Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dikhianati

Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menjadi Pengusaha / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Alfa Rizky Pradana mengalami nasib yang sangat malang. Tak hanya dikhianati istrinya, tetapi juga oleh sahabatnya sendiri -- orang yang sudah dianggapnya seperti saudara. Keduanya bersekongkol merampas seluruh harta dan mencuranginya habis-habisan. Namun, yang lebih menyakitkan dari semua itu, anak yang dibesarkannya ternyata hasil perselingkuhan mereka.

"Segera pergi dari sini! Aku sudah muak melihat tampang polosmu itu!" usir Ammar

"Hanya itu harta milikmu, setidaknya aku masih bermurah hati memberikannya padamu!" ujar Davina pongah.

Diusir seperti sampah, setelah dikhianati serta dicurangi hanya diberi sedikit harta sisa, Alfa pergi tanpa apa-apa lagi selain luka dan dendam. Mampukah Alfa bangkit setelah apa yang terjadi padanya?

Ikuti kisahnya hanya di sini;
"Bangkit Setelah Dikhianati" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17.

Kembali ke Ammar-Davina

Ammar berdiri di sisi ranjang, menatap putrinya yang masih belum sadarkan diri. Dia berharap Naima segera membuka mata dan kembali ceria seperti biasanya.

Setelah beberapa saat, dia menoleh ke arah Davina.

“Aku pulang dulu, ya. Kita nggak mungkin meninggalkan pekerjaan, apalagi masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikan.”

Ammar segera beranjak dari tempat duduknya. “Nanti sore aku kembali membawa keperluan untuk kalian.”

Davina mengangguk. “Hati-hati di jalan, Mas. Nanti kalau ada perkembangan, aku kabari.”

Ammar mendekati ranjang Naima, lalu mengusap tangan kecil putrinya dengan hati-hati.

“Nai, Ayah pulang sebentar. Cepat sadar, ya, Sayang. Ayah sayang sama Nai, banyak-banyak.”

Dia mengecup kening Naima sebelum melangkah keluar dari ruang perawatan. Kendati rasanya berat meninggalkannya, tetapi mau bagaimana lagi, dirinya juga tidak bisa mengabaikan pekerjaannya. Yang bisa lakukan hanya lah berharap supaya kondisi Naima segera membaik agar mereka bisa kembali berkumpul di rumah.

Beberapa menit kemudian, sesampainya Ammar di rumah, dia langsung ke ruangan kerjanya. Dan dia harus menghadapi kenyataan bahwa beberapa masalah tak bisa ditunda lagi. Ada pesanan pelanggan yang perlu dipastikan penyelesaiannya, sementara pembayaran kepada pemasok juga harus segera diurus.

Dia lantas menemui karyawan yang bertugas mengawasi operasional,

“Bagaimana pesanan yang harus dikirim minggu ini?” tanyanya.

Selanjutnya dia memeriksa catatan pesanan dan laporan keuangan.

“Sebagian sudah siap, Pak. Tinggal beberapa barang yang masih menunggu kedatangan dari pemasok,” jawab karyawan tersebut.

“Coba hubungi pemasoknya. Pastikan kapan barang itu bisa dikirim. Jangan sampai kita terlambat lagi memenuhi pesanan.”

“Baik, Pak.”

Di sinilah terlihat perbedaan cara Alfa dan Ammar mengelola usaha. Dulu, Alfa selalu datang langsung ke kebun penyadapan karet untuk memastikan kualitas bahan yang akan dibeli. Dia tidak mau menerima barang begitu saja tanpa memeriksa kondisinya terlebih dahulu.

Sedangkan Ammar lebih suka mengandalkan pemasok tanpa melakukan pemeriksaan langsung. Dia hanya berfokus pada ketersediaan barang dan kelancaran pengiriman, tanpa benar-benar memastikan kualitasnya. Akibatnya, dia tidak mengetahui apakah bahan yang diterima sesuai standar atau tidak, hingga akhirnya masalah kualitas baru diketahui setelah barang sampai ke tangan pelanggan.

Ammar melanjutkan pemeriksaan hingga hari menjelang sore. Sesekali, dia melihat ponselnya, berharap ada kabar dari Davina. Sampai akhirnya dia sendiri yang menghubungi istrinya untuk memastikan keadaan Naima.

