Indonesia
NovelToon NovelToon
My Little Girl - Hanya Denganmu Ku Bahagia -

My Little Girl - Hanya Denganmu Ku Bahagia -

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:22.3k
Nilai: 5
Nama Author: edh_

Bagaimana bisa Ray jatuh hati pada seorang gadis yang hanya pernah dilihatnya sekali saja. Sudah lima tahun berlalu dan dia sama sekali tidak bisa melupakan sosoknya. It's My Little Girl.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon edh_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MyLiGi - BAB 20

Yumna kembali ke dapur dengan pikirannya yang memikirkan tentang permintaan dari pria itu. Dia memang tidak ada keinginan untuk menemui pria itu, bahkan sampai harus mengantarkan pesanan darinya sampai ke mejanya.

Tetapi setelah mendengar dari Salsa tentang pria itu membuatnya ada rasa penasaran juga. Dan ketika Yumna memutuskan untuk mengantarkan pesanannya, dia tidak akan mengira jika pria itu ternyata juga menginginkan dirinya untuk bisa menemaninya di satu meja yang sama dengannya. Apa sih yang sebenarnya diinginkan oleh pria itu?

Yumna kini menyimpan kembali meja troli itu di sudut ruangan dapur. Dia berfikir sejenak apa sebaiknya dia tidak perlu kembali ke sana lagi untuk menemui pria itu. Lagi pula dirinya juga tidak mengatakan jika akan kembali menemuinya bukan? Dan pria itu juga pasti akan berfikir jika dirinya benar-benar tidak ingin bertemu dengannya lagi. Jadi untuk apa dirinya harus berfikir untuk melakukan itu.

Tapi....

Yumna kini memandang sekeliling dapur, teman kerjanya yang lain sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ada pesanan yang baru masuk dan langsung di ambil alih oleh Chika yang baru saja kembali setelah berbelanja kebutuhan dapur yang mulai menipis.

Yumna melihat jam yang ada di dinding. Masih ada waktu sebelum memasuki di jam ramai makan siang. Pesanan-pesanan yang masuk saat ini sudah di kerjakan juga oleh temannya yang lain.

Dan setelah berfikir kilat, Yumna pun sudah membuat keputusan untuk menemui pria itu lagi. Bukan karena ingin menuruti permintaan darinya, tetapi Yumna juga ingin menegaskan dan menanyakan apa yang menjadi tujuan dari pria itu ingin bertemu dengannya.

Yumna mendekati Ilham dan berbicara sebentar pada pemuda itu jika dirinya akan keluar dari dapur lagi untuk bisa menemui pria yang baru saja di temuinya itu karena harus mengantarkan pesanannya.

Yumna berjalan ke loket penyimpanan barang miliknya untuk mengambil sesuatu. Setelahnya, baru dia keluar dapur untuk menemui pria itu.

Yumna menoleh ke arah meja kasir dan tidak melihat adanya Jihan di sana, hanya Tuti saja yang sedang berjaga. Mungkin saudaranya itu sedang pergi ke toilet. Setidaknya dia merasa lega karena tak akan ada lagi larangan dari Jihan seperti saat tadi hendak mengantarkan pesanan milik pria itu.

Yumna lalu memandang ke arah meja yang di tempati oleh pria itu. Dia bisa melihat jika pria itu hanya sedang duduk sambil memandangi makanan yang baru saja di antarkannya itu. Sepertinya pria itu belum mulai memakan makanannya.

Dengan sekali helaan nafasnya, Yumna kini melangkahkan kakinya untuk berjalan menuju ke meja yang di tempati oleh pria itu.

Sedangkan Ray yang sejak gadis kecilnya itu meninggalkan mejanya setelah mengantarkan pesanan miliknya, hanya bisa memandangi makanan yang ada di atas meja itu dan belum sedikit pun menyentuhnya.

