Indonesia
NovelToon NovelToon
AKULAH SANG PENGUASA JIWA

AKULAH SANG PENGUASA JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Xiao Yi pernah menjadi pembunuh yang ditakuti dunia. Namun sebuah konspirasi merenggut nyawanya.

Ketika membuka mata kembali, ia justru terbangun di Benua Yanlong, dalam tubuh seorang tuan muda lemah yang baru saja dikhianati tunangannya dan dibunuh sepupunya sendiri.

Semua orang menganggapnya sampah.
Mereka tidak tahu bahwa Xiao Yi yang dahulu telah mati.

Kini, di tubuh itu hidup seorang petarung yang terbiasa berjalan di antara darah dan kematian. Lebih mengejutkan lagi, Pedang Bingluan yang ikut menyebabkan kematiannya muncul kembali sebagai Jiwa Bela Diri misterius.

Dengan kehidupan kedua dan kekuatan yang seharusnya tidak dimilikinya, Xiao Yi hanya memiliki satu jawaban bagi mereka yang ingin menginjaknya lagi:

Jika dunia ini menghormati yang kuat, maka ia akan berdiri di puncaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Menembus Tingkat Sembilan Alam Penempaan Tubuh

Energi spiritual langit dan bumi yang melimpah terus mengalir memasuki tubuh Xiao Yi.

Di bawah penyerapan dua Jiwa Bela Diri miliknya, terutama Pedang Bingluan, energi spiritual itu dimurnikan dengan kecepatan mengerikan.

Xiao Yi perlahan tenggelam sepenuhnya dalam kultivasi.

Tanpa terasa, malam pun tiba.

Tiba-tiba, gelombang kekuatan meledak dari dalam tubuhnya.

Meridian-meridiannya bergetar ringan. Darah mengalir semakin deras, sementara tubuh fisiknya seperti sedang mengalami perubahan.

Xiao Yi segera mengetahui apa yang sedang terjadi.

Terobosan!

Beberapa saat kemudian, seluruh energi spiritual yang berkumpul di tubuhnya mendadak terserap.

Xiao Yi membuka kedua matanya.

Kilatan tajam melintas di dalam pupilnya.

“Alam Penempaan Tubuh Tingkat Enam.”

Xiao Yi mengepalkan tangannya perlahan.

Ia dapat merasakan kekuatan tubuhnya telah meningkat beberapa kali lipat dibandingkan sebelumnya.

“Cepat sekali.”

Bahkan Xiao Yi sendiri sedikit terkejut.

Belum lama ini, dirinya baru saja mencapai Alam Penempaan Tubuh Tingkat Lima.

Menurut keadaan normal, dibutuhkan waktu cukup lama sebelum ia mampu menerobos lagi.

Terlebih lagi, Tingkat Enam merupakan salah satu batas penting dalam Alam Penempaan Tubuh.

Perbedaan antara Tingkat Lima dan Tingkat Enam jauh lebih besar dibandingkan tingkatan sebelumnya.

Namun, energi spiritual di Gua Ziyun terlalu melimpah.

Hanya dalam satu hari, Xiao Yi berhasil menembus penghalang tersebut.

“Tidak heran Klan Xiao begitu mementingkan sepuluh tempat kultivasi ini.”

Xiao Yi kembali menutup matanya.

Namun beberapa saat kemudian, ia membukanya lagi.

Tatapannya perlahan beralih menuju patung monster raksasa di kejauhan.

Semakin dekat dengan patung tersebut, energi spiritual menjadi semakin pekat.

Sebuah pikiran tiba-tiba muncul di benaknya.

“Kalau aku maju lebih dekat... bukankah kecepatan kultivasiku akan semakin tinggi?”

Xiao Yi menyipitkan mata.

Tetua Kedua sudah memperingatkan mereka sebelumnya.

Lima puluh langkah adalah batas aman.

Jika melampaui batas tersebut, tekanan yang berasal dari patung monster akan meningkat drastis.

Bahkan praktisi Alam Penempaan Tubuh Tingkat Sembilan belum tentu sanggup menahannya.

Namun Xiao Yi bukan orang yang mudah menyerah hanya karena mendengar kata berbahaya.

Ia berdiri perlahan.

Kemudian satu kakinya melangkah melewati batas lima puluh langkah.

Boom!

Tekanan mengerikan seketika turun ke tubuhnya.

