Indonesia
NovelToon NovelToon
Mendadak Menikah

Mendadak Menikah

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Billa Hamkah

Reyhan Ilham, cowok 19 tahun yang sekarang sedang sibuk bekerja menjadi pramuniaga minimarket, suka nongkrong di bengkel teman karena hobi mekanik, sayangnya gak lanjut kuliah karena tidak ada uang.

Suatu hari pergi liburan ke Bandung ke rumah temannya, tapi saat datang dengan status bujang tapi saat pulang malah berstatus menikah. Kok, bisa? Rey saja tidak mengerti kenapa? Kehidupan dia saja sebelumnya sudah pas-pasan, eh ditambah sekarang harus memberi makan satu orang lagi, semakin kekurangan uang dia.

Bagaimana sih, rasanya menjadi Reyhan, tiba-tiba mempunyai seorang istri saat masih muda dan melarat? Apakah pernikahan dia akan langgeng atau berhenti di tengah ja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billa Hamkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita Pacaran

**

Reyhan sekarang berada di restauran untuk bertemu dengan Bara, anak orang kaya yang waktu itu mengajak dia ikut balapan.

"Sorry lama Rey, ada kelas tambahan barusan di kampus." Bara yang baru datang langsung duduk di kursi depan Reyhan. "Udah pesen?"

Reyhan menggeleng, kemudian terkekeh. "Belum, ngeri gue lihat harga-harganya bisa buat biaya hidup gue setengah bulan."

"Santai. Pesen aja, gue yang traktir karena gue yang ajak ketemu buat makan di sini." Bara meraih buku menu. "Mbak, kita mau pesen!"

Terlihat seorang pelayan datang, menanyakan pesanan mereka. Bara bertanya pada Reyhan ingin makan apa, tapi lelaki itu memilih rekomendasi dari Bara saja. Dia cukup tahu diri karena hanya makan gratis.

Melihat Bara yang terlihat santai memesan makanan tanpa melihat harga, melihat Bara yang mengatakan alasan telat karena sibuk berkuliah, pakaiannya yang terlihat mahal, datang dengan kendaraan, mungkin jika Reyhan harus menjual organ tubuh saja itu tetap tidak bisa terbeli. Sesekali, ada kalanya dia merasa iri pada apa yang Bara miliki atau siapapun yang bisa memiliki apapun dengan mudah, tidak seperti dirinya.

Menjadi mahasiswa, menikmati masa muda adalah hal sederhana bagi orang lain, tapi bagi Reyhan terlalu mahal. Bahkan, hanya untuk bermimpi saja, dia rasanya tidak pantas. Reyhan menggeleng, kenapa suasananya tiba-tiba menjadi dangdut begini? Ini bukan genre cerita dia.

Rock & roll, man!

"Rey, sorry gue ajak ketemuan jadi ganggu waktu lo." Tiba-tiba, Bara membuka suara.

"Santai, gue pengangguran kok." Reyhan tertawa sumbang, menertawakan nasibnya.

"Itu maksud gue. Sorry gue lancang, pas di balapan gue ketemu Dion, dia bilang lo lagi nganggur," kata Bara terlihat berhati-hati, seolah takut membuat Reyhan tersinggung.

Sialan! Kenapa si Dion malah menceritakan nasib malang gue. Kurang cukup kah, kisah malang dia yang banyak itu untuk diceritain ke orang-orang? Sialan, awas lo ya!

"Kebetulan, beberapa hari yang lalu gue baru kena PHK. Yah, sekarang gini gue lagi pengangguran."

Malu, tentu saja saat dia harus membicarakan nasib malangnya pada orang luar yang hidupnya berkebalikan dengan dirinya.

"Ok. Sebelumnya sorry yah, kalau gue lancang. Sepupu gue punya club malam gitu, terus bartender dia baru saja berhenti, sekarang dia lagi cari-cari bartender gitu. Dia suruh gue bantu cari. Kebetulan, lo mau gak kerja sama sepupu gue jadi bartender?"

"Kerja bartender?" Reyhan tertawa canggung. "Gue gak bisa juga, Bar."

"Gue tahu Rey, lo pernah belajar jadi bartender, kan?"

"Kata siapa? Bohong itu!" Reyhan buru-buru menyangkal, info darimana itu, bisa-bisanya sudah sampai ke telinga Bara anak orang kaya. Sudah jelas pasti itu dari teman embernya.

"Habis ujian lo katanya pernah iseng ikut kelas pelatihan bartender." Lanjut Bara dengan informasi tambahannya itu.

Dion, sialan!

"Gue cuman bentar Bar, gak ada biaya gak lulus, gak ada sertifikatnya juga."

