Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Anak Juragan

Dinikahi Anak Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Selama lima tahun Diyah Melati percaya bahwa cintanya akan berakhir di pelaminan. Namun, ketika sang kekasih pulang dari perantauan, harapan yang selama ini dia rajut justru hancur dalam sekejap. Alih-alih membawa cincin lamaran, pria itu justru memilih mengakhiri hubungan.

Di usianya yang telah menginjak kepala tiga, Diyah tak hanya harus menanggung patah hati, tetapi juga menghadapi cibiran sebagai "Perawan Tua" yang terus menghantuinya. Meski terluka, Diyah bertekad bangkit dan menyembuhkan hatinya tanpa bergantung pada siapa pun.

Namun, saat Diyah mulai menata kembali hidupnya, sebuah lamaran tak terduga datang dari seorang juragan terpandang di desanya. Tawaran perjodohan itu sontak mengusik ketenangan yang baru saja ia bangun. Di balik niat baik tersebut, tersimpan sosok yang sama sekali tak pernah ia bayangkan.

Akankah Diyah membuka kembali pintu hatinya dan menerima perjodohan itu? Ataukah luka masa lalu membuatnya memilih berjalan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Aku Setuju

Tanpa pikir panjang Biyakta meraih pergelangan tangan Diyah, wanita itu sangat terkejut dan mendongak untuk melihat siapa pelakunya.

"Mas, kok kamu di sini?" tanya Diyah, lalu matanya menangkap botol yang ada di tangan kiri Biyakta. "Oh ya ampun aku lupa—"

"Ayo pulang!" perintah itu terdengar sangat tegas. Hingga Diyah mengerutkan dahinya dan ragu untuk menolak, tetapi bagaimana bisa dia pulang sementara tugasnya belum selesai.

"Tapi, Mas, aku kan baru datang," balas Diyah berusaha untuk tersenyum. Dia sama sekali tak tahu kalau Biyakta mendengar semua pembicaraan ibu-ibu yang lain, termasuk sindiran salah satu kader.

"Aku bilang pulang!" ulang Biyakta. Semua orang yang ada di sana tampak ketar-ketir, karena sepertinya si anak juragan tersinggung dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepada istrinya.

Diyah melirik Anjani yang juga ada di sana. Anjani mengangguk, karena jujur saja dia takut melihat sorot mata Biyakta yang tak bersahabat.

Akhirnya Diyah membereskan barang-barangnya dan bangkit untuk mengikuti perintah Biyakta.

"Bu, saya izin pulang dulu ya," ucap Diyah kepada Ketua Kader. Wanita paruh baya yang memahami situasi ini pun mengizinkan.

"Iya silahkan, Diyah," balasnya.

Biyakta menarik tangan Diyah yang berada di genggamannya, Diyah pun tanpa protes mengekor. Semua yang hadir saling pandang. Lalu saat Diyah sudah jauh, mereka kembali membicarakan, kini ada juga yang main salah-salahan.

Sedangkan Diyah yang sudah masuk ke dalam mobil hanya bisa terdiam, karena Biyakta pun tak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia hanya memberi perintah pada Firman untuk kembali ke rumah.

'Aduh dia ini kenapa sih? Aku salah apa ya? Apa karena botol minumku yang ketinggalan di dalam mobil?' Diyah membatin sambil menggigit-gigit ujung kukunya karena bingung sekaligus cemas.

Hingga saat mobil sudah melewati gerbang utama, Biyakta segera turun dan memimpin jalan menuju kamar mereka. Diyah bagaikan anak itik yang mengikuti induknya.

"Kok mereka balik lagi?" gumam Mbok Sum yang melihat dari lorong dapur. Dia terus memperhatikan sepasang suami-istri itu sampai keduanya menghilang dari pandangan.

Setelah pintu kamar tertutup Biyakta segera membalik badan, sontak Diyah menghentikan langkah. Dia meneguk ludahnya dengan berat saat tatapannya tak sengaja bertemu dengan netra milik Biyakta.

"Kamu suka berada di sana?" tanya Biyakta sambil melipat kedua tangan di depan dada. Tatapannya lurus, sama sekali tak menunjukkan keteduhan yang dulu Diyah lihat pertama kali.

Diyah kebingungan untuk menjawab, tetapi akhirnya memilih untuk mengangguk.

"Berarti kamu juga suka dengan semua yang mereka lakukan, meski itu sangat tidak nyaman, bahkan menyakiti perasaanmu?" Suara lantang Biyakta sukses menggetarkan tubuh Diyah.

Deg!

Wanita itu mulai menarik benang merahnya. Dia paham kenapa Biyakta bisa marah dan menyuruhnya pulang. Ternyata Biyakta berdiri cukup lama di posyandu untuk bisa mendengar semuanya.

Diyah meremas pinggiran bajunya. "Aku ..., aku—"

"Aku apa? Harusnya kamu lawan atau buktikan saja, supaya mereka semua bisa diam!" potong Biyakta berapi-api, mendorong istrinya agar memiliki keberanian.

