Bianca Liza Aulia, gadis cantik berumur 24 tahun itu terpaksa harus menikah dengan seorang pria yang dulu menjadi musuh nya di sekolah.
Zaki Zikri Iskan, pria tampan berumur 25 tahun tersebut memanfaatkan keadaan Bianca untuk membalas kan dendam di masa lalu, perusahaan milik ayah Bianca terancam bangkrut jika ia tidak segera mencari investor untuk menanamkan saham pada perusahaan nya tersebut, hanya Zaki yg berani menanam saham pada perusahaan tersebut akan tetapi dengan imbalan, Bianca harus menikah dengan nya, awalnya Bianca menolak namun ia terdesak Tak memiliki pilihan melihat kondisi sang ayah..
bagaimana hari hari Bianca bersama seorang pria yang menaruh dendam pada nya, akan kah cinta tumbuh seiring berjalannya waktu?
yuk mampir....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siluet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta lama.
Pulang dari rumah sakit Risa langsung uring uringan tak jelas karena Zaki pergi ke Singapura bersama Bianca, kalau saja ia tidak tugas Mungkin malam itu juga Risa akan menyusul Zaki.
Risa menghempas kan tubuhnya yang lelah di ranjang, beberapa waktu ini entah kenapa Zaki seperti tidak bergairah pada nya.Apa servis nya kurang?
Risa semakin kesal membayangkan Zaki bercinta dengan Bianca.
"awas kau Bi, aku akan memberikan mu pelajaran nanti!" ujar Risa lalu memejamkan matanya kemudian terlelap.
*
Bianca membuka mata nya dan melihat jam di dinding menunjukkan pukul lima pagi. lengang Zaki melingkar di pinggang nya yang ramping, jarak wajah Zaki begitu dekat dengan nya hingga terasa hembusan nafasnya yang hangat.
Pria yang kini mendekap nya begitu berbeda jauh dengan Zaki yang dulu saat sekolah.
Hitam, kumul dan bermata empat. Bagaimana Bianca tidak alergi, Zaki juga sangat pendiam dan mudah untuk di perintah, sebenarnya bukan hanya ia yang sering membuli Zaki tapi banyak yang lain nya, tapi kenapa Zaki hanya membencinya ?
***
beberapa tahun yang lalu...
Zaki begitu senang saat ia mendapatkan beasiswa di sekolah SMA negeri terbaik di kota itu, kalau bukan karena smart atau orang kaya. Tidak mudah masuk ke sekolah favorit itu.
Namun hari pertama Zaki masuk sudah di pandang sebelah mata oleh teman teman nya, tak ada yang mau berteman dengan nya selain Risa. keduanya sama-sama dari keluarga sederhana.
Zaki memperhatikan siswi cantik yang berjalan dengan anggun. "siapa itu Risa ?"
tanya Zaki menoleh pada Risa.
"dia Bianca, siswi tercantik di sekolah. bukan hanya cantik Bianca juga smart !"
jawab Risa yang lebih dulu masuk ke sekolah itu.
Zaki terus memperhatikan Bianca yang tertawa bersama dengan teman teman nya, Bianca terlihat begitu cantik dan menggoda karena tubuh nya yang juga begitu indah.
Tanpa sadar Zaki jatuh hati pada sosok Bianca yang ternyata sombong dan semena mena terhadap kaum miskin.
Beberapa waktu berlalu Zaki mendapatkan Bulian dari teman sekelas nya, Zaki tetap sabar dan tidak memperdulikan mereka yang terus mengejek nya jelek.
Zaki memperhatikan Bianca yang menoleh ke arah nya, Bianca tahu kalau Zaki itu anak baru yang mendapatkan beasiswa.
"hai Zaki, sini....!"
titah Bianca, Zaki tertegun sejenak melihat Bianca yang memanggil nya.
"aku......?"
tanya Zaki sedikit takut dan malu karena di perhatikan oleh teman teman Bianca yang langsung menutup hidung nya.
"kau mandi tidak sih, bau banget !"
ujar Nirina membuat yang lain nya tertawa terbahak-bahak.
Bianca pun ikut tertawa dan mendorong tubuh Zaki agar menjauhi nya.
"gue butuh hansanitidzcer nih, badan gue bisa gatal nih karena nyentuh dia !"
ujar Bianca tertawa kecil, hal itu membuat Zaki sakit hati atas perlakuan Bianca.
belum yang lain nya, dan hal yang paling patal adalah saat Bianca melempar kacamata satu satunya hingga pecah, saat itu keadaan ekonomi keluarga Zaki sedang sulit. Ia harus nabung berbulan bulan untuk bisa membeli kacamata itu dan tega nya Bianca menghancurkan barang berharga nya.
