Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:374k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Naya selalu diabaikan Aslan, suaminya. Hingga suatu hari Aslan pergi dinas dan tak pulang selama tiga bulan.

Naya yang khawatir memutuskan untuk menyusulnya, Namun dia justru mendapati Aslan telah menikah siri dengan wanita lain secara diam-diam.

Tanpa marah dan tanpa meminta penjelasan, Naya memilih pergi dari kehidupan suaminya.
Namun, ketika Naya benar-benar menghilang, Aslan justru mulai menyadari bahwa kehilangan istrinya adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Aslan mengurai pelukannya dari tubuh Liza dengan gerakan yang agak terburu-buru. Wajahnya masih tegang, sisa amarah dan panik dari kepergian Naya belum sepenuhnya reda. Ia merapikan kerah kemejanya, mengambil jas yang tergantung di sandaran kursi, lalu berbicara singkat tanpa menatap kedua wanita di hadapannya.

"Kamu makan sama mama. Aku harus pergi ke kantor,” ucapnya datar.

Ranti yang sejak tadi berdiri di dekat meja langsung mengerutkan kening. “Makan apa? Memangnya ada makanan?” tanyanya, nada suaranya naik satu oktaf karena heran.

Aslan yang sudah melangkah menuju pintu hanya menoleh sekilas. “Masak saja. Biasanya Naya juga masak. Aku tidak ada waktu untuk membelinya.” Tanpa menunggu jawaban, ia keluar dari ruang makan, mengambil kunci mobil, lalu meninggalkan rumah dengan langkah cepat. Bunyi mesin mobil menyala beberapa detik kemudian, lalu menjauh.

Keheningan langsung mengisi ruang makan.

Liza dan Ranti saling berpandangan. Ekspresi keduanya sama-sama kesal, kecewa, dan sedikit tidak percaya.

Liza menghela napas panjang, lalu berdecak pelan. Ia duduk pelan di kursi dengan gerakan lesu, tangan menyentuh perutnya yang masih datar.

Sejak awal mendekati Aslan, Liza membayangkan hidup yang jauh lebih mudah. Rumah besar, suami kaya, tidak perlu susah-susah mengurus apa pun. Tapi kenyataan pagi ini justru sebaliknya. Tidak ada Naya, tidak ada pembantu, tidak ada sarapan yang sudah tersedia di meja. Hanya dapur yang kosong tanpa makanan apapun.

“Mama saja yang masak,” ucap Liza akhirnya, suaranya manja tapi penuh alasan. “Perutku mual kalau bau masakan. Aku tidak kuat berdiri di depan kompor.”

Ranti menatap anaknya dengan tatapan campuran antara kesal dan heran. “Kenapa tidak beli saja? Suamimu banyak uang, Liza. Telepon saja katering atau pesan dari restoran. Tidak perlu repot-repot.”

Liza menggigit bibir bawahnya, lalu menunduk. “Aku belum dikasih uang, Ma,” akunya pelan, hampir berbisik. “Sejak kemarin Aslan belum memberikan apa-apa. Dompetku juga tinggal sedikit.”

Ranti terdiam. Ia menyilangkan tangan di dada, lalu menghela napas panjang. “Jadi kita harus masak sendiri?” gumamnya, lebih pada diri sendiri. “Padahal di Bandung kamu bilang hidup di sini akan lebih enak. Tidak perlu kerja, tidak perlu susah.”

Liza tidak menjawab. Ia hanya menatap meja makan yang kosong, lalu ke arah dapur yang terlihat asing.

Ranti akhirnya berdiri dengan langkah berat. “Sudahlah. Mama yang masak. Tapi jangan harap istimewa. Cuma telur dan nasi goreng seadanya.”

Liza mengangguk kecil, merasa lega sekaligus bersalah. Ia tetap duduk di kursi, memainkan jari-jarinya di atas meja, sementara suara Ranti mulai terdengar dari dapur, bunyi pintu kulkas yang terbuka, wajan diletakkan di atas kompor, dan desisan minyak yang mulai panas.

Di ruang makan yang sunyi, Liza menatap jendela. Pikirannya sempat melayang ke Naya, dia merasa menang karena sudah berhasil mengusir wanita itu dari kehidupan Aslan. Kini hanya dirinua satu-satunya istri laki-laki itu.

