Indonesia
NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat / Tamat
Popularitas:484.5k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

‎Suara bentakan Raga memecah suasana siang yang tenang, seketika menarik perhatian seluruh karyawan yang sedang keluar masuk gedung. Mereka berhenti melangkah, berkerumun dari jarak aman, dan mulai berbisik-bisik penasaran melihat pemandangan di depan pintu utama.

‎‎Raga melangkah mendekat dengan cepat, wajahnya memerah, napasnya terengah-engah, dan matanya melotot tajam. Ia mengulurkan tangan dan meraih lengan Risa dengan paksa.

‎‎"Akui saja! Kamu tidak mau lagi denganku karena sudah tergoda olehnya! Kembalilah bersamaku, Risa! Aku masih bisa melupakan semuanya dan menerimamu lagi. Jangan menjadi wanita yang lupa diri hanya demi harta dan kedudukan!"

‎‎Tatapan Raga beralih menatap Regan, ia menatapnya dengan tajam. "Asal kamu tahu, dia ini hanya wanita mandul yang---"

‎‎Plakkk...

‎‎Tamparan itu mendarat keras dan jelas di pipi kiri Raga. Suaranya terdengar menggema di tengah keheningan sesaat, membuat semua orang tertegun membisu.

‎‎Risa menarik tangannya kembali, dadanya naik turun, ‎‎"Cukup, Mas! Jangan lagi kamu merendahkanku dengan kata itu! Aku meninggalkanmu bukan karena orang lain, tapi karena aku sudah muak disakiti dan direndahkan! Jadi jangan pernah berani menyentuh atau memaksaku lagi!"

‎‎Raga tertegun, memegang pipinya yang terasa panas dan perih. Rasa malu bercampur amarah meledak di dadanya. Ia ingin membalas, namun Regan lebih dulu melangkah maju, menempatkan dirinya tepat di antara keduanya, melindungi Risa di belakang punggungnya.

‎‎"Dengar aku baik-baik. Sebenarnya aku tidak ingin mencampuri urusan pribadi kalian. Tapi ini adalah lingkungan kantorku, tempat bekerja yang harus terjaga ketertiban dan keamanannya. Kalau kamu datang hanya untuk membuat keributan, memfitnah, dan memaksa orang seenaknya, maka aku punya hak penuh untuk bertindak."

‎‎Ia menatap tajam ke arah Raga, membuat pria itu tanpa sadar mundur selangkah karena merasakan tekanan yang kuat.

‎‎"Kamu dengar sendiri, Risa sudah memilih jalannya sendiri. Kalau kamu masih punya harga diri sebagai laki-laki, hiduplah dengan baik dan lupakan dia. Jangan datang kesini lagi hanya untuk melampiaskan amarahmu."

‎‎Setelah menegaskan batasnya, Regan langsung menoleh sedikit ke samping dan memanggil dengan suara lantang.

‎‎"Keamanan! Segera kemari!"

‎‎Dua orang petugas keamanan yang sudah siaga dari tadi segera berlari mendekat.

‎‎"Bawa pria ini keluar dari area gedung sekarang juga! Dan jangan sampai dia terlihat mendekati lingkungan kantor ini lagi. Jika dia kembali dan membuat keributan, segera hubungi kepolisian dan laporkan sebagai tindakan gangguan ketertiban serta penguntitan," perintah Regan dengan nada yang tidak bisa dibantah.

‎‎Kedua petugas segera berdiri di sisi kanan dan kiri Raga, membimbingnya untuk berjalan keluar.

‎‎"Maaf, Pak. Mari silakan ikut dengan kami," ucap salah satu petugas sopan namun tegas.

‎‎Raga menggeliat berusaha melepaskan diri, matanya melotot penuh kebencian ke arah Risa dan Regan.

‎‎"Kalian... urusan kita belum selesai! Risa, kamu akan menyesali apa yang terjadi hari ini!" geramnya dengan suara parau, sebelum akhirnya dipaksa masuk ke dalam mobilnya. Ia membanting pintu hingga berbunyi keras, lalu melaju pergi dengan kecepatan tinggi meninggalkan halaman kantor tersebut.

‎‎Begitu situasi mulai tenang, Regan segera berbalik menghadap Risa. Tatapannya berubah lembut dan khawatir.

‎‎"Kamu tidak apa-apa? Tangan kamu sakit tidak?" tanyanya pelan.

‎‎Risa menghela napas panjang, lalu menggeleng sambil tersenyum lega.

