demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.
setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Ariana pulang dari mall dengan sebuah paperbag ditangannya, paperbag itu diletakkan diatas sofa. Dengan menatap sekeliling dengan wajah sedih.
"tinggal menghitung hari lagi, aku akan meninggalkan rumah ini". gumam Ariana terus menatap sekeliling.
Hembusan nafas pelan keluar dari mulutnya, Ariana menggulung lengan bajunya naik keatas, tak lupa menguncir rambut nya ke atas.
Langkah nya menuju kearah lemari kecil, Ariana berjongkok membuka lemari itu, beberapa kotak kecil dimasukkan kedalam kotak besar, isinya adalah beberapa perhiasan yang memang masih disimpan dalam kotak itu.
Tangannya kembali memegang kotak kecil berwarna biru navi, dengan pita berwarna biru bercampur merah diatas nya.
Dengan pelan Ariana membuka kotak kecil itu, didalamnya ada sebuah flashdisk tentang Poto kenangan nya bersama Arga sebelum menikah sampai mereka menikah, semua ada didalam flashdisk itu.
Ariana mengambilnya, membuka laptop dan memasang flashdisk itu, saat membukanya, banyak foto-foto kenangan mereka berdua.
air mata Ariana jatuh begitu saja melihat foto itu, mereka memang saling mencintai sejak dulu tapi Arga dengan tega memasukkan orang ketiga kedalam rumah tangga yang dibangun atas dasar saling mencintai.
Ariana kira setelah menikah dengan Arga yang dengan tulus mencintai akan membuatnya bahagia, nyatanya pikiran nya salah besar. Cinta ternyata bisa berubah hanya karena ada yang lebih muda darinya.
air mata itu kembali jatuh, walau kadang Ariana merasa tegar tapi jauh didalam lubuk hatinya ada rasa sakit yang begitu dalam. Rasa sakit yang membuatnya harus kuat dan mandiri mulai dari sekarang.
karena tidak ingin berlarut dalam kesedihan, Ariana menghapus air matanya dengan cepat. flashdisk itu dicabut dan laptopnya langsung ditutup.
beberapa kali Ariana menghembuskan nafasnya, mengatur deru nafasnya yang mulai memburu.
"jangan menangisi laki-laki brengsek itu Ariana, air mata mu begitu berharga". Lirihnya terus menghembuskan nafas pelan.
Merasa tidak sedih lagi, Ariana menyandarkan kepalanya sambil memejamkan mata, kepalanya dipijit pelan karena sedikit berdenyut-denyut bagian samping.
Saat itu Arga datang dengan menenteng jas nya, tatapan nya langsung tertuju pada Ariana yang bersandar pada sofa ruang tamu.
"sayang....aku pulang". Kata Arga menghampiri Ariana yang sudah membuka mata nya kemudian memperbaiki duduk nya.
Arga ikut duduk disamping Ariana, merangkul sang istri dengan tersenyum merekah. "hari ini aku pulang cepat supaya bisa makan malam dengan mu".
Ariana tidak menanggapi, wajahnya berpaling kemudian berdiri menuju kearah dapur, diikuti oleh Arga yang sudah duduk meja makan.
pelayan sebenarnya ada, hanya saja datang ketika ingin membersihkan rumah saja, selebihnya Ariana yang mengurus seperti memasak dan mengurus keperluan Arga.
Brakkkk
Sebuah mie instan dilempar oleh Ariana diatas meja, tatapan Arga langsung mengarah ke mie instan itu.
"dirumah cuman ada ini, kalau takut keracunan karena kadaluarsa, kamu makan diluar saja, bukannya kamu paling suka barang diluar". Sindir Ariana menatap datar Arga yang duduk dimeja makan.
Bukanya tersinggung, Arga malah tersenyum kecil. "istri orang biasanya sudah menyiapkan makan malam untuk suami nya, makanan panas, enak dan lezat dan menunggu suaminya pulang". Ariana malas mendengar ocehan Arga, wanita itu memalingkan wajahnya kesamping.
"kamu malah kasih aku mei instan". Lanjut Arga lagi tak percaya dengan hidangan yang diberikan oleh istri nya, bahkan mie instan itu tidak dimasak, masih dalam bentuk kemasan.
'cihhhh...aku tidak mencampur racun ke makanan mu itu saja sudah bagus'. Batin Ariana.
tak menanggapi ocehan Arga, Ariana kembali ke dapur mengambil sebuah mangkuk yang berisi makanan yang sudah dipanaskan sebelumnya.