Waktu itu, jika dikatakan iseng tidak juga. Reyhan sampai bekerja kuli panggul di pasar pada dinihari selama sebulan hanya untuk biaya lesnya sebulan juga. Entah darimana, tiba-tiba dia tertarik menjadi seorang bartender yang terlihat keren saat sedang meracik minuman dan saat sedang beratraksi memainkan botol.

Sebenarnya lebih ke rasa frustrasi dia karena tidak bisa berkuliah, tidak bisa menjadi automotif profesional, jadi waktu itu dia mencoba mencari mimpi lain yang bisa menghasilkan banyak uang tapi tidak harus berkuliah. Sayang, biaya kursus juga terlalu mahal, dia hanya mampu membayar satu bulan. Orang miskin memang dilarang bermimpi, mereka hanya disuruh untuk berfikir untuk bisa bertahan hidup.

Setelah itu makanan datang, mereka sempatkan memakannya dulu, apalagi Reyhan kebetulan dia sangat lapar.

"Rey," panggil Bara yang kesekian, kalinya saat melihat Reyhan terlihat melamun setelah menyelesaikan makanannya. 

"Hah, iya Bar, sorry ... tadi lo ngomong apa?"

"Lo mau kan, kerja sama sepupu gue?" tanya Bara lagi.

"Kenapa harus gue? Sepupu lo bisa cari orang yang lebih profesional, bukan gue?" Reyhan masih tidak mengerti, bukannya dia mau menolak pekerjaan, tapi pekerjaan ini terasa tidak masuk akal.

"Dari dulu, profesional atau enggak sepupu gue gak peduli. Syarat dia cuman fokus mencari orang yang menarik dari segi penampilan dan tampang, pinter bergaul karena di sana harus bisa berkomunikasi sama pelanggan, mau bekerja serius, orangnya asyik dan semua itu ada di lo."

Reyhan berdehem. "Lo ngomong gitu, berasa mau ditembak."

Bara tergelak. "Serius, lo mau gak?"

Reyhan mengangkat bahu angkuh. "Gue akuin kalau gue tampan, tidak perlu didebatkan, gue orangnya bacotan suka ngomong, tapi gue tetap aja gak percaya diri, pekerjaan itu bukan modal tampang tapi harus punya ahli."

"Bentar Rey, gue mau muntah dulu denger omongan lo." Bara membuat wajah akan muntah, membuat Reyhan berdecak. "Gini deh, gue tanya, lo tahu juggling sama mixologist, kan?"

"Tahu lah, juggling itu beratraksi mainin botol saat mau racik minuman dan mixologist itu kemampuan meracik minuman biar dapat minuman yang pas. Tapi gue sekedar tahu doang, gak bisa gue!" Reyhan masih tetap menolak.

"Lo waktu itu belajar, kan?"

Reyhan mengangguk. "Iya, tapi gue belum terlalu paham."

Bara tertawa puas. "Tenang aja, di sana ada ahlinya yang bakal ngajarin lo dari awal sampai paham. Gak langsung ditinggal. Gajinya 10 juta sebulan, belum tips dari pelanggan itu bisa jadi milik pribadi."

Reyhan syok. "Hah, 10 juta? Serius lo?" Dia menelan ludah.

Bara tertawa. "Ngobrol panjang sama lo dari tadi, baru sekarang gue lihat mata lo berbinar saat ngomongin duit, sialan!"

Reyhan terkekeh. "Lo aja ngomong yang muter-muter bangsat! Langsung bilang  aja tadi, 10 juta gitu."

"Bangsat emang lo Rey, jadi mau apa enggak?"

Reyhan tanpa berpikir langsung mengangguk setuju. "Gas, gue mau."

Bara tertawa. "Tahu gitu tadi langsung ngomong duit aja, gak harus lama-lama sama lo di sini, dikira orang-orang kaya lagi ngedate."

"Lo aja yang bego, udah tahu gue miskin butuh duit. Najis emang ngobrol lama sama lo di sini. Jadi kerjaannya malam, kan?"

"Yakali pagi, lo mau pengajian?" Bara meminum minumannya.

Reyhan terkekeh. "Siapa tahu kan yah, sepupu lo club versi halal."

"Sialan! Untuk detail alamat nanti gue kirim lewat chat ke lo, besok malam lo langsung bisa datang jam 8 buat kerja, nanti tinggal bilang rekomen gue buat kerja gitu."

"Thanks Bar."

"Berterimakasih aja sama wajah lo dan bacot lo."

"Sialan!"

*

"Ay ...."

"Iya, kenapa Rey?"

Ayana sedang memasak, kemudian melihat Reyhan yang sedang tiduran di kasur.

