Indonesia
NovelToon NovelToon
RED RIDING HOOD

RED RIDING HOOD

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Chicklit / Tamat
Popularitas:57.2k
Nilai: 5
Nama Author: Marthy

Aku hanya tertidur di atas kasur yang empuk, setelah menikmati waktu berdua bersama tunanganku. Tapi, ketika aku membuka mata, tubuhku sudah berada di tempat yang berbeda.

Semuanya bukanlah mimpi, melainkan kenyataan yang harus di hadapi. Aku tiba di dunia asing bersama mereka.

Tudung dan jubah merah yang ku kenakan saat tiba di dunia ini, membuat kami mendapat julukan baru "redhuman" begitulah sebutannya.

Orang yang tiba di tempat ini adalah orang-orang yang memiliki hidup paling menyedihkan, termasuk aku. Bunga kristal telah memilih kami, maka kami harus bertahan hingga akhir.

Namun di saat itu, aku menemukan kenyataan lain mengenai diriku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marthy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 19

#EPISODE INI MENGANDUNG ADEGAN YANG MUNGKIN TIDAK NYAMAN BAGI SEBAGIAN PEMBACA, SEPERTI ADEGAN KEKERASAN DAN DARAH. MOHON KEBIJAKANNYA.

AARGGGHHH!!!

AAARRRGHHHH!!!!

Teriakan yang menggangu itu berasal dari salah satu koridor istana. Seorang wanita melakukan hal mengerikan dan berteriak karena kesakitan. Aku melihatnya sendiri dengan mataku.

"tolong... aku... sudah tidak tahan... lagi..." ucapnya.

Lalu dia tertawa dengan keras, suaranya memenuhi sudut-sudut istana.

Aku hanya terpaku melihat wanita itu, dan beberapa orang di sekitar ku tidak mampu untuk bergerak sedikit pun.

Nama wanita itu adalah Louna, aku bertemu dengannya saat hendak berjalan menuju kamar. Saat itu, dia menyapaku.

"Arla... Aku ingin bicara denganmu" ucapnya.

Aku memenuhi permintaannya dan kami berjalan menuju koridor sambil berbicara. Dia hanya menanyakan bagaimana cara agar bisa menggunakan kekuatan cahaya. Namun entah sejak kapan, sikapnya berubah dan saat ini dia benar-benar hilang kendali.

"Louna tenanglah..." ucapku mencoba untuk menenangkannya.

AARRGGGHHH!!!

Dia menusuk dan mengambil matanya sendiri menggunakan tangannya. Darah segar terlihat bercucuran dari tempat yang berlubang itu. Tapi, dia masih berdiri di hadapanku sambil menggenggam kedua bola matanya.

"dia... akan melakukan... hal ini.... padamu" ucap Louna sambil tersenyum.

Matanya sudah tidak ada, tapi aku merasa seolah dia sedang menatapku sekarang. Badanku kaku, perasaan takut dan gelap seakan menyelimutiku.

"Arcilla... kau harus.... menuruti... keinginannya... atau...."

Belum sempat wanita itu mengucapkan kalimat lainnya, mataku di tutup oleh seseorang. Bayangan itu langsung mendekapku dan aku tidak tau apa yang terjadi. Hanya suara seorang wanita yang kesakitan, setelah itu tidak ada satu suara pun.

Tubuhku seakan melayang, bayangan itu membawaku ke suatu tempat, sangat cepat. Saat itu, aku juga mendengar langkah beberapa orang yang cukup cepat. Sepertinya mereka adalah pengawal istana. Kejadian Louna pasti sudah di laporkan oleh seseorang.

Aku di turunkan olehnya di suatu tempat, kursi taman. Suasana malam itu cukup dingin, namun rasa takut ku lebih mencekam daripada udara malam itu.

"dia bukan siapa-siapa. Dia hanya orang yang ingin mengganggumu" ucapnya.

Aku menatap orang yang berada di hadapanku. Dia adalah Khalid. Dia menutupi tubuhku dengan jubahnya dan menggenggam tanganku. Aku yakin, saat ini tubuhku terasa lebih dingin daripada sesosok mayat.

