Indonesia
NovelToon NovelToon
Jodoh Di Tangan Sahabat

Jodoh Di Tangan Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Di balik kesederhanaan hidupnya, Reyna tak pernah menyangka takdirnya berubah hanya karena seikat bunga pengantin. Di pernikahan sahabatnya, Reyna yang merasa minder justru menjadi pusat perhatian saat bunga yang dilempar Agnia mendarat di tangannya, dan kejadian konyol itu berlanjut dengan aksi perjodohan mendadak di atas pelaminan dengan seorang pria yang tidak Reyna kenal.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Reyna? Siapa pria yang dijodohkan dengan Reyna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reyna! Ini Saya!

Layar ponsel itu selama beberapa detik. Bukannya panik atau cemas, sebuah senyum mengejek yang sarat akan rasa puas justru terulas tipis di bibir Reyna. Senyuman dingin dari seorang bawahan yang dulu selalu dipojokkan dan kini menyadari betapa paniknya sang atasan setelah ditinggalkan.

​"Pasti ada masalah besar di kantor," gumam Reyna pelan.

​Tanpa ragu sedikit pun, jemari Reyna menggeser tombol merah di layar ponselnya untuk menolak panggilan tersebut secara mentah-mentah, ia membalikkan layar ponsel ke bawah dan kembali menikmati rotinya.

​Namun, hanya berselang beberapa detik, ponselnya berdering kembali tanda adanya pesan masuk. Reyna membalikkan ponselnya dan membuka pemberitahuan yang muncul di layar

Bu Sandra : Reyna! Kenapa telepon saya di-reject? Kamu harus tanggung jawab! File data inventaris barang dan rekapitulasi berkas bulan lalu di folder server mana kamu simpan? Sistem pendataan kamu yang rumit itu bikin staf baru bingung, laporan ke Direktur tertunda dari kemarin! Cepat telepon saya balik dan jelaskan cara kamu mendata berkas-berkas itu!

​Membaca barisan kalimat berisi nada perintah, kepanikan dan rasa tidak mau kalah yang dikirimkan Bu Sandra, tawa kecil yang dingin meledak pelan dari mulut Reyna.

​Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya. Bu Sandra yang dahulu memaki-makinya dengan sebutan tidak tahu diri, tidak becus dan menyebut kerjanya berkas sampah, kini justru kebingungan setengah mati ketika seluruh sistem pendataan administrasi yang dibangun Reyna harus dijalankan oleh orang lain. Bu Sandra baru menyadari bahwa tanpa Reyna, operasional divisi tersebut tidak akan berjalan lancar.

​Reyna tidak berniat sedikit pun membalas pesan tersebut, ia tidak lagi memiliki kewajiban untuk melayani keangkuhan wanita itu. ​Jemarinya dengan tenang menekan profil nomor Bu Sandra, lalu memblokir nomornya.

​Reyna memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas ranselnya, lalu menyandarkan punggungnya di kursi. Hatinya terasa begitu ringan, sebuah kepuasan manis merayapi dadanya setelah empat tahun memendam penderitaan di bawah kepemimpinan yang semena-mena.

Suara dering ponsel kembali memecah keheningan kontrakan begitu Reyna baru saja melangkahkan kakinya masuk kedalam kontrakan. Reyna menarik napas panjang, menduga bahwa nomor baru Bu Sandra yang lain akan kembali mengganggunya. Namun, saat melirik layar ponsel yang bergetar di telapak tangannya, nama Clarissa yang tertera di sana.

​Reyna menggeser tombol hijau dan menempelkan benda tipis itu ke telinganya.

^^^[Halo, Cla?] - Reyna^^^

​[Reyna! Ini saya!] - Bu Sandra

​Bukan suara lembut Clarissa yang menyapa, melainkan teriakan melengking Bu Sandra yang langsung menyambar pendengarannya. Reyna tersenyum tipis, ia tahu betul Bu Sandra pasti menyuruh Clarissa menggunakan ponsel pribadinya setelah sadar nomornya telah diblokir.

​[Punya sopan santun tidak kamu, hah? Nomor saya kamu blokir, telepon sengaja ditolak!] - Bu Sandra

Bentak Bu Sandra tanpa jeda, suaranya terdengar makin serak akibat menahan amarah dan kepanikan yang membuncah.

[Kamu pikir setelah keluar dari sini kamu bisa lepas tanggung jawab begitu saja? Folder data inventaris tahunan dan rekapitulasi database barang di server divisi tidak bisa diakses! Staf baru yang menggantikan kamu tidak paham alur pendataan kamu yang rumit itu! Direktur sudah menagih laporannya sejak sejam yang lalu!] - Bu Sandra

​Reyna berjalan santai menuju meja makan kecilnya, menyandarkan punggung dengan tenang tanpa sedikit pun terpengaruh oleh intimidasi atasannya.

^^^​[Bu Sandra, saya sudah Ibu pecat sejak dua hari lalu. Hubungan kerja kita sudah berakhir secara sah saat Ibu mengusir saya, dan itu artinya segala urusan pekerjaan, alur pendataan, maupun laporan Direktur bukan lagi menjadi tanggung jawab saya] - Reyna^^^

​[Kamu jangan sok jual mahal, Reyna!] - Bu Sandra

Terdengar suara gedoran meja di seberang telepon yang menandakan betapa kalutnya situasi di kantor saat ini.

