Indonesia
NovelToon NovelToon
(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Janda / Anak Kembar / Identitas Tersembunyi
Popularitas:49.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

"Aku tidak butuh pernikahan. Tak ada satupun wanita yang bisa menggantikan posisi cinta pertamaku.”

Di usianya yang sudah matang, Arsen Winston, pewaris tunggal Winston Group berada di puncak kejayaan. Namun, tekanan keluarga menuntutnya untuk segera berumah tangga. Menolak menyerah pada pendirian sang putra, Adrian, sang ayah, merancang rencana gila dengan menyewa seorang wanita malam demi mendapatkan keturunan.

​Namun, sebuah kesalahan fatal terjadi. Wanita yang menghabiskan malam dengan Arsen bukanlah wanita sewaan sang ayah, melainkan seorang gadis misterius yang menghilang tanpa jejak.

​Lima tahun berlalu…

​Di atas kapal pesiar mewah, sebuah insiden mengerikan hampir merenggut nyawa seorang bocah perempuan. Arsen bertindak cepat untuk menyelamatkannya. Namun, saat tatapan mereka bertemu, jantung Arsen seolah berhenti berdetak.

​Anak menggemaskan itu memiliki garis wajah yang sangat identik dengannya, bahkan punya alergi sepertinya.

“Hai bocah, kamu tidak suka kacang?”

“Ndak cuka, bikin gatal-gatal badan Lupia. Paman Endut ndak cuka kacang juga?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Daddy

Jeritan histeris, makian, dan suara kepanikan berpadu menjadi satu di bawah langit malam.

“Ya Tuhan! Anak siapa itu yang jatuh ke laut?!” teriak seorang wanita.

“Bodoh sekali laki-laki itu! Beraninya dia mendorong anak kecil ke laut!” timpal seorang konglomerat berjas putih, menunjuk-nunjuk pria muda arogan yang tadi mendorong Luvia.

“Cepat panggil tim penyelamat! Jangan hanya berdiri dan menonton!” bentak tamu lainnya yang mulai saling dorong dan panik.

“Hei, siapa ibu dari anak itu? Mana orang tuanya? Cepat cari ibunya!”

Sementara mereka sibuk berdebat, wajah Arsen tampak dipenuhi amarah yang membakar ubun-ubun. Baru saja ia hendak melompat menyusul, sebuah tangan kokoh tiba-tiba mencengkram bahunya dari belakang.

“Bos Besar! Jangan! Anda mau gila?! Lautan terbuka di tengah malam begini sangat berbahaya! Biar tim penyelamat kapal yang urus!” seru Mateo yang baru saja datang dengan napas memburu setelah berhasil menemukan atasannya.

Arsen menepis kasar tangan Mateo. Wajahnya yang biasa dingin kini menggelap, matanya memerah menahan murka melihat ratusan orang di sekitar hanya berteriak panik tanpa ada yang berani bergerak menyelamatkan sang anak.

“Lepas, Mateo! Tidak ada satupun dari mereka yang punya hati! Kalau anak itu kenapa-napa, kupastikan kapal ini jadi kuburan mereka!” bentak Arsen geram, suara baritonnya menggelegar mengalahkan deru angin laut.

Tanpa membuang waktu sedetik pun, Arsen langsung melompat dari tepi geladak.

Byur!

Mateo terperanjat hebat, berdiri membatu di pinggir pembatas dengan mulut menganga lebar. Bos besarnya yang terkenal kejam, arogan, dan paling tidak peduli dengan urusan orang lain, kini justru mempertaruhkan nyawanya sendiri demi menyelamatkan seorang anak kecil asing yang sama sekali tidak dikenalnya.

“Ternyata dibalik sifat sombong dan dinginnya, Bos Besar memiliki hati malaikat,” batin Mateo nyaris meneteskan air mata.

Di dalam dinginnya air laut yang pekat, Arsen berenang bagai hiu kelaparan, membelah ombak demi menggapai titik kecil yang tadi terjatuh. Puji Tuhan, instingnya tak meleset. Tangannya yang kokoh berhasil mendekap tubuh gempal Luvia yang mulai tenggelam.

“Anak pintar... Bertahanlah,” gumam Arsen panik.

“Daddy…” lirih Luvia setengah sadar.

Arsen buru-buru merengkuh tubuh mungil itu ke permukaan. Namun tepat saat melepaskan kacamata renang yang masih menutupi wajah Luvia untuk memberinya ruang bernapas, gerakan Arsen seketika membeku. Bagaikan disambar petir di siang bolong, dunia seolah berhenti berputar.

