Indonesia
NovelToon NovelToon
The Candle Light - Beyond The Void

The Candle Light - Beyond The Void

Status: tamat
Genre:Hari Kiamat / Transmigrasi ke Dalam Novel / Ruang Ajaib / Anak Genius / Anime / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Chiknuggies

Original Story by : Chiknuggies (Hak cipta dilindungi undang-undang)

Bangun sendirian tanpa teriakan dari kedua orang tuanya yang biasa mengganggu pagi, seorang wanita muda mendapati bahwa keluarganya sedang tidak ada di rumah. Terlebih, ia menyadari satu hal bahwa tidak hanya orang tuanya, namun seluruh warga kota turut menghilang tanpa jejak.

Di tengah kekacauan yang menggejolakkan seribu tanya di hatinya, ia terpaksa harus mencaritahu mengapa dan siapa dalang yang menyebabkan semua ini. Tetapi yang paling terpenting dari semua itu, dia juga ingin mencari tahu kondisi kedua orang tuanya saat ini.

Penuh perasaan khawatir yang tidak dapat dijelaskan, wanita ini terus berjuang untuk hidup, bahkan sekedar "hidup" pun cukup untuknya agar dia bisa mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chiknuggies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Batu Trauma

"Batu yang Sage gunakan tempo hari untuk mengusir *glek* nightmare, apa kau ingat Nay?" Tanya Meydi kepadaku.

"i-iya kak, Nayra ingat."

"Itu adalah sisa-sisa dari perlawanan kami dengan Nightmare dulu. Setelah kami berusaha mati-matian hingga terpaksa menghilangkan sebagian jiwa Avalon, kami mengetahui bahwa, Nightmare memiliki kelemahan." Jelasnya berbisik, sedikit mendekatkan kepalanya ke arahku, menghindari api.

"Maksud kakak! Nightmare bisa di kalahkan.!?"

"Tentu, saat itu, kita berhasil mengalahkannya."

Nightmare selalu memiliki satu titik lemah, yang ditandai oleh perkembangan organ atau anggota tubuh yang tidak biasa, atau belum sempurna. Dalam kasus Wolverine, Meydi mengira-ngira bahwa sepertinya, sayap kecil bak tumor yang menggantung di tubuhnya itu menyembunyikan pecahan moonshine sebagai sumber kehidupan.

"Loh?! Terus maksudnya Moonshine itu-!"

*Husshh* Meydi menjepit mulutku.

"Ini agak sensitif, ingat? Aku pernah mendapatkan informasi mengenai Necromancery. Bahwa ada seseorang yang pernah ingin menghidupkan kembali kekasihnya menggunakan tulang, dan moonshine. Hanya saja, ketika percobaan itu dia lakukan kepada mayat acak sebagai kelinci percobaan, dia malah membangkitkan monster tanpa akal." Jelas Meydi kepadaku, yang mulai bergeser duduknya, semakin dekat.

"Berarti? Nightmare?!"

"Benar. Salah satu dari percobaan nya." Meydi kembali menenggak minuman, namun kali ini lebih agresif.

"Tunggu dulu, kak terus Orang itu, siapa?"

Bersamaan dengan pertanyaanku, gerbang kembali terbuka sedikit. Penjaga melongok kami berdua, dan memberi isyarat untuk cepat pergi dari sini karena waktu kami telah habis.

Meydi, yang entah mulai mabuk atau tengah berpura-pura mabuk, berkata kepadaku sambil berjalan menuju penjaga. "Ya ndak tawu, cari aja sendiri~. (Dia lalu bersandar pada tubuh penjaga, dan mulai merayu) Eh ganteng, kamu tau ndak, tadi kita tuh main nya liar banget, loh. Kamu mau ikutan ndak?"

Penjaga dengan wajah yang memerah malu, mendorong tubuh Meydi dengan kasar hingga dia jatuh ke tanah. "Jangan macam-macam mbak. Lagi pula sedang apa kalian di sini, sudah masuk jam malam, kalian sebaiknya kembali ke kabin masing-masing." Ujar penjaga tersebut, tengah memainkan peran. Takut-takut kalau transaksi keluar gerbang diketahui oleh orang lain.

Masih dalam kondisi terjatuh, Meydi memegang pipinya sendiri, tersipu malu. "Ih! Kasar, kok kamu tawu kalo, ... Meydi suka dikasarin."

°°°°°

"Kak Mey~, Nayra capek Kak." Aku mengeluh, akibat panas terik di siang hari, yang membakar kulit tanpa ampun.

"Semangat adek kuhh~!" Teriak Meydi, menyemangati ku dari atas lubang tempat aku berkerja.

Tugas dadakan yang Sage buat di mading, memuat tentang penambahan sistem keamanan dari dinding, yang dia nilai masih belum sempurna. Pada tugas ini, sebagian dari Divisi Roche, sampai diterjunkan langsung untuk menggali tanah tepat di depan dinding, bermaksud untuk menjebak Nightmare bila ada serangan lainnya.

Aku, berada di bawah lubang sambil meng-estafet ember demi ember besar berisi tanah, hasil dari penggalian, aku cemburu melihat Meydi yang berpayung daun besar berada di atas lubang sambil menyapu pandangan.

Hari ini aku merasa bahwa, enak sekali menjadi tenaga medis. Disaat divisi Roche lainnya diterpa panas terik, Meydi malah dengan asyiknya berjalan mengelilingi kami, meskipun bermaksud memastikan bahwa tidak ada yang dehidrasi.

"WOI KAK! AIRIN HAUS!" Teriak ku, memerintahkan Meydi untuk segera menurunkan ember kayu berisi air jernih untuk minum.

1
Chintya acr
Kerennn bgttt ceritanyaa!🔥
Chiknuggies: makasih banyak kak, /Smile/
aku update setiap hari sampe bab 20-an ya../Ok/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!