Lazarus.

Setelah Alba masuk Lazarus mengambil kursi penumpang kiri lalu mulai masuk.

Mobil itu mulai berjalan.

Lazarus melihat ponselnya dan raut wajah penuh amarah terlihat di sana, alisnya menukik tajam dengan sorot mata penuh kebencian.

"Ke Solviet. " Perintahnya pada Oscar yang tengah menyetir di depan sana tanpa mengalihkan atensinya oada layar ponsel.

"Oke boss. "

"Oscar, driver faster. "Perintahnya dengan nada rendah, menahan segala emosi yang mulai mengepul, matanya masih melototi ponsel jika matannya memiliki laser sudah di pastikan ponsel yang ada di tangannya itu akan lobong.

Oscar yang sudah menyetir lumayan kencang menatap spion tengah mobil untuk melihat boss-nya.

"Baik boss. " Pungkasnya.

Mobil itu mulai melaju dengan kecepatan tinggi, tangan Oscar sibuk memindah-mindah perseneling.

...****************...

Alba bingun saat ini mobil berhenti tepat di hutan belantara yang minim cahaya.

Apa yang Lazarus buat di hutan belantara sepertj ini bahkan suasananya terasa sangat horor dan menakutkan.

"Tunggu saya di mobil, jangan keluar. " Itu yang di peringahkan Lazarus sebelum ia keluar bersama Oscar. Meninggalkan Alba seorang di mobil itu.

Alba menutup dirinya dengan jas yang Lazarus bungkuskan pada tubuhnya. Dingin yang menusuk tulang terasa sangat nyata masuk melalui pori-porinya.

Alba menengok kiri dan kanan melihat situasi jujur dia sangat ketakutan, kenapa Lazarus tega meninggalkan nya?.

...****************...

Lazarus meletakkan heretic's fork ,ke dalam mulut terbuka seorang pria yang dipaksa berlutut di depan kakinya yang sedang duduk dengan santai di sofa tunggal kulitnya.

Kedua rahang pria di depan Lazarus,dibuka paksa oleh Oscar saat bosnya meletakkan garpu logam bercabang dua tajam di kedua sisinya-atas dan bawah-di tengah-tengah mulut pria itu untuk diapit di antara lidah dan langit-langit mulutnya yang terbuka

lebar.

Lazarus menyenderkan ,punggungnya dengan tenang di sandaran sofa ketika meraih kembali. Tablet yang sempat dia letakkan di tangan sofa untuk menggeser-geser.menggunakan pen tablet.

Kedua tangan pria itu terbogrol di belakang tubuhnya berlutut paksa.Betisnya cacat karena di injak oleh Oscar .

Kondisinya memilukan, darah mengering terlihat di sela lobang hidungnya, bibirnya sobek memanjang sampai telinga.

"Kenapa bisa golongan Freelancer sepertimu lancang menerima job dari client lain?. " Ujar Lazarus

Sudut bibirnya terangkat sedikit, Menyesap kembali cerutunya sembari mengeluarkan kepulan asap dari mulutnya.

"Maafkan saya tuan—" Suaranya terengah-engah menahan kesakitan.

"Saya terpaksa tuan. " Ujar pria itu akhirnya sanggup menyelesaikan omongannya.

Lazarus memasang kaos tangan hitamnya, lalu memberi kode pada salah satu algojonya untuk mengambil bara api.

Algojo itu menangkap dan paham, lantas pergi lalu muncul lagi membawa setumpuk bara apai yang membara.

Dengan capitan Lazarus mengambil sebongkah bara, lalu memasukan bara itu di mulut pria itu, membuat lidah pria itu melepuh ia dan bisa mengeluarkan bara itu karena ada garpu di antara lidah dan langit-langit mulutnya.

"Lantas Lazarus kembali mengambil bara itu dari mulut pria itu kembali meletakannya di tempat semula bara itu ia ambil.

Lazarus hanya mengkat sebelah alisnya sekilas, dan tepat saat itu Lazarus mengatup paksa rahang bawah dan kepala pria itu sehingga garpu yang ada di mulutnya menebus ke bawah rahang dan menembus langit-langit mulutnya sampai menancap ke dalam hidung.

Pria itu meraung tertahan, rasa sakit itu luar biasa ia rasakan.

"Dia masih bernafas, bawa ke lantai atas ambil organnya. " Tutur Lazarus sembari melepaskan kaos tangannya yang penuh darah.

"Kau salah berkhianat pada saya yang tidak mentoleransi penghianatan mu. "Ujarnya datar.

"Tidak ada anggota yang diperbolehkan mengambil pekerjaan dari pihak luar secara diam-diam." Tuturnya sembari menekan kulit pria itu dengan cerutu yang menyala "Dan tidak ada pekerjaan pribadi yang mengatasnamakan Thebuss tanpa persetujuan pihak perusahaan."

"Dan kau dengan jiwa krocomu, berani menantang kuasa di kandang saya. "

Lazarus mengetuk cerutunya pada asbak menjatuhkan abunya lalu kembali menyesapnya dalam-dalam dan menelan asapnya, membuat asap cerutu itu keluar dari hidungnya.