Rasanya seperti sebongkah batu raksasa tiba-tiba menindih bahunya.

Tubuh Xiao Yi sedikit tenggelam.

“Lumayan kuat.”

Ia menggerakkan bahunya.

“Tapi masih bisa kutahan.”

Batas lima puluh langkah sebenarnya merupakan hasil pengamatan para tetua Klan Xiao selama bertahun-tahun.

Pada jarak tersebut, generasi muda bukan hanya mampu menahan tekanan, tetapi juga masih dapat mempertahankan konsentrasi untuk berkultivasi.

Setelah melewatinya, keadaan akan berbeda.

Tekanan semakin kuat.

Bahkan jika tubuh mampu menahannya, pikiran akan terus terganggu.

Namun bagi Xiao Yi, gangguan semacam itu bukan masalah besar.

Pengalaman dari kehidupan sebelumnya telah menempanya menghadapi berbagai keadaan hidup dan mati.

Menjaga ketenangan di bawah tekanan sudah menjadi nalurinya.

Satu langkah.

Dua langkah.

Tiga langkah.

Xiao Yi terus maju.

Tidak jauh dari sana, Tetua Kedua tiba-tiba membuka matanya.

Tatapannya langsung jatuh pada Xiao Yi.

“Apa yang dilakukan bocah itu?”

Alisnya mengernyit.

Ketika melihat Xiao Yi terus bergerak mendekati patung monster, ekspresinya langsung berubah.

“Bocah sialan! Apa dia ingin mati?”

Tetua Kedua hampir bangkit.

Peringatan sebelumnya bukan sekadar untuk menakut-nakuti mereka.

Tekanan setelah batas lima puluh langkah benar-benar dapat mencederai seorang praktisi Alam Penempaan Tubuh.

Saat Xiao Yi maju lima langkah lagi, tekanan yang menerpanya meningkat berkali-kali lipat.

Tubuhnya mendadak bergetar.

“Uh!”

Darah tipis mengalir dari sudut bibirnya.

Xiao Yi segera berhenti.

“Sepertinya ini batas tubuhku.”

Ia tidak berniat mempertaruhkan nyawanya hanya demi mempercepat kultivasi.

Namun tepat ketika hendak mundur—

Bzzzt!

Pedang Bingluan di dalam tubuhnya mendadak bergetar.

Aura tajam dan dingin menyebar dari Jiwa Bela Diri misterius tersebut.

Tekanan yang semula menghimpit tubuh Xiao Yi seketika melemah.

“Hm?”

Mata Xiao Yi berbinar.

Ia mencoba maju satu langkah lagi.

Tidak terjadi apa-apa.

Langkah berikutnya.

Tetap tidak ada tekanan berarti.

Sudut bibir Xiao Yi perlahan terangkat.

“Pedang Bingluan... kau benar-benar selalu memberiku kejutan.”

Tanpa ragu lagi, ia terus berjalan.

Sepuluh langkah.

Dua puluh langkah.

Lima puluh langkah.

Bahkan setelah melewati seratus langkah, tekanan patung monster tetap tidak mampu menghentikannya.

Semakin dekat Xiao Yi dengan patung tersebut, energi spiritual di sekelilingnya semakin mengerikan.

Akhirnya, ia berhenti tepat di depan patung monster.

Energi spiritual di tempat itu setidaknya sepuluh kali lebih pekat dibandingkan posisi awalnya.

Xiao Yi segera duduk bersila.

“Tempat sebagus ini tidak boleh disia-siakan.”

Pedang Bingluan bergetar.

Energi spiritual di sekelilingnya langsung mengalir deras menuju tubuh Xiao Yi.

Tetua Kedua yang menyaksikan semuanya hanya mampu terdiam.

Ia mengetahui dengan sangat jelas betapa mengerikannya tekanan di tempat tersebut.

Bahkan seorang praktisi Alam Fondasi Roh biasa belum tentu mampu berdiri sedekat itu dengan patung.

Tetua Kedua sendiri berada pada tingkat tinggi Alam Fondasi Roh, tetapi tetap tidak berani meremehkan tekanan tersebut.

Namun Xiao Yi...

Seorang bocah Alam Penempaan Tubuh justru duduk di sana dengan tenang.

“Apa sebenarnya yang terjadi pada anak ini?”

