Indonesia
NovelToon NovelToon
Dikejar Guru Killer

Dikejar Guru Killer

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Tamat
Popularitas:659.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lisa

Shana bersedia menjadi pengganti bibi-nya untuk bertemu pria yang akan di jodohkan dengan beliau. Namun siapa yang menyangka kalau pria itu adalah guru matematika yang killer.

Bagaimana cara Shana bersembunyi dari kejaran guru itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 3

"Kan aku enggak terima juga kalau bibi pacaran sama pria yang sudah beristri," ujar Shana ketus. "Bukannya apa. Bibi kan punya banyak hal yang bisa di banggakan untuk memilih pria tampan dan baik. Jadi kenapa harus pacaran sama pria beristri."

Bibir Raisa tersenyum. Dia senang keponakannya begitu bangga padanya.

"Ih, kamu ini bisa aja nih merayunya." Raisa merunduk untuk memeluk tubuh keponakannya dengan erat. Shana ikut memeluk tubuh bibinya.

"Aku bukan merayu Bi. Itu kenyataan. Bibi ku adalah kebanggan ku. Meskipun belum menikah ketika usia sudah hampir dua puluh lima, tapi bibi memang wanita hebat."

"Di balik kalimat manis mu, ada kalimat pahitnya juga. Dasar bocah kunyuk nih ...," ujar Bibi seraya mendengus lucu. Keduanya pun tertawa bersama. "Yang ngenalin itu senior yang akrab sama bibi. Enggak enak kalau nolak, soalnya orangnya maksa juga. Karena di sana bibi di kenal jomlo, dia kasihan mungkin. Jadi bibi janji mau temui pria itu sebentar dan bilang kalau bukan berarti harus pacaran. Orang itu setuju. Hanya kenalan saja ceritanya."

Shana menganggukkan kepalanya.

"Jadi ... bibi ingin mengabulkan permintaan teman yang mau mengenalkan bibi pada pria itu tanpa harus menolaknya?"

"Ya."

"Dengan itu bibi menggunakan aku untuk bertemu dengannya."

"Benar."

"Padahal bibi bisa lho, ketemu sama pria itu terus bilang maaf kalau sudah punya pacar."

"Enggak bisa. Pacar bibi bisa mengamuk hebat kalau tahu bibi ada kencan buta begitu." Raut wajah Bibi Raisa terlihat jelas sangat ketakutan ketahuan.

"Ya tutup mulutlah ..."

"Enggak bisa," pungkas Raisa yakin. "Dia punya banyak mata-mata."

Shana mengerjapkan mata. "Hhh ... okelah. Namun gimana nanti kalau dia tetap ingin berhubungan ketika kenalan dengan ku yang menyamar jadi bibi? Kan aku bisa dikejar-kejar tuh." Shana takut juga.

"Enggak mungkin. Katanya dia orang baik. Kalau kamu bilang kamu punya pacar, pasti dia enggak mau bertemu lagi."

"Kenapa orang baik harus kencan buta? Kan dia bisa dapat wanita baik disekitarnya?" tanya Shana tidak habis pikir.

"Sudah, jangan banyak tanya. Mau enggak, dapat uang saku tambahan?" potong Raisa menghentikan pertanyaan keponakannya yang tidak ada habisnya.

"Mau dong," sahut Shana cepat. Dia juga ingin dapat uang saku tambahan. Maka dari itu dia akhirnya ada di cafe ini sendirian.

.

.

.

"Dengan Raisa?" tegur sebuah suara membuyarkan lamunan Shana tentang kejadian sebelum berangkat ke cafe ini tadi. Kini ia harus sadar bahwa dirinya sedang berada di cafe tempat janji temu dengan seorang pria. Perlahan Shana yang memainkan handphone mendongak.

"Ya," sahut Shana masih duduk. Di depannya muncul seorang pria tinggi dengan dada bidang. Gadis ini tampak mengerjap sekilas.

