Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak
"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.
kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8 PERUT YANG LAPAR
Sanfani mencoba menelepon pihak Cafe menempel di telinga kanan, sepertinya tersambung____
"hallo selamat siang, mau pesan apa? ". Tanya seorang wanita yang ternyata Kety
" Siang... hmmmm saya mau pesan makanan bisa di anterin ke kantor? ".
" Bisa... silahkan mau pesan apa? ".
" Hay.. mau pesan apa? " Tanya sanfani pada Elina
"Samain aja sama kamu". Jawab Elina
" ok. Halo".
"iya.. gimana? ".
" saya mau pesan yang biasa saya pesan dua bungkus ya... nanti bayarnya lewat aplikasi ".
" Baik di tunggu. terimakasih ".
sanfani pun menutup telepon.
" Sekarang kita tunggu pesanan kita datang ". ucap sanfani
" ok. aku hanya berharap bukan pria aneh itu yang mengantar makanan ".
" Berdoa saja ok". Ujar Sanfani.
Kemudian beberapa menit, kini Elina sedang berada di ruang kantornya, duduk di kursi depan meja kerja sambil menunggu pesanan makanan datang. sepertinya Elina tidak tahan teras laper perutnya terus berbunyi keroncongan.
"Aduhh... ko lama". Elina berkata tangan kanan menyentuh perut yang berbunyi.
Berdering
Telepon kantor pun berbunyi, Elina pun angkat telepon
" maaf Bu bos, ada seorang pria dari Cafe katanya mau mengantarkan makanan untuk bu bos".
"Iya... saya pesan makanan itu. sebelum dia masuk. tanya namanya siapa dia".
" baik ".
Elina menunggu untuk memastikan bahwa yang mengantar kan makanan bukan brayen.. tidak lama
" namanya Zaka bu bos ".
" zaka? ". Ucap Elina merasa heran, ia merasa nama zaka tidak terdengar di Cafe tersebut, Tapi sudah lah mungkin karyawan baru Elina tidak mau berfikir pusing, ia merasa sudah tidak tahan menahan lapar.
" Sudah suruh dia masuk "..
" Baik ".
Elina pun meletakkan ponsel di tempat nya, Elina menyenderkan belakang punggung sambil menunggu makanannya datang. Tidak lama berselang
Tok.
Tok
Tok.
Kemudian seseorang mengetok pintu, Elina merasa mungkin seorang karyawan Cafe membawa makanan yang ia pesan, tidak berfikir panjang____
"Iya masuk". minta Elina
Klak
Pintu terbuka dan____
Ekpresi wajah Elina berubah terkejut melihat seorang sambil membawa paket makanan melangkah
" Kamu!! ". Ucap Elina dengan nada tegas tercampur terkejut
Ternyata yang membawa makanan adalah Brayen ia memakai nama palsu agar bisa bertemu dengan perempuan jutek.
" Keluar!! ". Minta Elina sambil tunjuk jari menyuruh keluar
" Tenang... aku ke sini hanya mengantarkan bukan menggangu ".
Brayen melangkah mendekat meletakkan paket makanan di atas meja depan Elina.
" Senang bisa bertemu dengan kamu lagi". Ucap Brayen tersenyum
Elina hanya ekpresi bingung melihat tingkah Brayen makin aneh.
"Bawa lagi makanan nya... saya tidak mau". Ucap Elina
" Kenapa? ". tanya Brayen bingung
" Aku takut di dalam makanan itu, ada racun atau sesuatu, saya tidak mau terjadi sesuatu pada saya". Ujar Elina dengan tegas tercampur panik
Brayen tersenyum ia merasa konyol mendengar kalimat Elina yang seakan-akan menyudutkan kecurigaan.
Brayen melangkah mendekat. melihat pria aneh itu mendekat sontak Elina ketakutan.
"Mau apa kamu?? ". Tegas Elina
Brayen pegang kuris memutar ke arahnya, menatap mata dengan tajam, Mereka berdua saling menatap tajam. Wajah Brayen mendekat
" Jangan bicara seperti itu. Belum tentu isi makanannya berbahaya " ucap Brayen dengan nada pelan
Elina hanya terdiam kaku sambil memandang wajah pria aneh ini dengan tatap waspada.
Tangan kanan Brayen meraih menyentuh rambut Elina yang lembut dan halus itu, ia menyentuh dengan lembut sambil melirik rambut yang ia sukai. Berlahan wajah Brayen mendekat dan___wajahnya memiringkan lalu____
Cup...