Diyah mendongak, kakinya gemetar saat Biyakta melangkah sedikit demi sedikit ke arahnya. Dari sorot matanya, Diyah merasa seperti ingin diterkam. Apakah artinya riwayat Diyah tamat hari ini?

Glek!

Diyah menelan salivanya susah payah. Bersamaan dengan itu sebuah benda lembut nan basah menyapa bibirnya. Melumaatnya dengan hati-hati, dan memberikan sensasi yang baru pernah Diyah rasakan.

Tanpa sadar tubuhnya terdorong hingga menabrak sofa. Biyakta menarik diri untuk mengambil napas, Diyah terengah-engah dengan pipi yang merah. Dia pikir Biyakta akan memukulinya, ternyata tebakannya salah.

'Bahkan dia bisa melakukannya dengan sangat lembut saat marah.'

"Aku tidak akan melanjutkannya jika tak ada persetujuanmu," ujar Biyakta sambil memalingkan wajah. Sebab sedari tadi tak ada balasan apa pun dari Diyah, karena wanita itu terlalu shock.

Kini keputusan ada di tangan Diyah. Namun, dia teramat malu untuk bicara, meski sadar kodratnya sebagai seorang istri. Perlahan Diyah mengangkat tangannya, mencubit sedikit ujung kaos Biyakta.

"Apa? Katakan dengan jelas!" titah Biyakta yang tak ingin tebak-tebakan. Diyah menggigit bibir bawahnya.

"Aku setuju," jawabnya terbata-bata. Biyakta langsung menyeringai penuh. Dia menarik kembali tubuh Diyah, melanjutkan permainan yang harus dituntaskan.

Tak ada malam pertaama untuk mereka. Yang ada pagi menjelang siang yang membara. Entah di detik berapa, akhirnya Biyakta berhasil meruntuhkan pertahanan Diyah. Bahkan dengan tak tahu malu Diyah mengeluarkan suara-suara aneh, hingga menganggap dirinya sedang kesurupan.

****

Anjani yang merasa cemas dengan nasib sahabatnya akhirnya memilih untuk bertandang ke rumah Juragan Marta. Saat ini wanita itu berdiri di depan rumah gedong dengan gerbang yang sangat tinggi. Meski ragu Anjani memberanikan diri memencet bel.

Ting Tong!

Seorang pria sekitar umur 40 tahunan langsung datang menghampiri. Nampaknya dia satpam di rumah ini.

"Cari siapa, Mbak?" tanyanya dengan ramah.

"Eum aku Anjani, temannya Diyah. Apakah aku bisa bertemu dengannya, Pak?" jawab Anjani memperkenalkan diri dan memberitahu tujuannya.

"Oh temannya Non Diyah, sebentar ya saya info ke Mbok Sum dulu," ucapnya, kemudian melenggang masuk. Sedangkan Anjani menunggu di pos.

"Semoga saja Diyah baik-baik saja. Aku takut sekali kalau dia di-K&RT," gumam Anjani, lagi-lagi terprovokasi dengan tontonannya.

Tak berapa lama kemudian Pak Satpam kembali, dia langsung mengizinkan Anjani untuk menunggu di dalam, tepatnya di ruang tamu. Saat melewati pintu, mata Anjani terbuka lebar-lebar, mengagumi setiap detail bangunan yang sangat megah itu.

'Ya ampun nggak nyangka sekarang Diyah bisa tinggal di rumah sebagus ini.'

"Heh, siapa kamu?" seru Laksmi yang baru saja turun dari tangga. Melihat Anjani yang seperti mau maling.

Anjani langsung menghentikan langkah, menatap Laksmi yang berpenampilan modis meski sudah cukup berumur.

"Saya Anjani, Bu, temannya Diyah," jawab Anjani dengan sopan. Sementara Laksmi menatap dari kaki sampai ujung kepala, dia mengernyitkan bibirnya.

"Pantas, sama-sama gembel!" gumam Laksmi yang samar terdengar di telinga Anjani.

"Apa, Bu?" tanya Anjani.

"Lepas sendalmu itu, lantainya jadi kotor!" ujar Laksmi dengan nada angkuh. Anjani menatap ke bawah, kaki dan sandalnya memang terlihat dekil, jadi dia tidak tersinggung.

"Baik, Bu," jawabnya. Dia ingin kembali ke depan, tetapi baru saja ingin membalik badan, tiba-tiba ada yang memanggil namanya.

"Anjani!" panggil Diyah seraya mendekat. Sementara Laksmi langsung melengos pergi, tak ingin melihat drama para wanita miskin di depannya.

Anjani langsung tersenyum sumringah sekaligus lega melihat Diyah yang sepertinya baik-baik saja. Namun, senyum itu tak bertahan lama, saat matanya menangkap goresan merah di bahu Diyah.