Dua algojo menyeret pria itu, darah menetes mengikuti jejaknya, sosok itu lebur, kakinya patah bibirnya di robek.

Itu sudah menjadi hal awam, karena setiap penghianat akan selalu Lazarus dapat membiarkan mereka menikmati hidup sesaat setelahnya barulah ia mengeksekusi mereka siapapun penghianat yang di bawa ke Solviet maka matinya tak akan tenang.

...****************...

Alba merasa seperti di sambar petir, tak percaya menganggap apa yang di lihatnya kini adalah nyata bukan sekedar halusinasinya saja.

Dari tadi Alba menguping dan melihat dengan mata kepalannya sendiri apa yang Lazarus lakukan.

Alba mual, merasa jijik sekaligus takut secara bersamaan pada sosok Lazarus yang ada di depannya.

Ia mencoba danial perihal apa yang ada di depannya, memcoba menyangkal tapi langsung di tampar akan kenyataan.

Tadi Alba berencana menyusul Lazarus karena ia sudah lelah menunggu sendirian di dalam mobil.

Alba terus berjalan hingga menelan waktu 35 menit sampai ke sini. Awalnya ia hanya menemukan pepohonan rindang dengan suara hewan sampai ketika ia menemukai sebuah tempat bangunan besar bernuansa gelap.

Di luar sana Alba melihat ada 2 penjaga, jadinya ia memilih jalan belakang yang untungnya tak ada penjagannya.

Alba lantas masuk ke tempat itu secara diam-diam, ia mengurungkan niatnya membuka pintu yang menghubung lansung ke tempat Lazarus jadinya Alba hanya mengitip lewat celah pintu sembari mendengar percakapan mereka.

Alba gemetar ketakutan melihat kondisi penghianat Lazarus.

Ia membekap mulutnya saat pria penghianat itu berteriak tertahan saat mulutnya di masuki bara.Air matanya menggenang, otaknya kosong mencerna kejadian yang ada di depannya.

Lazarus yang ia lihat tidak seperti Lazarus yang dikenalnya mereka seperti dua orang berbeda.

Lazarus yang sekarang ia lihat adalah iblis berwujud manusia. Kejam sungguh kejam.

Alba terkejut mengetahui sisi Lazarus yang ini, apakah ia akan menjadi korban selanjutnya pria itu.

Alba memilih mundur perlahan, tangannya tremor. Lalu mulai keluar dari tempat itu takut akan ketahuan Lazarus dan berakhir dirinya menjadi korban selanjutnya.

Berlari ia setelah keluar dari tempat terkutuk itu, membelah jalanan hutan menuju mobil.

Saat tiba di sana ia melihat Lazarus dan Oscar yang sudah ada di dalam mobil.

Napas Alba tercekat di kerongkongan, kenapa pria ini cepat sekali sampai?.Apa ia mengetahui kalau dia mengintip kekejaman Lazarus, apa sekarang ia akan di binasakan?. Dengan tangan triger ia menarik pintu mobil dan masuk.

Lazarus menatap depan. "Dari mana kamu. "Tanya Lazarus tanpa menatap Alba.

Tangan Alba tak bisa ia kendalikan, tangannya tremor berusaha ia sembunyikan di balik tubuhnya.

" Aku habis pipis bebe. "Ujarnya dengan suara kecil, mimik wajahnya memucat, syok.

Lazarus hanya diam. " Jalan. "Perintahnya pada Oscar.

" Siap boss. "Ujar Lazarus mulai memainkan perseneling lalu menjalankan mobil.

Lazarus mengerutkan keningnya, heran. Lalu lewat sudut matannya melirik Alba.

Wanita itu duduk terlalu pojok membiarkan jarak terjalin lebar antara keduannya, tubuhnya bahkan berdempet pada pintu mobil seolah ia enggan berdekatan dengan Lazarus.

'Aneh' Batin Lazarus. Tadi saat sebelum mereka ke Solviet. Alba terlihat menempel bahkan menggoda bahkan tak segan menyentuh-nyentuh Lazarus dan juga wanita itu tak biasannya diam biasannya juga dia yapping dan penuh dengan tingga unik.

Alba melihat keluar jendela, tidak menempel, tidak menggodanya lewat ucapan bahkan sentuhan.

Aneh rasanya melihat perempuan yang biasanya sangan ekstrovert berubah menjadi introvert begitu karena memang tidak cocok.

Ada apa dengannya, kenapa tiba-tiba diam, sejujurnya Lazarus merasa sedikit terusik.

'Apa dia marah pada saya karena meninggalkan dia sendiri di mobil dan ditinggalkan lama?. 'Batin Lazarus.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Terima kasih sudah membaca novel ini sampai akhir. Terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk mengikuti setiap cerita, konflik, dan perjalanan para tokohnya. Saya tahu cerita ini masih jauh dari sempurna, tetapi semoga tetap meninggalkan kesan bagi kalian. Mohon maaf jika masih ada kekurangan selama cerita berlangsung. Semoga kita bisa bertemu lagi di cerita berikutnya. Sampai jumpa, dan sekali lagi, terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan cerita ini....

...THANK YOU FOR READING 🌸...

...For u, a dahlia. 🌺...

...— Author...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!