Indonesia
NovelToon NovelToon
Dipoligami Karena Hamil Anak Cacat

Dipoligami Karena Hamil Anak Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Ibu Tiri
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Ardina harus menerima kenyataan pahit saat mengetahui bahwa bayi dalam kandungannya akan terlahir cacat.

Derita seolah tak berhenti sampai disitu saja, setelah kakak kandung suaminya meninggal, Farhan diberi amanah untuk menikahi mantan kakak iparnya yang sedang dalam kondisi baru saja melahirkan bayi.

Ardina merasa semakin asing di rumah mertuanya, sebab Sarah, istri baru Farhan bersikap egois dengan menguasai Farhan untuk dirinya sendiri serta mengabaikan Ardina.

Bagaimanakah nasib Ardina selanjutnya?
Apakah ia akan tetap bertahan, atau memilih berpisah dengan berbagai resiko?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gugatan part 1

#20

“Azam.”

Dina bergegas ke depan rumah, menyongsong Azam dan seorang wanita yang datang bersamanya. Wanita itu naik mobil terpisah, sementara Azam semobil dengan Bunda Hilda dan Ghazi. 

“Assalamu'alaikum.” 

“Waalaikumsalam. Bunda juga ikut?” 

“Nggak ikut, sih. Tapi kami mampir sebelum pulang ke rumah. Alhamdulillah, Ghazi sudah bisa pulang,” jawab Bunda Hilda. 

Dina ikut terharu, serta bahagia. “Mari, silahkan masuk.” 

Bu Rara mempersilahkan semua tamunya untuk masuk. 

Setelah bersalaman dan berbasa basi sejenak, Dina minta izin untuk menggendong Ghazi, dan senang sekali saat Bunda Hilda justru mempersilahkan Dina melakukannya. 

Ghazi menggeliat pelan saat berpindah ke pelukan Dina, bayi itu menyesuaikan posisi tidurnya kembali, hidungnya mulai mengenali bau yang familiar dari tubuh Dina. Bau ASI. 

Bayi itu jadi gelisah, padahal sejak tadi tidur tenang di pelukan Bunda Hilda. 

“Bunda, sepertinya dia lapar. Bolehkah aku—” tanya Dina ragu, seolah meminta persetujuan dari ayah serta eyangnya Ghazi. 

“Boleh, silahkan.” Bunda Hilda mempersilahkan Dina membawa Ghazi masuk ke kamar untuk disusuinya. 

Azam terdiam, ia hanya mampu menelan ludahnya menyaksikan pemandangan tersebut. Hingga kemudian, Pak Hermanto mengajaknya bicara. 

Rupanya seseorang yang dibawa oleh Azam adalah pengacara dari salah satu firma hukum terpercaya berkat rekomendasi dari Ammar dan papanya. 

Mereka tenggelam dalam diskusi panjang dan rumit mengenai persoalan saham yang dipermasalahkan kepemilikannya. 

Sementara itu, Bunda Hilda asik ngobrol di ruang makan bersama Bu Rara. Dan Dina sedang menyusui Ghazi di kamarnya. 

Wanita itu tak lelah menatap wajah mungil Ghazi yang sedang menikmati ASI darinya. Disaat seperti ini, ia jadi teringat Ghaza putranya. 

Bagaimana mungkin kedua bayi tersebut secara kebetulan memiliki nama yang mirip seperti saudara kembar. Bedanya, Ghaza sudah memenuhi takdir hidupnya yang singkat, sedangkan Ghazi harus berusaha bertahan meski ibunya tiada. 

Setelah ini Ghazi akan segera dibawa pulang kembali ke Yogya, entah bagaimana nanti bila Dina merindukannya. Ingin sekali Dina menahan keberadaan bayi itu agar tetap bersamanya, namun, sia-sia saja sebab dirinya bukan siapa-siapa bagi bayi mungil ini selain Ibu susu bagi Ghazi. 

“Tante pasti rindu kamu, Sayang,” bisik Dina berulang-ulang, seolah takut kehilangan anak sendiri. Tangannya mengusap kepala Ghazi dengan gerakan lembut dan penuh rasa sayang. 

Tiba-tiba air mata menggenangi pelupuk matanya, bukan air mata kesedihan, melainkan air mata bahagia, karena Ghazi sudah kembali sehat. Berat badannya bertambah, warna kulitnya mulai berubah, semula masih kekuningan, kini sudah menunjukkan warna asli kulit Ghazi. 

Di sisi lain, kebahagiaan Dina datang bersama dengan perasaan yang sulit untuk dijelaskan, yaitu perasaan takut kehilangan. Dina pernah kehilangan anak, dan sekarang, saat hatinya menemukan obat yang tepat, mulai merasa punya ikatan batin Ghazi harus tinggal jauh darinya. 

Tapi Dina sadar diri, bayi ini bukan putranya, ia hanya kebetulan memiliki ASI, maka ia juga tak berhak memilikinya, karena Ghazi masih memiliki keluarga kandung yang menyayanginya. 

Tapi Dina percaya hati seorang ibu tak pernah mengenal kata kebetulan, sekali ia menyayangi, maka kasih sayang itu akan terus tumbuh hingga berakar dengan kuat di hatinya. 

“Setidaknya kamu memiliki, ayah yang menyayangimu. Tidak seperti Ghaza anak tante, dia tak diinginkan papanya.” 

Mengingat bagaimana Ghaza ditolak dan diacuhkan ayahnya sungguh membuat luka hati Dina kembali menganga. Bagaimana bisa ayah putranya adalah seseorang yang tak berperasaan. 

•••

Di ruang tengah, pembicaraan Pak Hermanto dan pengacara yang dibawa Azam masih berlangsung.