"apa yang ku lakukan? Aku selalu berusaha untuk tetap hidup dan menghindari masalah dengan siapa pun. Aku selalu bersembunyi agar tidak terlihat. Aku selalu melakukannya sejak dulu" ucapku bergetar.

"kamu sudah bersembunyi dengan baik. Tapi, mereka sudah menemukanmu" ucap Khalid.

Aku menatap pria itu, wajahnya tenang. Sulit untuk mengetahui isi hati darinya.

"sekarang saatnya kamu keluar. Tunjukkan dirimu! Tunjukkan dirimu yang sebenarnya, dirimu yang tidak di ketahui mereka" ucapnya lagi.

Aku terdiam. Aku tidak tau arti dari perkataannya. Saat ini, wajah Louna masih terbayang di kepalaku. Aku benar-benar takut.

Di saat aku terdiam, Khalid menyentuh kepalaku.

"tidurlah..." ucapnya.

Aku terjatuh dalam mimpi yang panjang.

...***...

Bulan purnama, cahayanya yang sangat indah menyinari sebuah negeri. Dua orang anak kecil bermain, sepasang kekasih saling tersipu malu, satu keluarga sedang berkumpul dan menikmati makan malam bersama. Orang-orang tampak harmonis, seolah tidak ada celah yang bisa mengusik mereka.

Tapi semua hanya sementara. Karena satu jam kemudian, desa damai berpenghuni itu hancur dan menyisakan jasad-jasad tidak bernyawa. Tidak ada lagi anak kecil yang berlarian, atau sepasang kekasih, atau sebuah keluarga.

Terjadi perang akibat perebutan wilayah kekuasaan. Para prajurit pria dan wanita sangat bersemangat untuk menjatuhkan musuh, hingga membuat mereka lupa bahwa nyawa lain pun ikut terancam.

Di antara banyaknya prajurit yang berperang, hanya beberapa orang saja yang masih memiliki hati. Mereka yang memiliki hati, tidak menyerang sembarang orang dan menyelamatkan beberapa penduduk desa yang kesulitan. Namun, jumlah mereka sangat sedikit.

Asher Jefferson, adalah seorang ksatria yang terlihat unggul saat berperang. Dia juga merupakan salah satu orang yang masih memiliki simpati, dia tidak tega melihat orang yang tidak bersalah menderita.

"awas!!!"

Asher berteriak saat melihat seorang pria tua yang akan terkena anak panah.

Pria tua itu selamat, namun anak panah mengenai perut Asher, dia pun terduduk di atas tanah, menunggu kematian. Karena darah terus mengalir deras dan tidak ada kemungkinan untuk selamat.

Pria tua yang selamat segera mencari pertolongan untuk Asher, namun pria tua itu tewas akibat tebasan sebuah pedang dari seorang ksatria. Asher kehilangan harapannya, dia merasa buruk sebagai manusia.

"aku bisa menolongmu..." sebuah suara terdengar olehnya.

Asher pun menoleh ke sumber suara dan di lihatnya seorang wanita dengan pakaian berwarna lembut menghampirinya.

"pergilah, kau akan terluka jika terus berada disini" ucap Asher.

"tidak. Benda-benda itu tidak bisa menyentuhku" ucap wanita itu lagi.

Benar saja, sebuah anak panah yang sedang meluncur, hancur menjadi abu sebelum mengenai tubuh si wanita.

"sebenarnya siapa kau?" tanya Asher.

"padahal kalian selalu menyebut namaku, saat melihat sungai, melihat lautan, melihat hutan dan pegunungan. Tapi, sepertinya kalian menganggap aku tidak nyata" jawab wanita itu.

Asher menatap heran pada wanita di depannya, di saat bersamaan, rasa perih di perutnya semakin terasa sakit.

Melihat hal itu, wanita tersebut mengeluarkan cahaya dari tangannya dan melempar cahaya itu ke luka di tubuh Asher, luka itu pun menghilang, begitu pun rasa sakitnya.

"apa yang kau lakukan?" tanya Asher.

"aku hanya mengobatimu. Kalau kamu tidak suka, aku bisa membuatnya lagi" jawab wanita.