“Bagaimana keadaan Naima sekarang? Apa dia sudah sadar?” tanyanya begitu panggilan tersambung.

“Tadi sudah sempat sadar, sekarang tidur lagi setelah makan dan minum obat, Mas. Perawat bilang kondisinya masih harus dipantau.”

“Kalau begitu, kamu tetap temani dia. Nanti malam aku akan kembali ke rumah sakit setelah urusan di sini selesai.”

“Jangan terlalu malam, Mas. Aku tahu usaha kita sedang banyak masalah, tapi aku juga ingin kita bisa menemani Naima bersama-sama.”

“Iya, Vina. Aku usahakan secepatnya.”

Setelah menutup telepon, Ammar meraup mukanya kasar lalu menghela napas panjang. Dia menyadari bahwa urusan usaha dan kondisi putrinya sama-sama membutuhkan perhatian. Dia tidak bisa meninggalkan tanggung jawabnya begitu saja, tetapi juga tak ingin Naima melewati masa sulit tanpa kehadirannya.

Hari itu, Ammar berusaha menyelesaikan pekerjaan yang paling mendesak agar bisa kembali ke rumah sakit. Keuntungan dan kelangsungan usaha bukan lagi satu-satunya hal yang memenuhi pikirannya. Keselamatan Naima jauh lebih penting daripada apa pun yang sedang mereka pertahankan.

*

*

*

Kembali ke Alfa

Setelah Hendrik meninggalkan kantor, Alfa kembali memeriksa dokumen proyek yang ditinggalkannya. Dia mencermati rencana pembangunan gedung komersial tersebut, termasuk luas lahan, fungsi bangunan, dan perkiraan anggaran awal yang telah disiapkan perusahaan Hendrik.

Alfa tidak ingin mengajukan penawaran hanya berdasarkan perkiraan di atas kertas. Dia perlu mengetahui kondisi lahan dan kebutuhan pembangunan secara langsung agar perhitungan biaya yang diajukan nantinya sesuai dengan pekerjaan yang harus dilakukan.

Kemudian dia memanggil Desi ke ruangannya. “Des, tolong siapkan salinan dokumen ini untuk tim lapangan," ujarnya, kemudian menyerahkan map pada gadis itu.

“Baik, Pak. Saya siapkan sekarang,” jawab Desi.

Setelah salinan dokumen selesai disiapkan, Alfa langsung melakukan peninjauan lokasi didampingi dua orang staf-nya. Mereka memeriksa luas dan kondisi lahan, kemudian mencocokkannya dengan rencana pembangunan dari Hendrik.

Luthfi, salah seorang dari staf itu menunjukkan bagian yang perlu mendapat perhatian khusus.

“Pak, bagian ini membutuhkan perhitungan lebih cermat karena akan mempengaruhi biaya pembangunan,” ujarnya.

Alfa memeriksa bagian yang ditunjuk, lalu mengangguk. “Catat sebagai bahan pertimbangan. Kita harus memastikan penawaran yang diajukan sesuai dengan kebutuhan proyek.”

"Siap, Pak," jawab pemuda itu.

Setelah pemeriksaan selesai, mereka kembali ke kantor dan menyusun rincian biaya berdasarkan hasil survei. Menjelang sore, penawaran untuk proyek Hendrik pun selesai disiapkan.

Keesokan harinya, Alfa menemui Hendrik di kantornya untuk membahas penawaran tersebut. Mereka mendiskusikan anggaran, material yang digunakan, serta tahapan pengerjaan. Hendrik kemudian memeriksa kembali dokumen itu hingga akhirnya mengangguk puas.

"Penawaran ini cukup lengkap, Pak Alfa. Saya juga menyukai cara Anda menjelaskan secara terperinci, tapi sangat mudah dipahami," ujarnya.

“Terima kasih, Pak. Kami akan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang telah direncanakan dan tetap menjaga kualitas bangunan,” jawab Alfa.

Setelah membahas beberapa ketentuan, keduanya pun akhirnya menandatangani kontrak kerja sama.

Beberapa hari berikutnya, Alfa segera mempersiapkan pelaksanaan proyek. Dia memanggil Herman ke ruangannya.

“Man, proyek dari Pak Hendrik akan segera dimulai. Tolong atur pembagian tugas dan jadwal pekerjaan untuk tim, ya,” kata Alfa.