Tetua Kedua mengelus janggutnya.

Setelah memastikan Xiao Yi tidak berada dalam bahaya, ia akhirnya menggelengkan kepala.

“Sudahlah. Selama dia baik-baik saja.”

Ia kembali menutup mata.

Waktu berlalu tanpa terasa.

Hari kedua.

Boom!

Aura Xiao Yi meningkat sekali lagi.

Alam Penempaan Tubuh Tingkat Tujuh!

Namun Xiao Yi tidak berhenti.

Energi spiritual terus mengalir memasuki tubuhnya.

Hari kelima.

Boom!

Tubuhnya kembali mengalami perubahan.

Alam Penempaan Tubuh Tingkat Delapan!

Pada tingkatan ini, tubuh fisik Xiao Yi telah jauh lebih kuat dibandingkan ketika pertama memasuki Gua Ziyun.

Otot, tulang, dan meridiannya semakin kokoh.

Namun yang paling penting—

Alam Penempaan Tubuh Tingkat Delapan hanya berjarak satu tingkat dari puncak alam pertama kultivasi.

Setelah Tingkat Sembilan, barulah seorang praktisi memiliki kesempatan menerobos menuju Alam Pengumpulan Qi.

Xiao Yi tetap tidak berhenti.

Hari keenam.

Hari ketujuh.

Hari kedelapan...

Hingga akhirnya, pada hari kesembilan—

Boom!

Gelombang kekuatan yang jauh lebih dahsyat meledak dari tubuh Xiao Yi.

Seluruh tubuhnya bergetar.

Energi spiritual mengalir melalui meridian sebelum akhirnya menyebar ke seluruh anggota tubuh.

Beberapa saat kemudian, semuanya kembali tenang.

Xiao Yi membuka mata.

Alam Penempaan Tubuh Tingkat Sembilan!

Puncak Alam Penempaan Tubuh!

Ia mengepalkan tangannya.

Suara letupan kecil terdengar dari persendiannya.

“Hanya satu langkah lagi menuju Alam Pengumpulan Qi.”

Setelah memasuki Alam Pengumpulan Qi, seorang praktisi tidak lagi sekadar memperkuat tubuh.

Ia mulai benar-benar mengumpulkan dan memperkuat Qi di dalam dantian.

Itulah batas besar pertama dalam perjalanan kultivasi.

Xiao Yi mengembuskan napas panjang.

“Masih tersisa satu hari.”

Ia hendak kembali berkultivasi ketika tatapannya tiba-tiba bergerak.

Xiao Ruohan.

Pemuda itu duduk beberapa puluh langkah di belakangnya.

Energi spiritual terus memasuki tubuh Xiao Ruohan, tetapi auranya tidak mengalami peningkatan.

Sebaliknya, seluruh energi tersebut sedang berkumpul menuju dantian.

Xiao Yi langsung memahami apa yang terjadi.

“Jadi begitu.”

Senyum tipis muncul di wajahnya.

“Dia mencoba menerobos menuju Alam Pengumpulan Qi.”

Xiao Ruohan telah mencapai Alam Penempaan Tubuh Tingkat Delapan pada hari pertama.

Kini, setelah beberapa hari berkultivasi, ia akhirnya mencapai Tingkat Sembilan.

Namun menerobos dari Alam Penempaan Tubuh menuju Alam Pengumpulan Qi tidak semudah menerobos tingkatan kecil.

Ia harus mengumpulkan energi dalam jumlah besar dan membentuk fondasi Qi di dalam dantian.

Jika berhasil, dirinya akan memasuki alam besar berikutnya.

Xiao Yi menatapnya beberapa saat.

Kemudian sudut bibirnya perlahan terangkat.

“Sudah berkali-kali kau mencoba mencelakaiku.”

“Sekarang giliranku.”

Xiao Yi berdiri.

Ia berjalan kembali menuju batas lima puluh langkah.

Tetua Kedua membuka mata.

Melihat Xiao Yi berjalan mondar-mandir lagi, wajahnya berkedut.

“Bocah ini... tidak bisakah dia berkultivasi dengan tenang?”

Xiao Yi berhenti tidak jauh di depan Xiao Ruohan.

Kemudian duduk bersila.

Matanya perlahan terpejam.

“Pedang Bingluan.”

“Serap!”

Bzzzt!

