Kisah tiga orang pria playboy bernama Riko, Aril dan Romi yang bersahabat dengan dua pria lainnya yang bernama Refan dan Bagus.
Tiga playboy ini iri melihat kehidupan dua sahabat mereka lainnya yang sudah berumah tangga hidup dengan bahagia bersama keluarga mereka.
Hal ini membuat mereka juga ingin bahagia seperti sahabat mereka lainnya. Tetapi kedua sahabatnya menyuruh dan mendukung mereka untuk berhenti menjadi seorang playboy dan membantu mereka mendapatkan pendamping hidup yang mereka sebut bidadari surga.
Ternyata untuk menjadi pria yang baik sangat sulit, mereka menjalani berbagai cobaan untuk mendapatkan bidadari surga mereka. Mungkin itu hukuman atas perbuatan mereka selama ini.
Akankah mereka berhasil insaf menjadi seorang playboy dan mendapatkan bidadari surga mereka atau mereka akan kembali pada hobby lama mereka sebagai seorang playboy?
Silahkan ikuti kisah selanjutnya. Tapi sebelum membaca silahkan pilih menu favorit dan jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya ya untuk mendukung novel ini.
Terimakasih....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duapuluh
Setelah selesai menikmati makan malam bersama di rumah Refan, mereka disajikan makanan yang enak - enak oleh istrinya sampai kekenyangan.
Malam semakin larut akhirnya mereka memutuskan untuk berpamitan pulang. Riko melihat Naila putrinya Renita sudah tidak bersama Kinan lagi. Mungkin sudah tidur di kamar.
Hanya dia yang ada disini yang tau status Naila. Bahkan Refan sekalipun tidak mengetahui kalau anak itu bukan darah dagingnya. Riko menyimpan rahasia yang sangat besar.
Semoga jika suatu saat Refan mengetahuinya dia bisa melalui semuanya. Karena saat ini sudah ada Kinan disampingnya yang bisa menguatkan Refan.
"Fan kami pamit ya, sudah malam. Istri kamu pasti udah capek banget mempersiapkan semua ini" ujar Bagus.
"Iya sudah waktunya kalian istirahat. Kalau kamu sih masih single, malam masih panjang" sambut Aril.
"Kami pulang ya Fan" ujar Riko.
Mereka berpamitan kepada Kinan istrinya Refan setelah itu keluar dari rumah Refan dan masuk ke dalam mobil mereka tadi.
Riko, Aril dan Romi masuk ke dalam mobil Aril dan kembali ke apartemen Riko.
"Kalian lihat Refan sudah sangat bahagia kan?" tanya Riko.
"Iya ternyata apa yang dia katakan benar. Istrinya benar - benar pintar melayaninya. Aku tidak menyangkanya sama sekali. Aku sudah salah menilai wanita itu, ternyata dia wanita yang baik" ungkap Aril.
"Makanya kalau kamu belum begitu mengenalnya jangan terlalu cepat menyimpulkan" pesan Riko.
Mobil hening sesaat.
"Apa kalian tidak pernah bosan dengan kehidupan kita yang seperti ini?" tanya Riko.
"Lihat Refan dan Kinan sudah memiliki keluarga bahagia. Begitu juga dengan Bagus dan Ayu. Sedangkan kita, apa yang kita punya?" sambung Riko.
"Kita punya banyak wanita Ko" jawab Romi.
"Tapi saat kita pulang ke apartemen tetap sendiri kan? Dan kesepian?" tanya Riko.
"Kamu kali yang kesepian? Aku sih biasa aja" jawab Aril.
"Iya benar. Kamu kali udah kepengen nikah? Kalau aku mah belum" sambut Romi.
Aaakh... sepertinya sia - sia bicara sama mereka. Ya sudah lebih baik aku melangkah sendiri saja. Batin Riko.
Tak lama mobil sudah sampai di apartemen Riko. Mereka berpisah di basement dan masuk ke mobil masing-masing.
"Kalian gak naik lagi?" tanya Riko.
"Nggak ah. Aku ada janji sama cindy" jawab Aril.
"Aku juga udah ditungguin Stella" sambut Romi.
"Ya sudah kalau begitu, bye... hati - hati di jalan" ujar Riko.
"Kamu gak keluar lagi Ko?" tanya Aril.
"Nggak, aku mau istirahat, besok ada janji sama client" jawab Riko.
"Oke, kalau begitu kami pergi ya, byee.... " Aril melambaikan tangannya.
Riko berjalan menuju lift dan naik ke lantai apartemennya. Sesampainya di apartemen Riko langsung ganti baju dan berwudhu, dia belum shalat isya tadi.
Setelah selesai shalat Isya Riko melihat ponselnya dari tadi tak berhenti bergetar. Riko berdiri dan duduk di pinggir tempat tidur.
Dia bersandar di dinding tempat tidur sambil membuka layar ponselnya. Ternyata ada pesan dari Camela. Camela adalah wanita yang terakhir dekat dengan Riko. Dia mengirim pesan untuk mengajak Riko ketemuan. Sudah sering Riko menolak ajakan wanita ini tapi sepertinya harus dihentikan segera.
Riko segera mengetik pesan kepada Camela. Dia membuat janji untuk bertemu Camela.
