Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dikhianati

Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menjadi Pengusaha / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Alfa Rizky Pradana mengalami nasib yang sangat malang. Tak hanya dikhianati istrinya, tetapi juga oleh sahabatnya sendiri -- orang yang sudah dianggapnya seperti saudara. Keduanya bersekongkol merampas seluruh harta dan mencuranginya habis-habisan. Namun, yang lebih menyakitkan dari semua itu, anak yang dibesarkannya ternyata hasil perselingkuhan mereka.

"Segera pergi dari sini! Aku sudah muak melihat tampang polosmu itu!" usir Ammar

"Hanya itu harta milikmu, setidaknya aku masih bermurah hati memberikannya padamu!" ujar Davina pongah.

Diusir seperti sampah, setelah dikhianati serta dicurangi hanya diberi sedikit harta sisa, Alfa pergi tanpa apa-apa lagi selain luka dan dendam. Mampukah Alfa bangkit setelah apa yang terjadi padanya?

Ikuti kisahnya hanya di sini;
"Bangkit Setelah Dikhianati" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18.

 Keberhasilan CV Pradana Karya membuat kehidupan Alfa perlahan berubah. Penghasilan yang semakin stabil membuatnya mampu mewujudkan salah satu keinginan yang sejak lama tersimpan di hati, yaitu merenovasi rumah orangtuanya agar tempat tinggal tersebut terasa lebih layak.

Awalnya Pak Ikhsan dan Bu Mala sempat terkejut ketika Alfa menyampaikan rencananya. Namun, setelah melihat kesungguhan putra mereka, keduanya akhirnya menyetujui keinginan tersebut.

“Rumah ini sebenarnya masih bisa ditempati, Nak. Tidak perlu sampai direnovasi besar-besaran,” ujar Pak Ikhsan ketika melihat para pekerja mulai berdatangan.

Alfa tersenyum sambil menepuk bahu ayahnya. “Aku ingin Ayah dan Ibu tinggal dengan nyaman. Selama ini kalian sudah banyak berkorban untukku. Sekarang, biarkan aku melakukan sesuatu untuk kalian.”

Bu Mala tersenyum haru. “Ibu tidak pernah meminta kamu membalas apa pun, Nak. Melihat kamu bisa bangkit dan menjalani hidup dengan baik saja, ibu sudah bahagia.”

“Aku tahu, Bu. Aku cuma ingin kalian ikut menikmati hasil kerja kerasku. Dulu, saat aku terpuruk, Ayah dan Ibu selalu mendukungku. Sekarang, ijinkan aku membahagiakan kalian.”

Renovasi itu pun berlangsung beberapa minggu. Selama pengerjaan, Alfa tetap menjalankan usahanya seperti biasa, sesekali memeriksa perkembangan pekerjaan di rumah dan memastikan semuanya berjalan lancar.

Hal tersebut rupanya menarik perhatian para tetangga. Mereka yang dahulu menyaksikan Alfa terpuruk setelah rumahtangganya hancur kini mulai melihat keberhasilan pria itu. Beberapa bahkan sengaja datang untuk berbincang dengan Bu Mala.

“Wah, sekarang Alfa sudah sukses, ya, Bu Mala,” kata seorang tetangga. Matanya melirik bagian rumah yang baru selesai direnovasi.

Bu Mala tersenyum. “Alhamdulillah, Bu. Namanya orang berusaha, kita hanya bisa berdoa semoga rezekinya terus lancar.”

“Syukurlah. Saya ikut senang melihatnya. Dulu saya sempat khawatir melihat keadaan Alfa setelah kejadian itu.”

Seorang tetangga lain yang ikut duduk di teras mengangguk. “Benar. Siapa sangka sekarang usahanya berkembang pesat. Pasti Davina menyesal sudah meninggalkan suami seperti Alfa.”

Bu Mala terdiam beberapa saat, lalu menjawab, “Saya tidak tahu soal itu, Bu. Biarlah mereka menjalani kehidupan masing-masing. Yang terpenting sekarang Alfa bisa melanjutkan hidupnya dengan baik.”

