Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

🏆🥉Juara 3 YAAW 2026 Periode 1🥉🏆

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 1.

Angin sore berhembus pelan di area parkir bandara, deretan mobil berkilau di bawah lampu yang mulai menyala satu persatu.

Kataleya berdiri di antara barisan kendaraan, ia memeluk tak kecil di tangannya. Di dalam tas itu, ada kotak makan malam yang ia masak dengan tangannya sendiri sejak sore tadi untuk suaminya. Itu adalah sup ayam kesukaan Arkana, ia tersenyum saat mengingat suaminya selalu mengatakan sup buatannya adalah masakan Leya yang paling lezat.

Tapi saat mengingat suaminya jarang pulang tepat waktu selama beberapa bulan terakhir ini, senyumnya memudar. Arkana memberikan alasan karena jadwal penerbangan yang sangat padat. Leya sebenarnya tidak mempermasalahkannya, karena menjadi seorang pilot memang seperti itu.

Leya tahu betul, karena dulu ia juga hidup di dunia yang sama dengan suaminya. Langit, kokpit, suara mesin pesawat dan lampu runway yang membentang seperti bintang di bumi, semua itu dulu adalah hidupnya. Sampai dia menyerahkan semuanya pada Arkana, suaminya.

Suara seseorang yang ia kenal membuat Leya tersentak dari lamunannya tentang masa lalu. Ia menoleh, dan di parkiran suaminya berdiri di samping mobil hitam miliknya. Arkana memakai seragam Kapten Pilot, terlihat rapi dan sempurna. Dipadukan jas gelap dengan garis emas di bahu yang berkilau di bawah sinar lampu. Dulu, seragam Kapten itu hampir menjadi milik Leya.

Mulut Leya baru saja terbuka ingin memanggil suaminya, tapi tertutup kembali saat dia melihat ada seorang wanita yang berdiri sangat dekat dengan Arkana. Dilihat dari seragamnya, wanita itu adalah seorang pramugari muda. Seragamnya masih lengkap, rambutnya disanggul rapi dan wajahnya dipenuhi senyum manja.

Leya tidak bergerak sama sekali, jaraknya dengan mereka hanya beberapa meter tapi cukup jauh untuk membuatnya tak terlihat di balik bayangan mobil. Ia tak berniat menguping, tapi kata-kata keduanya terdengar terlalu jelas.

“Kapten Arkana, kalau kita terus seperti ini... nanti istrimu marah.” Suara pramugari itu terdengar manja, bahkan dia menempelkan tubuhnya pada Arkana.

Arkana tertawa pelan, mata pria itu menyipit dingin. Ia lalu menyandarkan tubuhnya dengan santai di mobil. “Dia nggak akan tau.“

“Bagaimana kalau dia datang menjemputmu,“ Pramugari itu terkikik manja.

“Nggak mungkin, dia sibuk mengurus anak kami dirumah.“ Arkana mengangkat bahu tak peduli.

Kataleya menunduk, dia mencengkram tas makanan lebih erat. Tapi percakapan suaminya dan pramugari itu belum berhenti, wanita itu mengelus dada Arkana.

“Kamu benar-benar berani, Kapten. Kalau aku jadi dia, aku pasti tak akan membiarkan suamiku bersama perempuan lain.“

Arkana tertawa lagi, kali ini bahkan lebih keras. “Kalau kau jadi dia, kau nggak akan punya kesempatan menikah denganku.”

Pramugari itu mengerutkan keningnya, “Maksudnya?”

“Dulu, dia memang cantik. Dia juga adalah pilot yang hebat. Tapi sekarang... Dia bahkan nggak punya waktu untuk merawat dirinya sendiri. Dia terlihat jelek, membuatku tak bernafsu saat melihatnya.“ Arkana bicara dengan nada menghina.

Kalimat Arkana terasa seperti menampar wajah Leya, ia lalu menatap pantulan dirinya di kaca mobil di dekatnya. Rambutnya diikat sederhana, tubuhnya memang tak seramping dulu setelah ia melahirkan dan pakaian yang seadanya. Bukan itu yang membuatnya dadanya sesak karena sakit hati saat ini. Yang menyakitkan adalah Arkana tahu alasan dia menjadi seperti itu, tapi suaminya malah merendahkannya.

“Jadi, kamu tak mencintainya lagi?“ tanya Pramugari itu.

Arkana terdiam beberapa detik, lalu tersenyum tipis. “Cinta? Aku menikahinya karena waktu itu dia menyerahkan kursi pilotnya padaku.“

Nada bicara Arkana begitu santai, seakan membicarakan sesuatu yang tidak penting.

Pramugari itu terkejut, “Serius, Kapten? Jadi selama ini, kamu nggak cinta dia?“

“Iya. Kalau waktu itu dia nggak mundur dari seleksi kapten, mungkin aku nggak akan pernah mendapatkan posisi sekarang ini.“ Arkana tertawa menyeringai.

Suara detak dada Leya tiba-tiba terasa sangat keras, ia ingat waktu itu dengan jelas. Dimana hari ketika ia menandatangani pengunduran dirinya, hari ketika ia berkata pada Arkana dengan senyuman.

“Ambil saja kursi kapten itu, aku nggak keberatan.“

Karena saat itu ia pikir, jika Arkana bahagia maka ia juga akan sangat bahagia.

“Lagipula, melihatnya sekarang aku kadang berpikir... aku terlalu terburu-buru menikah.“ Ucap Arkana kembali bicara.