‎‎"Saya baik saja, Pak. Terima kasih sudah membantu saya,"

‎‎Regan mengangguk, "Ya sudah. Sekarang lebih baik kita pergi makan siang. Kamu butuh ketenangan dan juga makan setelah kejadian ini."

‎‎Risa mengangguk, dan keduanya pun melangkah menuju ke mobil Regan yang sudah terparkir di halaman kantor, meninggalkan bisik-bisik para karyawan yang masih penasaran dengan kedekatan mereka berdua.

-

-

-

‎‎Begitu tiba di kantornya, Raga langsung turun dari mobil dengan langkah berat dan wajah yang masih kesal. Napasnya tersengal, rahangnya terkatup rapat menahan amarah yang belum juga reda. Setiap karyawan yang berpapasan langsung menunduk dan menjauh, takut menjadi sasaran kemarahannya.

‎‎Ia masuk ke ruang kerjanya dan membanting pintu dengan keras. Tangannya mengepal kuat-kuat, dadanya naik turun tak beraturan.

‎‎"Risa! Kamu pasti akan menyesal karena sudah memilih bercerai dariku!" geramnya dengan suara parau, lalu memukul meja sekali lagi hingga barang-barang di atasnya berguncang.

‎‎Tak lama kemudian, pintu diketuk pelan. Amelia melangkah masuk dengan wajah lembut, membawa secangkir kopi. Ia sudah mendengar dari karyawan bahwa Raga kembali dalam keadaan meledak-ledak, itulah sebabnya ia segera menyusul untuk menenangkannya.

‎‎Setelah menutup pintunya dengan rapat, ia mendekat perlahan dan meletakkan cangkir kopi itu di hadapan Raga. Tangannya dengan lembut mengusap bahu dan punggung pria itu, berusaha meluruhkan ketegangan di tubuhnya.

‎‎"Sayang… tenangkan dirimu dulu." bujuknya dengan nada selembut mungkin. "Ceritakan padaku ada apa sebenarnya? Bukannya tadi kamu pergi untuk menjenguk mamanya mba Risa, lalu kenapa pulang marah-marah begini?"

‎‎Raga mengangkat wajah, menatap Amelia dengan pandangan yang masih penuh amarah sekaligus kekecewaan mendalam. Ia meremas rambutnya sendiri dengan frustasi.

‎‎"Aku memang pergi ke rumah sakit untuk menemui mamanya Risa, dan disana aku bertemu dengannya." jawab Raga. "Kami sempat berbicara sebentar, lalu aku mengikutinya pulang. Apa kamu tahu apa yang aku lihat? Aku melihatnya masuk ke gedung kantor RTF Corp, dan dia sedang bermesraan dengan pria lain disana."

‎‎Amelia sedikit terkejut mendengarnya, dia mulai penasaran dengan pria yang dimaksud oleh Raga itu. Siapa pria bodoh yang mau mendekati wanita mandul seperti Risa.

‎‎"Dengarkan aku, Mas. Kamu harus tunjukkan padanya bahwa tanpanya, hidupmu justru menjadi jauh lebih baik. Biarkan dia menyesal dengan keputusannya ini." bujuk Amelia lembut.

‎‎Kata-kata itu perlahan menyentuh benak Raga. Ia menatap Amelia, lalu perlahan emosinya mereda, digantikan oleh tekad yang mulai terbentuk. Ia menggenggam tangan wanita itu lebih erat, matanya menyala dengan niat baru.

‎‎"Kamu benar, Mel. Aku tidak boleh terlihat lemah di hadapannya. Kalau dia ingin bercerai, biarkan saja. Aku akan menyetujuinya dan membuat dia menyesal telah mengambil keputusan ini," ucapnya tegas.

‎‎Ia berdiri dan berjalan mengitari meja, pandangannya tajam seolah membayangkan wajah Risa ada di hadapannya.

‎‎"Aku akan membiarkan gugatan itu berjalan lancar, bahkan tidak akan menolaknya lagi. Setelah perceraian itu sah, aku akan segera melangsungkan pernikahan denganmu, membuat pesta yang besar, megah, dan diketahui banyak orang. Aku akan membangun kehidupan yang jauh lebih baik, lebih sukses, dan lebih bahagia daripada saat bersamanya."

‎‎Raga berhenti, lalu menoleh ke arah Amelia dengan senyum yang terasa dingin namun penuh keyakinan.

‎‎"Aku ingin membuktikan padanya bahwa dia membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya saat memilih meninggalkanku. Nanti dia akan melihatku hidup dengan tenang, memiliki pasangan yang setia dan bisa memberiku keturunan, sementara dia hanya bisa menyesal melihat keberhasilanku bersamamu. Itu akan menjadi hukuman terberat untuknya."