“Betul juga. Tapi, Bu Mala, apa Alfa tidak berniat menikah lagi?” Tetangga yang pertama tiba-tiba mengajukan pertanyaan.

“Kebetulan saya punya keponakan gadis yang belum menikah. Anaknya baik, sopan, dan sudah bekerja. Kalau Ibu berkenan, siapa tahu mereka cocok.”

Bu Mala tertawa mendengar tawaran itu. “Aduh, kalau soal jodoh, saya tidak berani memaksakan. Alfa sudah dewasa, dia sendiri yang akan menjalani rumah tangganya nanti.”

“Ya, tentu saja. Tapi tidak ada salahnya dikenalkan dulu, Bu. Siapa tahu setelah bertemu, mereka saling suka.”

Pak Ikhsan yang sejak tadi mendengarkan percakapan mereka, akhirnya ikut menimpali, “Kalau memang niatnya baik, silakan saja. Namun, keputusan tetap di tangan Alfa. Kami hanya ingin dia bahagia.”

Percakapan itu berlanjut dengan obrolan ringan lainnya hingga kemudian para tetangga berpamitan pulang. Meski begitu, tawaran perjodohan tersebut masih terngiang di benak Bu Mala.

Malam harinya, ketika Alfa duduk bersama kedua orang tuanya, Bu Mala akhirnya menyampaikannya pada sang putra.

“Nak, tadi ada tetangga yang menawarkan seorang gadis untuk dikenalkan kepadamu,” katanya hati-hati.

Alfa yang sedang menikmati kopi buatannya sendiri menoleh. “Ibu mau menjodohkan aku?”

“Bukan begitu. Ibu hanya menyampaikan. Kalau kamu belum ingin memikirkan pernikahan lagi, Ibu juga tidak akan memaksa.”

Alfa tersenyum. “Untuk sekarang, aku masih ingin fokus mengembangkan usaha, Bu. Aku baru mulai membangun semuanya kembali. Masih banyak yang harus aku kerjakan.”

Bu Mala mengangguk memahami. “Ibu mengerti. Ibu cuma ingin kamu punya teman hidup yang bisa menyayangimu dengan tulus suatu hari nanti.”

Alfa terdiam, pengkhianatan yang pernah dialaminya memang meninggalkan luka, tetapi dia tidak ingin selamanya hidup dalam bayang-bayang masa lalu.

“Kalau memang nanti waktunya tiba, aku pasti akan memikirkannya, Bu. Tapi aku tidak mau terburu-buru hanya karena orang lain menganggap aku sudah waktunya menikah lagi.”

“Ya sudah, jalani saja dulu apa yang sedang kamu bangun. Semoga Allah mempertemukanmu dengan orang yang tepat,” ujar Bu Mala sambil mengusap lengan putranya.

Alfa mengangguk. Di dalam hatinya, dia memang belum memikirkan perempuan lain. Baginya, saat ini cukup dengan melihat kedua orangtuanya bahagia dan usahanya terus berkembang. Dia ingin membuktikan bahwa kehancuran rumah tangganya dahulu bukanlah akhir dari kehidupannya.

*

*

*

Beralih ke Ammar-Davina

Beberapa bulan telah berlalu sejak Naima keluar dari rumah sakit. Kini, putri Ammar dan Davina itu sudah kembali sehat dan menjalani aktivitasnya seperti biasa. Kesibukan keluarga mereka pun berangsur normal, meski keadaan usaha yang mereka ambil alih dari Alfa mulai menunjukkan perubahan yang mengkhawatirkan.

Selama beberapa bulan terakhir, Ammar berusaha mempertahankan usaha tersebut dengan mengandalkan jaringan pelanggan dan pemasok yang masih setia. Kendati, sejumlah pelanggan mulai mengurangi pesanan, bahkan beberapa di antaranya memutuskan berhenti bekerja sama. Keluhan mengenai kualitas barang yang tidak sesuai pesanan membuat kepercayaan mereka semakin menurun.

Ammar tidak bisa terus mengandalkan karyawan untuk menyelesaikan masalah itu. Dia akhirnya memutuskan menemui beberapa pelanggan lama secara langsung, berharap masih ada kesempatan untuk memperbaiki hubungan kerja sama mereka.

