Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Hazella Adeline, atau Hazel, adalah gadis 19 tahun yang dikenal sebagai bad girl. Meski keras kepala dan berani, Hazel sebenarnya memiliki hati yang sangat baik. Saat pindah sekolah, Hazel harus tinggal di rumah kakaknya, Cateline, yang ternyata sudah menikah selama dua tahun dengan seorang pria bernama Sagara. Namun, Sagara jauh dari bayangan Hazel tentang seorang suami. Ia terlihat penakut, mudah menangis, selalu mengalah, dan sering menjadi sasaran amarah Cateline. Hazel pun selalu membelanya hingga tanpa sadar mulai menyukai pria itu. Hazel tahu perasaannya salah karena Sagara adalah suami kakaknya. Ia berusaha menahannya. Hingga sebuah rahasia perlahan terbongkar. Sagara ternyata mengalami amnesia dan tidak mengingat siapa dirinya sebelum kecelakaan. Tak ada yang tahu bahwa sebelum kehilangan ingatan, Sagara adalah mafia paling kejam sekaligus salah satu pria terkaya di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Arlend melangkah menembus remangnya malam di tepi jalan raya terpencil yang sepi. Pakaian hitamnya yang basah kuyup dan ternoda bercak darah tidak menyurutkan langkah tegapnya sedikit pun. Aura kepolosan Sagara telah sirna sepenuhnya, berganti menjadi gestur seorang penguasa mutlak yang mengintimidasi.

Di sudut persimpangan jalan yang sepi, Arlend menghentikan langkahnya di depan sebuah boks telepon umum tua yang berdebu. Ia meraih gagang telepon, memasukkan beberapa koin yang tersisa di saku jaketnya, lalu menekan deretan belasan digit angka asing yang terpatri luar kepala di ingatannya.

Panggilan tersambung. Suara nada dering bernada khusus berbunyi dua kali sebelum sebuah suara berat, tegas, namun sarat akan kehati-hatian menjawab dari balik telepon.

"Gideon di sini. Sebutkan kodenya."

Arlend memegang gagang telepon dengan jemarinya yang tegap. Bibirnya terangkat membentuk garis tipis yang dingin. Suara rendah, berat, dan sarat akan penekanan mematikan keluar dari tenggorokannya.

"Cakar Elang tidak pernah menunduk, Gideon."

Hening seketika.

Di ujung telepon sana, Gideon tangan kanan sekaligus pimpinan armada pengawal pribadi klan Victor membeku total. Napasnya terhenti. Tablet dan dokumen penting di genggamannya meluncur jatuh begitu saja menghantam lantai marmer. Tubuh pria paruh baya bertubuh tegap itu gemetar hebat, bukan karena takut, melainkan karena rasa syok, haru, dan ketidakpercayaan yang membuncah luar biasa.

Dua tahun. Dua tahun klan Victor pencarian tanpa henti dan menganggap sang Raja telah tewas dalam sabotase helikopter.

"T-Tuan... Tuan Arlend?!" bisik Gideon dengan suara gemetar, matanya membelalak lebar, menggenang oleh air mata kebanggaan yang jarang sekali menetes. "Anda... Anda benar-benar masih hidup, Tuan?!"

"Jalan Lintas bukit kilometer empat belas. Sepuluh menit," ucap Arlend irit bicara, nadanya dingin tanpa celah untuk dibantah.

"Siap, Tuan Besar! Kami meluncur sekarang juga!" tegas Gideon mantap sebelum panggilan terputus.

Kurang dari delapan menit, guncangan helatan mesin-mesin silinder besar bergaung membelah sunyinya malam. Dari kejauhan, sorotan lampu tembus kabut menyapu jalanan yang basah.

Sebuah konvoi megah berisi belasan SUV armor hitam anti-peluru dan dua mobil limousine bertengger lambang klan Victor melaju kencang dengan kecepatan tinggi. Konvoi itu berhenti mengepung area boks telepon umum, membentuk garis barikade keamanan tingkat tinggi.

Pintu mobil utama terbuka cepat. Gideon melompat keluar, berlari menghampiri sosok bertubuh tegap yang berdiri tenang di bawah rintik hujan.

