Indonesia
NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 18

Tranaka melesat ke suatu tempat saat Galen mengatakan tak bisa menahan keberadaan Alensky, teringat akan Alensky yang terluka saat di tinggal beberapa waktu yang lalu.

"Shit!, kenapa jalanan ramai sekali!" Teriaknya di dalam mobil sambil mengumpat berkali-kali.

Akhirnya tiba di Apartemen yang di tuju, tanpa pikir panjang Tranaka berlari setelah memarkir mobilnya.

"Sial, di mana Apartemennya?" Kesal juga Tranaka saat menghubungi nomor ponsel seseorang tak ada respon sama sekali.

Seorang scurity akhirnya menjadi jalan terakhir Tranaka saat ini.

"Pak, bisa beritahu di mana Apartemennya Alensky?" Tanya Tranaka.

Nampak laki-laki itu mengingat nama yang di sebutkan oleh Tranaka sesaat tadi, lalu kemudian menampakkan senyuman,

"Oh, Nona Alen, si cantik bermata biru itu rupanya"

"Apa?, bermata biru?" Tanya Tranaka meragukan keterangan yang diberikan.

"Iya, wanita spesial tercantik yang pernah aku temui, dia wanita baik yang selalu memberi kita semua makanan saat bertugas, dia juga_"

"Sudah-sudah, bisa tunjukkan di mana tempatnya, atau di lantai mana nomor berapa?" Tranaka segera menghentikan nya dengan rasa penasaran luar biasa soal mata birunya, karena yang dia tau Alensky bermata hitam seperti dirinya, apa mungkin scurity ini salah orang?, batin Tranaka yang kini sudah berjalan mengikuti petunjuk yang di berikan.

Hampir sampai, baru saja Tranaka akan menekan bel pintu apartemen, bersamaan dengan itu pintu terbuka.

"Astaga!"

Alensky terkejut.

"Alen?"

Keduanya terpaku di tempat masing-masing, Alensky jelas kaget saat membuka pintu sudah nongol Tranaka, begitu sebaliknya, Tranaka lebih terkejut lagi saat melihat Alensky yang nampak berbeda sekali, Alensky dengan mata birunya.

"Aku bisa membuatmu buta jika melihatku terus seperti itu" Alensky merasa risih dengan kelakuan Tranaka saat ini, lalu

"Sorry, aku hanya terkejut melihat matamu, biru" ucap Tranaka.

"Itu tidak penting, kenapa kamu tiba-tiba saja nongol di sini?" Tanya Alensky.

Tranaka tak menjawab, hanya menengok kiri kanan dan melihat ke dalam, sepertinya aman, tidak orang, dan _

"Hei!, apa yang kau lakukan, keluar!" Teriak Alensky yang sangat terkejut dan tak menyangka jika Tranaka tiba-tiba saja melakukan gerakan cepat masuk ke dalam Apartemennya.

Berjalan berkeliling, sejenak melihat ruang tengah yang sekaligus sepertinya di buat ruang tamunya, sedangkan di bagian kanan terhubung dengan tempat makan dan memasak, cukup lega walau jauh dari kata mewah.

"Katakan padaku, apa semua ini tampilan untuk menutupi sesuatu akan dirimu?" Pertanyaan yang membuat Alensky malas sekali untuk menjawab

Tak memperdulikan keberadaan Tranaka yang kini sudah duduk di atas sofa, Alensky pergi ke dalam kamarnya dan menutup pintunya sedikit kasar.

Saat kembali muncul, Alensky segera duduk di depan Tranaka dengan warna mata yang biasa dilihat oleh banyak orang dikampus nya.

"Aku tidak ingin menjawab pertanyaan mu, dan bisakah kau keluar sekarang?" Manis sekali senyuman Alensky di berikan, hingga membuat Tranaka tersadar akan sesuatu.

"Tunggu, luka di bibir mu?" Tranaka lalu mencondongkan tubuhnya, mengamati dengan teliti, dan saat ini tak melihat luka atau bekasnya sama sekali.

Tangan Alensky mendorong dada Tranaka yang makin lama semakin menghimpit nya, kurang kerjaan sekali laki-laki ini batinnya.

"Aku sudah menutupinya dengan make up, duduk dengan benar!" Perintah Alensky yang akhirnya berhasil mendorong Tranaka untuk duduk di kursinya kembali

Selanjutnya Alensky menatap Tranaka dengan alis yang hampir bertaut.

"Kenapa kemari?" Tanya Alensky.

"Memastikan kamu baik-baik saja" jawab Tranaka.

"Aku baik, dan silahkan pergi"

"Itukah cara mu menyambut tamu?"

"Tamu?, kau lebih mirip pencuri yang masuk begitu saja di rumah orang" Alensky kesal juga rasanya.

Tranaka hanya tersenyum, setidaknya dia sudah lega melihat Alensky baik-baik saja di apartemennya.

"Apa yang dilakukan Meriya?" Tanya Tranaka.

"Tidak ada" jawab Alensky cukup cuek sekali.

"Setidaknya jawab pertanyaan ku dengan benar Alen, semua orang tau kamu terluka olehnya"

"Lalu kenapa kau masih bertanya?"

Tranaka hanya menghela nafasnya, menatap lekat wanita dipannya, tapi sayang sekali masih juga belum mengerti jalan pikirannya.

"Kau bisa melawan ku waktu itu, seharusnya menghadapi Meriya bukan hal yang sulit bukan?" Ucapnya lagi.

"Mungkin" jawab singkat Alensky.

"Mungkin apa?" Sahut Tranaka.