[Sistem pendataan itu kamu yang buat! Kamu sengaja kan bikin alurnya rumit supaya cuma kamu yang tahu dan bikin posisi kamu seolah-olah penting di kantor ini? Sekarang cepat jelaskan password file dan rumus rekapitulasinya lewat pesan teks! Kalau tidak, saya tuntut kamu ke kepolisian karena tuduhan sabotase data perusahaan!] - Bu Sandra.

​Tawa sinis terpancar pelan dari bibir Reyna.

^^^[Silakan laporkan ke polisi, Bu Sandra. Mari kita lihat apakah pihak kepolisian mau mengurus masalah ini, lagipula semua berkas dan panduan sudah saya simpan dengan rapi di folder panduan umum sebelum saya pergi. Jika anda tidak bisa, itu artinya anda yang memang tidak becus sebagai atasan karena masalah pendataan berkas saja anda tidak paham] - Reyna^^^

​[Kamu...] - Bu Sandra

^^^​[Dan satu hal lagi, Bu Sandra. Waktu dan pengetahuan saya saat ini sudah bukan lagi milik perusahaan... Kalau anda butuh jasa konsultasi saya untuk merapikan berkasnya, silakan bayar tarif konsultan profesional secara resmi. Tapi mengingat anda selalu menganggap saya staf miskin yang tidak berguna, saya ragu anda punya anggaran untuk itu] - Reyna^^^

Tanpa memberikan kesempatan sedikit pun bagi Bu Sandra untuk bersuara, Reyna langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Ia memblokir nomor Clarissa sementara waktu demi menghindari Bu Sandra, dan agar Clarissa tidak terganggu.

​Hari berganti malam, udara dingin khas kota Bandung perlahan menusuk hingga ke dalam tulang, diiringi suara rintik hujan gerimis yang mengetuk atap seng kontrakannya. Reyna menarik selimut tebalnya, merebahkan tubuh yang masih menyisakan rasa lelah di atas kasur busa yang terhampar di lantai dan menatap langit-langit kamar sambil memutar kembali rekaman kejadian beberapa hari terakhir.

​Saat ia sedang menikmati momen rebahannya sembari mendengarkan alunan musik pelan, layar ponselnya mendadak menyala terang dan bergetar panjang, Reyna melirik layar tersebut dan nama Agnia terpampang di sana.

​Reyna menggeser tombol hijau, lalu menempelkan ponsel itu ke telinganya.

^^^​[Halo, Ni?] - Reyna^^^

​[Gimana, Rey?] - Agnia

^^^[Gimana apanya, Ni?] - Reyna^^^

[Ish, itu loh libur minggu ke Dieng, kamu jadi ikut, kan? Aku sama Mas Bagas udah mau booking penginapannya nih dari sekarang biar nggak kehabisan!] - Agnia

​Reyna terdiam sejenak dan menggigit bibir bawahnya ragu, pikiran gadis itu langsung melayang pada kondisi keuangan dan situasi hidupnya saat ini. Walau Reyna sudah menerima gaji dan bonus lemburan, namun ia harus menghemat setengah mati demi menyambung hidup, membayar sewa kontrakan bulan depan, serta membiayai kebutuhan lamaran kerja ke sana-kemari sebelum ia mendapatkan pekerjaan baru, pergi berlibur jelas merupakan sebuah kemewahan yang sama sekali tidak bisa ia jangkau saat ini.

​Di sisi lain. Untuk sementara waktu, Reyna juga masih menyembunyikan tentang pemecatannya dari Agnia. Sahabatnya itu baru saja menempuh hidup baru dan sedang menikmati masa-masa bahagianya sebagai pengantin baru bersama suaminya. Reyna sama sekali tidak ingin merusak kebahagiaan Agnia atau membebaninya dengan masalah yang sedang ia hadapi.

.

.

.

Bersambung.....

1
Felycia Fernandez
gue lagi nggak pengen pacaran katanya...mungkin langsung nikah kali ya 🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
Keisengan belaka ya bagusnya
lia juliati
ayo anton pepet terooooosssss,
falea sezi
lagian krja kantoran masak sepatu pesta satu aja kaga punya 🤣🤣 bloon
falea sezi
bodoh resain lah
Rizky Manik
bagus Anton dekatin aja Reyna,aku liat reaksi Dikta kekmana🤭🤭🤭
lanjut thor
Rizky Manik
meleleh adk pak dokter🤭🤭🤭
Sastri Dalila
🤣🤣
Felycia Fernandez
duuuuh Dikta...kamu bisa bisa buat Reyna baper ...katanya nggak mau pacaran
Felycia Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣
Sastri Dalila
😘😘😘
Syifa Fauziah
so sweet dikta😍
Aidil Kenzie Zie
kok jawabnya terserah sich Dikta biar nggak ada yang curiga ya kalo ternyata ente emang udah ada rasa
Felycia Fernandez
pernah denger sih mie ini,katanya enak banget khas wonosobo
Felycia Fernandez: ntar kk Thor aku cobain kalau ada perjalanan ke daerah sana👍
total 2 replies
lia juliati
bonus 1 update tor😍
lia juliati
bumbu anton seru nih tor😄
Rizky Manik
makin seru ni pdkt antara Dikta sama reyna🤭
lanjut thor
lia juliati
biarin anton deketin Reyna tor.... biar ada bumbunya🤭
Rizky Manik
lanjut thor🙏
Rizky Manik
yakin Dikta gkmau pacaran? jangan2 nnti langsung nikah aja yakan🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!