"Dia memukulimu?" tanya Anjani, dia menggenggam tangan Diyah dengan raut cemas. Sedangkan Diyah terlihat bingung karena tak sadar dengan mahakarya suaminya. "Kita pulang saja Diyah kalau dia memang tidak baik padamu, apalagi wanita tadi, dia seperti nenek sihir."

"Siapa yang memukuliku? Aku tidak dipukuli, Jan," balas Diyah.

"Lalu apa di bahumu itu?!" tukas Anjani dengan menggebu. Hingga membuat Diyah melotot.

"Ini ...."

1
Diah_Kustantie ✨💛
Next
Radya Arynda
semangaaat diya,biyahta,,semogah kalia selalu ber sama dalam suka duka,,,,,
Rasakan karma nya kra cakra,,,,
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kapokkkk! kurma di bayarr kontan. dulu kalian pamerr kemesraan di depan Diyah, tapi nyatanya semua itu hanya sementara saja. di saat rumah tangga kalian penuh prahara, beda dnegan rumah tangga diyah yang banyak di hujani kebahagiaan.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
astagaa manten baru, masak mau mesrah2han di tengah sawah 😆 kayak enggak ada tempat lain saja. lagian kalau dah kebelett mending pulang sono...jangan guling2 di tengah sawah 😆
Dien Elvina
sementara s Cakra seperti hidup d neraka dgn Rani ..jangan² s Rani hami anak orang lain
Dien Elvina
good Dyah s Laksmi harus d lawan jangan mau d tekan s benalu ..lama² juga bakal berhenti sendiri
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
nahhh gitu dong diyah! aku suka perubahan kamu. kamu harus lebih berani dan jangan cuma diam saja, saat orang lain meremehkan atau merundungmu. dengan begini, laksmi enggak bakal berani macam2...karena kamu enggak cuma diam dan pasrah.
Diah_Kustantie ✨💛
Janu sudh mulai terprovokasi kayanya.akang biya udh mulai terdiyah Diyah nih ga malu2 ngumbar kemesraan
Dien Elvina
ihh jahat banget Januar ..pengen liat Biyakta rugi dgn mengganti pupuk biar panen hancur n Biyakta kena Omelan pak Marta ..ini gara² hasutan s Laksmi sang benalu 😡
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hohoho seperti kamu mau ngerjain mas kamu januar, kamu asal ganti pupuk supaya hasil panen hancur dan biyakta kena omel bapak kamu gitu kan? gara2 pengaruh dari laksmi. kamu sampai segitunya sama mas kamu. kamu bakal nyesel, jika tahu kalian sedang di adu dombaa.

mamvusss Sarah 🤣 bisa2nya kagak punya malu, masih pagi kok yaa bertamu ke rumah orang. gitu katanya wanita berpendidikan, tapi enggak punya attitude. malah mau jadi velakorr....bener2 enggak tahu diri.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ: pasangan klop! 😆 januar lebih percaya sama orang lain, daripada sama saudara kandung. di peralat laksmi saja kok yaa mau2nya.
total 2 replies
Mira Hastati
bagus
Radya Arynda
waaah januar sudah ke makan sama hasutan sengkuni,,wanita iblis si lasmi....semogah kamu tidak menyesal saja war januwar...,
Mantap Biyahta,,,jangan ter goda sama perempuan lain,,,jaga selalu diyah dari orang2 sikir dan jahat....sarah,sarah katanya pramugari kok semangaat banget mau jadi pelakor....haduh
Margaretha Indrayani
diyah kalau suami sudah siap kalau kamu hamil ya sudah diterima kalau memang langsung hamil
Margaretha Indrayani
idih nenek sihir sok kuasa, wong dua juga nebeng dirumah juragan marta, gak punya malu😡😡😡😡😡.
Ny Rudi Harianto
pertanyaan yg awal nya bermaksud baik buat kedua nya malah jadi kesalahpahaman...tapi untung nya biyakta bijak sehingga gak berlanjut masalah nya
Radya Arynda
nah manyap biyantah,,kamu haru selalu melindungi dia,,,,dari mereka2 yang jahat,,,kasih tau biyantah diyah kalau kamu di kasih ramuan ber bahaya sama sengkuni lasmi,,biar kamu ngak salah nanti kalau biyan menemukan obat itu....semangaaaat....
juwita
jgn di tunda " Dyah umur km udh 30 klo di tunda lg mau umur brapa km hamil?
Maria Kibtiyah
diyah terlalu kelamar kelemer
Diah_Kustantie ✨💛
Hamil gas gacorrrr bikin adonan setiap malem sebanyak banyak nya
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Sarmilaa ohh sarmilaa 😆 takutnya malah kamu di jatuhkan sama ekspetasi kamu sendiri. kamu terlalu percaya sama omongan laki2 kota, yang bisa saja malah membuat kamu celaka. kamu terlalu berambisi mengalahkan Diyah, dan takutnya kamu malah salah langkah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!