"itu sup ayam dengan taburan seledri, tadinya aku akan memakan nya, tapi untuk mu saja". Ariana bersedekap dada didepan Arga.
Arga yang melihat sup ayam itu, bahkan banyak taburan seledrinya langsung saja tertawa. tatapannya mendongak menatap Ariana dengan wajah serius.
"apa kamu lupa kalau aku alergi dengan daun seledri ?". Tanya Arga dengan tatapan aneh.
Ariana yang mendengar nya langsung memukul kepalanya pelan. "aduhhh... Astaga aku benar-benar lupa, kalau begitu tidak usah memakan nya".
Brakkkk
Arga menggebrak meja dengan nafas memburu, karena tidak mau berdebat jadi pria itu lebih memilih naik lantai atas menuju kamarnya ingin mandi.
Ariana memutar bola matanya malas ketika Arga pergi dan langsung duduk menyantap sup ayam itu dengan perasaan tenang.
"enak saja mau dilayani lagi, selama ini kamu selalu makan diluar. Kenapa tiba-tiba pulang cepat terus mau makan dirumah lagi...hiiii". gumam Ariana mulai menyendok kan sup ayam itu masuk kedalam mulut nya.
"ahhhh segarnya".
sedangkan Arga yang berada dikamar nya merasa kesal dan juga lapar dengan wajah setengah kesal. pria itu langsung masuk kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
Sekitar tiga puluh menit lamanya Arga keluar dengan wajah segar, sebuah handuk melilit di badannya bagian bawah.
Dengan perasaan lega, Arga segera menuju ke walk in closet, di lemari pakaian dimana pakaian nya dan Ariana berada. tapi saat melihat barang-barang Ariana yang seperti sedikit nafasnya memburu.
"kemana barang-barang nya ? Kenapa tinggal sedikit ?". Guma Arga berjalan dibagian tempat perhiasan Ariana, ternyata perhiasan nya juga sudah tidak ada disana.
Arga membuka lemari pakaian, jantungnya berdetak tidak karuan setelah melihat pakaian Ariana yang hanya tersisa beberapa lembar saja.
Dengan cepat pria itu memakai pakaian nya dan langsung turun kelantai bawah, Ariana ternyata masih makan dimeja makan.
"perhiasan, sepatu, tas dan pakaian mu sebagian kemana ? Kenapa tidak ada di sana". Tanya Arga dengan wajah panik.
Ariana tidak beralih menatap Arga, wanita itu tetap fokus pada makanan dan juga ponsel nya.
'akhirnya dia sadar juga'. Batin Ariana meletakkan ponsel nya dan menatap Arga.
"sepatu dan baju aku kirim ke dry clean, tas dan perhiasan juga dirawat. Semuanya aku bawa kesana, karena aku bisan dirumah makanya aku membereskan semuanya. sepatu dan pakaian, aku campur semuanya agar terlihat bersih nantinya sedangkan tas dan perhiasan, sudah terlihat kusam dan berliannya sudah tidak berkilau, makanya aku mengirim semua nya ke sana untuk dibersihkan dan dirawat". Ariana kembali melanjutkan makan nya.
Arga hanya tersenyum mendengar penjelasan Ariana, pria itu membungkukkan badannya dengan kepala di condong kan kedepan.
"tidak perlu terburu-buru sayang...kamu tidak hanya tinggal beberapa hari dirumah ini, nanti pelan-pelan saja yah". Kata Arga menegakkan badannya.
"ummm...aku hanya tidak mau membuang-buang waktu, makanya sekalian semuanya aku bersihkan". Jawab Ariana melirik Arga sekilas.
Arga kembali tersenyum, tapi tatapannya tertuju pada sebuah Paperbag yang berada diatas sofa yang tak jauh dari meja makan.
Kakinya melangkah kearah sofa dan mengambil paperbag itu, senyumnya terus merekah. "apa ini untuk ku ?". Tanya Arga sudah memegang paperbag itu.
Dengan cepat Ariana mengambilnya. "bukan...ini untuk suami Mery karena sebentar lagi akan mengadakan anniversary, dia terpaksa menitipkan untuk ku belikan karena saat ini Mery tengah hamil dan tidak bisa keluar, sering mual-mual". Ariana terpaksa berbohong.
"kamu membelikan suami orang dan tidak membelikan suami mu ?". tanya Arga tidak percaya.
"kamu kekurangan jas ?".
"aku....".
Bersambung....