Melihat Arlend berdiri tegak dengan tatapan mata elangnya yang utuh dan mematikan, Gideon langsung berlutut di atas aspal yang basah. Belasan pengawal elit berseragam serba hitam yang turun dari mobil-mobil konvoi dengan sigap berbaris rapi di kiri dan kanan jalan, menundukkan kepala mereka seraya memberi penghormatan tertinggi.

"Selamat datang kembali, Tuan Besar Arlend Kyren Victor!" seru Gideon dengan lantang dan penuh kepatuhan mutlak, diikuti gema hormat serentak dari belasan pengawal elitnya.

Arlend tidak menyahut. Pria itu hanya berdiri kaku, menatap lurus ke depan dengan sorot mata yang teramat dingin dan angkuh. Aura dominasi yang pekat memancar dari tubuhnya, membuat area sekitar mendadak terasa mencekam dan sarat akan ancaman.

Gideon dengan sigap berdiri dan membukakan pintu penumpang belakang mobil limousine mewah berpelapis baja tersebut.

Arlend melangkah anggun, menundukkan tubuhnya sedikit, lalu masuk dan duduk di atas kursi kulit hitam yang nyaman. Ia menyandarkan punggungnya, menyilangkan kakinya yang panjang, lalu menatap Gideon yang berdiri menunduk di luar pintu.

"Pakaian," cetus Arlend singkat, suaranya yang berat dan dalam bergema di dalam kabin mobil yang kedap suara.

"Sudah kami siapkan di dalam, Tuan," sahut Gideon cepat dan patuh. "Perlu kami ratakan tempat ini?"

"Ke markas pusat," tekan Arlend dingin. "Permainan mereka baru saja dimulai."

Irama deru mesin delapan silinder melaju mulus membelah pekatnya malam, membawa konvoi limousine mewah klan Victor menembus kegelapan jalanan kota. Di dalam kabin belakang yang kedap suara dan beraroma kayu cendana mahal, Arlend menyandarkan punggung tegapnya pada sandaran kursi kulit hitam.

Di sampingnya, sebuah jas hitam eksklusif rancangan khusus dan kemeja sutra telah tersusun rapi. Namun, Arlend belum menyentuhnya. Pria itu menatap lurus ke luar jendela mobil yang dibasahi rintik hujan, membiarkan jemari tangannya yang berhias bekas luka tipis mengetuk pelan pada sandaran tangan.

Di dalam kepalanya, memori masa lalu yang terpecah akibat benturan keras mendadak berputar secara tidak sempurna.

Serpihan ingatan dua tahun terakhir mulai menyusun bentuk, namun ada celah besar yang terputus di dalam otaknya. Ingatan Arlend hanya merekam siksaan, penghinaan, dan kekejaman yang ia terima selama berada di mansion keluarga Adeline.

Ia mengingat dengan sangat jelas bagaimana Cateline Adelia menatapnya penuh kebencian. Ia mengingat rasa dingin cambuk kulit yang menghantam punggungnya, bentakan Helena yang merendahkan harga dirinya, serta status "anjing peliharaan" yang disematkan padanya selama ia kehilangan ingatan.

Namun, tidak ada bayangan Hazella di dalam otaknya.

Memori tentang gadis berusia 19 tahun yang berdiri pasang badan membelanya, tangan halus yang mengusap lukanya di rumah sakit, hingga jeritan histeris Hazel di tepi jurang saat ia jatuh semuanya lenyap tanpa bekas, terhapus oleh trauma benturan dan goncangan sarafnya. Di dalam benak sang Raja Mafia, mansion Adeline hanyalah neraka tempat ia dihina dan disiksa.

Mata elang Arlend menyempit, memancarkan pendar kegelapan yang teramat pekat. Suasana di dalam kabin limousine yang hangat mendadak terasa mencekam dan membeku, seolah temperatur udara merosot tajam dalam hitungan detik.

Gideon yang duduk di kursi depan memutar pandangannya ke belakang lewat kaca spion. Ia merinding merasakan aura pembunuh yang terpancar dari tubuh tuannya.

"Tuan Besar..." tegur Gideon dengan suara sangat pelan dan penuh kehati-hatian. "Apakah Anda membutuhkan penanganan medis terlebih dahulu untuk luka di punggung Anda?"

Arlend tidak langsung menjawab. Pria itu mengepalkan jemari tangannya rapat-rapat hingga buku-buku jarinya memutih. Rasa sakit di punggungnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan penghinaan terhadap harga dirinya sebagai penguasa tertinggi klan Victor.