"Mungkin semua ini tidak akan terjadi jika kau tak menyeret ku dalam lingkaran permasalahan pertunangan kalian, aku tidak menjadi sasaran Meriya dan juga teman ku yang satunya"

"Kalau maksud mu Murni, kau salah, dia sudah menjadi sasaran Meriya dan teman-temannya sebelum kau masuk di kampus ini"

"Lalu kenapa kau diam?, atau kau juga suka melihatnya?" Tanya Alensky dengan sorot mata tajamnya.

"Ada banyak ketidak Adilan di dunia ini, ada banyak hal yang sepertinya tidak pada tempatnya, lalu apa?, aku harus membenarkan semuanya?, atau aku harus memberikan hukuman pada mereka semua?, diatas langit selalu ada langit Alensky, aku hanya menjaga kedamaian di sekitarku saja, masih banyak yang perlu aku pikirkan"

"Diatas langit ada langit?" lalu kau berada di langit ke berapa untuk bisa mencegah mereka melakukan hal-hal yang tidak benar?" sahut Alensky.

Tranaka tau perbincangan dengan seorang wanita keras kepala seperti Alensky tak akan mudah berhenti begitu saja, akhirnya dia Diam dan membiarkan apa yang menjadi bebannya di keluarkan lewat kata-kata.

"Jadi kau ingin menggantikan penderitaan Murni? Tanya nya.

"Tidak, kalau bisa aku ingin menghapus ingatan murni tentang kelakuan kalian yang kayak setan padanya.

"Okey, sepertinya memang susah sekali bicara dengan mu, kita akan pergi ke suatu tempat, mungkin kau lebih senang nantinya, ayo!"

Alensky terdiam di tempatnya, enak sekali laki-laki di depannya ini memberikan perintah nya, memangnya siapa juga yang mau pergi dengannya, ada-ada saja, batinnya.

Tranaka menghentikan langkahnya saat tersadar tidak ada pergerakan dari wanita yang di tunggunya, lalu kemudian berbalik dan melihat Alensky masih duduk tenang di tempatnya.

"Yakin tidak mau ikut?"

"Memangnya siapa yang mau ikut dengan mu" jawab Alensky.

"Okey, kalau begitu hanya aku yang akan menemui teman wanitamu itu di rumah sakit, dan mungkin Draja juga ada di sana"

"APA?!"

Alensky seketika menoleh, lalu beranjak dari tempatnya dengan cepat untuk mendekati Tranaka.

"Maksudnya kita akan ke tempat Murni dan Draja?" Tanya Alensky penuh semangat sekali.

"Aku, bukan kita, bukannya kamu tidak ingin ikut dengan ku?"

"Tidak-tidak, tunggu di sini, dan aku ikut!" Teriaknya saat berlari memasuki kamar untuk mengambil tas nya.

BRAK

Menutup pintu kamar sedikit kasar, efek terburu-buru berlari menuju ke arah Tranaka yang sudah tak terlihat di tempatnya.

"Naka tunggu!, sial!" Teriak Alensky berlari setelah menutup pintu apartemennya.

Tranaka berjalan dengan senyuman tipis di bibir nya, ternyata se menyenangkan ini membuat wanita yang keras kepala itu berlarian di belakangnya, bahkan teriakan dan umpatan yang di keluarkan seperti sebuah nyanyian.

Jangan lupa Komen ya gaes, LIKE VOTE dan HADIAH nya.

1
Nurul Ambar
wah mungkin tranaka jodohx alensky
Sinho: Amin, semoga kak😍
total 1 replies
Mutia
Aduh Alen...knp jadi spt wanita murahan...dg gaun yg dibelah....
Sinho: Aken agak membuat sensasi kayaknya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
dasar samanya berdua ... mang jodoh nya si Ale kali yak 😛
Sinho: makasih komennya kak
total 1 replies
Siti Aisah
kurang -kurang thor lgi seru udah habis aja.. pokoknya sehat selalu🤗
Sinho: makasih kak😍🙏
total 1 replies
Siti Aisah
ternyata naka tak bisa jauh-jauh dari ci cantik ,lanjut sampai begadang aku baca nya thor.... mengejar karya mu 🤗
Sinho: Makasih kak😍
total 1 replies
Siti Aisah
jangan di paksa nnti alensky nanti kabur😄
ismi
lanjut kak,,kok sekarang cuma satu babgk kayak dulu 2/3 bab 😭😭
Sinho: sabar kak, nanti ada Doble up lagi😍
total 1 replies
Siti Aisah
lanjut pinisiran.. awas kau naka ada rahasia antra kamu dan ibu marni😜
Siti Aisah
mulai ....membuat teka teki 🤭
Siti Aisah
belum kapok tu Mak Lampir belum di hajar sm ci cantik
Siti Aisah
naka tenang alen hanya menunggu waktu nanti ci memey bakal memohon ..
Siti Aisah
hajar alen hajar akupun sudah tidak sabar🤭
Siti Aisah
sekali kibas tamat kamu memey
Siti Aisah
tidak tahu saja kalau hati alensky dan tangannya sudah ingin mengacak-acak😜
Siti Aisah
sabar-sabar.. tahan nnti ledakan...
Siti Aisah
wah naka kamu pelecehan, mengambil kesempatan dgn alasan satu milier🤣
Siti Aisah
jeng..jeng Siapakah dia ??
Siti Aisah
ternyata alensky sudah tak perawan lgi bibir mu, bayangkan 2x ayo hajar itu pejantan🤭
Siti Aisah
aku mah ga kasian sma alensky.. pasti di hatinya sudah ingin menghancurkan.. kasian mah ci murni menderita nya kamu selalu di siksa😢
Siti Aisah
lanjut... dasar soplak ci alensky😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!