Zaki Merasa semakin sakit hati saat ia di keluarkan dari sekolah karena di tuduh melecehkan Bianca, padahal yang terjadi saat itu Zaki hendak menolong nya.
Dendam kian merajai hati nya saat ia di marahi habis habisan oleh sang ayah karena ia di keluarkan dari sekolah.
Zaki kembali ke jalanan untuk membantu sang ibu mencari nafkah, Ia tidak pernah sehari pun melewatkan buku pelajaran nya, menjual koran sembari belajar.
hingga suatu hari ia bertemu dengan pria baik hati yang mau mengangkat nya anak, membiayai sekolah nya hingga selesai.
berkat kegigihannya dalam belajar, Zaki mampu membangun usaha sendiri dan hal itu tentu tak lepas dari tangan Tuhan yang begitu baik pada nya, sayang kedua orangtuanya pergi sebelum ia menapaki masa kejayaan seperti sekarang ini.
Tak berselang lama pria yang mengangkat nya menjadi anak berpindah ke luar negeri dan hingga sekarang mereka tetap berkomunikasi dengan baik, memberi kan support dan dukungan yang tidak pernah henti.
"Maafkan aku Zaki....!"
ujar Bianca lirih mengingat betapa jahatnya dia dulu.
Zaki membuka mata nya dan Melihat Bianca tampak sendu.
"apa yang membuat mu ingin meminta maaf pada ku ?"
tanya Zaki membuat Bianca termangu menatap wajah Zaki yang begitu tampan saat baru terbangun dari tidurnya.
"aku banyak salah sama kamu, maaf...!"
sahut Bianca dengan tatapan sayu.sungguh ia menyesali perbuatannya.
Zaki tak menjawab, ia malah Meraih bibir Bianca dengan penuh hasrat.
bibir yang dulu sering mencaci dan memaki nya kini berada dalam pagutan nya, Zaki tidak sadar bahwa cinta lama itu kembali tumbuh meski ia telah mengubur nya dalam dalam, tidak ada yang bisa menolak pesona Bianca, Apalagi sekarang Bianca sudah banyak berubah.
pagi itu Zaki terus mencumbu Bianca tanpa henti, bermain seperti keinginan hasratnya.
tak perduli dengan suara nyaring dari ponsel nya yang berdering, Zaki lebih memilih fokus pada wanita yang terkapar di bawah Kungkungan nya.
Zaki tersenyum karena Bianca mulai menikmati permainan nya, Bianca mengigit bibirnya sendiri menahan desah yang ingin keluar dari mulut nya.
"aku suka sekali melihat mu seperti ini Bianca, kita akan bercinta sampai siang !"
ujar Zaki lalu mencium bibir Bianca.
jika sudah seperti itu Bima lah yang pusing karena harus menunda beberapa jadwal meeting karena Zaki menolak untuk di hubungi.
"hah, mending cari bule...!"
ujar Bima lalu pergi meninggalkan kamar hotel.
Tubuh yang dulu membuat nya begitu ilfil kini tengah menikmati nya tanpa henti, Zaki bahkan tak menghiraukan beberapa panggilan masuk.
"Zaki, aku lupa membawa pil penunda kehamilan..."
ujar Bianca meminta berhenti namun Zaki tak peduli, Ia ingin Bianca hamil keturunan nya, dengan itu mereka akan terus terikat.
"Bian....."
seru Zaki lalu ambruk di tubuh Bianca yang terdapat beberapa tanda kepemilikan nya.
"kau tidak masalah kalau aku hamil...?"
tanya Bianca menatap wajah Zaki yang berada di atas nya.
"kau sengaja kan meniggalkan obat nya, aku tahu Bianca kau lah yang menginginkan hamil..!"
jawab Zaki lalu merebahkan tubuh nya di samping Bianca yang terpaku.
"aku....!"
seru Bianca terhenti saat Zaki menyentuh bibir nya.
"aku lelah jangan banyak bicara Bianca ! diam kau!" sahut Zaki lalu memejamkan matanya, Bianca mengigit bibir nya saat Zaki menarik tubuh nya lalu mendekap nya hangat.
"Zaki sebaiknya kita membersihkan diri, aku ingin ke kamar mandi !"
Zaki membuka mata nya lalu menyeringai membuat Bianca melebarkan matanya.
"maksudku....!"
Zaki langsung mengangkat tubuh Bianca dan membawa nya ke dalam kamar mandi.
bersambung.....
cerita nya bagus 👍
enak dibaca jalan cerita nya 👍
dan pastinya ada pembelajaran yg dapat dipetik dari cerita ini 👍👍🤗
sukses untuk cerita ini.. dan untuk karya lainnya juga 🤗🤗🤗❤️❤️