King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penjahat kiriman
King melihat mobil jeep berwarna hitam mengikuti angkot yang ditumpangi Queen. Awalnya King mengira jeep itu cuma mau menjemput salah satu murid di sekolahnya. Tapi di persimpangan jalan, Jeep itu tidak berbelok.
Angkot yang ditumpangi Queen berhenti, karena ada penumpang yang mau turun. Mobil Jeep itu juga berhenti. Dan beberapa orang laki-laki bertubuh kekar keluar dari mobil.
Aaaaaaa.
Para penumpang berteriak, saat salah satu dari mereka menodongkan pistol ke salah satu penumpang.
"Queen, aku takut banget" kata Amelia.
"Tenang, jangan panik" kata Queenza.
Semua penumpang ketakutan, termasuk Amelia. Queenza berusaha menenangkan sahabatnya.
"Cepat keluar!" kata salah satu penjahat itu.
Penumpang segera turun dari angkot. Setelah itu mereka lari menyelamatkan diri. Mereka tidak ingin mati di sana.
"Tangkap dia!" kata bos penjahat.
Beberapa lelaki bertubuh kekar itu menangkap Queen.
"Lepaskan sahabat saya" kata Amelia sambil melepaskan tangan laki-laki itu dari Queenza.
"Minggir!" kata salah satu anak buah penjahat itu sambil mendorong Amelia.
Tubuh Amelia terbentur ke angkot. Semua tubuh Amelia terasa sakit karena benturan keras. Tapi ia tetap berusaha menahan laki-laki itu, supaya tidak membawa sahabatnya.
"Berisik!" kata bos penjahat.
Tubuh Amelia seketika ambruk ke tanah.
"Amel!" teriak Queen memanggil nama sahabatnya.
Queen marah karena melihat sahabatnya yang tergeletak di tanah. Ia melepaskan diri dari laki-laki bertubuh kekar itu. Setelah lepas ia segera menghampiri Amelia.
"Mel!, bangun Mel" ucap Queen sambil menepuk pelan pipi Amelia.
Tidak ada respon dari sahabatnya itu. Queen menatap tajam laki-laki bertubuh kekar itu. Matanya seketika berubah menjadi merah. Sekarang ia sangat marah.
"Beraninya kalian menyakiti sahabatku?!" tanya Queenza dengan nada tinggi.
Bos para penjahat itu kaget melihat Queenza. Gadis yang ada dihadapannya itu terlihat berbeda dengan gadis yang beberapa detik lalu.
Kenapa aura gadis ini terlihat berbeda.
"Cepat tangkap gadis itu!" titah sang bos.
Anak buah penjahat itu segera menangkap Queen. Tentu saja Queen tidak tinggal diam, ia memukul penjahat yang mencoba menyentuhnya.
Bugh
Satu pukulan mendarat di perut salah satu penjahat itu. Queen memukul penjahat yang mencoba mendekatinya.
Beberapa penjahat sudah tumbang. Tapi mereka berusaha untuk bangun lagi.
"Masa kalian kalah sama anak kecil. Cepat tangkap!" kata bos penjahat.
Kali ini Queenza tidak akan membiarkan mereka bisa bangun lagi. Jadi Queen menyerang kaki mereka.
Aaaaaaa.
Teriakan salah satu penjahat itu terdengar jelas di telinga. Sepertinya kaki salah satu penjahat itu patah karena Queen.
Beberapa penjahat sedikit mundur saat melihat rekan mereka kesakitan karena tulang kakinya patah.
"Kenapa kalian diam, cepat tangkap dia!" kata bos penjahat mulai panik.
Anak buah penjahat itu ragu-ragu untuk maju. Mereka takut bernasib sama dengan rekannya.
"Masa sama anak kecil saja kalian takut!. Cepat maju!" teriak bos penjahat.
Dua orang dari penjahat itu mengeluarkan senjata tajam. Mereka mengira Queenza akan takut melihat senjata tajam yang mereka keluarkan. Tapi mereka harus menelan kekecewaan, karena Queenza tidak sedikit pun merasa takut.
Hiaaa..
Queenza berhasil menghindar. Akhirnya serangan penjahat itu hanya mengenai angin. Queenza menendang perut penjahat itu sampai ia terpental ke belakang.
Beberapa penjahat sudah tumbang. Mereka tidak bisa bangun lagi, karena mendapatkan luka yang serius. Sekarang hanya tinggal tiga anak buah penjahat dan bosnya.
"Kau berhasil menumbangkan anak buah ku. Kau cukup berani gadis kecil" kata bos penjahat.
Bos penjahat itupun turun tangan. Sekarang bos penjahat itu tidak ragu-ragu lagi menyerang Queenza. Kalau ia ragu-ragu, maka nasibnya akan sama seperti anak buahnya.
Queenza juga harus cepat menyelesaikan semuanya. Ia harus segera membawa sahabatnya ke rumah sakit. Karena ia tidak tau apakah kondisi sahabatnya parah atau tidak. Semoga saja sahabatnya baik-baik saja.
Bos penjahat itu mengeluarkan senjata tajam andalannya. Ia mulai mengayunkan senjata tajam itu ke arah Queenza.
"Apa kau takut gadis kecil?!" tanya bos penjahat.
"Takut?, mimpi!" kata Queenza.