"Aku di PHK Ay, udah beberapa hari yang lalu." Reyhan melihat langit-langit kamar, berusaha untuk tidak melihat Ayana.

Ayana yang mendengarnya, langsung mematikan kompor menghampiri Reyhan. "Duduk, ngomong yang bener."

Reyhan masih berusaha tidak melihat Ayana. "Aku di PHK. Eh ... eh ngapain kamu?"

Reyhan terkejut saat melihat Ayana yang sudah duduk di perutnya, kemudian menelungkupkan badannya, sehingga wajah mereka berdekatan jika Reyhan menunduk.

"Disuruh duduk gak mau, ya udah aku yang duduki kamu. Kenapa gak ngomong? Jadi selama ini pura-pura berangkat kerja gitu?"

Reyhan mengangguk, akhirnya melihat wajah Ayana dengan perasaan takut. "Maaf, aku bohongin kamu. Aku ... aku cuman bingung ngomong ke kamu kaya gimana. Aku gak mau buat kamu kepikiran, udah terlalu sering aku ajakin kamu susah. Aku mau hadapi masalah ini sendiri."

Ayana menghela napas berat. "Terus, sekarang kenapa ngomong?"

Reyhan tersenyum. "Aku udah dapat kerjaan lagi."

"Ya udah jelasin semuanya, eh tunggu ... sebelum kamu jelasin, aku harus ngomong sama kamu."

"Apa?"

"Sepertinya, aku udah pernah ngomong gini deh. Kita itu menikah dua orang, nyatuin dua orang. Kalau salah satu ada masalah, berarti satu lainnnya harus sama. Gak ada aturan, satu orang ada masalah yang lainnnya gak tahu. Susah seneng, harus lewati bareng, bukan masing-masing. Kalau kamu gak mau bagi masalah kamu, apa arti pernikahan ini?"

"Aku cuman mau bagi seneng terus sama aku."

Ayana berdecak kesal. "Kalau gitu, udah aja jadiin aku pelac*r kamu aja, gak usah jadi istri kamu. Aku jadi bisa nemenin pas seneng kamu aja. Gak usah ada pernikahan lagi."

Reyhan buru-buru menggeleng, menangkup wajah Ayana kemudian mengecup bibirnya. "Gak boleh ngomong gitu!"

"Ya udah, janji untuk kedepannya ada masalah apapun sama kamu harus ngomong sama aku. Libatin aku dalam semua hal dalam hidup kamu, baik seneng maupun susah. Janji?"

Ayana memberi jari kelingkingnya yang langsung disambut Reyhan. "Iya, janji."

 Setelah itu, Reyhan menceritakan semuanya dari mulai PHK masal terus bahkan tragedi adiknya di penjara, sampai Bara yang menawarinya pekerjaan bartender di club.

Awalnya ada perdebatan kecil dari Ayana soal pekerjaan itu, tapi Reyhan menceritakan detail pekerjaannya beserta gajinya, berakhirnya Ayana mengerti. Club memang identik hal yang negatif, jadi wajar Ayana merasa khawatir.

"Setelah denger cerita kamu, aku makin kesel, kamu bener-bener pinter sembunyiin semuanya. Aku tahu pernikahan ini bagi kamu mungkin masih terpaksa, sehingga kamu bener-bener gak mau libatin aku.".

Melihat Ayana yang sedih, Reyhan semakin merasa bersalah. "Aku sayang kamu, Ay. Mungkin ini bukan momen yang tepat untuk ngomong gini, tapi ini mungkin bisa yakini kamu. Aku gak mau libatin kamu karena menganggap kamu orang yang  penting dalam hidup aku, otomatis aku mau memberikan semua yang terbaik buat kamu."

Akhirnya, dia bisa mengucapkan kalimat itu, memberitahukan Ayana perasaannya yang sebenarnya. Sekarang, sudah tidak ada keraguan lagi, Reyhan sudah merasa yakin dengan perasaannya terlepas Ayana mempunyai perasaan yang sama atau tidak, itu bukan kuasa Reyhan untuk memaksakan.

"Ka--kamu ap--pa tadi?" Ayana bertanya dengan perasaan tidak percaya mendengar kalimat tadi, dia takut tadi hanya imajinasinya saja.

Reyhan merubah duduknya menjadi menghadap Ayana, menatap wanita itu dengan pandangan tulus. "I love you, Ay. Aku sayang kamu."

Mata Ayana tiba-tiba berkaca, dia sangat terharu seolah semua kebahagiaan langsung diberikan kepadanya. Dia langsung menghambur memeluk Reyhan, mendudukkan dirinya di pangkuan lelaki itu. "I love you too. Aku juga sayang kamu."

