Indonesia
NovelToon NovelToon
BLACK AND WHITE

BLACK AND WHITE

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Chicklit / Enemy to Lovers
Popularitas:419
Nilai: 5
Nama Author: Bubble🫧

Pout for Me, Little Mouse.

Keylana Reinhardt, Putri seorang raja perbankan lokal Jerman, diatur ke dalam pertunangan dengan Julian Donnersmarck -- Seorang Miliarder muda dari Berlin yang arogan, pragmatis dan bergaul dengan bebas.

Setelah disatukan, mereka tinggal bersama di Berlin, Kota kelahiran Julian. Tidak ada satu hari pun tanpa perdebatan. Julian tidak meninggalkan kebiasaan moral yang buruk sedangkan Keylana tak kalah nakal, memanggil Julian dengan nama depannya.

Ini tentang Rasionalitas yang terus dipertanyakan dan Perasaan yang dianggap tidak penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubble🫧, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Pertama Kali Di Apartemen baru

Penthouse baru Mereka kembali tenang setelah Lana mandi tanpa bantuan sementara Julian kembali sibuk dengan grafik-grafik di komputernya.

Ketenangan itu berlangsung lama hingga empat puluh menit kemudian, Dia berdiri dan turun ke lantai bawah menemukan lana sedang duduk di kursi nyaman sambil berjuang dengan pembuka kaleng soda.

"Sini, berikan padaku."

Dia mengambil kaleng itu dari tangan kecilnya dan membukanya dengan mudah, kaleng mengeluarkan suara desisan gelembung. Lana menerimanya dan langsung meminumnya sambil sedikit mengayunkan kaki dengan santai, kembali fokus pada televisi yang dari tadi ia tonton.

Julian menghela nafas melihatnya, ia berjalan ke samping televisi dan mencabut steker dari stopkontak sehingga televisi itu mati, membuat wajah lana yang tadinya tenang menjadi tersinggung.

"Apa ini?"

"Waktunya tidur, Schatz. Ini jam sebelas."

"Tapi besok libur, aku bisa begadang semauku."

Julian kembali berjalan mendekatinya lalu mengambil kaleng dari tangannya, meletakkannya ke meja kecil di dekatnya.

"Tidak, Kau tidur sekarang. Akhir kalimat."

Julian segera menarik Lana untuk menggendongnya. Walau gadis itu tidak setuju, Dia harus tetap Berpegangan pada Julian agar tidak jatuh.

"Julian, aku baru sampai di episode lima."

Gerutunya, kakinya berayun-ayun membuat sendalnya berjatuhan di lantai saat Julian membawanya pergi naik tangga ke lantai atas tanpa menanggapi protesnya.

"Julian."

Tanpa menanggapi protes itu, Julian membawanya menuju kamar utama.

Lana dijatuhkan dengan lembut ke tempat tidur luas kamar utama yang hangat dan redup.

Dia melihat Julian berjalan keluar kamar setelah meletakkannya untuk mematikan lampu di luar menyisakan cahaya redup di ruangan ini dan cahaya bulan yang menembus jendela.

Dia beranjak mengambil sisi tempat tidur kanan dan menepuk bentuk bantal agar sesuai dengan kenyamanan kepalanya lalu berbaring menarik selimut menutupi tubuhnya.

Julian kembali dan segera mengikuti, menutup pintu kamar di belakangnya dan melihat Lana yang sudah bersiap untuk hibernasi.

"Butuh selimut lagi?"

Lana menggeleng. Dia mendekat dan berbaring di sampingnya menarik selimut yang sama menutupi tubuhnya. Dia mendekat sampai tubuhnya menyentuh Lana.

Dia semakin mendekat, tangannya melingkari tubuh Lana di balik selimut dan menariknya ke arahnya.

"Hmm, Lana."

Gumamnya saat memejamkan mata sambil menghirup aroma harum yang lembut, Seperti lautan dan hydrangea.

"Kau bau parfum anak-anak,"

Julian terus membenamkan wajahnya ke leher dan pundak Lana, menghirup aromanya.

"Menjijikan."

"Bagaimana aku bisa tidur jika kau terus bicara!"

Lana bergerak meronta untuk membuat Julian menjauh sedikit. Dia tetap menempel pada Lana sambil menghirup aroma yang barusaja ia komentari.

