Elena Rossi terpaksa menjadi pembantu di mansion Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, untuk melunasi hutang ayahnya.
Hari pertama kerja, Elena tidak sengaja melihat rahasia gelap Lorenzo di lantai tiga.
Sejak itu Lorenzo mengurungnya.
"Kau sudah melihat rahasiaku. Sekarang kau milikku. Kau tidak boleh keluar dari rumah ini."
Elena ingin kabur, tapi semakin dia membenci Lorenzo, Lorenzo semakin terobsesi padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Leon mulai Meniru Papanya
Lima tahun telah berlalu dengan sangat cepat.
Jika dulu di Bab 17 kita melihat Leon dan Luna baru saja lahir jam 3.45 pagi dengan tangisan _oek oek_ yang keras di rumah sakit St. Mary, sekarang Leon dan Luna sudah umur 5 tahun!
Ya, sudah 5 tahun!
Mansion De Luca yang dulu hanya ada pistol, darah, dan celemek pink PAPA SIAGA, sekarang berubah menjadi taman kanak-kanak pribadi yang super heboh, super berisik, dan super lucu!
Di taman belakang mansion yang luasnya 500 meter persegi, sekarang ada ayunan, perosotan, kolam bola warna-warni, istana boneka, dan 2 mobil-mobilan listrik mewah mini Rolls Royce warna biru dan pink.
Leon De Luca, anak kembar laki-laki yang lahir pertama jam 3.30 pagi dengan berat 3,1 kilo, sekarang sudah jadi bocah ganteng umur 5 tahun. Rambutnya hitam seperti Lorenzo, matanya hitam tajam seperti Lorenzo, alisnya tebal, hidungnya mancung, dan... tato naga kecil tempelan di lehernya! Ya, Leon minta tato naga tempelan biar mirip Papa-nya! Badannya kekar untuk anak 5 tahun, suka pakai jas kecil hitam seperti Papa-nya, dan gayanya sudah dingin dan kejam seperti Tuan Muda Mafia cilik!
Luna De Luca, anak kembar perempuan yang lahir kedua jam 3.45 pagi dengan berat 2,9 kilo, sekarang jadi bocah cantik umur 5 tahun. Rambutnya pirang panjang bergelombang seperti Elena, matanya biru cantik seperti Elena, wajahnya cantik seperti boneka, tapi... sifatnya? Galak dan manja seperti Elena kalau ngidam dulu! Luna suka pakai dress pink princess, tapi di balik dress pinknya ada pistol mainan air warna pink! Luna adalah Nyonya Mafia cilik!
Pagi ini, jam 7 pagi, di ruang makan mansion De Luca, terjadi keributan kecil yang biasa terjadi setiap pagi.
Elena, yang sekarang sudah jadi Mama cantik umur 27 tahun, masih cantik glowing meskipun sudah punya anak kembar 5 tahun, sedang mencoba menyuapi Leon dan Luna sarapan.
"Leon, Luna, ayo sarapan dulu sebelum berangkat ke TK! Hari ini hari pertama kalian masuk TK Mafia Elite! Jangan terlambat!" kata Elena dengan sabar.
Leon yang duduk dengan jas kecil hitamnya dan dasi kecil hitam, menyilangkan tangan seperti bos Mafia kecil.
"Mama, Leon tidak mau sekolah TK! Leon mau di rumah saja jaga Mama! Di TK nanti banyak anak laki-laki yang nakal lihat Luna! Leon harus jaga Luna!" kata Leon dengan suara dingin dan posesif, sangat mirip Lorenzo.
Luna yang duduk di sebelah Leon dengan dress pink princess dan mahkota kecil, langsung cemberut.
"Leon jahat! Luna tidak butuh dijaga! Luna bisa jaga diri sendiri! Luna punya pistol air pink! Kalau ada yang nakal, Luna tembak!" kata Luna sambil mengeluarkan pistol air pinknya dari balik dress.