Di bawah cahaya lampu darurat kapal yang menyorot permukaan air, wajah pucat Luvia terpampang sangat jelas di hadapannya.

Pipi chubby itu...

hidung mancung itu...

bentuk bibir itu…

Wajah ini... wajah siapa ini?!

Garis wajah Luvia adalah cetakan 3D dirinya sewaktu kecil! Bahkan bulu matanya lebih lentik dari Arshy. Mustahil! Bagaimana bisa ada anak asing yang memiliki gen identik dengannya?!

“Bos Besar! Cepat pegang pelampung ini!” teriak Mateo dari atas geladak sambil melemparkan ban pelampung bertali bersama beberapa awak kapal.

Teriakan Mateo menyadarkan Arsen dari lamunannya. Namun masalah baru muncul lagi. Postur tubuh Arsen yang besar ditambah beban air laut yang menyerap ke jas mewahnya membuatnya kesulitan bergerak melawan arus bawah yang kuat. Tenaganya terkuras habis, dan mereka berdua hampir saja terseret gulungan ombak.

“BOSSS!” Mateo semakin panik di atas sana.

“Ya Allah, jangan sampai Bos saya meninggal. Gaji saya belum cair bulan ini!” mohon Mateo dalam hati.

Beruntung sekali, tim penyelamat profesional bergerak cepat. Perahu karet darurat diturunkan, dan jaring pengaman segera dilemparkan. Dalam hitungan detik, Arsen dan Luvia berhasil ditarik naik ke atas dek kapal dengan selamat.

“Tim medis! Cepat bawa tandu! Anak ini tidak sadarkan diri!” teriak salah seorang kru kapal panik.

Petugas medis langsung bergerak sigap, membawa Luvia yang terkulai lemas dengan seragam medis darurat, disusul oleh Arsen yang terbatuk-batuk memuntahkan air laut.

Mateo langsung berlari mendekat, merangkul lengan atasannya dengan mata berkaca-kaca penuh rasa syukur. “Ya ampun, Bos! Anda hampir membuat saya jantungan! Nyaris saja Winston Group kehilangan CEO-nya gara-gara bocah—eh, maksud saya, gara-gara aksi heroik Anda!”

Arsen mengabaikan omelan Mateo. Ia terduduk basah kuyup di lantai dek, napasnya memburu, sementara tatapannya kosong nan tajam menatap ke arah tandu tempat Luvia dilarikan.

“Anak itu... siapa sebenarnya ibunya?”

____

Adara melangkah gontai meninggalkan pesta itu, namun langkahnya langsung terhenti mendapati kamar anak-anaknya tampak sepi. Biasanya akan disambut suara cempreng Luvia.

Jantungnya kian berdegup kencang. Ia hanya melihat Lucky yang menangis histeris di sudut ruangan sambil memeluk ransel Luvia, sementara Lucian berusaha tegar memeluk dan menenangkan adiknya.

Bencana kecil ini terjadi akibat ulah mereka sendiri. Luvia hilang entah ke mana saat ketiganya nekat memulai aksi rahasia mencari suami baru untuk sang ibu.

"Lucky, Lucian! Ada apa ini? Di mana Luvia?" tanya Adara.

Dengan air mata yang membasahi pipinya dan tersengguk-sengguk, ia menjawab terbata-bata, 

"Luvia... Luvia hilang, Mommy! Tadi dia jalan duluan waktu kita cari Mommy..."

Mendengar pengakuan itu, kaki Adara lemas seketika. Ia jatuh bersimpuh di lantai. Tangannya spontan mencengkram dada kirinya yang terasa nyeri luar biasa. 

Meski amarah dan rasa takut bergemuruh di dadanya, Adara menggigit bibirnya erat-erat. Ia tahu, panik tidak akan menyelesaikan apa pun. Ia harus tetap tenang di depan anak-anaknya. Dengan sisa tenaga yang ada, Adara bangkit, merentangkan tangan, lalu memeluk kedua putra kecilnya secara bersamaan.

"Tenang, sayang... Jangan nangis lagi. Mommy ada di sini. Kita akan cari Luvia sama-sama, ya?" bujuk Adara dengan suara lembut yang menenangkan ketakutan Lucky dan Lucian.

Namun, anak-anak mana yang bisa diam saat saudari kembar mereka hilang? Lucky dan Lucian merengek kuat, bersikeras ingin ikut mencari jejak Luvia.