"Regas," ujar pria itu seraya mengulurkan tangannya. Shana segera menghentikan permainan di ponselnya dan meletakkannya di atas meja dan berdiri. Dia harus bisa bersikap dewasa dan sopan. Tangannya terulur untuk menyambut tangan pria ini.

"Raisa." Shana menyambut dengan senyum di bibirnya yang sudah di poles oleh lipstik warna nude. Ya, gadis ini sudah dirias oleh bibinya untuk menjadi karakter seorang perempuan dewasa yang lembut. Itu berbeda jauh dengan dirinya yang amburadul.

Setelah berjabat tangan, mereka duduk lagi.

"Maaf, sudah terlambat datang." Pria bernama Regas itu ternyata sangat sopan.

"Tidak apa-apa. Saya juga tidak lama duduk di sini." Shana berusaha tampak anggun. Dia berperan dengan baik malam ini.

"Belum memesan?" tanya pria itu melihat meja masih kosong.

"Ya, begitulah." Shana memang sengaja tidak memesan karena tidak ingin mengeluarkan sepeserpun uang dari kantongnya. Pria itu pun memanggil pelayan cafe dan memesan minuman.

"Jadi ... Anda adalah teman Merta?" Regas menyebut nama seorang perempuan yang jadi senior di tempat bibinya bekerja.

"Ya benar. Kita satu perusahaan." Shana menjawab dengan penuh keyakinan. Dia sudah di briefing dengan baik oleh bibi Raisa. Selain itu, Shana menjadi tenang karena aura positif yang muncul dari pria ini. Tidak lama pelayan cafe datang membawakan dua minuman untuk mereka.

"Silakan di minum," ujar pria bernama Regas mempersilakan.

"Baik." Shana yang sebenarnya sejak tadi haus, segera meneguk minuman itu. Meskipun begitu, ia harus tetap menjaga diri untuk terlihat anggun dan elegan. Demi citra bibi Raisa tetap terjaga.

"Maaf, kalau Merta memaksa Anda untuk bertemu dengan saya."

"Ya?" Shana merasa aneh.

"Saya tahu pasti Merta yang ingin mengenalkan Anda pada saya," ujar pria ini pengertian. Benar kata bibi Raisa, dia pria baik. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan kedepannya. Shana hanya tersenyum tipis menanggapi. "Dia sepupu saya yang bawel."

"Oh, ya itu benar," ujar Shana dengan gelak tawa ringan. Dia hanya mengikuti saja apa yang di katakan pria ini. Namun sesaat dia merasa tidak asing dengan pria ini. Ketika pria ini menoleh ke samping sebentar. Matanya mengerjap. Masa aku kenal? Enggak mungkin. Shana menepis pikirannya.

Tidak banyak perbicangan yang terjadi. Jadi pekerjaan Shana begitu mudah hingga tiba waktunya mereka berpisah.

"Maaf, sudah mengganggu waktu Anda," ujar Regas begitu sopan.

"Tidak apa-apa. Ini juga demi Merta."

"Karena Anda teman Merta, pasti lain waktu kita tidak sengaja bertemu lagi. Jadi semoga itu waktu yang tepat."

Tidak. Kita tidak perlu bertemu lagi.

"Benar. Karena Anda sepupu Merta, kita pasti jadi teman yang baik," kata Shana menimpali. Dia hanya ikut-ikutan saja. Sebenarnya ia tidak ingin bertemu setelahnya. Karena itu akan membuatnya kerepotan. Dia setuju akhir dari pertemuan yang di paksakan ini menjadi baik. Jadi tugasnya selesai dengan mudah dan dia akan mendapat uang dari hasil kerjanya. Sip lah ....

