Slow Up Date
Danil Bramasta pria konyol dengan percaya diri tingkat dewa yang dicap sebagai playboy karena sering berganti pacar.
Dia jatuh hati pada pandangan pertama pada Dokter Nina, Dokter Spesialis Kandungan yang berusaha move on dari rencana perjodohannya yang gagal.
Pertemuan tidak sengaja itu membuat Danil gigih mengejar cinta Dokter Nina, berhasilkan Danil mendapatkan hati wanita cantik itu?
Apa saja yang mewarnai perjalanan mereka?
Yuk ikuti cerita Danil dan Nina
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gay?
Danil dan Nina sama sama melotot mendengar ucapan perempuan itu, bagaimana bisa Danil dicap sebagai gay? dia bahkan memiliki banyak sekali mantan pacar.
"Amanda jangan mengarang cerita, aku ini normal"
"namaku bukan Amanda, kamu kira aku brownis, dasar lelaki pek'a"
"jadi namamu bukan Amanda, lalu siapa?" tanya Danil tanpa dosa
"dasar laki laki gay, namaku Rosalinda" ketus perempuan itu
Nina tersenyum geli, betapa konyol dua manusia didepannya ini
"owh kamu istrinya ferguso"
"Danil!!!!!!, dasar manusia menyebalkan, pria gay, tidak romantis, kolot"
Nina terbahak bahak mendengar ucapan Rosalinda
"kalian memang pasangan menyebalkan" Rosa menghentakkan kaki meninggalkan Danil dan Nina
"jadi kamu pria gay?" tanya Nina meledek
"aku normal cintaku, apa kamu perlu bukti?" Danil menaik turunkan alisnya.
Nina langsung terdiam, tak lama pelayan datang membawa makanan pesanan mereka. Nina lebih memilih diam sambil menikmati makanannya.
"jadi tipe pria idamanmu seperti apa?"
Nina mendongak memandang Danil, entah kenapa ia deg degan mendengar pertanyaan Danil, ah playboy kan sudah pasti pandai merayu.
"tidak banyak, yang jelas dia setia, menyayangi keluargaku dan bisa menjadi imam yang baik tentunya"
"kamu tahu, kenapa aku sering bergonta ganti pacar?"
"tidak tertarik" jawab Nina asal, dia seperti tidak rela Danil memiliki banyak mantan.
"aku hanya mencari sosok seperti mama" Nina hanya memandang tanpa menyahuti ucapan Danil
"kamu pasti mengira mama orang yang konyol, padahal itu bertolak belakang dengan sifat aslinya, dia hanya sibuk mencari kebahagiaan, setelah kepergian papa, mama selalu kesepian, aku sibuk meneruskan usaha papa, jarang ada waktu berdua dengan mama, karena itu dia selalu menyibukkan diri dengan pasukan sosialitanya, maka dari itu dia selalu menyuruhku cepat menikah, aku mencoba berpacaran dengan banyak wanita bukan semata mata aku playboy, mereka tidak ada yang tulus, minta tas lah, minta make up, sepatu, baju, huh aku sudah lelah dengan perempuan perempuan itu"
Nina hanya jadi pendengar, ada rasa iba mendengar penuturan Danil, rupanya dia tidak seperti yang orang katakan.
"lalu kenapa istri ferguso tadi mengataimu gay?" akhirnya Nina memberanikan diri berbicara dengan Danil.
"hahahahaha, akhirnya kamu mau berbicara baik denganku"
"huh, sudahlah tidak penting" kesal Nina
"hei jangan marah, kamu ingin tahu alasan dia menyebutku gay?"
"terserah" jawab Nina malas
"karena aku selalu menolaknya, dia ingin menciumku, bahkan pernah menawarkan dirinya, tapi ku tolak mentah mentah" Nina melotot mendengar hal vulgar yang Danil ucapkan
"jangan menatapku begitu, aku masih perjaka"
"ish, tidak ada yang bertanya"
"aku hanya memberi tahu"
"aku tidak peduli" Danil terkekeh geli
"kalau boleh jujur, hanya kamu wanita yang menolakku, kamu berbeda dari mereka dan kamu juga sama seperti mama, lembut tapi jutek"
"terima kasih pujian Mr gay, aku sudah selesai makan, jadi aku akan kembali ke rumah sakit"
"baiklah, aku juga sudah selesai, ayo aku antar"
Danil merasa senang karena Nina mulai terbiasa dengannya, dia yakin seiring berjalannya waktu, hubungan mereka akan semakin dekat. Selama perjalanan, Danil sering mencuri pandang ke arah Nina, wanita cantik yang berhasil mencuri kegenap jiwa dan raganya.
"jangan memandangi ku terus"
"kenapa? kenapa aku tidak boleh memandangi caisku sendiri"
"percaya diri Anda memang tidak perlu di ragukan lagi tuan Danil"
"terima kasih pujiannya nyonya Danil, dengan percaya diri yang tinggi kita bisa meraih mimpi kita, termasuk bersanding denganmu"
Wajah Nina merona mendengar ucapan sang playboy, entah kenapa dia senang mendengar gombalan seorang Danil Bramasta.
Apalagi dengar jurus calon mertuanya... ngakak thor 😂😂
istilah baru yaa Thor????🤭🤭🤭🤭