Indonesia
NovelToon NovelToon
THE QUEEN'S RETURN

THE QUEEN'S RETURN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

Clarissa Pratama, istri lemah dari Dominic sang pewaris klan elit, selalu menjadi korban fitnah kejam Helena yang mengincar posisinya. Namun, setelah insiden fatal yang hampir merenggut nyawanya, tubuh Clarissa tidak lagi sama. Jiwa Ratu Victoria, seorang penguasa tangguh dari masa lalu, terbangun di dalam dirinya. Bagi Victoria, intrik domestik klan Pratama hanyalah permainan amatir. Dengan kecerdasan tajam dan wibawa mutlak, Clarissa yang baru mulai membalikkan keadaan. Ia mematahkan setiap perangkap Helena secara elegan, membuat Dominic terpikat sekaligus curiga. Sang Ratu telah kembali, siap mempertahankan mahkotanya dan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik ketenangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Puncak Gelora

Malam jatuh dengan senyap di kediaman utama klan Pratama. Hujan deras yang membasahi kaca jendela kamar utama menciptakan atmosfer yang kian dingin, intim, dan pekat.

Di dalam ruangan megah berhiaskan lampu temaram keemasan, aroma minyak kayu cendana dan parfum maskulin Dominic menyatu dengan wangi mawar yang merekah dari kulit mulus Clarissa.

Pintu kamar mandi terbuka perlahan. Clarissa melangkah keluar dengan gaun tidur sutra berwarna hitam malam yang jatuh menyapu lantai marmer.

Potongan gaun itu melekat sempurna di tubuhnya, memperlihatkan punggung mulusnya yang terekspos bebas hingga ke batas pinggang dan belahan dada rendah yang teramat menggoda.

Rambut gelombangnya dibiarkan terurai basah di atas bahu, meneteskan sisa air yang berkilat di bawah cahaya temaram.

Di ujung ranjang berseprai hitam, Dominic sudah menunggu. Pria itu bertelanjang dada, hanya mengenakan celana tidur longgar berwarna abu-abu.

Otot-otot dadanya yang tegap, bahunya yang lebar, dan deretan otot perut bagian bawahnya yang terbentuk sempurna berkilat halus diterpa cahaya lampu dinding yang samar.

Matanya yang tajam bagai elang malam langsung terkunci pada sosok Clarissa, menyapu setiap lekuk tubuh wanita itu dengan dahaga yang tak lagi tertutup.

Clarissa menyunggingkan senyuman tipis—sebuah senyuman Ratu yang memikat sekaligus penuh ancaman. Ia melangkah perlahan menuju ranjang, membiarkan setiap gerakan pinggulnya menghipnotis pria di hadapannya, lalu menghentikan langkah tepat di antara kedua paha Dominic yang terbuka.

"Kau menungguku sedari tadi, Suamiku?" bisik Clarissa amat lembut, suaranya mengalun rendah bagai alunan racun yang membius.

Dominic tidak menjawab dengan kata-kata.

Dengan satu gerakan cepat, kasar, dan penuh ketangkasan, tangan tegap Dominic meraih pinggang halus Clarissa, menarik tubuh wanita itu hingga terhempas lembut di atas kasur empuk, lalu dengan cepat mengungkung Clarissa penuh di bawah tubuh besarnya.

Srett!

Tanpa memberi jeda sedikit pun, jemari Dominic yang hangat dan berotot melepaskan simpul tali gaun tidur sutra Clarissa. Kain halus itu tersingkap lebar ke kiri dan kanan, mengekspos keindahan tubuh istrinya tanpa batas di bawah remang lampu.

Tatapan Dominic menggelap seutuhnya, diselimuti gairah liar yang telah memuncak dan membakar nadinya sepanjang hari.

"Kau berjanji tadi siang, Clarissa," desis Dominic dengan suara serak berat yang menggetarkan dada, napasnya yang panas memburu tepat di atas bibir Clarissa. "Dan malam ini... aku tidak akan memberimu ruang untuk melarikan diri."

Dominic menunduk, melumat bibir merah Clarissa dalam sebuah ciuman yang luar biasa panas, dalam, dan menuntut. Ciuman itu tidak lagi menyisakan keraguan. Lidah Dominic menerobos masuk, menyesap dan menguasai rongga mulut Clarissa tanpa ampun, sementara tangan besarnya merayap menyusuri lekuk pinggul, meremas paha mulusnya yang hangat, lalu membimbing kedua kaki mulus Clarissa untuk melingkar erat di pinggang tegapnya.

"Emmmh... Dominic..." desah Clarissa terengah-engah di sela lumatan yang kian liar itu. Gesekan kulit mereka yang tak berjarak menyebarkan getaran panas mematikan yang merayap cepat ke seluruh saraf tubuhnya.

Sentuhan Dominic berpindah. Bibir basahnya menyusuri garis rahang Clarissa, turun memagut leher jenjangnya yang mulus, memberikan gigitan-gigitan kecil yang sensual hingga meninggalkan jejak kemerahan yang pekat.

