Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sehari sebelum pernikahan, Selena Anderson ditinggalkan tunangannya. Ethan Carter pergi ke luar negeri tanpa berpamitan hanya meninggalkan pesan bahwa ia belum siap menikah.

Ketika kepergian Ethan mengancam nama baik dua keluarga besar, Jason Carter, kakak Ethan datang dengan sebuah tawaran yang tak pernah Selena bayangkan. Ia bersedia menggantikan Ethan di altar.

Selena akhirnya menikah dengan pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya.

Namun kehidupan bersama Jason perlahan mengubah segalanya. Di balik sikap dinginnya, Selena menemukan perhatian yang tidak pernah ia dapatkan dari Ethan.

Sampai Ethan kembali. Dan ingin mendapatkan Selena kembali. Sayangnya, perempuan yang dulu ia tinggalkan kini telah menjadi istri kakaknya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Persiapan untuk acara gala tahunan Yayasan Carter membuat seluruh kediaman menjadi sangat sibuk, namun di dalam lorong lantai dua, suasananya tetap terasa sangat tenang. Selena berdiri di depan cermin besar di kamarnya, merapikan kain dari gaun malam berwarna biru tua yang diantarkan langsung oleh Victoria tadi siang. Gaun itu pas di tubuhnya, tetapi saat melihat dirinya sendiri di cermin, ia masih merasa seperti seorang aktris yang bersiap melangkah ke atas panggung untuk memainkan peran yang tidak pernah ia latih sebelumnya.

Ketukan lembut di pintu penghubung membuyarkan lamunannya.

"Masuk," kata Selena.

Pintu terbuka lalu Jason melangkah masuk ke kamarnya. Pria itu sudah berpakaian lengkap dengan setelan tuksedo hitam yang membuat bahu tegapnya terlihat semakin gagah. Ia berhenti beberapa langkah di dekat Selena, matanya mengamati penampilan wanita itu dari kepala hingga kaki. Untuk sekejap saja, tatapan dinginnya yang biasa melembut menjadi sesuatu yang intens, meskipun ia dengan cepat menyembunyikannya kembali.

"Gaun itu cocok untukmu," kata Jason dengan suara yang datar namun mantap.

"Terima kasih. Ibumu memiliki selera yang luar biasa," jawab Selena sambil berbalik ke arah cermin untuk merapikan anting-antingnya. Jari-jarinya sedikit gemetar, sebuah detail kecil yang tidak luput dari perhatian Jason.

Jason berjalan mendekat hingga berdiri tepat di belakangnya. Ia mengambil kalung berlian yang tergeletak di atas meja rias. "Biar kubantu."

Selena membeku sesaat ketika merasakan jemari hangat Jason menyentuh kulit lehernya. Pria itu memasang pengait kalung dengan gerakan yang terampil. Melalui cermin, Selena memperhatikan refleksi pria itu. Jason tampak sangat tenang, padahal kedekatan di antara mereka terasa jauh lebih intim daripada yang seharusnya.

"Kau gugup?" tanya Jason sambil menurunkan kembali kedua tangannya ke samping tubuh.

"Sedikit," aku Selena sambil menatap tangannya sendiri.

"Semua orang di gala itu akan memperhatikan kita. Mereka akan mencari tanda apa pun yang membuktikan bahwa pernikahan ini hanyalah kepalsuan."

"Kalau begitu, jangan beri mereka kesempatan," kata Jason tenang. "Kau tidak perlu terlihat sangat mencintaiku di depan publik, Selena. Kalangan atas mengenal sifatku. Mereka tahu aku bukan pria yang suka memamerkan kemesraan. Jika kau bersikap menjaga jarak, mereka hanya akan berpikir itu adalah pengaruhku. Cukup berdiri di sampingku, tegakkan kepalamu, dan biarkan aku yang menangani sisanya."

Kata-katanya yang rasional dan pragmatis itu entah bagaimana membawa rasa nyaman yang aneh bagi pikiran Selena yang gelisah. Jason tidak memintanya berpura-pura mencintainya, melainkan hanya menawarkan diri untuk menjadi pelindungnya.

Ruang dansa hotel yang megah itu sangat terang, dipenuhi oleh dentingan pelan gelas sampanye dan dengung obrolan dari ratusan tamu kalangan elit. Saat Jason dan Selena berjalan melewati pintu masuk, bisik-bisik langsung dimulai. Terjadi gelombang pandangan sekilas dan mulut yang ditutupi tangan, persis seperti yang ditakutkan oleh Selena sejak awal.

"Tetaplah dekatku," gumam Jason sambil memberikan lengannya.

Selena menyelipkan tangannya di lengan pria itu, merasakan kekokohan otot di balik kain setelan jasnya.

Saat mereka bergerak menembus kerumunan, beberapa mitra bisnis terkemuka menghampiri mereka. Di antara mereka ada Tuan Henderson, seorang investor berlidah tajam yang telah mengenal keluarga Carter selama puluhan tahun.

"Jason, selamat atas pernikahanmu," kata Tuan Henderson, meskipun matanya tertuju pada Selena dengan tatapan menyelidik. "Harus kuakui, kabar ini mengejutkan kami semua. Kalangan atas mengira akan melihat pengantin Carter yang berbeda di altar minggu lalu."