Mendengar jawaban Ayana, Reyhan tersenyum senang, menciumi puncak kepala wanita itu berulang. "Yakin mau hidup sama aku, dengan segala kondisi ini? Kamu masih bisa dapatkan yang lebih dari aku, apalagi yang lebih kaya?"

"Kalau gitu, ayo kita kaya bareng!" Ayana melepaskan pelukan tanpa beranjak dari duduknya, menatap  Reyhan lekat. "Kamu jadi babi, aku yang jaga lilin."

"Sialan!" Reyhan mengumpat, langsung mulutnya ditabok Ayana. "Sakit, Ay!"

"Jangan ngomong kasar, lagi adegan romantis, nih!"

Reyhan ngakak. "Adegan romantis tuh gini ...." Reyhan membaringkan Ayana. "Kamu kasih jatah."

Mata Reyhan langsung tertuju pada bibir Ayana, perlahan dia mulai mendekatkan wajahnya.

Cup

Ayana mencubit pinggang Reyhan. "Sekali saja, tolong jangan mesum? Mana ada, orang baru nembak udah ngajak ngamar gini?"

Reyhan menaikan alisnya bingung. "Maksudnya?"

Mata lelaki itu terus menatap bibir Ayana, seakan jika wanita itu lengah dia akan langsung memakannya.

"Kamu baru nembak, aku terima dan berarti kita baru jadian. Masa orang baru jadian, udah minta jatah gituan?"

Reyhan kembali tergelak, menggulingkan badan ke samping Ayana. "Kita udah nikah."

"Aku tahu, tapi aku mau melewati proses biasa kaya orang-orang, boleh kan?" Ayana memiringkan tubuhnya, menatap Reyhan penuh harap.

Reyhan ikut membaringkan tubuhnya, jadi sekarang mereka berhadap-hadapan. "Proses gimana?"

"Iya, kita pacaran kaya orang-orang, nanti kamu lamar tunangan terus nikah. Aku mau melewati prosesnya semestinya itu sama kamu. Mau, kan?"

Sebenarnya, Reyhan ikut merasa sedih karena dia merasa merebut semua proses semua hubungan dari Ayana. Dia bisa saja langsung menyetujui tapi sepertinya dia akan dirugikan.

"Gimana, mau kan?" tanya Ayana penuh harap.

Walau berat, akhirnya Reyhan mengangguk. "Aku mau saja, tapi yang terpenting jatah aku gak keganggu."

Ayana menatap Reyhan sinis. "Yakali Reyhan, orang pacaran udah gituan. Tahan dulu, sampai kita nikah!"

"Lama." Reyhan cemberut. "Ya udah, pacarannya sehari terus langsung nikah aja."

"Reyhan!" Ayana kesal jelas.

"Ay!"

"Emang kamu kucing, mau kawin mulu!" teriak Ayana masih kesal.

"Iya, aku kucing doyan kawin, emang kenapa?"

"Menyebalkan!"

Reyhan menghela napas berat. "Ayo lah Ay, anggap aja kita pacaran plus-plus. Aku akan temani semua rencana kencan kamu nanti. Mau, kan?"

Ayana terlihat berpikir, kemudian mengangguk. "Ya udah, setuju deh."

"Yes!" Reyhan terlihat senang. "Ya udah ayo lah, gas sekarang!"

"Apaan?"

"Plus-plusnya!"

"Gak mau!"

Reyhan langsung ngakak, dia tidak tahan dari tadi terus menggoda Ayana. "Dasar pacar yang suka ngambek."

"Dasar pacar mesum!"

Reyhan memeluk Ayana. "Senang banget kita udah resmi pacaran."

"Iya, kita pacaran."

##

1
Aidil Kenzie Zie
e. . ternyata belum di unboxing 🤫🤫
uriarmy16: Ada waktunya🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
penasaran apa mereka udah belah duren 🤔🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
si Ara nggak jadi ikut y tor katanya mau kuliah di Jakarta dan tinggal dirumah Bima🤔🤔🤔
uriarmy16: ikut kok, nanti Ada kok diceritain🤭
total 1 replies
Siti Musyarofah
jangan tamat dulu thor
Siti Musyarofah
lanjut anak Rey thor
uriarmy16: gak kepikiran 🤭
total 1 replies
Siti Musyarofah
bagus ceritanya
Siti Musyarofah
kurang hot Thor
uriarmy16: maaf gak bisa, geli sendiri nulisnya wkwk
total 1 replies
Siti Musyarofah
ngakak 🤣
Siti Musyarofah
seru
Siti Musyarofah
astagfirullah ada y emak model begitu
Siti Musyarofah
kok mirip aku y Thor, yg modal nekad buat nikah
uriarmy16: always happy yah😗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!