“Jadi, kalau melihat dokumen yang Bapak miliki, sebenarnya ada dasar untuk mengajukan gugatan,” ujar sang pengacara.

Pak Hermanto mengangguk. “Apalagi, Anda tak menginginkan adanya huru-hara sengketa, yang berpotensi menghancurkan Permana Group yang menjadi tempat bernaung banyak kepala keluarga.” 

“Saya akan pelajari lebih lanjut kasus ini bersama tim pengacara saya, sambil berjalan perlahan mengumpulkan bukti-bukti, semoga minggu depan gugatan bisa segera kita ajukan.” 

“Amin,” ucap Pak Hermanto. “mengenai harta gono-gini Dina?” 

“Itu akan kami pelajari secara terpisah, sesuai bukti dan hukum yang berlaku. Dokumen penting apa yang dibawa putri Anda, Pak?” 

Pak Hermanto bergeser dari kursinya, ia meraih map berisi semua dokumen dan bukti pernikahan sah, serta akta cerai yang datang secara tiba-tiba. “Hanya ini? 

“Iya, Pak.” 

“Baiklah, kami akan bawa dan pelajari.” 

“Terima kasih, Pak.” 

Setelah diskusi serta perbincangan selesai, Pak pengacara pun pamit. Tinggalah Azam beserta Pak Hermanto, Pak Hermanto menoleh pada Azam. 

“Zam, Om ucapkan terima kasih atas bantuanmu.” 

Azam menggeleng, menolak ucapan terima kasih tersebut, karena ia merasa tak melakukan apa-apa. 

“Jangan berterima kasih kepada saya, Om. Saya hanya membantu mempertemukan Om dengan orang yang tepat,” kata Azam merendah. 

“Justru itu yang Om syukuri. Om seperti menemukan cahaya setelah beberapa waktu terjebak di jalan buntu.” 

•••

Beberapa hari kemudian. 

Pak Jatmiko baru keluar dari ruang rapat bersama Farhan, mereka membahas evaluasi awal pengiriman bahan baku pada ArreV. Apakah ada masalah, atau ada hal yang harus diperbaiki atau tidak. 

“Pak, Ada kiriman yang baru saja tiba,” kata sekretaris pria itu. 

“Untukku?” 

“Benar, Pak.” 

Pak Jatmiko segera membuka amplop besar seukuran kerta folio itu. Ternyata isinya adalah sebuah gugatan perdata berkaitan dengan kepemilikan saham dan penyertaan modal yang diklaim memiliki hubungan dengan keluarga Hermanto.

“Kenapa, Yah?” tanya Farhan yang melihat perubahan ekspresi wajah Pak Hermanto. Apalagi pria itu juga meremas surat dari pengadilan yang baru selesai dibacanya. 

“Kurang ajar, Hermanto mulai bergerak. Mereka sedang bersiap mencekik kita,” geram Pak Jatmiko. 

1
Sh
Sarah bodoh, tas mahal dijual, pasti diminta balik... ayo, nanti jawabannya apa Ama Farhan ? suruh ganti atau penjarain aja.. menjual yang bukan hak miliknya...penasaran, dulu tuh tas dibeli pakai uang istri atau suami ?
Sh
mau dibuat 50 episode langsung tamat ya😂😂
Shee_👚
nikmati saat2 masa baikmu sebelum bom meletus🤣
Shee_👚
ampun otak si sarah di dengkul kali ya anak lagi nyusu eh malah di copot habis itu digeletakin😏
laki pulang kerja cape malah denger anak nangis apa ya gak mumet, walau di sambut sama kutang doang juga gak jadi nafsu denger anak nangis😂
moon: maklum kak, pas pembagian otak, dia asal nyomod trus buru2 kabur, biar larinya cepet otaknya ditempelin di dengkul 🤣🤣
total 1 replies
Shee_👚
oke siap² Sarah kena murka Farhan😂
Farhan siap² wanita yang kamu bela tak sebaik yang kamu kira🤣
vania larasati
lanjut
Shee_👚
mati lah sarah, kena kau🤣🤣
Shee_👚
sepemikiran aku di awal baca, dah berhari-hari dina di rumah azzam sementara statusnya bukan siapa².
Shee_👚
nah disini tas nya bakalan ketahuan🤭
Shee_👚
Alhamdulillah mayra mau di up lagi, semangat kak aku tunggu
🌷Vnyjkb🌷
lunakkkk????? tunggu aja farhan mode singa laparrr!!😜😜
🌷Vnyjkb🌷
wkwkkkkkk cakra tdk sebodoh kamu, padahal kamu sutradara looooo😜😜 masakkk sih kalahh sama costrada🤭
🌷Vnyjkb🌷
otw farhan bercula!!!😜😜
🌷Vnyjkb🌷
otw sarah step!!! 😜😜
Esther
Tas yang kamu curi dan jual itu, akan membuka rahasiamu Sarah
Nar Sih
jdi gak sabar nunggu sarah si pencuri tas mahal dina ketahuan belang nya
Ma Em
Kalau Dina takut jadi bahan omongan orang tinggal dirumah Azam lbh baik Dina dan Azam menikah saja agar Ghazi benar2 bahagia mempunyai mama dan papa walaupun Ghazi bkn anak kandung Dina tapi Dina sdh terlanjur sayang pada Ghazi .
Nar Sih
sebaik nya emang pulang dulu dina ,walau berat semoga nanti kmu berjodoh dgn papa nya ghazi yaa
Nar Sih
kak moon ..ditunggu mayra nya yaa🙏🥰
Setyowati Setyowati
pencuri mulai ketar ketir
Agus Tina: Bagus semoga Sarah kali ini ketahuan ...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!