Tangannya yang perkasa merayap naik, meremas dan mengusap area sensitif di dada istrinya dengan ritme yang intens dan memabukkan.

Setiap sentuhan, remasan, dan kecupan basah pria itu membuat Clarissa mencengkeram erat bahu tegap Dominic, membusungkan dadanya dan melengkungkan punggungnya menikmati sensasi nikmat yang merayap liar menguasai akal sehatnya.

Napas keduanya beradu amat cepat, berat, dan memburu di dalam kamar yang kian panas. Gairah dua penguasa yang saling menantang sejak pagi kini pecah menjadi gelombang penyatuan yang teramat eksplosif.

Dominic membimbing kepunyaannya yang sudah menegang keras dan memanas sempurna ke pusat kehangatan Clarissa.

Dalam satu dorongan kuat, dalam, dan penuh keperkasaan, Dominic menyatu seutuhnya dengan tubuh istrinya.

"AHH!" Clarissa mendongak pasrah, jeritan nikmat meluncur bebas dari tenggorokannya saat kehangatan mutlak menembus hingga ke celah terdalam tubuhnya.

"Katakan namaku, Clarissa..." bisik Dominic serak tepat di telinga istrinya, rahangnya mengetat menahan kenikmatan gila yang menghantam dadanya.

Ia mulai bergerak dengan dorongan-dorongan penuh dominasi, ritme yang cepat dan menancap dalam, menuntut ketundukan penuh dari wanita di bawahnya.

"D-Dominic... ahhh!"

Clarissa memejamkan mata erat-erat, jemari lentiknya menyusup kuat mengacak-acak rambut basah Dominic, sementara kuku-kukunya mencengkeram dalam di punggung tegap istrinya yang kini dibasahi peluh tipis.

Di tengah sentakan dan dorongan penyatuan yang kian cepat, tajam, dan memabukkan, Clarissa tidak lagi sanggup menahan gejolak di dadanya.

Pinggulnya bergerak membalas setiap hentakan Dominic, menyambut pria itu dengan kehangatan yang meremas ketat.

Sret! Brak!

Dominic meraih kedua pergelangan tangan Clarissa, menguncinya rapat di atas kepala wanita itu pada papan ranjang, memperdalam setiap hunjaman tubuhnya hingga ranjang kayu mahoni itu berderit ritmis mengikuti irama penyatuan mereka yang kian liar.

"Kau milikku, Clarissa... malam ini dan selamanya..." panggil Dominic dengan suara serak yang berat, matanya menatap lurus ke dalam manik mata Clarissa yang dipenuhi kabut gairah.

"A-aku milikku sendiri... aahh!... Dominic!" balas Clarissa terengah-engah, tetap menolak tunduk meski tubuhnya terus dihantam gelombang kenikmatan yang luar biasa.

Jawaban itu justru membuat Dominic makin menggila. Ia mempercepat setiap pergerakannya tanpa ampun, menuntaskan dorongan demi dorongan dengan kedalaman yang membakar seluruh kesadaran mereka berdua.

Gesekan kulit yang basah oleh keringat, erangan desah yang saling bersahutan, dan hempasan gairah yang makin memuncak membawa mereka melayang ke ambang batas.

Hingga akhirnya, dalam satu hentakan terdalam dan paling bertenaga dari Dominic, penyatuan itu pecah dalam satu ledakan kenikmatan puncak yang teramat dahsyat.

"DOMINIC!" jerit Clarissa dengan desahan panjang yang bergetar, tubuhnya melemas dan mencengkeram erat pria itu saat pelepasan nikmat membanjiri seluruh dirinya.

Dominic mengerang rendah secara mendalam, membiarkan seluruh benih gairahnya tercurah penuh di dalam rahim Clarissa, memeluk erat tubuh halus istrinya yang gemetar hebat di bawah terkaman pelepasan mereka.

Napas keduanya berhembus terengah-engah dalam keheningan yang tersisa. Dominic menjatuhkan tubuh tegapnya di atas Clarissa, menyandarkan keningnya di leher basah sang istri, mendengarkan detak jantung mereka yang berdegup kencang bagai tabuh perang yang saling menyatu.

Clarissa mengelus rambut basah Dominic secara perlahan, menyunggingkan senyuman kemenangan yang paling anggun dan dingin di balik kegelapan malam.

Malam ini, ia tidak hanya menaklukkan musuh-musuhnya di klan Pratama, tetapi juga telah membelenggu jiwa, tubuh, dan gairah sang penerus utama seutuhnya di bawah kakinya.

1
Anonim
Lanjutkan
Anonim
Teruskan
atulyaas
semangatt kakk, ditunggu updatenya yaaaa
sangat menarik sekali
Annida Annida
bagus , lanjut tor
nilim
akhirnya up jugaa aku tunggu kamuu kaa 😍, semangat ya kak 🫰
Senja_Puan: Waaah terima kasih kak😍
total 1 replies
nilim
BAGUSS UPP TERUSS😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!