Elena hanya bisa geleng-geleng kepala melihat anak kembarnya yang sudah jadi mini Mafia sejak umur 5 tahun.
Di sebelah Elena, Lorenzo De Luca, yang sekarang umur 32 tahun, masih super ganteng, masih bertato naga di leher, tapi sekarang pakai celemek biru bertuliskan *PAPA SIAGA TK* (ganti dari celemek pink dulu), sedang membuatkan bekal untuk Leon dan Luna.
Bekal Leon: steak wagyu mini + susu coklat + surat kecil bertuliskan "Jaga Luna ya, Leon - Papa"
Bekal Luna: spaghetti pink + jus mangga + surat kecil bertuliskan "Jangan tembak teman ya, Luna - Papa"
"Leon, Luna, bekal sudah siap! Ayo Papa antar ke TK! Hari ini Papa cuti jadi Mafia lagi untuk antar kalian hari pertama sekolah!" kata Lorenzo dengan bangga.
Jam 8 pagi, di depan TK Mafia Elite New York, TK paling mahal dan paling elit di New York, khusus untuk anak-anak bos Mafia, pengusaha triliunan dollar, dan sosialita.
Gerbang TK itu besar, ada tulisan emas: *TK MAFIA ELITE - TEMPAT BOS CILIK BERMAIN*
Di depan gerbang, sudah banyak mobil mewah Rolls Royce, Lamborghini, Ferrari yang mengantar anak-anak bos Mafia.
Mobil Rolls Royce hitam keluarga De Luca berhenti.
Lorenzo keluar dengan jas hitam rapi, menggendong Luna di tangan kiri dan menggandeng Leon di tangan kanan. Elena keluar dengan dress putih cantik, membawa 2 tas bekal.
Semua orang tua dan guru di TK itu langsung menatap keluarga De Luca. Karena semua orang tahu, Lorenzo De Luca adalah Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, tapi sekarang jadi Papa Siaga TK yang antar anak pakai celemek biru di dalam jasnya!
"Lihat, itu Tuan Muda De Luca! Dia antar anak kembarnya!"
"Anak kembarnya ganteng dan cantik sekali! Mirip Papa Mamanya!"
Masuk ke dalam kelas TK Mawar (kelas untuk anak 5 tahun), ada 20 anak bos Mafia kecil lainnya yang sudah duduk.
Bu Guru, seorang wanita cantik umur 30 tahun bernama Bu Sarah, menyambut Leon dan Luna.
"Selamat pagi, Leon dan Luna De Luca! Selamat datang di TK Mafia Elite! Silakan duduk di bangku depan ya!"
Leon dan Luna duduk di bangku depan, bersebelahan. Leon masih dengan wajah dinginnya, Luna dengan mahkota pinknya.
Lorenzo dan Elena mengintip dari jendela kelas, seperti orang tua pada umumnya yang khawatir anaknya hari pertama sekolah.
"Lorenzo, mereka baik-baik saja kan? Leon tidak berantem kan? Luna tidak nembak teman pakai pistol air kan?" bisik Elena dengan khawatir.
Lorenzo memegang tangan Elena. "Tenang, sayang, Leon dan Luna anak-anak pintar... mereka pasti baik-baik saja..."
Tapi baru 10 menit, keributan terjadi di dalam kelas!
Seorang bocah laki-laki gendut umur 5 tahun, anak bos Mafia saingan keluarga De Luca, bernama Bruno, anaknya Don Carlo, datang mendekati bangku Luna.
Bruno ini gendut, rambutnya pirang, wajahnya nakal.
"Hei, kamu cewek cantik rambut pirang! Kamu Luna ya? Kamu cantik! Mau jadi pacar aku? Aku punya permen banyak!" kata Bruno sambil memberikan permen lolipop ke Luna.
Luna yang tidak suka diganggu, langsung mendorong permen itu.
