Indonesia
NovelToon NovelToon
Tersesat Dalam Novel Psikopat Tampan

Tersesat Dalam Novel Psikopat Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Dark Romance / Psikopat
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Sena tidak pernah membayangkan bahwa kebiasaannya membaca novel thriller malam itu akan membawanya ke dalam pusaran teror nyata. Ia terbangun di dalam dunia novel favoritnya—sebuah cerita kelam yang berpusat pada sosok psikopat genius bernama Vex Noir. Di balik topeng topeng pembunuh dingin yang membantai korbannya dengan santai dan tanpa jejak, Vex Noir dikenal selalu berhasil meloloskan diri dari kejaran hukum tanpa cela. Aturan permainan menjadi jauh lebih mengerikan ketika Sena menyadari identitas barunya: ia tidak bertransformasi menjadi sang pahlawan, melainkan menjadi korban pertama dalam daftar pembunuhan Vex Noir—karakter figuran yang seharusnya tewas mengerikan di bab awal. Berbekal ingatan detail tentang setiap plot, kebiasaan, hingga jalan pikiran sang psikopat, Sena harus memutar otak untuk meretas takdirnya sendiSena tidak pernah membayangkan bahwa kebiasaannya membaca novel thriller malam itu akan membawanya ke dalam pusaran teror nyata. Ia terbangun di dalam dunia novel favoritnya sebuah cerita kelam yang berpusat pada sosok psikopat genius bernama Vex Noir. Di balik topeng topeng pembunuh dingin yang membantai korbannya dengan santai dan tanpa jejak, Vex Noir dikenal selalu berhasil meloloskan diri dari kejaran hukum tanpa cela. Aturan permainan menjadi jauh lebih mengerikan ketika Sena menyadari identitas barunya: ia tidak bertransformasi menjadi sang pahlawan, melainkan menjadi korban pertama dalam daftar pembunuhan Vex Noir karakter figuran yang seharusnya tewas mengerikan di bab awal. Berbekal ingatan detail tentang setiap plot, kebiasaan, hingga jalan pikiran sang psikopat, Sena harus memutar otak untuk meretas takdirnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Mobil van hitam itu akhirnya berhenti di sebuah kawasan industri terpencil yang terbengkalai. Estella diseret secara kasar keluar dari kabin, langkah kakinya terseret-seret di atas tanah berkerikil tajam hingga ujung matakakinya tergores luka.

"Jalan yang benar, Nona Muda!" gertak preman berkepala botak seraya menarik paksa lengan Estella, membawanya masuk ke dalam sebuah gudang tua yang berdebu dan beraroma karat menyengat.

Estella yang tangannya terikat di belakang hanya bisa menyunggingkan senyum getir yang amat pasrah. "Aish... ujung-ujung nasib gue tetap meningsoy juga ternyata," gumamnya lemas dengan raut wajah memelas. "Nggak di tangan psikopat, di tangan musuh bisnis keluarga pun boleh deh! Takdir gue emang didesain buat mati tragis apa gimana sih?!"

Di tengah ruangan gudang yang remang-remang, duduk seorang pria paruh baya berjas lusuh di atas kursi kayu. Pria itu—sang ketua bos rakitan musuh bisnis orang tuanya—menatap Estella dengan pandangan penuh kebencian yang membara.

Tanpa membuang waktu, bos itu berdiri dan mulai melontarkan makian, celaan, serta hinaan bertubi-tubi kepada Estella dan kedua orang tuanya. Ia membeberkan bagaimana keluarga Aurora menghancurkan usahanya di luar negeri hingga ia bangkrut total.

Estella yang sudah kelelahan fisik dan mental hanya mendengarkan ocehan panjang itu dengan raut wajah bosan setengah mati.

"Duh, Om... ceritanya panjang banget, kagak ada cemilan apa?" potong Estella santai seraya menguap pelan. "Kacang kek, atau air putih gitu. Capek nih dengerin Om ceramah dari tadi."

Raut wajah sang bos seketika berubah merah padam karena murka. Wajah acuh tak acuh dan tatapan menantang Estella persis seperti raut wajah ibunya yang arogan saat menolaknya di papan direksi perusahaan dulu!

"Kurang ajar kau!"

PLAKKK!

Sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi mulus Estella! Saking kuatnya ayunan tangan pria itu, tubuh Estella terlempar ke samping dan terhempas keras ke lantai semen yang dingin.

"Ughhh!" Estella meringis kesakitan. Sudut bibirnya robek seketika, dan rasa amis darah menyengat lidahnya. Belum sempat ia bernapas, bos itu melangkah maju dan menendang perut Estella tanpa ampun!