****

Aslan menancap gas begitu mobilnya keluar dari kompleks perumahan. Mesin meraung, ban berdecit di tikungan pertama, dan ia menyalip beberapa kendaraan dengan jarak yang terlalu dekat. Matanya terus memindai jalan di depan, mencari mobil putih yang biasa dikendarai Naya. Ia yakin istrinya belum jauh. Lalu lintas belum terlalu padat, dan Naya pasti masih di jalan raya utama.

Tapi semakin lama Aslan melaju, semakin kosong harapan itu. Saat berhenti di lampu merah berikutnya, Aslan sudah mulai gelisah. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, memeriksa setiap mobil yang berhenti di sampingnya. Berharap menemukan mobil Naya.

Di flyover berikutnya, ia memacu mobil lebih kencang lagi, menyalip dari jalur kanan dengan ugal-ugalan. Klakson dari kendaraan di belakangnya berbunyi marah, tapi ia tidak peduli. Yang ada di kepalanya hanya mengejar Naya, sebelum wanita itu benar-benar menghilang.

Ketika sampai di jalan raya utama yang lebih lebar, Aslan memperlambat laju mobilnya. Matanya memindai setiap kendaraan di depan, di samping, bahkan yang melaju di arah berlawanan. Tidak ada mobil putih itu. Tidak ada plat nomor yang ia hafal di luar kepala. Naya sudah menghilang di antara lautan kendaraan pagi hari.

“Sial… ke mana dia?!” umpat Aslan serak. Ia memukul setir dengan keras hingga telapak tangannya perih. “Ke mana kamu pergi, Naya?!”

Mobilnya melaju pelan di lajur kiri. Aslan mengacak rambutnya kasar, napasnya memburu. Rasa panik yang sempat muncul di rumah kini bercampur dengan kesal yang semakin membara. Ia sudah membayangkan akan menyalip mobil Naya, memaksa wanita itu berhenti di pinggir jalan, lalu membawanya pulang dengan paksa. Tapi kenyataan justru sebaliknya. Naya sudah selangkah lebih cepat, pergi entah kemana.

Beberapa detik kemudian, ekspresi di wajah Aslan berubah. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum smirk yang sombong dan penuh keyakinan. Ia menyandarkan punggungnya ke jok, menghela napas, lalu berbicara pelan seolah Naya masih bisa mendengarnya.

“Aku yakin kamu hanya menggertakku saja, Naya,” ucapnya lirih, nada suaranya penuh keangkuhan. “Kamu tidak mungkin meninggalkanku. Kamu tidak punya siapa-siapa selain aku.”

Senyum itu semakin melebar. Di kepalanya, ia menyusun kembali semua alasan mengapa Naya pasti akan kembali. Wanita itu tidak punya keluarga. Tidak punya tempat tinggal lain. Tidak punya penghasilan tetap. Semua yang ia miliki selama ini berasal dari Aslan. Mulai dari rumah, uang, status. Kalau Naya pergi, ia akan terlantar di jalanan. Ia akan menyesal. Ia akan kembali dengan sendirinya, seperti biasa.

Aslan menekan tombol pada setir untuk menelepon Naya sekali lagi. Panggilan itu hanya berdering beberapa kali sebelum masuk ke kotak suara. Aslan tidak putus asa, dia bahkan tertawa kecil.

“Tinggal tunggu waktu,” gumamnya. “Kamu akan kembali. Aku yakin itu.”

Yang tidak ia ketahui, atau lebih tepatnya, yang tidak mau ia akui, adalah kenyataan yang jauh berbeda.

Setahun setelah Naya menikah dengan Aslan, kedua orang tua wanita itu meninggal dunia karena kebakaran. Naya saat itu baru berusia dua puluh enam tahun. Dalam semalam, ia kehilangan satu-satunya keluarga yang ia miliki. Tidak ada saudara kandung, tidak ada kerabat dekat yang bisa diandalkan. Yang tersisa hanyalah Aslan, suaminya yang saat itu masih tampak peduli, masih menggenggam tangannya dengan penuh kasih sayang.

Naya percaya. Ia benar-benar percaya.

Ia berharap Aslan bisa menjadi pengganti orang tuanya. Menjadi sandaran, menjadi rumah yang aman bagi dirinya. Maka dari itu dia menyerahkan segalanya mengabdi pada pria itu. Dia tidak bekerja, dan melupakan mimpinya melanjutkan studi, bahkan dirinya sendiri. Ia menjadi istri yang patuh, yang selalu menunggu, yang selalu memaafkan, karena di dalam hati ia takut kehilangan satu-satunya orang yang tersisa.