“Baik, Bro. Apa ada hal khusus yang perlu aku sampaikan pada mereka?” tanya Herman.

“Pastikan setiap orang paham tanggung jawabnya masing-masing. Itu saja untuk saat ini.”

“Siap. Segera aku kerjakan.”

"Bagus. Aku berharap semuanya berjalan lancar tanpa ada kendala berarti."

Hari-hari berikutnya selama proses pembangunan berlangsung, Alfa rutin turun ke lapangan untuk memantau kemajuan pekerjaan. Ketika menemukan bagian yang belum sesuai standar, dia meminta tim memperbaikinya sebelum pekerjaan dilanjutkan.

Berkat pengawasan yang ketat serta kerja sama tim yang kompak, beberapa bulan kemudian pembangunan gedung komersial itu pun akhirnya selesai sesuai rencana. Hendrik bersama beberapa perwakilan perusahaannya lantas memeriksa hasil akhir bangunan.

Dan setelah pemeriksaan selesai, wajah Hendrik tampak berseri-seri.

“Terus terang, saya sangat puas dengan hasil kerja CV Pradana Karya. Pekerjaannya rapi dan sesuai dengan kesepakatan,” katanya.

Alfa tersenyum. “Terima kasih atas kepercayaannya, Pak. Kami akan terus berusaha menjaga kualitas pekerjaan.”

“Sepertinya saya harus merekomendasikan usaha Anda ini kepada rekan-rekan bisnis saya. Saya yakin mereka membutuhkan kontraktor yang bisa dipercaya seperti Anda.”

"Terima kasih, Pak."

Ucapan Hendrik ternyata bukan sekedar basa-basi. Beberapa waktu kemudian, Alfa mulai menerima permintaan pertemuan dari calon klien yang mengetahui CV Pradana Karya melalui rekomendasinya tersebut.

Ada yang ingin membangun gedung usaha, ada pula yang berencana mengembangkan properti komersial. Alfa mempelajari setiap tawaran sebelum menyanggupi pekerjaan baru agar kemampuan timnya tetap sebanding dengan tanggung jawab yang diterima.

Perlahan, nama CV Pradana Karya semakin dikenal di kalangan pelaku usaha. Hasil pekerjaan yang memuaskan mendatangkan kepercayaan baru, membuka peluang proyek yang lebih besar, dan membuat usaha Alfa terus berkembang.

1
〈⎳ FT. Zira
🤭🤭
〈⎳ FT. Zira: aku bacanya pake kacamata item buuu...🤣🤣🤣🤣
total 7 replies
vania larasati
lanjut
Patrick Khan
bener pelan tp pasti aja..👏👏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Patrick Khan
ahhh ayudia sat set ya..takut alfa di gondol wadon liyo👏👏👏🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang jaman emansipasi wanita 🤭
total 1 replies
Nar Sih
tuh alfa udah dilamar duluan sama ayudia ,terima aja yaa mungkin dgn menikah kmu akan sgra tau tentang kesehatan mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
vania larasati
lanjut
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
wadidaw
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Nar Sih
hukuman dan balasan yg pas untuk suami mu davina ,dan bntr lgi kmu yg dpt hukum karma nya🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😥🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
Patrick Khan
wihhh serem jg hukumannya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dihhh... gimana sih, 🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
huh hah!!!
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dilema 😥
total 3 replies
Nar Sih
amar sdh mulai kena karma nya ,jgn,,dia punya musuh nih selain dgn alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Esther
Siapa yg memanggil Ammar ?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entah lah🤭
total 1 replies
vania larasati
lanjut
Nar Sih
momz kasih juga hukuman buat si davina yg sombong 🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gantian mam
total 1 replies
Patrick Khan
bu jgn anaknya terus yg sakit..gantian emak ato buapaknya..kasian klo anaknya terus😭😭😭gk tega q..klo emak buapaknya tega q🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya gantian
total 1 replies
Esther
Belum tahu aja Davina kalau Alfa skrg sudah kembali berjaya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mommmmm masih kurang karmanya inih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hahaha.... 🤭
total 3 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cusss periksa alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak🫰
total 1 replies
vania larasati
lanjut
Nar Sih
alfa ..bnr kta orang tua mu ,dgr kan turuti saran mereka mungkin ayudia jodoh mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: iya mam🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!