Tidak tega meninggalkan mereka sendirian, Adara akhirnya memutuskan membawa serta kedua putranya. Dengan penuh cinta, ia menggendong Lucky di satu lengan dan merangkul Lucian erat-erat. Dalam dekapannya yang hangat, terselip doa yang amat dalam di lubuk hati Adara, berharap Sang Pencipta melindungi putri kecilnya dan Luvia sama sekali tidak jatuh ke tangan orang jahat yang berniat buruk. 

“Luvia…. semoga saja ada orang baik yang menemukanmu.”

Begitu Adara kembali ke tempat pesta, semua terlihat sepi. Adara bertanya ke salah satu petugas tim penyelamat yang membereskan TKP.

“Ada apa ini, Pak? Apa yang barusan sudah terjadi?” tanya Adara.

“Maaf, Bu. Anda jangan terlalu dekat kemari. Sangat berbahaya.”

“Kenapa? Ada banyak hiunya?” tanya Lucian dan Lucky hampir bersamaan.

“Baru saja, seorang anak perempuan jatuh kemari,” jawab si petugas dan menunjukkan jepitan rambut Luvia.

Wajah Ibu dan dua anak itu langsung pucat pasi. Lucky yang memiliki hati lemah lembut akhirnya kembali menangis lebih kencang lagi, bahkan turun dari gendongan Ibunya. Ia ingin mencari adiknya di bawah sana tapi petugas menahannya. Sementara Lucian tertunduk dan mulai terisak-isak dalam diam. Ia sering jutek pada adiknya itu tapi kali ini ia sangat terpukul.

“LUVIAAAA! HUAAA!”

“MOMMY… LUVIA… HIKS…”

Petugas merasa bersalah sudah membuat dua bocah itu menangis sampai wajahnya bak tomat merah.

“Kalau boleh tahu, Ibu ini siapa?” tanya si petugas.

“Saya Ibu dari anak itu, Pak,” jawab Adara terisak.

“Alhamdulillah…” ucap si petugas bernapas lega membuat Adara dan si kembar terlonjak.

“Pak, anak saya baru saja jatuh, mengapa Anda malah senang?” tanya Adara protes.

“Maafkan saya, Bu. Anak yang terjatuh di sini berhasil kami selamatkan.”

Jawaban petugas itu langsung menghentikan tangisan mereka bertiga.

“Putri saya sungguh selamat? Lantas di mana dia, Pak?” desak Adara merasa campur aduk antara cemas dan lega, begitupun Lucian dan Lucky yang cepat-cepat menghapus air mata mereka.

“Barusan dibawa sama Ayahnya, Bu.”

Deg!

Ayah?

...---...

1
Lisa Halik
lagi thor
Dew666
Kok cuma 2 update nya
Ma Em
Pasti si kembar dibawa ibunya Adara , tapi Lucian cerdik pasti bisa memberi kabar pada Arsen atau Adara .
Rani R.I
pasti di bawa oleh Lauren,,,jgn sampai mereka terluka sedikitpun,, kalian tidak bakalan slamat
Abinaya Albab
Lauren ini nenek satunya
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍😍😍😍😍💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍👍👍😍😍😍💪💪💪💪💪💪
Suryati Surti
ceritanya bagus
Lim Kursini
ceritanya masih bersambung ya?
Elina thea
bagus
siti Syamsiar
lanjut thor👍😍
Abinaya Albab
tetap semangat ya kak 😘
Mom Ilaa: makasih kk Abinaya/Kiss/
total 1 replies
Kasih Sklhqu
semangat Thor ditunggu kelanjutannya 🙏
Mom Ilaa: nanti malam /Grin/
total 1 replies
Iffanaya 😽
semangat thor 💪💪
Mom Ilaa: 💪💪😍 harus ttp /Determined/
total 1 replies
Iffanaya 😽
hey luvia ya kalo ngomong 🤣🤣🤣
Mom Ilaa: untung gk ada mateo 🤣
total 1 replies
Rani R.I
semangat thourr 💪💪💪
ntah lah, padahal cerita nya sgttt bagus dan kami para pembaca sgttt menikmati dan slalu menunggu update yg byk,,, semoga lancar yea thourr 👍👍👍💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰
Rani R.I: tetap semangat thourr,,dan sehat slalu 💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
Tuti Ranu
semangat terus thor ceritanya seru&lucu 💪💪
Mom Ilaa: mksih/Kiss/ikuti terus ya
total 1 replies
tia
semangat thor novel bagus
Mom Ilaa: semngat 💪💪😍
total 1 replies
Agustina Susanto
cerita yang menarik,lucu dan seru ... luar biasa👍👍👍
Mom Ilaa: trima kasih starnya
total 1 replies
Ma Em
Arsen sangka Adara msh inget terus Erlangga , ternyata Adara bisa silat .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!