Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.
Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.
Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.
Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Tatapan Sang Janda
Dia sama sekali tidak menunjukkan raut ketakutan, yang mana hal itu justru membuat preman-preman tersebut merasa tersinggung.
"Kevin yang mengirim kalian, kan?" tebak Bayu tanpa basa-basi.
Pria bertato itu tertawa meremehkan sambil meludah ke tanah.
"Kau tidak perlu tahu siapa yang membayar kami, bocah."
"Tugas kami malam ini sangat sederhana, mematahkan kedua tanganmu dan menghancurkan tempurung lututmu."
"Kalau kau patuh dan diam saja, rasanya mungkin tidak akan terlalu sakit."
Bayu menghela napas panjang, mengeluarkan kedua tangannya dari dalam saku celana.
"Kalian terlalu banyak bicara," balas Bayu dingin.
Ucapan Bayu itu menjadi pemicu kemarahan mereka.
"Habisi anak sombong ini!" teriak pria bertato itu memberi perintah.
Wush!
Salah satu preman yang membawa tongkat besi berlari maju dengan kecepatan penuh.
Dia mengayunkan tongkat besinya ke arah kepala Bayu dengan niat untuk menghancurkan tengkoraknya.
Namun, di mata Bayu, gerakan preman itu terlihat sangat lambat.
Aliran energi dari giok hijau langsung memompa adrenalin ke seluruh otot kakinya.
Srak!
Bayu hanya menggeser tubuhnya sedikit ke samping, membiarkan tongkat besi itu memukul angin kosong.
Sebelum preman itu bisa menarik kembali senjatanya, tangan kanan Bayu melesat ke depan seperti kilat.
Tuk!
Jari telunjuk dan jari tengah Bayu menekan titik saraf mati rasa yang terletak di pangkal bisep preman tersebut.
"Argh!" teriak preman itu terkejut saat lengan kanannya tiba-tiba lumpuh dan menjatuhkan tongkat besinya.
Klentang!
Tongkat besi itu jatuh ke aspal.
Bayu tidak berhenti sampai di situ.
Dia memutar tubuhnya, menggunakan siku kirinya untuk menghantam rahang preman itu dengan kekuatan yang terukur.
Brak!
Bunyi tulang yang bergeser terdengar sangat jelas.
Preman bertubuh besar itu langsung pingsan sebelum tubuhnya menyentuh tanah, rahangnya terkilir parah.
Melihat temannya tumbang hanya dalam hitungan detik, dua preman tersisa membelalakkan mata tidak percaya.
"Anak setan! Mati kau!" raung preman kedua yang membawa tongkat besi.
Dia menyerang Bayu dari sisi kiri secara membabi buta.
Bayu menendang tongkat besi yang tergeletak di tanah hingga melayang ke udara, lalu menangkapnya dengan tangan kanan.
Trang!
Bayu menangkis ayunan preman kedua dengan mudah.
Tenaga Bayu yang sudah diperkuat oleh kekuatan tabib dewa membuat preman itu terpental mundur karena tidak kuat menahan benturan.
Tanpa ampun, Bayu melangkah maju dan mengayunkan tongkat besinya ke arah lutut preman tersebut.
Krak!
"Aaaaaarghhh!!!" jerit preman itu melengking tinggi hingga bergema di seluruh gang.
Dia jatuh berlutut sambil memegangi kakinya yang kini membengkok ke arah yang tidak wajar.
Tulang keringnya patah total.
Kini hanya tersisa pria bertato ular yang berdiri gemetar memegang pisau lipatnya.
Keringat dingin membasahi seluruh wajahnya.
Dia tidak pernah menyangka bahwa murid SMA kurus yang dibayar untuk dihajarnya ternyata adalah monster petarung yang sangat brutal.
"Mundur... jangan mendekat!" ancam pria bertato itu sambil mengayun-ayunkan pisaunya ke depan secara asal.
Bayu melempar tongkat besinya ke samping dan berjalan perlahan mendekati pria itu.
Tatapan mata Bayu mengunci pria itu layaknya predator yang sedang bermain-main dengan mangsanya.
"Tadi kau bilang ingin mematahkan tanganku, bukan?" bisik Bayu dengan nada mematikan.
Pria bertato itu nekat.
Dia menerjang maju, menusukkan pisaunya ke arah perut Bayu.
Sret!
Bayu menangkap pergelangan tangan pria itu tepat sebelum ujung pisau menembus seragamnya.
Genggaman Bayu sangat kuat, seperti tang penjepit dari baja yang perlahan meremukkan tulang.
"Lepaskan! Lepaskan tanganku bajingan!" teriak preman itu sambil meronta kesakitan.