Pramugari itu menutup mulutnya seolah terkejut, tapi matanya justru berbinar. “Kalau begitu, gimana dengan kita?“

Arkana tak menjawab pramugari itu dengan kata-kata, ia menarik perempuan itu mendekat lalu mencium bibirnya.

Kotak makan di dalam tas Leya terasa sangat berat, sup ayam yang masih hangat itu tiba-tiba terasa seperti yang tak berarti. Angin malam berhembus dingin, tapi yang membuat ia menggigil bukanlah udaranya melainkan kenyataan pahit yang baru saja ia lihat dan ia dengar.

Enam tahun ia meninggalkan langit demi pria bajingan seperti Arkana. Menjadi ibu rumah tangga, mengurus rumah, memasak, mencuci, dan merawat anak mereka sendirian. Karena Arkana selalu mengatakan mereka harus hidup sederhana, jadi tak pernah ada pembantu apalagi baby sitter untuk anaknya. Tapi sekarang, Arkana memperlakukannya seperti beban dan mengatakan tak pernah mencintai dirinya.

Leya menutup matanya sejenak, saat membuka matanya kembali ia mengeluarkan kotak makan dari dalam tasnya. Ia menatap kotak sup itu sebentar, kemudian tanpa ragu ia membuang kotak itu ke atas tong sampah.

“Aku akan membuatmu menyesal, bajingan!!!“ mata Leya berapi-api.

Arkana membuka pintu mobilnya, dan saat itu lah pandangannya bertemu dengan tatapan dingin Leya.

“Leya...?“ Wajah Arkana seketika berubah.

Wanita pramugari itu turut menoleh, ekspresinya pucat.

Leya berjalan mendekat dengan langkah tenang, tak ada air mata di wajahnya. Bahkan tak ada kemarahan, tapi justru ketenangan itu lah yang membuat Arkana tampak gugup.

“Leya, sejak kapan kamu disini?“ tanya Arkana.

Leya berhenti beberapa langkah jauhnya dari Arkana, matanya berkilat tajam. “Cukup lama untuk mendengar semua ucapanmu.“

Pramugari itu buru-buru mundur, ia berjalan cepat pergi tanpa berani menatap Leya. Kini hanya ada mereka berdua yang tersisa, Arkana mengusap tengkuknya.

“Leya, ini nggak seperti yang kau pikirkan.“

“Memangnya menurutmu, apa yang sedang aku pikirkan?“ tanya Leya pelan, tapi tatapan menusuk wanita itu membuat Arkana tak nyaman.

Arkana membuka mulutnya, tapi ia menutupnya lagi karena tak tau harus menjawab apa.

Leya tersenyum tipis, tapi senyumannya malah terlihat aneh. “Tenang aja, aku nggak marah kok.“

Arkana menghela nafasnya, ia terlihat lega.

“Tapi akhirnya aku mengerti sesuatu,“ lanjut Leya.

Sebelah alis pria itu terangkat, “Apa?“

Leya menatap seragam Kapten yang dipakai Arkana, lalu tatapannya beralih pada garis emas yang dulu hampir menjadi miliknya.

“Semua yang ada padamu sekarang, dulu adalah milikku.“ Ucap Leya dengan tatapan dalam.

“Maksudmu apa, Leya?“

Leya menatap tajam ke arah suaminya, lalu dia tersenyum dingin. “Besok, aku akan ajukan gugatan cerai.“

Wajah Arkana langsung berubah, ia menggertakkan gigi. “Leya, jangan bercanda! Ini lelucon yang sangat buruk!“

“Aku nggak bercanda.“ Leya merasa hatinya benar-benar dingin, dia menatap pria yang dulu sangat ia cintai sepenuh hati dengan pandangan penuh kebencian. “Satu hal lagi. Mulai sekarang... aku akan mengambil apa yang seharusnya jadi milikku. Aku akan mengambil kembali langitku!“

“Leya! Kau—“

Tanpa menunggu jawaban Arkana, Leya berbalik dan berjalan pergi dengan dagu terangkat. Lampu runway di kejauhan menyala terang, seperti memanggil wanita itu untuk pulang.

1
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘨𝘪𝘭𝘢 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭
Pita Loka
nasib selingkuh bagas
Pita Loka
ada s2 nasib selingkuh bagas gimna?
Pita Loka
harus ada s2 btw simpan baga gimna nasibnya atau udh punya anak haram
Tuti Tyastuti
𝘳𝘢𝘴𝘢𝘪𝘯
Tuti Tyastuti
𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘰𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘭𝘢𝘮𝘢😂😂
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩
Tuti Tyastuti
𝘣𝘢𝘨𝘶𝘴 𝘬𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘰𝘮𝘰𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨
Tuti Tyastuti
𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪 𝘬𝘭 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘱 𝘬𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳👍
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘢 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘭𝘨
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘭𝘦𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘶𝘩
Tuti Tyastuti
𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘢 𝘨𝘹 𝘵𝘢𝘶 𝘥𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨
santosowife
ceritanya sangat menarik..konflik ny tidak berat dan tidak menguras emosi pembaca secara berlebihan.. recommended banget buat pembaca yang suka cerita yang ringan dan menghibur..good job author..terima kasih atas usahanya membuat cerita ini .all the best for u/Rose//Rose//Rose//Rose/
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘶 𝘢𝘫𝘫
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘬𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳 𝘱𝘦𝘸𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘮𝘢𝘴𝘬𝘢𝘱𝘢𝘪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!