Sayangnya, tidak semua kunjungan berjalan sesuai harapan.

“Kami sudah beberapa kali menerima barang yang kualitasnya tidak sesuai, Pak Ammar. Kalau keadaan ini terus berlanjut, kami tidak bisa mengambil risiko dengan produksi kami nanti,” ujar salah seorang pelanggan.

“Saya memahami keluhan Bapak. Saya datang untuk mencari jalan keluar agar kerja sama kita bisa berlanjut,” jawab Ammar.

Pria itu menggeleng pelan. “Untuk sementara, kami sudah beralih ke pemasok lain. Kalau nanti kualitas barang dari usaha Anda sudah membaik, kita bisa membicarakan kerja sama lagi.”

Ammar terpaksa menerima keputusan tersebut. Dia mengunjungi beberapa pelanggan lainnya, tetapi hasilnya tidak jauh berbeda. Ada yang bersedia mempertimbangkan pesanan baru dalam jumlah kecil, sementara yang lain memilih mengakhiri kerja sama.

Sore harinya, Ammar kembali dengan perasaan kecewa. Dia mulai menyadari bahwa mempertahankan pelanggan jauh lebih sulit dari apa yang pernah dibayangkannya ketika pertama kali mengambil alih usaha tersebut.

Sesampainya di ruang kerja, dia mendapati Davina sedang menunggunya.

“Bagaimana hasilnya, Mas? Apa mereka mau kembali memesan?” tanya Davina.

“Belum semuanya. Sebagian sudah beralih ke pemasok lain, sedangkan yang masih bersedia bekerja sama meminta kita memperbaiki kualitas barang terlebih dahulu.”

Davina menghela napas. “Kalau begitu, kita harus segera mencari pemasok yang lebih bisa diandalkan. Jangan sampai pelanggan yang masih bertahan ikut pergi.”

“Aku akan mengurusnya. Mulai sekarang, barang yang datang harus diperiksa sebelum dikirim kepada pelanggan.”

Davina mengangguk, berharap keputusan itu bisa memperbaiki keadaan. Sementara Ammar mulai menyusun langkah untuk menyelamatkan usahanya, dia belum menyadari bahwa membangun kembali kepercayaan pelanggan membutuhkan bukti bukan hanya sekadar janji.

 

1
Nar Sih
alfa...niat yg baik harus di segera kan nih ,biar sgra halal☺️
〈⎳ FT. Zira
🤭🤭
〈⎳ FT. Zira: /Shhh//Shhh/
total 10 replies
vania larasati
lanjut
Patrick Khan
bener pelan tp pasti aja..👏👏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Patrick Khan
ahhh ayudia sat set ya..takut alfa di gondol wadon liyo👏👏👏🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang jaman emansipasi wanita 🤭
total 1 replies
Nar Sih
tuh alfa udah dilamar duluan sama ayudia ,terima aja yaa mungkin dgn menikah kmu akan sgra tau tentang kesehatan mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
vania larasati
lanjut
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
wadidaw
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Nar Sih
hukuman dan balasan yg pas untuk suami mu davina ,dan bntr lgi kmu yg dpt hukum karma nya🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😥🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
Patrick Khan
wihhh serem jg hukumannya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dihhh... gimana sih, 🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
huh hah!!!
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dilema 😥
total 3 replies
Nar Sih
amar sdh mulai kena karma nya ,jgn,,dia punya musuh nih selain dgn alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Esther
Siapa yg memanggil Ammar ?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entah lah🤭
total 1 replies
vania larasati
lanjut
Nar Sih
momz kasih juga hukuman buat si davina yg sombong 🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gantian mam
total 1 replies
Patrick Khan
bu jgn anaknya terus yg sakit..gantian emak ato buapaknya..kasian klo anaknya terus😭😭😭gk tega q..klo emak buapaknya tega q🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya gantian
total 1 replies
Esther
Belum tahu aja Davina kalau Alfa skrg sudah kembali berjaya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mommmmm masih kurang karmanya inih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hahaha.... 🤭
total 3 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cusss periksa alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak🫰
total 1 replies
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!