"Siapa yang mengirimmu?" tanya Bayu datar.
"A-aku tidak tahu! Kami cuma dibayar melalui perantara!" bohong pria itu.
Krak!
Bayu memelintir pergelangan tangan pria itu ke arah luar hingga terdengar suara patahan yang mengerikan.
Pisau lipat itu jatuh ke tanah bersamaan dengan jeritan histeris dari pria bertato tersebut.
"Aku tanya sekali lagi, siapa yang menyuruhmu?" ulang Bayu tanpa melepaskan cengkeramannya yang kini berpindah ke leher preman itu.
Napas preman itu tersengal, wajahnya membiru karena kekurangan oksigen.
"Ke-Kevin... anak orang kaya bernama Kevin yang menyewa kami!" ucap preman itu terbata-bata menahan sakit dan takut mati.
Bayu tersenyum tipis.
Sesuai dugaannya, anak manja itu memang tidak pernah belajar dari kesalahannya.
Bayu melepaskan cengkeramannya, membiarkan preman bertato itu jatuh terkapar di tanah sambil batuk-batuk mencari udara.
"Kembali ke majikanmu, dan katakan padanya, kalau dia berani menggangguku lagi, aku sendiri yang akan datang ke rumahnya untuk mencabut nyawanya," ancam Bayu dengan suara dingin yang menusuk tulang.
Bayu berbalik, berniat melanjutkan perjalanannya pulang.
Namun, langkahnya terhenti saat matanya menangkap siluet seseorang berdiri tak jauh di ujung gang yang sedikit terang.
Siluet itu adalah seorang wanita.
Dia berdiri mematung di samping sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam yang kap mesinnya terbuka karena mogok.
Wanita itu mengenakan gaun malam berwarna merah marun yang sangat ketat, menonjolkan lekuk tubuhnya yang matang dan sempurna bagaikan gitar spanyol.
Rambut panjangnya yang bergelombang dibiarkan tergerai ditiup angin malam.
Wajah wanita itu sangat cantik dan dewasa, memancarkan pesona seorang janda kaya yang anggun dan berkelas.
Matanya yang tajam dihiasi riasan riasan tipis, menatap Bayu dengan sorot keterkejutan yang luar biasa.
Wanita itu bernama Siska, seorang pengusaha properti muda yang kebetulan mobilnya mogok di jalan raya tepat di depan gang tersebut.
Siska berniat mencari bantuan ke dalam gang, namun dia malah disuguhi pemandangan pertarungan brutal di mana seorang pemuda berseragam SMA menghancurkan tiga preman berbadan besar tanpa ampun.
Awalnya Siska merasa sangat ketakutan, kakinya gemetar dan dia ingin berlari kabur.
Namun, saat Bayu berbalik dan menatapnya, sesuatu yang tidak masuk akal terjadi pada tubuh janda cantik itu.
Aura pemikat yang menguar kuat dari tubuh Bayu sehabis bertarung terbawa oleh hembusan angin malam dan langsung menerpa wajah Siska.
Deg!
Jantung Siska berdetak sepuluh kali lebih cepat.
Rasa takutnya menguap seketika, digantikan oleh hawa panas aneh yang tiba-tiba membakar seluruh tubuhnya.
Dia menatap mata Bayu, melihat sosok pria yang sangat kuat, dominan, dan liar.
Aroma maskulin yang dibawa angin itu membuat napas Siska menjadi sangat berat.
"Ya Tuhan... hawa apa ini?" batin Siska dengan wajah yang mendadak memerah padam.
Kedua kakinya terasa sangat lemas hingga dia harus berpegangan pada badan mobil mewahnya agar tidak jatuh terduduk.
Rasa basah yang memalukan tiba-tiba muncul di pusat tubuhnya, merespons dominasi dan pesona mutlak yang dipancarkan oleh Bayu.
Siska yang selama lima tahun masa jandanya tidak pernah tertarik pada pria mana pun, kini merasa hasrat kewanitaannya meledak-ledak hanya dengan menatap seorang murid SMA dari kejauhan.
Bayu menatap wanita dewasa itu sejenak.
Melihat pipi wanita itu yang memerah dan napasnya yang tersengal, Bayu langsung tahu bahwa aura gioknya kembali memakan korban baru.
Bayu mengukir senyum miring yang sangat mempesona di bibirnya.
Dia tidak mengatakan apa-apa, hanya terus berjalan perlahan mendekati wanita cantik yang kini tidak bisa mengalihkan pandangannya itu.
Malam ini, sepertinya Bayu akan mendapatkan hiburan lain selain menghancurkan tulang para preman suruhan Kevin.