Tapi tahun-tahun berlalu justru membuktikan sebaliknya. Aslan tidak menjadi sandaran. Ia menjadi sumber luka bagi Naya.

Sementara di tempat lain, Naya sudah memarkir mobilnya di basement sebuah apartemen sewaan yang ia pesan sejak seminggu lalu. Ia menurunkan koper, menatap unit kecil yang masih kosong, lalu menutup pintunya kembali.

1
Night Watcher
di atas, aslan sbg ceo, didesak oleh direktur utama agar aslan nonaktif.
sekarang aslan sbg direktur utama, didesak agar nonaktif.
yg bener yg mana jabatan aslan?
Night Watcher
perusahaan punyamu lan, kamu yg mbangun, kenapa tunduk pd org² yg cuma pekerja?
yg ada mereka mentok mengundurkan diri atau keluar dr pekerjaan..😇
Marina Tarigan
semoga kamu dan bayi sehag terus dsn suami siagamu ber tambah2 mencintaimu dan bernuang menjadi suami siaga utk menhhapus lukamu dulu Naya
Marina Tarigan
meninggal dlm kancah dosa semoga bayimu jafi anak soleha nanti tdk mengikuti jejak ibunya yg hina
Marina Tarigan
aslan taya hidupmu kembali dan menjadi pribafi yg lebih baik
Lioniwati Ben
dasar perempuan sundal otaknya udah konslet udah dpt lakinya msh mau hak istri sah nya dasar perempuan sundal
Marina Tarigan
perbuata arogan kamu bertiga adalah hadiah paling besar buat kebangkitan Naya yg kalian hi na sangat kasar tanpa hati jadiah yg setimpal pd Aslan Lisa Tianti yh serakah
Marina Tarigan
baguslah lida sdh meninggal lisa wanita serakah otoriter menganggap dirinya paling benar menyakiti sesama wanita tdk punya hati memaksa tempat sakral suami istri Naya dan mengusir Naya lebih dari pembantu daro rmhnya semdiri perbuafan keji yg tdk bisa dimaafkan Aslan kamu berpetan penuh menyakiti istri sahmu Naya yg penuh air mata sampai kami tampar demi pelacur itu sekarang berbalil pdmu Adlan sampai hancur lebur Naya sekarang diratukan oleh Erlan sang suami yg punya sehala kehormatan kekayaan lekuasaan yg tdk bisa kamu lawan kamu kejam dan tdk punya hati pd istrimu sendiri yv pintsr dan penurut kamu sia2kam nikmati kehancuranmu dan bertobatlah demi masa depanmu
irma hidayat
cerita yg bagus
fatmiatun sahono
maaf ortu nya Aslan TDK ada ya....
fatmiatun sahono
cuma karena Naya hrs berkorban begitu besar. itu kan pengorbanan Erlan Aslan satu cinta satu marah. setipis plastik perbedaan nya. dampak nya luarr biasa....🙏 tinggal sedikit lagi ya tamat...🙏💪💪💪💪
fatmiatun sahono
heran....nikah siri itu emang dpt hak ya....
fatmiatun sahono
bukan jaim. bodohhhhh
Lioniwati Ben
terima salah Aslan
udah lah
mengalah aja lbh terhormat loh
drpd bikin rencananya busuk pdhal km yg busuk dr awalnya kg
Susi Yanti
sukurin.....
emang enak ngerebut milik org lain ?, diawal emang yg nampak sorga,namun waktu berjalan melintasi indahnya,selamat dtg kemasa sulit....
Cicih Sophiana
eh Naya tunjukan ke si Aslan klo kamu kuat kamu bisa melawan... jgn cuma nangis doang...
Cicih Sophiana
Naya kamu payah ah...
Lioniwati Ben
mencintaimu dalam senyap ath yah Erlan 👍 brarti tulus sih cinta Erlan utk nara
Night Watcher
sebenarnya posisi yg lebih tinggi di perusahaan itu apa ya? CEO atau direktur?
fatmiatun sahono
yahhhh sy pengen baca novel , setelah pergi de suami nya trus ketemu jodoh yg notabene bule tp maaf🙏muslim . yg konon bule nya bucin amat ma org indo. pasti romantisass....semngat Thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!