" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa
" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol
pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.
akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.
ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB : 20
Justin kembali ke rumah saat tengah malam ,ia memasuki mansion dengan suara langkah kaki pelan , keadaan mansion sangat sepi sebab semua orang sudah tertidur.
Sebenarnya semua putra mommy Maria memiliki apartemen dan rumah sendiri, begitupun dengan Justin dan Aldo .
Aldo yang telah menikah memutuskan untuk tinggal di rumahnya sendiri bersama sang istri ,sedangkan Justin ia kadang pulang ke mansion dan kadang juga ke apartemen nya sendiri.
Tapi malam ini ia memutuskan untuk kembali ke mansion orang tuanya.
Ceklek ....
Justin membuka pintu kamar dan langsung berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
di bawah guyuran shower Justin terdiam pikiran nya melayang jauh ke beberapa sebelumnya.
Gubuk tua itu ,vanesha dan yang paling tidak bisa hilang dari pikiran nya adalah jeritan wanita itu saat ia mencoba memasukkan miliknya ke dalam milik vanesha bagaimana vanesha berteriak kesakitan hingga mencakar punggungnya, jejak darah di sprei,semua itu tak bisa Justin hilangkan dari pikiran nya .
Ia pejamkan matanya di bawah guyuran air shower,mencoba melupakan apa yang terjadi di antara mereka saat itu.
Setelah menghabiskan banyak waktu di kamar mandi akhirnya justin keluar dari kamar mandi ,ia memakai pakaiannya dan langsung merebahkan tubuhnya ke atas ranjang ,berharap esok dia sudah bisa melupakan apa yang tak bisa dia lupakan.
Malam telah berlalu berganti dengan pagi yang cerah , pagi ini Bella tengah sibuk menyiram bunga di taman karena hari ini weekend jadi ludwighe tak ke kantor,Bella membiarkan saja suaminya itu tidur , sepertinya juga ludwighe sangat lelah .
" aduh nonton biar mbok saja yang lanjutin nyiram nya" ucap mbok Minah yang berjalan mendekati Bella .
" iya mbok ,tolong di lanjutin ya mbok saya mau lihat mas Ludwig dulu" ucap Bella sembari menyerahkan selang air pada mbok Minah .
" ia non tenang aja ,non Bella mah urusin tuan aja" ucap mbok Minah dengan senyuman menggoda nya.
Bella tersenyum malu-malu dan langsung berlalu ke dalam rumah .
Bella menaiki tangga dan pergi ke kamarnya.
ceklek...
Bella membuka pintu kamar dan masuk kedalamnya ,namun ia tidak menemukan suaminya di atas ranjang kemudian ia mendengar suara air dari kamar mandi jadi Bella yakin bahwa suaminya itu sedang mandi.
Bella merapikan ranjang dengan cekatan,lalu setelahnya ia mengambilkan baju untuk suaminya.tepat saat itu Ludwighe keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk saja untuk menutupi bagian inti tubuhnya.
ludwighe mengusap- usap rambutnya dengan handuk kecil yang di pegangnya.
Bella tertunduk malu saat melihat keadaan suaminya itu,ia berjalan dengan cepat melewati ludwighe dan meletakkan baju yang di ambilnya tadi ke atas ranjang.
" i- ini baju nya mas " ucap Bella sembari membelakangi ludwighe.
Ludwighe tersenyum geli melihat tingkah istri nya itu.
" hmm,tolong keringkan rambutku" ucap ludwighe ia menyerahkan handuk kecil tadi ke tangan Bella dan mulai duduk dengan santai di pinggir ranjang.
dengan gugup Bella membalikkan tubuhnya menghadap ke arah suaminya namun ia tak berani langsung menatap ludwighe,Bella berjalan mendekat hingga benar-benar berdiri di depan ludwighe.
tangannya terulur mengusap-usap rambut ludwighe dengan lembut sementara pipinya merona malu .
" hmm, ya seperti itu" gumam ludwighe ia memejamkan matanya menikmati usapan lembut di kepala nya.
tak lama kemudian ludwighe menghentikan pergerakan Bella.
" sudah , sudah cukup" ucapnya sambil menghentikan pergerakan tangan Bella di kepalanya.
" emm,yaudah mas pakai bajunya dulu , Bella mau nyiapin sarapan dulu" ucap Bella ludwighe menganggukkn kepalanya dengan patuh.
Bella keluar dari kamar dengan terburu-buru ia sungguh tak tahan jika harus satu ruangan dengan suaminya dalam keadaan seperti itu.
Setelah selesai memakai pakaiannya ludwighe memutuskan untuk turun ke lantai bawah dan sarapan sebab ia sudah sangat lapar saat ini.
" Wahh harum sekali,aku jadi tambah lapar " ucap ludwighe
Bella tersenyum kemudian dia mengisi piring suaminya itu dengan berbagai makanan.
" kalau gitu berarti mas harus habiskan makanannya ya ,ini Bella buat khusus untuk mas " ucapnya sembari tersenyum malu-malu.
" kalau begitu aku tak kan segan lagi" ucap ludwighe sembari mulai memakan makanan nya .
Bella tersenyum sangat lebar saat melihat suaminya makan masakannya dengan lahap bahkan sampai tambah .
" hmm perutku sangat begah , sepertinya aku kekenyangan" ucap ludwighe sembari mengusap perutnya yang begah sebab kekenyangan.
Bella terkekeh pelan melihat tingkah suaminya itu.
" heheheh, iya lah mas kekenyangan, semua makanan nya kan mas habisin" ucap Bella sembari ikut duduk di samping suaminya yang tengah bersantai di ruang tamu rumah mereka.
" ya kau benar ,ku rasa dalam beberapa bulan ke depan berat badan ku akan bertambah dua kali lipat" ucap ludwighe
" Hahahha lucu kalau mas jadi gendut" ucap Bella dengan tawa gelinya .
Ludwighe menatap Bella dengan kerutan di kening nya.
" tidak ,tubuhku tidak akan gemuk ,aku selalu
rajin olahraga" ucapnya namun Bella masih tertawa .
" kau suka tertawa kan kalau begitu tertawa lah terus " ucap ludwighe dengan jahil ia menggelitiki Bella.
" hahahhaha ampun mas " ucap Bella sembari menggeliat kegelian
" tidak akan rasakan karena berani menertawakan ku" ucap ludwighe sembari terus menggelitiki Bella.
" Hahahhaha hahahhah " keduanya tertawa bersama dengan keras menikmati suasana yang belum pernah terjadi di antara mereka, Bella senang sebab bisa membuat suaminya yang dingin itu tertawa dengan lepas.