"Tidak mau! Luna tidak mau jadi pacar Bruno! Luna sudah punya pacar! Pacar Luna adalah Papa Lorenzo! Sana pergi!" kata Luna dengan galak.
Bruno yang ditolak, malah menarik rambut pirang Luna dengan kasar.
"Ah! Kamu sombong ya! Cewek rambut pirang sombong! Sini rambutnya!"
_JAMBak!_
Luna menjerit. "AAAAH! Leon! Leon! Rambut Luna dijambak!"
Mendengar adik kembarnya dijambak, Leon De Luca yang dari tadi duduk dengan wajah dingin seperti Papa-nya, langsung berdiri dengan mata membelalak.
Mata hitam Leon yang mirip Lorenzo itu berubah menjadi merah karena marah.
"BERANI-BERANINYA KAMU JAMBAK RAMBUT ADIK SAYA! ADIK SAYA LUNA! SAYA LEON DE LUCA! ANAK TUAN MUDA MAFIA!" teriak Leon dengan suara keras yang membuat seluruh kelas TK terdiam.
Leon langsung berlari dan mendorong Bruno yang gendut itu sampai jatuh.
_BRAK!_
Bruno jatuh ke lantai dengan pantatnya.
"AAAAH! Sakit! Mama!"
Bruno menangis. Tapi Bruno tidak mau kalah. Dia bangkit dan memukul Leon.
_BUK!_
Leon dan Bruno berantem! Dua bocah Mafia cilik berantem di hari pertama TK!
"Leon! Jangan berantem!" teriak Bu Guru Sarah panik mencoba melerai.
Luna yang melihat kakak kembarnya berantem membela dia, langsung mengambil pistol air pinknya dan menembakkan air ke wajah Bruno.
_PSHHH! PSHHH!_
"Rasakan! Ini tembakan Luna! Jangan ganggu Luna dan Leon!"
Air pistol Luna membasahi wajah Bruno.
Di luar jendela, Lorenzo dan Elena yang mengintip, melihat anak mereka berantem, langsung panik dan berlari masuk ke kelas.
"LEON! LUNA! JANGAN BERANTEM!" teriak Elena.
Lorenzo masuk dengan langkah besar dan langsung mengangkat Leon dan Luna, satu di tangan kiri, satu di tangan kanan.
"Leon, Luna, kenapa berantem hari pertama sekolah? Papa kan sudah bilang jangan berantem!" kata Lorenzo dengan suara tegas tapi tidak marah, karena dia bangga Leon membela Luna.
Leon yang ada di gendongan Papa-nya masih dengan wajah dingin dan marah menunjuk Bruno yang menangis di lantai.
"Papa! Dia jambak rambut Luna! Leon tidak suka ada yang jambak rambut Luna! Rambut Luna kan cantik seperti rambut Mama! Tidak boleh dijambak! Leon harus jaga Luna seperti Papa jaga Mama!"
Mendengar itu, Lorenzo tersenyum bangga. Anaknya umur 5 tahun sudah punya jiwa pelindung seperti dirinya.
Luna yang ada di gendongan Papa-nya juga mengangguk.
"Iya, Papa! Bruno nakal! Dia mau jadi pacar Luna! Padahal pacar Luna kan Papa! Luna tembak pakai pistol air pink!"
Elena yang datang menghampiri Bruno yang menangis di lantai, membantu Bruno berdiri dan mengelus kepalanya.
"Bruno, sayang, jangan menangis ya... Leon dan Luna tidak sengaja... kalian kan teman baru... harus saling sayang ya..." kata Elena dengan lembut seperti Mama.
Bruno yang masih menangis, melihat Elena yang cantik dan lembut, langsung berhenti menangis.
"Tante Elena cantik... seperti Luna..."
Bu Guru Sarah yang melihat keluarga De Luca itu, hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
"Tuan De Luca, Nyonya De Luca, Leon dan Luna memang anak-anak yang... eh... berjiwa pemimpin... seperti Papa Mamanya..."