Pria itu juga belum menyadari jika ada seseorang yang berjalan mendekat ke arahnya dan kini sudah berdiri tepat di samping meja yang di tempatinya. Seseorang yang tak lain adalah Yumna, Hime-gadis kecilnya itu.

"Selamat siang, Pak." Suara lembut dari Yumna yang menyapa Ray membuatnya tersadar dari lamunannya.

Ray yang mendengar suaranya pun langsung menoleh ke arah gadis itu yang sedang berdiri di samping meja yang ditempatinya ini. Dia perlahan lalu mengangkat wajahnya untuk bisa melihat wajah dari seorang gadis yang memang sedang dalam pikirannya saat ini.

Kedua mata Ray membulat ketika melihat sosoknya yang kini memang ada di hadapannya. Gadis kecilnya itu ada di sini. Ini sungguh nyata bukan jika gadis kecilnya itu kini benar-benar ada di depannya?

"Kamu datang lagi?" Ujar Ray terbata saat melihat sosok gadis kecilnya itu.

Yumna hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan dari Ray.

Ray yang melihat Yumna masih saja berdiri dengan cepat berdiri juga untuk bisa menarikkan kursi yang berhadapan dengan kursi yang ditempatinya. Dan dia meminta gadis kecilnya itu untuk bisa duduk di sana.

Pria itu lalu kembali ke tempat duduknya ketika gadis kecilnya itu sudah duduk di sana. Ray yang mendapati gadis kecilnya itu akhirnya bersedia untuk menemui dan menemaninya di sini membuatnya tak bisa memudarkan senyumnya. Pria itu terus tersenyum dengan pandangannya yang kini lurus bisa menatap gadis kecilnya itu.

"Maaf. Sebenarnya ada keperluan apa Anda mencari Saya?" Yumna langsung bertanya tentang tujuan dari pria itu yang datang ke resto ini dan ternyata ingin mencarinya juga. Bahkan pertanyaan yang keluar dari mulutnya kini terkesan dingin. Tapi dia tidak peduli.

Dan sebenarnya Yumna juga merasa tidak nyaman ketika Ray yang memintanya untuk duduk bersama di satu meja dengannya, terlebih lagi dengan status dirinya yang menjadi karyawan di resto ini.

Ray yang mendengar pertanyaan dari Yumna perlahan memudarkan senyumnya. Tetapi raut kebahagiaan masih tercetak jelas di wajahnya dengan kedatangan gadis kecilnya itu yang menghampirinya.

"Maaf kalau buat kamu merasa tidak nyaman. Saya sebenarnya hanya ingin melihat kamu lebih dekat." Ujar Ray perlahan kembali tersenyum lebar. "Dan—Saya juga ingin bisa mengobrol dengan kamu, Hime." Tambahnya lagi.

Yumna mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan dari Ray. Dan—kenapa temannya pak bosnya yang ini juga ikut memanggilnya dengan nama itu?

"Maaf. Bisa tidak—Anda panggil nama Saya dengan yang lain. Anda pasti panggil nama Saya yang itu karena tahu dari Pak Robin kan? Tapi Saya akan lebih suka jika di panggil dengan nama Saya yang lain dari pada nama itu." Ujar Yumna dingin, meminta teman dari atasannya itu untuk memanggil namanya dengan yang lain.

"Yumna?"

Yumna mengangguk.

"Tapi—kenapa? Bukankah Hime adalah nama kamu?" Tanya Ray bingung. Karena yang dia tahu jika nama panggilan gadis kecil yang ada dihadapannya ini adalah Hime.

"Hanya tidak suka saja." Ujar Yumna.

Ray mengangguk. Meski dia tidak mengerti kenapa gadis kecilnya itu jadi tidak suka di panggil dengan nama itu.

Ray kini mengatur ulang posisi makanan yang ada di atas mejanya. Meletakkan satu piring berisi makanan utama di depan Yumna. Piring berisi snack yang di letakkan di tengah. Dan semua itu tak luput dari pengamatan Yumna yang memperhatikan setiap gerak-gerik tangan dari pria itu.