‎‎Amelia mendengarkan dengan senyum puas yang terukir di bibirnya. Ia tahu ini yang selama ini ia inginkan. Ia berdiri dan memeluk lengan Raga, menyandarkan kepalanya di bahunya.

‎‎"Ini baru keputusan yang sangat tepat, Mas. Asalkan aku hamil dan memiliki anak darimu, dia pasti akan sangat menderita saat melihat kita berdua bahagia."

‎‎Raga membalas pelukan itu, merasa sedikit lebih tenang karena sudah memiliki tujuan baru. Meski rasa benci masih membara di hatinya, kini ia menyimpannya untuk dijadikan semangat membuktikan sesuatu pada Risa.

-

-

-

Bersambung...

1
Heny
Bagus risa pergi yg jauh biar waktu yg menentukan mrk akan menyesal
Turi77 Turi77
selesai ini km akan menyesali semua perbuatan mu raga,
fatmiatun sahono
begitu suami nya pergi ke luar kota. mending lah tinggal pergi saja itu suami nya
toh barbuk sdh ditangan
lsg cerai....wanita skrg hrs kuat percaya diri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri...hehhehehe💪
Edy Sulaiman
inilah yg namanya manusia serakah SDH merusak rmh tangga orang tapi masih tetap m rasa kurang
Edy Sulaiman
masih menyimak saja dulu nmpknya bagus nih cerita.
Ranny
Amelia dasar perempuan perek murahan gampangan lobang mu itu sdh seperti wc umum ya 😄😄😄
Ranny
mandul teriak mandul 😄😄😄 nanti setelah terbongkar kalau dia sendiri yg mandul malu gak ya 🤭
Ranny
dasar pak Harun ortu lucnat ayah kandung berasa ayah tiri woiii punya otak kagak kok malah membela anak mantu tak beradab yg suka obral perkututnya his jijik deh dengan kelakuan mu itu
Ranny
Amelia kau mau dapat kecebong dr mana...paling kau akan dapat dr selingkuhan ya soalnya sekali kau merebut suami orang pasti akan ketagihan dan penasaran mau merasakan burung perkututnya pria lain lagi 😄😄😄
Ranny
lah dah betul kan perkiraan ku kalau Regan itu cucunya Oma yg hampir di tabrak dan di tolong Risa ☺️
🔥Violetta🔥: /Ok//Ok//Grin/
total 1 replies
Reni Setia
makasih untuk novelnya ya
🔥Violetta🔥: Sama-sama kakak 🙏😁
total 1 replies
Ranny
mungkinkah Regan ini cucunya Oma yg hampir di tabrak oleh Risa
Murni Sumiarti
Dibawah kendali asisten suami kok di noveltoon nggak ada?
🔥Violetta🔥: Iya kakak... saya hapus dulu karena kemarin sempat gak lolos kontrak.. mau direvisi total. Nanti saya up ulang kalau sudah direvisi 🙏😁
total 1 replies
Violet
Bersyukurlah utk para wanita yg bisa merdeka bercerai dr suami modelan Raga. Tetangga kompleks rumah sini ada sprti Risa yg sehat tp dicaci maki mandul pdhal sp*rma suaminya encer, nikah 20thn pilih cerai mlh ditekan mentalnya oleh suami & kluarga mlh sang ortu wanitanya jg ga dukung, smuanya blg kalo cerai ga ada yg bakalan mau sama janda yg ga bisa kasih anak. Sedih bgt tiap kali didoktrin gitu menciut lg nyalinya utk cerai 😭
🔥Violetta🔥: Amin... Kita doakan sama-sama untuk kakaknya yang disana... semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menjalani ujian kehidupan 🙏😊
total 3 replies
Khansa Andini
kak buatin versi Raga untuk bisa nemuin wanita tulus lagu
🔥Violetta🔥: Nanti coba ya kak 😁🙏
total 1 replies
Agus Tina
Kamu menjaga harga diri suami kamu tapi kamu tifak jujur padanya Risa, seharusnya kamu jujur pada suamimu duku baru outuskan untuk menutupi semuanya pada mertuamu ...
Yunita Asep
uuhh serru..! author kerren..., suxes dan sehat slalu, lov yu...
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak 😁🙏
total 1 replies
Yunita Asep
ahaay deh., jadi malu2.., Gas langsung Regaann...!
Yunita Asep
lanjuutt..
Yunita Asep
syukurriin... makanyaa jangn ambil suami orang..!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!