Jiwa Bela Diri Pedang Bingluan bergetar hebat.

Dalam sekejap, energi spiritual di sekitar Xiao Yi tersedot menuju tubuhnya.

Bukan hanya energi spiritual di tempatnya sendiri.

Energi spiritual di sekitar Xiao Ruohan ikut terseret.

Xiao Ruohan yang sedang memusatkan seluruh perhatian tiba-tiba membuka mata.

“Apa?”

Wajahnya berubah.

Energi spiritual yang baru saja hendak diserapnya mendadak menghilang.

“Apa yang terjadi?”

Ia mencoba menyerapnya lagi.

Tetap tidak ada.

Xiao Ruohan menoleh ke belakang.

Murid-murid Klan Xiao lainnya masih berkultivasi seperti biasa.

“Kenapa mereka masih bisa berkultivasi?”

Wajahnya semakin buruk.

Ia sama sekali tidak menyadari bahwa Xiao Yi yang duduk di depannya sedang menahan senyum.

Jarak lima langkah antara setiap murid memang telah diperhitungkan agar mereka tidak saling berebut energi spiritual.

Namun perhitungan tersebut dibuat berdasarkan kemampuan Jiwa Bela Diri generasi muda Klan Xiao pada umumnya.

Pedang Bingluan jelas berada jauh di luar perhitungan itu.

Seluruh energi spiritual yang seharusnya memasuki tubuh Xiao Ruohan telah lebih dulu direbut Xiao Yi.

Waktu terus berlalu.

Satu jam.

Dua jam.

Setengah hari.

Wajah Xiao Ruohan semakin pucat.

Proses terobosannya telah terputus sepenuhnya.

“Tidak!”

Ia menggertakkan giginya.

Rencana dirinya dan Tetua Kelima bergantung pada terobosan ini.

Jika gagal memasuki Alam Pengumpulan Qi sebelum meninggalkan Gua Ziyun, seluruh rencana mereka akan terganggu.

Namun apa pun yang dilakukan Xiao Ruohan, energi spiritual tetap tidak mau memasuki tubuhnya.

“Brengsek!”

Matanya memerah.

“Apa sebenarnya yang terjadi?!”

Sementara itu, Xiao Yi tetap duduk tenang beberapa langkah di depannya.

Seolah-olah semua itu sama sekali tidak berhubungan dengannya.

Hingga akhirnya, hari kesepuluh berakhir.

Tetua Kedua berdiri.

“Kultivasi di Gua Ziyun telah selesai.”

Suaranya menggema di seluruh area.

“Semua murid, bersiap meninggalkan tempat ini.”

Xiao Ruohan membuka mata dengan wajah muram.

Ia gagal.

Kesempatan terbaiknya untuk menerobos menuju Alam Pengumpulan Qi telah hilang begitu saja.

Sebaliknya, Xiao Yi berdiri dengan santai.

Sebelum pergi, ia kembali menatap patung monster raksasa di hadapannya.

Barulah sekarang ia menyadari sesuatu.

Patung tersebut ternyata terus menyerap energi spiritual dari langit dan bumi, kemudian mengumpulkannya perlahan di kawasan Gua Ziyun.

“Begitu rupanya.”

Xiao Yi menyipitkan mata.

“Jadi selama tiga tahun, patung inilah yang terus mengumpulkan energi spiritual untuk Gua Ziyun.”

Tiga tahun kemudian, tempat ini akan kembali dipenuhi energi spiritual.

Generasi muda Klan Xiao berikutnya kemudian akan memperoleh kesempatan yang sama.

Namun ketika Xiao Yi hendak berbalik—

Bzzzt!

Pedang Bingluan di dalam tubuhnya tiba-tiba bergetar.

Langkah Xiao Yi terhenti.

Ia kembali menatap patung monster itu.

Entah mengapa, untuk sesaat...

Ia merasa sepasang mata pada patung tersebut sedang menatap balik kepadanya.

Dan kali ini, tatapan itu terasa jauh lebih jelas daripada sebelumnya.

......................

Bersambung…

1
Momu
👍👍👍
Momu
👍👍
Jojo Shua
🫡🤣
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
7
Jojo Shua
3🫡
Momu
👍👍
Ryyy
up trusthor🤭 semangat 💪💪💪💪
Ryyy
semangat thor💪
Adek Darmansyah
smngt trusss thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!