Indonesia
NovelToon NovelToon
GADISKU SEORANG BAR-BAR

GADISKU SEORANG BAR-BAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Romantis / Komedi
Popularitas:901
Nilai: 5
Nama Author: Icita

GADISKU SEORANG BAR-BAR adalah kisah komedi-aksi romantis tentang dua orang yang terlalu gengsi untuk mengaku saling mencintai, hingga akhirnya harus merobohkan seisi kota demi bisa mengikat janji seumur hidup.
Senja, seorang stuntwoman temperamental berdarah dingin, dan Gala, jurnalis investigasi nekat yang bertarung dengan rasa ingin tahu dan keputusasaan, akhirnya memutuskan hubungan dua tahun mereka yang penuh dengan pertengkaran. Namun, pertengkaran di sebuah kafe itu tidak berakhir begitu saja. Terbelenggu oleh ego yang setinggi langit, mereka menyepakati Taruhan 30 Hari: siapapun yang gagal mendapatkan pacar baru yang lebih baik dalam waktu satu bulan harus mengakui kekalahan, balikan, dan diharamkan mengucapkan kata “putus” selamanya.
Permainan gengsi tersebut dengan cepat lepas kendali dan berubah menjadi kekacauan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Bulan Kemudian

Sinar matahari pagi menembus celah jendela kaca sebuah kedai kopi kecil bernuansa kayu yang hangat di sudut selatan Jakarta. Aroma biji kopi Arabica panggang berpadu dengan wangi roti tawar bakar memenuhi udara. Di papan nama kayu di atas pintu masuk, tertulis nama kedai itu dengan gaya tulisan tangan yang klasik: KEDAI KOPI BERKUTUT.

Di balik meja baristanya, Gala sedang sibuk mengaduk secangkir cappuccino sambil bersenandung kecil. Ia mengenakan apron denim cokelat, tampak jauh lebih sehat dan santai dibandingkan tiga bulan lalu. Pekerjaan jurnalis investigasinya telah ia tinggalkan demi kesehatan jantungnya.

Pintu kedai berdenting terbuka. Senja melangkah masuk membawa sekantong besar biji kopi dari roastery langganan mereka. Rambutnya kini dipotong sebahu, terlihat lebih segar dan hidup. Luka-luka di tubuhnya telah memudar menjadi bekas luka tipis yang justru menambah karakternya.

“Gal, kopi house blend kita sisa buat besok aja, nih,” kata Senja sambil meletakkan karung kopi di lantai.

“Tenang, Bos. Nanti siang gue ambil stok lagi,” Gala tersenyum lebar, menyodorkan segelas es teh manis buatan tangannya untuk Senja.

Senja meminum es teh itu dengan nikmat, lalu pandangannya tertuju pada sudut ruangan kedai. Di meja pojok yang paling tersembunyi dari jendela, duduk sesosok wanita berpakaian setelan jas navy kasual yang sangat rapi. Rambutnya diikat kuda dengan presisi matematis, dan di depannya terdapat sebuah laptop terbuka beserta secangkir espresso hitam pekat yang sama sekali tidak disentuh.

Siska.

Senja berjalan menghampiri meja Siska, menarik kursi dan duduk di hadapannya.

“Ngapain lo ke sini pagi-pagi, Sis? Bukannya agensi keamanan baru lo itu lagi sibuk-sibuknya ngelatih mantan agen Vanguard biar bisa hidup normal?” sapa Senja santai.

Siska menatap Senja dengan wajah datarnya yang khas. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Siska mengeluarkan selembar kertas tebal berlogo khusus dan menggesernya ke hadapan Senja.

“Apa ini?” Senja mengernyitkan dahi.

“Invoice akhir,” jawab Siska monoton. “Biaya jasa pengawalan, ekstraksi taktis tingkat tinggi, kerugian materiel berupa dua jas sutra Italia, biaya perawatan psikologis akibat bau ikan asin, dan tambahan bunga keterlambatan selama tiga bulan.”

Gala yang baru saja datang membawakan lap meja ikut melongok ke arah kertas tersebut. Matanya nyaris copot melihat deretan angka nol di kertas itu.

“TIGA RATUS LIMA PULUH JUTA?!” teriak Gala heboh, membuat beberapa pelanggan lain menoleh. “Sis! Lo kan udah dikasih modal dari flashdisk Pak Broto buat bangun yayasan lo sendiri! Kenapa masih nagih ke kita?!”

“Bisnis adalah bisnis, Gala. Modal dari ayah Senja adalah dana filantropi. Invoice ini adalah hak tenaga kerja profesional,” balas Siska tanpa berkedip.

Senja mendesah panjang, memijat pelipisnya. “Kita nggak punya uang tunai sebanyak itu sekarang, Sis. Uang warisan Bapak sebagian besar udah gue puter buat beli ruko ini sama nyumbang ke panti asuhan.”

Siska terdiam sejenak. Tangannya yang ramping kemudian menarik kembali kertas invoice tersebut, lalu merobeknya menjadi empat bagian dan membuangnya ke dalam tempat sampah kecil di bawah meja.

Gala dan Senja saling berpandangan, bingung.

“Karena kalian tidak memiliki likuiditas untuk melunasi utang tersebut,” Siska melipat tangannya di atas meja, menatap mereka berdua dengan intensitas yang tajam, “saya menawarkan opsi restrukturisasi utang dalam bentuk kerja sama jasa.”

“Kerja sama jasa? Jasa apaan?” tanya Gala curiga. “Lo mau nyuruh gue jadi frontman buat perusahaan keamanan lo? No way, gue udah janji sama Senja mau pensiun dari urusan tembak-menembak.”

Siska memutar layar laptopnya agar menghadap Gala dan Senja. Di layar itu, terpampang foto seorang pria botak bertato yang sedang dikawal oleh belasan pria bersenjata di sebuah dermaga rahasia.

“Ini adalah Antonius. Mantan letnan divisi distribusi senjata Vanguard cabang Asia yang berhasil lolos dari pembersihan Gunung Salak,” jelas Siska dingin. “Dia mencoba membangun kembali jaringan The Architect menggunakan sisa-sisa aset yang terselubung. Saya butuh ahli infiltrasi fisik untuk meretas brankasnya, dan seorang analis data untuk memetakan jalur komunikasinya di lapangan.”

Senja menatap foto di layar, lalu menatap suaminya. Gala menelan ludah, wajah santainya seketika berubah tegang, namun ada setitik kilatan adrenalin yang tak bisa disembunyikan di matanya.

Darah sang pendiri tidak pernah benar-benar bisa tertidur pulas.

Senja menghela napas, tersenyum miring—senyuman bar-bar yang sudah lama ia simpan. Ia menopang dagunya dengan sebelah tangan, menatap Siska.

“Kalau kita bantu lo ngeberesin sisa sampah Vanguard ini, utang kita lunas seratus persen. Gimana?” tawar Senja.

“Lunas. Dan kalian mendapat potongan dua puluh persen dari uang tunai yang kita sita dari brankasnya,” jawab Siska sambil menyodorkan tangannya.

Senja menyambut jabatan tangan Siska dengan mantap.

“Siapkan peralatannya, Sis. Besok malam kita bergerak.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!