BAMM!

"Uhuk! HUEKKK!"

Estella terbatuk-batuk hebat hingga memuntahkan darah segar di atas semen kotor. Perutnya Serasa dicengkeram besi panas, napasnya tersengal-sengal di antara rasa sakit yang luar biasa dahsyat. Keringat dingin mengucur membasahi seluruh tubuhnya.

Pria itu kemudian melangkah ke sudut ruangan dan mengambil sebuah senjata dari atas meja. Bukan cambuk biasa, melainkan cambuk kulit tebal yang sepanjang talinya dipasangi gerigi-gerigi besi tajam yang sanggup merobek kulit dan daging manusia hingga terkoyak.

Melihat benda mengerikan itu berayun di udara, seluruh jiwa nekat Estella runtuh seketika. Rasa takut yang murni dan teramat nyata merayap dari telapak kakinya.

"J-jangan... Tolong, Om! Jangan pakai itu!" jerit Estella ketakutan setengah mati, air matanya menetes membasahi pipinya yang lebam. Tubuhnya mundur merangkak pelan, menjauhi bayangan cambuk bergerigi tersebut. "Aku mohon... ampun, Om! Ampun!"

Tiba-tiba, nada dering ponsel milik sang bos berbunyi nyaring. Pria itu menghentikan langkahnya, mendesis kesal, lalu mengangkat telepon tersebut dan melangkah beberapa meter ke belakang untuk berbicara.

Melihat kesempatan emas itu, Estella menggunakan sisa tenaganya dengan cepat. Ponsel mewahnya yang tersembunyi di dalam saku jaketnya mendadak bergetar hebat. Panggilan masuk dari Lucian! Pria itu menelpon karena jam sudah menunjukkan tengah malam dan 'babu' pribadinya belum juga menampakkan batang hidungnya di mansion.

Dengan tangan terikat yang gemetaran hebat di belakang tubuhnya, Estella berhasil menekan tombol terima via sensor jari dan mengaktifkan mode speaker secara diam-diam.

"Kau berani kabur?" desis suara deep voice Lucian dari balik telepon—rendah, dingin, dan penuh nada ancaman mematikan.

"T-Tolong aku... Lucian... Aku mohon..." bisik Estella dengan suara yang sangat lemah, pecah, dan gemetaran. Tidak ada lagi nada bercanda, nada santai, atau godaan konyol khas dirinya. Di dalam suaranya hanya ada ketakutan murni dari seorang gadis yang berada di ambang kematian. "Tolong aku... Lucian..."

Di seberang telepon, Lucian terkekeh pelan—sebuah tawa mengejek yang teramat dingin. "Sepertinya kau juga diincar ya, Estella?"

"K-kau tega...!" pekik Estella cepat dengan sisa-sisa nafasnya, air matanya makin deras mengalir. "Kau lupa sama aku?! Aku gadis kecil yang nemenin kamu waktu kita umur enam tahun di taman! Bahkan aku ngasih kamu kalung buatan tangan warna silver liontin bintang! Kau lupa, Lucian?! Aku orangnya!"

Garis seberang telepon seketika membisu total. Lucian terdiam. Kata 'kalung silver liontin bintang' dan 'taman' menghantam ingatan tergelap yang selama ini ia kubur rapat-rapt di dasar jiwanya.

Namun, sebelum Lucian sempat membalas—

"Telepon siapa ini, hah?!"

BAMM!

Sang bos kembali dan merebut ponsel Estella, membantingnya ke lantai hingga hancur berkeping-keping!

"Kau mencoba minta bantuan?!" murka bos itu. Dengan tatapan gelap, ia mengayunkan cambuk bergerigi itu ke udara!

SJJJJTTT-CRAAAK!

"AAAAAAKKKKKKHHHHHHHH!"

Jeritan melengking Estella membelah malam saat cambuk tajam itu merobek kain pakaian dan kulit punggungnya! Darah segar menyembur berhamburan ke atas lantai semen, diiringi rasa sakit membakar yang tak terperikan!

1
putmelyana
bodoh banget ceweknya orang MH ngejauh dari kematian malah ngedeketin udah tau dia psikopat malah deketin. orang mh kabur nikmati karena transmigrasi jadi kaya malah jadi babu
putmelyana
apasih karakter ceweknya sikapnya berlebihan banget gajelas.
Alissia
up thor🤭🤭
Alia Chans
Hadir Thor, saling support💪/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!