Asher pun semakin merasa heran.

"namaku adalah Alam. Aku berada di hadapanmu karena hatimu menginginkanku" ucap si wanita.

"kau salah paham, aku sudah memiliki istri. Jadi, tidak mungkin aku mencintai orang lain. Kita juga baru bertemu hari ini" sanggah Asher.

Alam membuat ekspresi bingung di wajahnya.

"penjelasanmu aneh sekali. Padahal kamu sering mengucapkan kalimat cinta padaku, bahkan saat bersama istrimu"

Asher mengernyitkan keningnya.

"kamu mengatakan "aku mencintai Alam yang indah ini", "aku akan selalu menjaga Alam ini agar tetap indah" bukankah demikian?" tanya Alam.

Asher terus memasang tatapan aneh pada wanita itu.

"sebaiknya kau pergi. Aku tidak punya banyak waktu. Aku akan mengingatmu dan berterimakasih karena telah mengobatiku. Tapi, tidak sekarang"

Asher pun kembali mengambil pedangnya. Namun, dia tertahan. Tubuhnya sama sekali tidak bisa bergerak. Alam pun mendekatinya secara perlahan.

"apa yang kau_"

"aku tidak suka melihat kehancuran, darah yang bercucuran atau kematian yang bergelimpangan. Hatimu sangat bersih dan aku menyukainya. Terimalah kekuatan ini dan lindungi lah negeri ini" ucap Alam.

Wanita itu mendekatkan kepalanya pada Asher.

"aku bukan manusia. Aku adalah Alam. Aku tidak memiliki jenis kelamin dan tidak memiliki perasaan. Tapi aku menyukai hati yang bersih dan tidak menyukai sesuatu yang kotor. Gunakanlah kekuatan ini untuk melindungi negeri ini. Jadilah pemimpin, jadi lah yang pertama. Jadilah penguasa. Jadikan negeri ini negeri Ilusi. Negeri yang tidak terlihat dan negeri dengan sejuta keajaiban. Aku namakan negeri Hlasunia"

Tubuh wanita itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang. 7 cahaya dengan warna yang berbeda. Cahaya itu pun kembali masuk ke dalam tubuh Asher.

Semuanya menjadi sunyi dan sepi. Tidak ada satu benda pun yang bergerak. Peperangan terhenti sesaat, burung yang sedang terbang mengambang di udara. Tidak ada yang melihat kejadian itu.

Hanya Asher, yang menyadarinya.

...***...

1
Olivia Maloy
kamu di mana
Olivia Maloy
iya
mkz
woww
cerita ter keren yg pernah ku baca
mkz
semangattt author
mkz
cerita ter love
Naufal Latifa
lanjut dong...
Mami Yo
oho..siapa dia?...😂😂😂
Ira Nur Mutiara
👍👍👍😁
Marth
trimakasih 🥰🥰🥰
MARI SALING LIKE DAN BERBAGI: hai, salam kenal ya, yuk saling like dan komentar, biar dapat uang
total 2 replies
Naufal Latifa
semangat dan teruslah berkarya thor...💪💪💪☺️☺️☺️
Naufal Latifa
semoga ini bukan akhir ceritanya. masih pebasaran dengan kisan arla, carl, dan evan.. 😁😁😁
Naufal Latifa
kereen... suka banget thor... 😘😘😘😘
tetap semangat ya thor nulisnya
Zahara Zahara
semangat thor. semoga semakin banyak lagi penggemar karya mu
Marth: Aamiin... Trimakasih
total 1 replies
Marth
Maafkan author karena semalam gak update, trus hari ini cuma satu eps. Author sedang ada sedikit masalah... Trimakasih atas dukungan semuanya 🥰🥰🥰
Zahara Zahara
semangat thorrr

di tunggu kelanjutan nya.
Sedang Bertapa
like.. lanjutt..💕
Rina's Miracle
sukaaa
Rina's Miracle
bacanya nanggung.. 😌
up lg thor yg buanyaakk..
semangat 💪💪
Zahara Zahara
di tunggu episode terbarunya thorr..
semangattt
Rina's Miracle
udah arla sm carl aja..
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!