Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Time Travel / Fantasi
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

⭐ Novel dengan 20 BAB Terbaik 🏆🏅 ⭐

Mati konyol di dunia modern, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh seorang gadis lemah yang dijadikan bidak catur. Keluarganya sendiri menjualnya ke istana demi harta dan posisi, sementara sang Putra Mahkota mendominasi pernikahan mereka sebagai transaksi dingin demi takhta.
Semua orang mengira dia akan pasrah dan hancur di dalam lingkaran intrik istana. Namun, mereka tidak tau bahwa jiwa di dalam tubuh itu bukan lagi gadis penurut yang bisa diinjak-injak.
Saat keluarga yang memanfaatkannya dan calon suami yang meremehkannya mulai menyadari perubahan drastis dalam dirinya, permainan kekuasaan di istana berubah total.

Akankah sang calon putri mahkota melarikan diri membawa kebebasannya, atau justru membalikkan keadaan dan merebut seluruh isi istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 9: Paviliun Barat

"Kau pingsan selama dua hari penuh... Ayah sangat mengkhawatirkanmu. Bagaimana perasaanmu sekarang? Apakah dadamu masih terasa sesak? Apakah ada bagian tubuhmu yang sakit?"

Shen Yue mengamati raut wajah pria di depannya secara saksama.

"Mata ini... kecemasan ini bukan pura-pura," batin Shen Yue modern dengan cepat menganalisis sinyal mikro dari ekspresi wajah Shen Longwei. "Pria ini benar-benar mengkhawatirkan anaknya. Tapi kecemasan tanpa tindakan nyata sama saja dengan pembiaran."

Shen Yue menundukkan kepalanya sedikit, dan membiarkan bayangan bulu matanya menutupi tatapan mata tajamnya.

"Yue-er sudah lebih baik, Ayah..." jawab Shen Yue lambat. "Hanya saja... tubuh Yue-er masih terasa sangat lelah dan linu di seluruh persendian."

"Tentu saja! Dua hari kau tidak sadarkan diri tanpa memasukkan makanan padat!" balas Shen Longwei lalu menoleh ke arah Jiang Xiuwei dengan wajah yang menuntut. "Xiuwei, suruh dapur utama memasakkan sup ginseng dan bubur hangat yang paling bergizi untuk Yue-er sekarang juga!"

Jiang Xiuwei melangkah maju dengan senyuman lembut yang sangat alami, seolah-olah ia adalah seorang ibu kandung yang paling penuh perhatian di dunia.

"Tentu saja, Suamiku. Aku sudah menyuruh dapur menyiapkan sup nutrisi terbaik," kata Jiang Xiuwei sambil memegang tangan Shen Longwei, lalu pandangannya beralih pada Shen Yue dengan binar mata yang seolah tersenyum. "Yue-er... kau benar-benar membuat kami semua takut. Terutama Ibu. Ibu bahkan menyuruh Pelayan Bi membawakan obat pereda nyeri secara khusus untukmu tadi... Tapi Pelayan Bi melapor padaku bahwa dia tidak sengaja menumpahkan obatnya karena terburu-buru. Apakah obat itu sudah kau minum, Sayang?"

Shen Yue mengangkat pandangannya, hingga matanya beradu lurus dengan mata Jiang Xiuwei.

Pendengaran dan insting Shen Yue modern langsung menangkap kebohongan di balik kalimat wanita itu. Jiang Xiuwei dengan licik mengubah narasi insiden Pelayan Bi!

Wanita itu menutup-nutupi kenyataan bahwa Pelayan Bi dianiaya secara taktis oleh Shen Yue, dan berpura-pura bahwa obat berniat jahat itu adalah "obat pereda nyeri" yang tumpah tak sengaja.

"Permainan kata yang sangat rapi," batin Shen Yue sambil menyeringai tipis di dalam hatinya. "Kau ingin menutupi borokmu di depan suamimu? Mari kita lihat seberapa rapi kau bisa menutupinya."

"Obat dari Pelayan Bi?" ulang Shen Yue dengan nada polos yang dibuat-buat, lalu menatap ayahnya dan ibu tirinya secara bergantian. "Ah... obat yang berbau sangat pekat dan pahit itu?"

Jiang Xiuwei sedikit menegang, namun ia mempertahankan senyumannya sambil membalas, "Benar, Yue-er. Itu obat dari Tabib Kediaman."

"Sayang sekali obat itu tumpah, Ibu," ujar Shen Yue pelan sambil menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang. "Padahal saat Pelayan Bi menyuruhku meminumnya tadi... bau obat itu sangat asing. Berbeda sekali dengan obat herbal biasa yang pernah dikonsumsi di kediaman ini. Baunya... membuat dadaku semakin sesak hanya dengan mencium aromanya dari jauh."

Deg!

Alis Jenderal Shen Longwei seketika memicing tajam. Sebagai seorang panglima militer yang terbiasa bertempur di lapangan dan sering berurusan dengan racun perbatasan, kalimat Shen Yue langsung memicu kewaspadaannya.

"Bau asing?" ulang Shen Longwei, matanya beralih menatap Jiang Xiuwei dengan tatapan menyelidik yang dingin. "Xiuwei, Tabib mana yang meracik obat itu? Bukankah Tabib Kediaman kita selalu menggunakan resep standar dari istana?"

Wajah Jiang Xiuwei sempat memucat sejenak sebelum ia tertawa kecil untuk mencairkan ketegangan.

"Astaga, Suamiku... Yue-er baru saja bangun dari pingsan yang panjang. Indra penciuman dan pikirannya tentu masih kacau dan linglung," kilah Jiang Xiuwei dengan nada penuh kelembutan. "Obat itu hanyalah ramuan pemulih stamina biasa dari Tabib Lin. Mungkin karena Yue-er masih trauma akibat pingsan kemarin, dia merasa baunya aneh."