Brayen mencium wajah pipi Elina dengan lembut. Seketika Elina terkejut namun terdiam tidak bergerak ia hanya diam kaku tapi terasa gemetar. Seperti ke setrum listrik yang singkat membuat dirinya kaget hingga kedua matanya terbuka lebar.
Lanjut Brayen menghirup aroma wangi di bagian leher, terasa menyegarkan dan tenang seperti membawa sesuatu imajinasi. Ia kecup leher dengan lembut
Membuat Elina merasakan gairah geli, namun terasa enak hingga ia penjam kan mata dengan berlahan. ia melet lidah merasakan sensitif, seluruh tubuh seketika merasakan setrum listrik.
"Hmmm.! ".
Suara desah terdengar oleh Brayen, ia tersenyum Lalu berlahan mundur melihat wajah Elina. Terlihat wajah Elina berubah memerah merona, ia membuka mata menatap wajah Brayen. Mereka berdua cukup lama menatap____
Berdering
Seketika mereka berdua terkejut mendengar suara nada dering ponsel punya Brayen, hingga Elina tersadar.
Plak...
satu tamparan tempat di wajah pipi Brayen, hingga menepis lalu berdiri tegak dengan ekpresi tenang.
Elina bangkit berdiri berhadapan sambil menatap marah.
"KELUAR!! ". minta Elina dengan nada keras dan tegas sambil menuju ke arah pintu tersebut
" Ok. Tapi kalau butuh sesuatu bilang padaku, aku akan memberikan apa yang kamu butuhkan ". Ucap brayen senyum, melangkah jalan keluar ruang kantor
Elina menghela nafas lega, namun saat tangan kanan menyentuh leher, membuat dirinya teringat apa yang brayen lakukan pada dirinya hingga terbayang-bayang, namun Elina pun menggeleng kepala untuk melupakan kejadian Tersebut.
"Iiihhh, pria aneh". Elina berkata sambil merasakan merinding, Ia melangkah sambil melihat paket makanan.
Saat hendak menyentuh, niat hati ingin makan siang tapi paket makan yang mengirim adalah Brayen merasa males. Elina memutuskan membuang paket makan di tempat sampah samping meja bawah. Lebih baik menahan lapar ketimbang harus makan dari pria aneh. Ekpresi Elina sangat kesel, padahal perut sudah merasakan keroncongan tak tertahankan, ia melangkah kembali duduk di kursi untuk berkerja.
Malamnya, Elina melangkah jalan di lorong waktunya untuk pulang ke rumah. Ia ingin secepatnya pulang perut sudah merasakan lapar tak tertahankan, sudah terasa lemas dan tidak ada energi.
"Hadeuh... gara-gara pria aneh itu. terpaksa tahan lapar... hmmmm!! benar-benar lapar !! ". Elina berkata sambil merengek keluh, berjalan dengan bergegas.
Sampai tempat parkiran mobil saat membuka pintu mobil.
" Aaa argghhh! ". Elina terkejut ada sebuah tangan menyentuh pergelangan tangannya.
" Hey!! ini aku! ". Ucapnya.
Elina berbalik dan menoleh, ternyata pria aneh lagi, yaitu brayen. Brayen tersenyum pada Elina dengan tenang.
" Iiiihhhhh, nyebelin!! ". Ucap Elina kesel
" hehehheheh! maaf bikin nona takut". Kekeh Brayen tertawa ringan
"Kenapa kamu ada di sini, ngapain ada di kantor saya?? ".
" Hmmmm!! kepikiran soal paket makanan yang saya kirim. Apa di makan atau di buang?? ". Tanya balik Brayen
" Di buang! ". Jawab Elina lantang namun singkat
" Lah... kenapa di buang? lagian isinya juga bukan, sebuah bom atau tikus ".
" Takutnya di dalam makanannya di campur racun atau bikin saya tidak bisa hidup lagi"
"Tidak sekejam itu. dari pada aku racun lebih baik aku nikahi kamu saja. ". senyum Brayen
" iiiihhhh ogah....! siapa mau sama orang kayak kamu, kamu aneh!! ".
"Aneh? tidak aneh memang seperti ini.Mau pulang? ". Tanya Brayen.
" Iya... mau makan saya lapar gara-gara kamu".
"Aku lagi yang salah. Ok gini ya... ikut aku". Ajak Brayen sambil tarik tangan Elina melangkah jalan. Raut wajah Elina berubah bingung berjalan mengikuti.