"Tidur saja."

Tangan Julian membelai lebih liar ke pinggang dan rusuknya. Lana menggeser tubuhnya dan mencoba menjauh tapi kaki Julian dengan cepat menimpa kakinya.

"Ini konyol."

"Diamlah, Lana."

Julian sedikit mendongak menatap matanya. Mata itu terlihat lebih gelap dan wajahnya sedikit memerah hanya karena menghirup aroma gadis itu.

"Atau kau ingin aku melakukan lebih dari ini?"

"Apa?"

"Maka diamlah. Atau aku akan menelanjangimu sekarang."

Lana kesal mendengarnya, menghela nafas sambil berbalik memunggungi Julian. Hal itu tidak membuatnya kesulitan, Julian terus meraba kesana-kemari dengan salah satu tangannya sudah masuk ke dalam Kaos Oversized Lana.

Lana mencoba memejamkan mata, sedikit menggeliat saat beberapa sentuhan mencapai kulit sensitif.

Julian mencium leher dan pundaknya yang terbuka karena Kaos yang longgar sambil menggigit ringan daun telinganya beberapa kali.

"Julian..."

Lana menghadang tangannya yang naik untuk memegang milik pribadinya tapi tangan yang merayap itu sulit dihentikan. Dia mencoba memejamkan mata sejenak.

Julian mencium, membelai dan beberapa kali meninggalkan bekas padanya. meninggalkan rasa panas dan warna merah di kulit pucat tulang selangkanya.

Saat Lana sudah memejamkan mata ketika menyadari kepala Julian lah yang kini menelusup ke dalam Kaosnya.

Mata lana kembali terbuka dan mendapati gundukan kepala manusia di bawah kaosnya.

"Julian, Kau tidak bisa tenang? aku mencoba untuk tidur!"

Bibir dan lidah Julian bekerja tanpa diinginkan membuat suara Lana terlepas tanpa kendali, tangannya mencengkram Julian erat-erat.

Tangannya mendorong Julian menjauh darinya. Akhirnya, wajahnya muncul dengan rambut berantakan dan wajah merah, bibirnya basah dengan saliva karena mengisap.

"Apa-apaan kau ini."

Lana menarik kausnya dengan benar, Wajah pria itu tampak lembut dan lugu yang menipu mata. hampir terlihat pantas dikasihani seperti kucing kecil yang kecewa.

"Kau menyebalkan!"

Lana beranjak bangun dari tempat tidur untuk pergi karena karena marah. Julian dengan cepat menarik kembali tangannya

"Mau kemana?"

Tanya-nya dengan nada penasaran seolah dia bukan penyebab kekesalannya.

"Kau melakukan itu padaku. Aku tidak mau tidur disini, aku mau ke sofa."

Lana bersikeras untuk pergi, menarik tangannya. Julian segera menariknya kembali untuk berbaring dan menarik selimut untuknya.

"Aku tidak akan melakukannya lagi,"

Bujuknya sambil menepuk selimut dan berbaring kembali di sampingnya, memeluknya. kali ini dia tidak membuat skinship menjadi intens. hanya memeluknya.

Lana tetap ragu tapi saat melirik Julian, Pria itu diam dan sepertinya sudah hampir tertidur. Benar saja, Julian tidak bergerak untuk waktu yang lama.

Dia kembali memejamkan matanya yang mengantuk, bekas yang disentuh Julian memang terasa panas tapi Lana selalu berhasil menekan sensasi semacam itu.

Beberapa menit sampai Lana benar-benar tertidur, Julian membuka matanya.

Dia memperhatikan wajah damai dan ritme stabil nafas Lana dalam tidur. lebih lucu dan lembut tapi saat dia marah juga tetap terlihat cantik.

Julian mundur dari posisinya perlahan sambil menghela nafas agar tidak membangunkan Lana, mengganti bekas tempatnya dengan bantal agar posisi Lana tidak bergeser saat ditinggalkan sehingga gadis itu bangun.

Dia berdiri perlahan dari tempat tidur sambil membuka jubahnya saat berjalan ke kamar mandi.

Dia mandi di bawah pancuran untuk waktu yang lama.

1
Jordin Yanti
semangat yha kakak othor ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!