Queenza yang tadinya menghindar, sekarang menyerang balik bos penjahat itu. Satu tendangan berhasil mengenai perut bos penjahat itu.
Tubuh bos penjahat itu sedikit mundur karena mendapatkan tendangan dari Queenza. Ia tidak menyangka tendangan gadis kecil itu bisa membuatnya mundur.
Bugh.
Queenza tidak membiarkan lawannya bangkit kembali. Ia melakukan serangan terakhir, dengan menendang dada bos penjahat itu.
Uhuk ..uhuk ...
Darah segar keluar dari mulut bos penjahat itu. Tendangan Queenza tadi cukup membuatnya kesakitan.
Bugh.
Serangan terakhir tadi mampu membuat bos penjahat itu tumbang. Queenza melihat senjata tajam di dekat bos penjahat itu. Ia segera mengambil senjata tajam itu.
"Queen!" Panggil King sambil menghampiri saudara kembarnya.
King segera menghentikan saudara kembarnya.
"Jangan, mati itu hukuman yang ringan untuknya" kata King.
Pisau di tangan Queen pun terlepas. Ia teringat sahabatnya.
"King, tolong bawa Amelia ke rumah sakit" kata Queen.
"Tenang, kita akan ke rumah sakit" kata Queenza.
Sebelum ke rumah sakit, King menghubungi salah satu bodyguard Daddy-nya. Ia meminta bodyguard untuk membereskan kekacauan ini. King juga minta kalau bos penjahat itu di bawa ke mansion.
"Tenang, dia pasti baik-baik aja" kata King.
"Iya" kata Queenza sambil menganggukkan kepalanya.
King melajukan mobilnya, diikuti sama mobil kedua sahabatnya. Mereka menuju rumah sakit terdekat.
"Sorry aku nggak sempat bantu kamu" ucap King.
"It's ok, lawannya gampang kok. So, aku belum perlu bantuan. Justru aku akan kesal kalau tadi kamu bantu aku" kata Queenza.
"Makanya aku, Aaron dan Bagas cuma nonton aja" kata King.
"Jumlah mereka tidak terlalu banyak, jadi nggak terlalu sulit untuk melumpuhkan mereka" kata Queen.
"Aku yakin kamu pasti bisa mengalahkan penjahat itu. Apa kamu tau ini perbuatan siapa?" tanya King.
"Tentu saja" jawab Queen.
Queen tau kalau orang-orang itu suruhan Monika. Karena ia mendengar pembicaraan Monika di telpon dengan penjahat itu. Ya Queenza belum melepas alat penyadapnya di tas Monika.
"Aku sudah suruh bodyguard untuk bawa mereka ke mansion" kata King.
"Good job " kata Queenza.
Mereka pun sampai di rumah sakit. Queenza segera turun dari mobil.
"Dokter!, tolong sahabat saya " kata Queenza.
Perawat memindahkan Amelia ke brankar. Queenza mengikuti dokter dan suster.
"Maaf nona, anda tidak boleh masuk ke dalam" kata suster.
"Tapi saya mau menemani sahabat saya" kata Queenza m
"Biarkan dokter yang mengurusnya, kita tunggu di luar" kata King.
Queenza pun membiarkan sahabatnya di bawa ke ruang UGD.
"Dia akan baik-baik aja kan?" tanya Queenza pada saudara kembarnya.
"Iya, dia pasti baik-baik aja" jawab King.
King menenangkan saudara kembarnya. Ia tau saat ini Queen sangat khawatir sama sahabatnya.
Beberapa menit sudah berlalu, pintu ruang UGD pun terbuka. Dokter dan suster keluar dari ruang UGD.
"Bagaimana keadaan sahabat saya Dok?" tanya Queen pada dokter.
"Keadaan sahabat anda baik-baik saja nona. Tidak ada luka yang serius, hanya tangannya yang keseleo" kata dokter.
"Alhamdulillah" ucap Queen.
Queenza bersyukur karena tidak ada luka yang serius.
"Sebentar lagi sahabat nona akan dipindahkan ke ruang rawat " kata dokter.
"Makasih Dok" ucap Queen.
"Sama-sama nona, saya permisi dulu" kata dokter.
Suster keluar dengan mendorong brankar Amelia. Dia membawa ke ruang rawat inap.
Karena tugasnya sudah selesai, suster pun pamit undur diri.
"Minum dulu" kata King sambil menyodorkan air minum pada saudara kembarnya.
"Makasih" ucap Queen.
Queenza memang haus, karena melawan penjahat tadi.
"Queen lapar nggak?" tanya Aaron.
"Sedikit" jawab Queen.
"Mau dibeliin apa?" tanya Aaron lagi.
"Burger " jawab Queen.
"Ada lagi?" tanya Aaron.
"Itu aja, minumnya lemon tea " kata Queenza.
"Ok, aku beliin dulu" kata Aaron.
"Makasih Aaron, kamu memang pengertian. Nggak kaya saudara kembar aku" kata Queenza.
"Mulai" kata King.
King menghela nafasnya, saudara kembarnya mulai drama lagi. Dia seperti orang yang habis ditindas.
To be continued.
Happy reading guys 🤗 🤗
pov Amelia...the best friend forever Queen 🫶🫶🫰🫰