"Kamu suka pasta kan?" Tanya Ray setelah piring berisi pasta itu ada di hadapan Yumna. Sedangkan piring berisi steak berada di hadapan Ray.

"Kenapa Anda bertanya seperti itu?" Tanya Yumna. Meski dia tahu maksud dari pertanyaannya.

"Kalau kamu suka pasta, kamu bisa memakannya. Atau kamu mau steak saja?"

Yumna menggeleng. Jadi itu alasannya kenapa pria yang ada dihadapannya ini juga memesan lebih banyak makanan. Padahal hanya ada dia seorang. Dan ternyata pria itu pesan banyak menu agar bisa diberikan padanya di saat dirinya bersedia menemuinya.

"Ah iya, harusnya Saya pesan satu minuman lagi. Tapi tidak apa, yang ini bisa buat kamu saja. Saya masih ada jus strawberry yang tadi Saya pesan dulu ketika pertama kali datang ke sini." Ujar Ray sambil meletakkan gelas lemon tea itu di dekat piring berisi pasta.

Ray kini memandang pada Yumna yang masih memasang wajah dingin bercampur bingung.

"Tadinya Saya pesan banyak makanan ini karena teman Saya, tapi bukan Robin, mau datang ke sini juga. Tapi ternyata tidak jadi karena ada urusan dadakan yang lain." Ujar Ray sedikit berbohong pada gadis kecilnya itu.

"Kak Zacky?" Terka Yumna yang entah kenapa bisa menyebutkan nama itu.

Ray terkejut mendengar nama saudaranya di sebut oleh gadis kecilnya itu. Apa keduanya memang sudah dekat? Dan mungkin gadis kecilnya ini tahu jika ketika datang bersama dengan Zacky kemarin lusa, dia juga melihat dirinya ikut datang ke sini bersamanya.

"Kamu—sudah pernah bertemu dengan Jeje sebelumnya?"

Yumna mengernyit.

"Maksud Saya Zacky." Ralat Ray cepat.

Yumna hanya mengangguk.

"Iya. Dan kemarin lusa Saya baru tahu kalau dia temannya Pak Robin ketika datang ke resto ini."

Ray menghela nafasnya dengan berat ketika mengetahui jika gadis kecilnya memang sudah pernah bertemu dengan Zacky. Bahkan dari pengakuan gadis kecilnya itu, Zacky sudah bertemu dengannya dari sebelum Ray yang melihatnya secara langsung ketika keduanya sedang mengobrol di depan resto ini.

Tapi di mana mereka bertemu sebelumnya? Apa mungkin di acara festival band yang dulu itu juga?

Ray menggeleng pelan. Dia tidak ingin ambil pusing dengan kenyataan Zacky yang sudah pernah bertemu dengan gadis kecilnya itu. Tapi dia akan cari tahu juga dimana saudaranya itu bisa bertemu dengan gadis kecilnya itu.

"Kenapa hanya di lihat saja makanannya? Ayo di makan."

Ray mempersilahkan gadis kecilnya itu untuk bisa makan pasta yang dia berikan untuknya. Dan Ray sendiri kini mulai memakan steak yang menjadi makanan untuknya.

Pria itu memakan steak-nya dengan lahap sambil mencoba menenangkan hatinya karena mengetahui kenyataan tentang saudaranya yang memang sudah pernah bertemu dengan gadis kecilnya itu.

Dan tindakannya kali ini memang sudah tepat untuk bisa mencoba mendekati dan mengajak berbicara gadis kecilnya itu.

1
🍉 Chin-mae 😕
lanjutkan thor
20-042Indahsebayang Sebayang
kak up nya lama sekali hehehe
edh_: iyaa, maaf ya 😁🙏
total 1 replies
❤little girl♥
semangat kk
❤little girl♥
like a mirror
20-042Indahsebayang Sebayang
gk suka lihat jihan terlalu kepoo
20-042Indahsebayang Sebayang
up lagi kak cerita nya.seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!