Aku Minta maaf bang, aku tidak bisa hidup tanpa kamu, tolong tarik ucapan kata putus kamu,, sinta terus menangisi keadaannya, ketika pacarnya mengatakan putus untuk yang kedua kalinya selama mereka menjalin hubungan.
Soni sebenarnya diam-diam sudah mencintai Sinta sejak delapan bulan hubungan mereka, tapi Soni tidak mau menunjukkan rasa sayangnya dan mencoba terus bersikap dingin dan cuek, dengan maksud agar Sinta tidak menganggap remeh dirinya, dan berharap sintalah yang akan terus berusaha memperbaiki hubungan ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deswita P. sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Minta balikan
Didalam kamarnya Emosi Soni semakin tersulut dan rambutnya yang begitu berantakan akibat dia mengacak-acak karna sangkin kesalnya. sudah setengah jam dia melihat Sinta sedang online namun tak juga mengiriminya pesan dan segera meminta maaf kepadanya. Emosi Soni semakin memuncak sehingga kini soni ntah berapa kali sudah mengeluarkan sumpah serapahnya kepada Sinta sambil menggemgam handphonenya.
[Bagus sekali ya kamu sekarang Sinta, kamu online tapi tidak menyapaku], Soni mengirimi pesan kepada Sinta karena tangannya sudah merasa gatal ingin memaki Sinta yang tertahan sedari tadi dan sonipun tidak lagi mau memakai embel-embel Adek atau sayang.
[Maaf ya bang aku fikir kamu sudah tidur, jadi aku takut mengganggu istirahat kamu. Kan dulunya kamu suka marah-marah kalau sudah hampir larut malam dikirimi pesan. Kamu sendiri yang bilang bising, dan takut orang tuamu bangun karena aku mengganggumu]
[Ohhh yasudah lagian aku juga sudah mau tidur]
Namun kini Sinta tidak lagi membalas pesan Soni tersebut. Dia hanya tersenyum menyungging seutas senyuman sinis dibibirnya. Tiba-tiba pesan Soni kembali masuk lagi dan Sinta pun segera membacanya.
[Sebenar nya apa yang membuat kamu berubah Sinta? Kenapa kamu mendiamiku selama seminggu ini, seperti ini caramu membalas kebaikan yang sudah rela mengantar jemput mu hampir setiap hari]
[Bukannya kamu yang mendiamkan aku ya bang, kamu nggak liat kamu yang terahir kali tidak membalas pesanku, apa aku perlu menscreenshoot nya dan mengirim kannya padamu]
[Tapikan itu karena aku kesal sama kamu Sinta. Lagi pula kamu juga sering mengirimi aku pesan walaupun aku tidak membalasmu, kenapa sekarang berubah?]
[Atas dasar apa kamu kesal kepadaku bang? apa yang sudah kuperbuat memangnya? Ohhh apa jangan-jangan karna aku mau pinjam uang waktu itu ya], Sinta menduga-duga dan tak yakin kalau itu penyebabnya. Pasti ada kesalahan lain, pikir Sinta.
Namun sangat tidak sangka kecurigaan Sinta pun dibenarkan oleh Soni. Sehingga membuat Sinta semakin ilfeel dan membenci Soni.
[Iya memang gara-gara kamu mau pinjam uang makanya aku marah sama kamu sinta, aku tak suka kamu memaksakan kemauan kamu, kalau kamu tidak sanggup jangan memaksakan diri. Belilah sesuai kemampuan mu bukan tergantung selera mu. Aku tahu kamu sering meminjamkan uang mu kepadaku dan kamu sering memberikan aku uang dengan cuma-cuma makanya aku tidak berani menolakmu dan Menolaknya dengan cara sengaja mendiamkanmu agar kamu merasa bersalah kepadaku dan segera meminta maaf]
[Astaga bang,! aku meminjam uangmu bukan untuk foya-foya lagi pula aku juga akan membayarnya, aku bukan perutang busuk yang akan lari dari hutang, kalau kamu tidak bisa meminjamkannya harusnya kamu bilang dong dari awal tidak usah mencari-cari kesalahanku]
[Ini yang aku takutkan Sinta, aku takut kalau aku meminjankanmu uang, aku segan bila kamu membayarkannya kembali padaku, sementara kamu sering membantuku, aku hanya ingin memyadarkanmu supaya jangan boros]
[Ohh gitu, yasudah ya makasih sudah mengingatkanku untuk tidak boros, tapi maaf yah ini bukan pemborosan menurutku, aku hanya ingin menabung sambil berhias]
[Tapi itu sama saja Sinta, kenapa kamu jadi berubah menjadi pembangkang dan menentang perkataan ku kamu tidak seperti Sinta yang dulu aku kenal yang selalu menuruti perkataan ku dan selalu mengalah denganku]
Sinta pun hanya membuka pesannya saja tanpa berniat ingin membalasnya lagi
"Aku memang bukan Sinta yang dulu kamu kenal soni yang bisa kamu tindas Sesuka hatimu, Rasakan kamu Soni, kamu kira cuman kamu yang bisa cuek dan dingin seperti kulkas" gumam Sinta dalam hatinya.