"Tidak perlu," cetus Arlend.

Suaranya keluar begitu rendah, berat, dan sarat akan penekanan mematikan yang menusuk hingga ke tulang. Setiap kata yang diucapkannya membawa bobot ancaman yang sanggup meruntuhkan sebuah dinasti.

Arlend memiringkan kepalanya sedikit, menatap bayangan dirinya sendiri di kaca jendela yang basah.

"Keluarga Adeline..." bisik Arlend dengan nada dingin yang teramat menakutkan, tanpa sedikit pun keraguan atau rasa iba. "Mereka pikir mereka sedang memelihara seekor anjing yang bisa mereka cambuk dan rendahkan sesuka hati."

Bibir tegasnya terangkat sedikit, membentuk garis senyuman miring yang begitu kelam dan mematikan.

"Aku akan membalas setiap tetes darah dan penghinaan itu pada keluarga Adeline..." tekan Arlend dengan intonasi yang begitu tajam dan beracun. "Aku akan meratakan nama mereka, menghancurkan harta mereka, dan memastikan Cateline serta ibunya berlutut memohon kematian di hadapanku."

1
merry
hazel menurut mu jgn pura pura polos dan lugu dech asli y kn ngk 🤭🤭🤭bgs jdi cwe manja biar di manja sm mafia dan nikmatin falistas mewah ya,, sambil ngehukum ibu Tri dan saudara trimu,,,
Mundri Astuti
kirain hazel bener" tulus ...wewww sama aja kamu kaya Catlin zel, cuma manfaatin arlend
merry
astoge klian berdua in psangan bonglon ternyata,, klo Sagara tidak anemsia knp mau aj di injk injk cbb sm cat,,, hazel tujuan y ap sm Sagara selain bls dendam,, 🤔🤔🤔🤔
merry
jdi psagann gk y nntii hazel sm Sagara
Mundri Astuti
dikit beud thor...perasaan baru baca dah kelar aja 🤭
double up y thor 😄🙏
@cristi
kaak bagus banget ceritanya😍
Mundri Astuti
Alhamdulillah selamet juga akhirnya hazel
merry
syukur ktmu bos cb telat dikit ajjh,,, cept sembuh hazel kmu kn hrs sekolh zel 🤭🤭🤭jgn bnci arlend ya kn dia lupa🤭🤭🤭🤭
𝐀⃝🥀Weny
wes telat🤣🤣 sak Iki nyesel kan/Facepalm/
Mei TResna Rahmatika
hazel😭
merry
nah kapok kann kmu gara 🤭🤭🤭🤭 org wlpun hilng ingat tp msh bisa liat kebiasaan kebiasaan atau sentuhan psti tdk bisa dilupakan ada perasaan familiar gt,,, lh kmu main sikat ajj,, moga hazel ktmu org baik dan tgl di desa terpencil,, tp gmn dgn sekolah y hazel ya 🤔🤔🤔🤔
anonim
la nyesel kan ?
Mundri Astuti
lah emang ga disentuh.. dah masuk ke laut ...kumaha si arlend ...
kasihan si hazel ...
Intan Aprilia Rahmawati
thor up yg banyak dong minimal 10 aku ingin kk mafianya menyesal setelah ingatannya kembali bawa hazel gk salah aduh sedikit sekali nih
Mei TResna Rahmatika
buang ke laut trs baru deh ingatan arlend muncul tentang hazel tapii terlambat semoga hazel udah ilang ke bawa arus
Mundri Astuti
apes amat si hazel
𝐀⃝🥀Weny
astagaa... jangan sampai kamu menyesal Arlend.. up lagi thor.. dikit banget sih😊
merry
nah kn kena jg hazel moga hbs hazel dibuang di laut si mafia ingt dikit-dikit gt 🤭🤭🤭hbs itu cariin hazel tp hazel di ud di selamatin org lain gt biar nyesel,, setau klo org lupa ingt tp hati y bisa bedain loh mn baik dan jhtt
merry
hbs lhh kau nenek sihir😆😆😆😆hazel gmn donk ya
𝐀⃝🥀Weny
kemana wajah angkuhmu Cateline😂😂 up lagi thor😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!