Lorenzo menurunkan Leon dan Luna dan berjongkok di depan mereka berdua, menatap mereka dengan serius.
"Leon, Luna, dengar Papa... Papa bangga Leon bela Luna... tapi berantem itu tidak baik di sekolah... kalau ada yang ganggu Luna lagi, Leon bilang sama Bu Guru, jangan langsung pukul... mengerti?"
Leon mengangguk dengan wajah dinginnya. "Mengerti, Papa."
Luna juga mengangguk. "Mengerti, Papa Siaga TK!"
Lorenzo tertawa dan memeluk kedua anak kembarnya.
"Pintar! Sekarang, salaman sama Bruno dan minta maaf ya, terus jadi teman!"
Leon dengan gengsi Mafia ciliknya, berjalan mendekati Bruno yang gendut dan memberikan tangannya.
"Maaf, Bruno... tapi jangan jambak rambut Luna lagi... kalau jambak lagi, Leon pukul lagi..." kata Leon dengan gaya bos kecil.
Bruno yang takut, langsung salaman. "Iya, Leon... maaf ya... jangan pukul lagi..."
Luna juga memberikan permen dari bekalnya ke Bruno.
"Ini permen untuk Bruno, tapi jangan jadi pacar Luna ya, pacar Luna Papa!"
Semua anak di kelas TK Mawar tertawa ngakak melihat drama cinta segitiga bocah 5 tahun itu.
Di luar kelas, setelah masalah selesai, Elena memeluk Lorenzo.
"Lorenzo, lihat anak-anak kita... baru hari pertama TK sudah berantem rebutan Luna... mirip siapa ya?" kata Elena.
Lorenzo tertawa. "Mirip Papa-nya lah... Papa dulu juga berantem rebutan Mama di panti asuhan... ingat?"
Elena memukul lengan Lorenzo dengan manja.
"Ih, Papa Siaga TK genit!"
Jam 12 siang, TK pulang.
Leon dan Luna keluar dari kelas dengan tangan bergandengan, meskipun tadi berantem, mereka tetap kembar yang saling sayang.
Leon membawa tasnya dan tas Luna juga (karena Leon gentleman seperti Papa-nya), Luna membawa pistol air pinknya dan mahkota pinknya yang miring.
"Pa... Pa... Ma... hari ini seru! Leon berantem! Luna nembak!" kata Luna dengan ceria.
Leon dengan wajah dinginnya hanya bilang. "Luna dijambak, Leon pukul."
Lorenzo dan Elena yang menjemput di gerbang TK, langsung menggendong Leon dan Luna.
"Wah, hari pertama TK langsung berantem? Hebat anak-anak Papa! Ayo pulang, Mama sudah siapin rujak dan es krim durian untuk merayakan hari pertama TK!"
Leon dan Luna bersorak. "Hore! Rujak! Es krim durian!"
Keluarga De Luca pulang dengan mobil Rolls Royce hitam, meninggalkan TK Mafia Elite yang heboh karena hari pertama sudah ada berantem Mafia cilik.
Di dalam mobil, Luna tiba-tiba bertanya dengan polos.
"Papa, Mama, kenapa Leon harus jaga Luna? Kenapa tidak Luna jaga Leon?"
Lorenzo dan Elena saling tatap dan tertawa.
"Karena Leon lahir duluan 15 menit, sayang... jadi Leon kakaknya... kakak harus jaga adiknya... seperti Papa jaga Mama..." kata Lorenzo.
Leon yang mendengar itu, langsung memeluk Luna di dalam mobil.
"Leon akan jaga Luna selamanya! Sampai besar!"
Luna memeluk Leon balik.
"Luna juga akan tembak siapa saja yang ganggu Leon pakai pistol air pink!"
Keluarga De Luca yang bahagia itu melaju pulang ke mansion mewah mereka, siap untuk drama-drama TK selanjutnya.