Jiang Xiuwei lalu duduk di sisi ranjang yang lain, dan mencoba memegang tangan Shen Yue. Namun dengan gerakan yang sangat halus, yang seolah-olah sedang merapikan jubahnya, Shen Yue menarik tangannya menjauh, dan menolak sentuhan wanita itu.

Jiang Xiuwei pun meremas jemarinya sendiri di dalam lipatan jubahnya saat menyadari penolakan halus tersebut.

Shen Yue lalu menatap ayahnya lekat-lekat. Kali ini, ia menyisipkan sedikit ketegasan di balik raut wajahnya yang pucat.

"Ayah," panggil Shen Yue. "Apakah Yang Mulia Putra Mahkota Zhao Xiao... sudah kembali ke istana?"

Pertanyaan itu membuat Shen Longwei tertegun sejenak. Sang Jenderal mendesah berat, lalu mengangguk pelan. "Ya. Yang Mulia kembali ke istana kemarin pagi setelah urusan logistik militer selesai dibahas."

Shen Longwei memegang tangan putrinya, dan menatapnya dengan raut rasa bersalah yang tidak bisa disembunyikan. "Yue-er... soal kejadian malam itu... Ayah minta maaf. Ayah tau pernikahan politik ini berat untukmu. Tapi posisimu sebagai calon Putri Mahkota adalah hal yang sudah ditetapkan oleh Istana dan Kaisar. Ayah tidak bisa menolaknya tanpa membahayakan seluruh Klan Shen."

Shen Yue mendengarkan kalimat itu dengan dingin di dalam hatinya.

"Jadi begini..." batin Shen Yue modern. Ayah ini mencintai putrinya, tapi cintanya terkalahkan oleh loyalitas buta pada Klan dan rasa tak berdayanya di hadapan intrik politik. Dia memilih mengorbankan masa depan putrinya demi nama besar keluarga.

Shen Yue menyunggingkan sebuah senyuman yang terasa asing dan misterius bagi Shen Longwei.

"Ayah tidak perlu minta maaf," ujar Shen Yue dengan suara yang tidak lagi terdengar lemah, melainkan mengandung nada ketenangan yang berwibawa. "Pernikahan dengan Putra Mahkota... aku akan menerimanya."

Shen Longwei dan Jiang Xiuwei sama-sama terperanjat mendengar jawaban itu.

"Kau... kau bersedia, Yue-er?" tanya Shen Longwei tak percaya. Selama ini, Shen Yue selalu menangis setiap kali topik pernikahan politik ini diangkat.

"Ya, Ayah," jawab Shen Yue seraya mendongak, matanya yang sehitam malam berkilat tajam di bawah cahaya lentera. "Tapi aku punya satu syarat."

Jiang Xiuwei menyipitkan matanya. "Syarat? Shen Yue, di hadapan Ayahmu dan Keputusan Istana, mana boleh seorang putri mengajukan syarat?!"

Shen Yue mengacuhkan teguran Jiang Xiuwei. Pandangannya terkunci rapat hanya pada Shen Longwei.

"Mulai hari ini," tegas Shen Yue, kata-katanya mengudara dengan bobot yang tak bisa diganggu gugat. "Aku tidak ingin ada pelayan dari Kediaman Utama yang mencampuri urusan di Paviliun Barat tempatku tinggal. Aku yang akan memilih pelayan pribadi dan mengurus makananku sendiri. Dan jika ada orang yang mencoba mencampuri urusanku tanpa izin... jangan salahkan aku jika aku bertindak tegas dengan caraku sendiri."

Jenderal Shen Longwei menatap putrinya dengan sangat terkejut. Di hadapannya kini, gadis di atas ranjang ini memang memiliki paras putrinya... namun keberanian, cara bicara, dan aura keteguhan yang dipancarkannya tak ubahnya seperti seorang panglima muda yang sedang menetapkan aturan di medan tempur!

Untuk pertama kalinya dalam 20 tahun hidup putrinya, Shen Longwei melihat bayangan keberanian dari almarhum istri pertamanya di dalam diri Shen Yue.

"Baik," sahut Shen Longwei setelah keheningan yang panjang, dan mengabaikan tatapan protes dari Jiang Xiuwei di sampingnya. "Ayah menyetujuinya. Mulai malam ini, Paviliun Barat sepenuhnya berada di bawah kendalimu, Yue-er."

Bersambung...

1
Dewi Habibah
lagi donk😍
Aurora: Siap... othor up besok ya... 🤗
total 1 replies
merry
gpp si lkimu agk pengecut dan buta gk tau mn tipu muslihat,, asal ceraikan selir jgn ambil selir ckp satu istri sah ajjj🤭🤭🤭🤭
Aurora: di jamannya punya istri banyak itu sudah biasa, apalagi keluarga kerajaan 😅🤭
total 1 replies
merry
jgn smpai kmu ksh kesucian kmu putri gk ikls wlpun hak mslhnya lkimu pyn bini muda,,, 🤭🤭🤭🤭licik lggg
merry
moga cerai lh sm suami mu yg pengecut bodoh itu 🤭🤭🤭🤭
merry
penghianat ap cb bos kau ajj nikh istri mu sexgus nkhin kekasih gelapmu,, mls dech sm kmu atrnn she Yue nkh sm kakak mu itu
merry
tumis rebung enk bgtt ap lg yg ada ruas ya itu 🤭🤭🤣🤣
Aurora: bener, renyah n lembut...🤗
total 1 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
aku lanjut baca lagi nanti . Kren k👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!