Riko
Camela besok saja ya kita ketemu, aku ajak kamu makan malam. Hari ini aku tidak bisa, aku lagi gak enak badan.
Riko mengirim pesannya kemudian mematikan ponselnya dan segera bersiap hendak tidur.
*****
Keesokan harinya sepulang kerja Riko memang sengaja keluar lebih lama. Dia shalat maghrib terlebih dahulu di kantor baru berangkat menuju kantor Camela dan mengajaknya makan.
Kini Riko dan Camela sudah berangkat menuju salah satu Restoran yang terkenal. Mereka sengaja mencari tempat duduk yang strategis.
Pelayan datang membawa buku daftar menu dan mencatat pesanan mereka. Setelah itu berlalu dari meja Riko.
"Ko kamu kemana aja sih? Akhir - akhir ini susah banget di hubungi?" tanya Camela.
"Aku sibuk Mel" jawab Riko.
"Tapi sempat beberapa kali aku ketemu Aril dan Romi mereka bilang kamu sudah pulang atau lagi di apartemen. Kamu sengaja ya menghindar dariku?" tanya Camela.
Riko menarik nafas panjang.
"Maaf Mel, sejak awal kan kita memang tidak punya hubungan apa - apa. Aku sudah katakan pada kamu kalau hubungan kita tidak punya komitmen apapun. Kita berjalan atas dasar suka sama suka. Tapi saat ini, aku mau menghentikan semuanya" ungkap Riko.
"Kamu mau ninggalin aku? Ooh kamu udah ketemu sama wanita yang baru?" tanya Camela marah.
"Tenang Mel... Aku tidak sedang dekat dengan wanita manapun. Dan aku memang tidak ingin dekat dengan wanita manapun saat ini. Aku bosan depan kehidupan yang sepet ini Mel. Aku ingin berubah" jawab Riko.
"Cih.. alasan. Jangan bilang kamu mau sok alim" sindir Camela.
"Aku bukan sok alim tapi aku serius. Aku benar - benar ingin berubah. Aku sudah sampai pada titik jenuh dan tidak menemukan tujuan apapun dalam kehidupan aku selama ini. Semuanya hampa tanpa tujuan yang jelas. Aku ingin lebih serius menghadapi masa depan. Aku.. aku... akhir - akhir ini selalu memikirkan kematian. Aku takut saat aku mati nanti aku masih punya dosa yang sangat banyak Mel" ungkap Riko.
"Hahaha.. mana Riko yang selama ini aku kenal? Kamu bukan Riko" ejek Camela.
"Terserah kamu. Aku hanya ingin mengakhiri semuanya dengan baik. Anggaplah makan malam kita ini sebagai makan malam sesama teman. Kita sama - sama bebas tanpa ikatan. Jadi kamu bebas dekat atau bertemu pria manapun" ujar Riko.
Camela terdiam dan tak tau harus berkata apalagi karena sejak awal memang dia dan Riko tidak punya komitmen apapun. Selama ini mereka hanya patner havefun saja setiap malam.
Apalagi dengan pengakuan Riko barusan membuat Camela jadi tidak selera lagi dengan Riko. Camela memilih diam dan menikmati saja makan malam terakhir ini bersama Riko karena setelah ini dia tidak akan mau lagi jalan dengan Riko.
"Sebentar ya Mel aku ke kamar mandi dulu" ucap Riko.
Riko bangkit dan berjalan meninggalkan Camela tiba - tiba dia melihat Refan sedang memesan makanan di Restoran itu juga. Riko berjalan menghampirinya.
"Fan" sapa Riko.
"Riko, ngapain kamu di sini?" tanya Refan.
"Biasa Fan" jawab Riko.
Refan sadar kalau sahabatnya Riko memang suka gonta ganti pacar. Pasti dia sedang kencan dengan para wanitanya.
"Kamu ngapain? Sendirian?" Riko balik bertanya.
"Iya aku mau beli nasi goreng pesanan Kinan. Mau aku bawa ke rumah sakit" jawab Refan.
"Rumah sakit? Siapa yang sakit?" tanya Riko lagi.
"Naila Ko, Naila sakit dari tadi pagi" jawab Refan, wajahnya kembali sedih.
"Apa Naila sakit?" tanya Riko terkejut. Riko terlihat sangat khawatir.
"Iya demam panas, kata dokter karena kecapekan. Kemarin Naila dibawa mertua ke rumahnya ada acara keluarga" jawab Refan.
"Semoga Naila cepat sembuh ya Fan, nanti aku akan kabari yang lain buat jenguk Naila di Rumah Sakit. Oh iya Naila di opname di Rumah Sakit mana?" tanya Riko.
"Rumah Sakit Ibu dan Anak" jawab Refan.
Tak lama pelayan memberikan bungkusan pesanan Refan.
"Ko, aku langsung jalan ya.. udah mau maghrib kasihan Kinan sendirian jaga Naila di Rumah Sakit. Nanti dia susah mau shalat" ujar Refan.
"Iya Fan, hati - hati ya" ujar Riko.
Riko menatap kepergian Refan semakin menjauh dengan penuh ke khawatiran.
Ren.. apakah rahasiamu akan terbongkar? batin Riko.
.
.
BERSAMBUNG
gua rasa hana cm mo anaknya d urus riko dh makanya nitip anak nya 2hr gua rasa gak bakalan balik2 lg...