Selena merasa jantungnya mencelos, genggamannya pada lengan Jason mengencang secara instingtif. Ingatan tentang pelarian Ethan terasa seperti luka terbuka yang sengaja diusik di depan umum.

Sebelum Selena sempat memikirkan jawaban yang sopan, Jason langsung angkat bicara dengan nada suara yang berubah menjadi sangat dingin. "Peralihan ini berjalan lancar, Tuan Henderson, karena keputusan ini diambil secara bersama dan strategis. Saya rasa ayah saya sudah menjelaskan bahwa Carter Holdings sangat menghargai stabilitas di atas segalanya, baik dalam bisnis maupun keluarga."

Jason melangkah sedikit ke depan Selena, sebagian menghalangi wanita itu dari tatapan tajam Tuan Henderson.

"Sekarang, jika Anda tidak keberatan, istri saya telah melewati minggu yang panjang, dan saya lebih suka tidak membebaninya dengan sejarah masa lalu pada malam yang dimaksudkan untuk perayaan ini."

Senyum Tuan Henderson memudar di bawah tatapan sedingin es dari Jason. Ia dengan cepat mengangguk lalu pamit undur diri setelah menyadari bahwa dirinya baru saja melewati batas.

Malam harinya, setelah berjam-jam berdiri dan menyapa para tamu, Selena menyelinap ke balkon yang sepi dan remang-remang di bagian belakang ruang dansa untuk mencari udara segar. Angin malam terasa sejuk, menjadi kontras yang menyegarkan dari suhu panas di dalam ruangan yang padat. Kakinya terasa pegal akibat sepatu hak tinggi, dan beban sepanjang malam itu akhirnya mulai terasa.

Ia mendengar langkah kaki di belakangnya dan mengira itu adalah wartawan yang ingin tahu, tetapi ketika ia berbalik, ternyata itu adalah Jason. Pria itu membawa sebuah piring kecil berisi camilan dan segelas air hangat, bukan sampanye.

"Kau tidak makan apa-apa saat menu utama tadi," kata Jason sambil meletakkan piring di atas pagar balkon di sampingnya. "Dan aku memperhatikanmu sedang menggosok pergelangan kaki tadi. Kau boleh melepas sepatu itu selama kita berada di luar sini."

Selena menatap makanan itu, lalu menatap Jason dengan perasaan yang benar-benar terkejut atas perhatian tersebut.

"Anda memperhatikan hal itu?"

Jason membuang muka, menatap ke arah pemandangan cakrawala kota di bawah mereka. Sikap tubuhnya kembali menjadi kaku seperti biasa. "Sudah menjadi tugasku untuk memperhatikan hal-hal detail. Jika istriku pingsan karena kelelahan atau pergelangan kakinya terkilir di acara gala amal, hal itu akan mencerminkan citra yang buruk bagi keluarga kita."

Selena melepaskan tawa kecil yang tulus, tawa nyata pertama yang ia rasakan dalam beberapa hari terakhir.

"Tentu saja. Segalanya selalu tentang citra keluarga bagi Anda, bukan?"

Jason tidak segera menjawab. Ia terus menatap lampu-lampu kota yang jauh, tetapi ketegangan di bahunya tampak sedikit berkurang. "Makanlah makananmu, Selena. Kita punya waktu setengah jam lagi sebelum bisa pulang tanpa dianggap tidak sopan."

Sambil menikmati makanannya, Selena memperhatikan profil wajah pria itu di bawah cahaya bulan. Jason adalah seorang pria yang mengenakan kedinginannya sebagai pelindung, namun di balik itu semua, ia menghabiskan sepanjang malam untuk melindunginya dari hinaan, menjaganya dari mata-mata yang penasaran, dan bahkan memastikan ia tidak kelaparan. Ini adalah jenis perhatian yang tenang dan praktis yang tidak pernah ditunjukkan oleh Ethan selama tiga tahun mereka berpacaran. Ethan selalu menuntutnya untuk beradaptasi dengan dunianya, tetapi Jason justru diam-diam membangun dinding di sekelilingnya untuk menjauhkan dunia luar yang kejam.

"Jason?" panggilnya lembut.

"Ya?" Pria itu menoleh untuk menatapnya.

"Terima kasih," kata Selena dengan suara yang tulus. "Untuk malam ini."

Jason menatapnya lekat-lekat untuk waktu yang lama, matanya yang gelap sulit dibaca di dalam kegelapan. Ia tampak seolah ingin mengatakan sesuatu yang lebih, sesuatu yang tidak melibatkan bisnis atau reputasi keluarga. Namun kemudian, pintu menuju balkon terbuka lalu seorang staf melangkah keluar untuk memberitahu bahwa Richard Carter sedang mencari mereka.

Momen itu pun berlalu. Jason mengangguk kepada staf tersebut, lalu kembali menatap Selena dengan topeng datarnya yang sudah terpasang kembali dengan kokoh. "Ayo pergi. Saatnya menyelesaikan apa yang sudah kita mulai."

1
Allea
selena bodoh🤭
Dessy C: iya kak 🤭 pemeran utama versi oon kak 🙈
total 1 replies
Allea
selena kurang tangguhlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!