********

Dugaannya kalau pertemuan waktu itu akan berhenti sampai disana adalah, salah. Salah besar. Buktinya sekarang ia bertemu lagi dengan pria ini. Bukan sebagai teman, melainkan sebagai guru dan murid. Bahkan guru yang terkenal killer meski belum pernah menjadi guru pembimbing di kelas Shana. Itu pertemuan yang menakutkan yang tidak pernah terbayang dalam benak Shana.

"Itu kamu bukan, yang bertemu aku di cafe waktu itu?" tanya pria ini dengan suara rendah yang mengintimidasi. Pertanyaan yang jelas mengarah pada pertemuan mereka di cafe malam itu.

"S-saya tidak tahu apa yang Bapak maksud." Meski dengan menunduk dan terbata, Shana berusaha keras untuk menyangkal. Penyamarannya jangan sampai terbongkar. Dia harus sekuat tenaga untuk menyangkal.

"Jadi kamu tidak tahu apa yang aku katakan?" tanya Regas masih dengan nada yang sama.

"Y-ya Pak."

"Kita bertemu di cafe itu."

Berbeda dengan waktu itu. Kali ini kalimat Pak Regas terdengar lebih kasual, tapi tegas. Jika dalam pertemuan itu pria ini terdengar bersahabat dan sopan, kali ini begitu berbeda. Shana merasakan tekanan yang besar. Tangannya meremas ujung rok-nya dengan gelisah.

...----------------...

1
Tamirah
Ceritanya semakin mbulet, asmara sekitar om,bibi dan keponakan.kalau mereka sdh pada dill mending nikahan nya bareng aja Dihotel.....biar seru gimana gak seru nikahan guru dan murid bersamaan dgn nikahan sang bibi dan om.
Tamirah
Kita tunggu aja alurnya guru jatuh cinta sama muridnya.
Tamirah
Penasaran saja Regas sdh punya kekasih,tapi kenapa dia peduli banget sama muridnya Shana. Sikap Regas selaku guru membuat Shana gak nyaman di arena sekolahnya.mbok ya diberikan kartu pelajar nya toh gak ngepek untuk disimpan walau teman nya Daniel penasaran dgn wanita yg menyuruh Shana menggantikan kencan buta.
Tamirah
maksud hati Menolong bibi dan berlagak jadi wanita dewasa' demi uang saku dr bibi gak taunya guru nya sendiri.Ya terpaksa dijalani saja resiko ditanggung sendiri.
Qaisaa Nazarudin
Camen tuh buk..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Jauh banget naik motor 1 jaman gitu,haduuhh..
Qaisaa Nazarudin
Itu resiko dia,Bego..
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Regas Tegas orangnya..hhh Shana jangan terlalu baik jadi orang.
Qaisaa Nazarudin
Lha ni orang kenapa sih ngenyel,Karena Regas gak mau ngantar dia pulang,makanya dia nelfon kamu..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Udah tidur dengan pria lain,masih berharap dengan Mantan,ckk gak punya malu..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Biasanya Dengan adanya RASA TIDAK TEGAAN maka banyak Hubungan pasangan yg RETAK Shana..
Qaisaa Nazarudin
Jangan Polos2 banget Shana,Ntar ketikung baru nyadar kamu..
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang itu Raisa..ya jangan dong..
Qaisaa Nazarudin
Alurnya agak lambat ya..
Qaisaa Nazarudin
SERAGAM ABU-ABU?? KANTIN KAMPUS?? Ini anak SMA Atau anak KULIAHAN sih?? Kok aku jadi bingung..🤔🤔🤔😇😇
LisA: Maaf. Agak bingung ya, Kak. Ini anak SMA mau main area ke kampus gitu. Aku revisi aja biar enggak bingung. Terima kasih sudah mampir dan baca🙏
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Masih nyimak,moga seru..
Qaisaa Nazarudin
Oh udah kuliah? ku fikir anak SMA..Heee..
Kasandra Kasandra
kpan extranya dlanjut kk
Kasandra Kasandra
ndak ada extra kak... sy tunggu2😞
💞Aulia Adriani💕
recommended
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!