Diseberang sana Soni sedang menatapi layar handohonnya. Masih berharap agar Sinta meminta maaf kepadanya dan menyembah-nyembah dirinya lagi seperti yang dulu sering dilakukan Sinta agar Soni tidak marah dengannya, Soni sangat ingin mendengar ucapan Sinta yang mengatakan tidak bisa hidup tanpa dirinya. Soni pun merasa seperti dirinya tidak dihargai Sinta lagi, Soni bermaksud ingin memberikan Sinta pelajaran dengan cara ingin berpura-pura memutuskan Sinta, supaya Sinta memohon lagi kepadanya dan merendahkan diri lagi kepadanya.
[Sepertinya kita sudah tidak ada kecocokan lagi dek, aku tidak suka wanita pembangkang sepertimu yang tidak menghormatiku, mulai sekarang kita berteman saja ya, aku tak bisa melanjutkan hubungan ini bersamamu], Soni pun memutuskan hubungannya dengan Sinta dengan cara berkirim pesan.
Sinta pun tersenyum sat membaca pesan tersebut, Sinta memang berniat ingin mengakhiri hubungan dengan Soni, tapi dia tidak menyangka dengan cara seperti ini dan secepat ini. Serti Tuhan tidak ingin Sinta berlama-lama lagi dengan laki-laki yang tak bertanggung jawab seperti Soni.
[Ohh oke bang, kalau menurutmu itu yang terbaik buat kita aku terima keputusan mu!]
Kali ini sintapun membalas pesan Soni dengan tegas. Soni pun sangat kesal atas jawaban Sinta barusan karena sangat tidak sesuai dengan yang diharapkannya. Rasanya ingin sekali memaki Sinta saat ini.
"Astaga kurang ajar sekali kamu Sinta, aku menyesal pernah mengantar jemput kamu kerja dulu, dasar tidak tahu terima kasih kamu Sinta" bathin Soni.
Selama tiga jam sudah Soni uring-uringan merasa gelisah, dia takut Sinta benar-benar serius dengan ucapanny. Soni tak bisa tidur dan matanya juga tidak bisa diajak kompromi karena hatinya begitu gelisah. Sebenarnya jauh dilubuk hatinya Soni sangat mencintai Sinta, tapi dia tidak mau menunjukkan perasaannya kepada Sinta, Soni takut nanti Sinta meminta ini itu kepada Soni dan akan membuatnya rugi.
Karena tak tahan dengan perasaan gelisahnya, Soni pun segera menelpon Sinta walaupun sudah mau hampir subuh.
Tut..tuttt...tutt
Tanda panggilan masuk ke handphone Sinta. Tak butuh waktu lama suara perempuan sudah terdengar ditelinga Soni dengan nada khas bangun tidurnya.
"Halo ini siapa?" Sintapun mengangkat panggilan yang masuk ke handohonnya dengan tidak membaca siapa orang yang sudah menelpon nya jam setengah empat subuh seperti ini.
"Halo dek, ini Abang. Kamu Bisa dengar Abang nggak? Abang mau ngomong serius dengan kamu"
" Mau Ngomong apa bang, cepatlah katakan mataku sangat mengantuk"
"Abang mau minta maaf dek, Abang mau kita balikan"
Sinta pun langsung tersentak dari tidurnya dan seketika dia langsung terduduk dan menyandarkan punggungnya ke dinding . Dia bingung harus mau menjawab apa karena baru saja bangun nyawanya seperti belum terkumpul. Kata-kata pun belum disiapkannya untuk menjawab permintaan balikan Soni.
Karena gugup Sinta pun langsung mematikan sambungan telepon yang sedang terhubung dengan Soni.
HuHhh... Sinta menarik nafas panjang dan mengelus dadanya yang berdetak dua kali lebih kencang dari sebelumnya.
Tringg...
Suara handphone Sinta kembali berdering, dilihat nya masih nama Soni yang sedang terpampang kini dilayar handphonnya.
"Halo"
"Halo dek kenapa dimatikan telepon Abang?"
ak paling sebel si kalo ketemu pria kek gini😂
btw, mampir di karya ku juga thor