Indonesia
NovelToon NovelToon
Mantan Suami, Lihatlah Aku Sekarang!

Mantan Suami, Lihatlah Aku Sekarang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:919
Nilai: 5
Nama Author: Vyyy ink

Diceraikan saat hamil dan dibiarkan mati, Clarissa bangkit dalam tubuh Elena—gadis bangsawan super kaya.

Kini Clarissa menguasai dunia, membuang status wanita tertindas, dan naik ke puncak tertinggi. Saat sang mantan suami datang merangkak memohon ampun di kakinya, Elena tersenyum sinis:

"Mantan suami, lihatlah aku sekarang! Kamu bahkan tidak pantas menyentuh ujung gaunku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyyy ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tatapan Pertama Tuan Muda Secilia

Setelah membersihkan diri dan mengganti gaun tidurnya yang basah dengan gaun harian berwarna biru dongker yang elegan, Elena melangkah keluar dari kamar mandi. Di dalam kamar, Martha sudah tidak ada. Lantai marmer telah bersih berkilat, dan pecahan botol kaca parfum tadi sudah lenyap tanpa sisa. Aroma mawar yang menyengat masih tertinggal tipis di udara, menjadi bukti bisu dari tamparan keras yang Elena berikan.

Elena berjalan menuju cermin, merapikan rambut peraknya yang bergelombang indah. Dia tersenyum tipis. Tubuh ini benar-benar sebuah mahakarya. Di kehidupan lalunya sebagai Clarissa, penyakit kanker telah merenggut kecantikannya dan membuatnya tampak seperti mayat hidup sebelum waktunya. Namun sekarang, dia memiliki modal visual yang bisa menaklukkan dunia.

*Tok! Tok! Tok!*

Ketukan pintu yang tergesa-gesa membuyarkan lamunan Elena. Seorang pelayan muda berwajah cemas memunculkan kepalanya dari balik pintu.

"N-Nyonya Muda... Tuan Muda Adrian sudah pulang. Beliau sudah berada di ruang makan bawah dan... beliau tampak sangat marah karena kopi dan sarapannya belum siap," bisik pelayan muda itu dengan tubuh gemetar, takut terkena imbas amukan.

"Begitu? Katakan padanya aku akan segera turun," jawab Elena dengan tenang, tanpa ada nada kepanikan sedikit pun di suaranya.

Pelayan muda itu tertegun sesaat melihat ketenangan Elena, lalu segera mengangguk dan mundur.

Elena menarik napas dalam-dalam. Adrian von Secilia. Suami dari tubuh Elena ini, sekaligus salah satu tokoh kunci dalam novel 'Cinta Sang CEO'. Di dalam cerita aslinya, Adrian adalah pria yang dingin, kaku, dan membenci Elena karena pernikahan mereka dipaksakan oleh bisnis keluarga. Karena sikap abai Adrian pula, para pelayan seperti Martha berani menginjak-injak Elena yang asli hingga gadis itu mati depresi.

Elena melangkah menuruni tangga melingkar kastel mewah tersebut dengan dagu terangkat. Setiap langkahnya memancarkan keanggunan seorang bangsawan murni.

Begitu menginjakkan kaki di ruang makan yang megah, atmosfer langsung terasa mencekam. Di ujung meja makan panjang yang terbuat dari kayu mahoni mahal, duduk seorang pria jangkung dengan setelan jas hitam formal yang rapi. Pria itu memiliki rahang yang tegas, rambut hitam legam yang disisir rapi ke belakang, dan aura dominan yang mengintimidasi. Dia adalah Adrian.

Di sudut ruangan, Martha tampak berdiri sambil menunduk dalam-dalam, pura-pura menangis terisak di dekat kepala pelayan, mencoba mencari simpati atas pipinya yang masih kemerahan akibat tamparan Elena.

Begitu menyadari kehadiran Elena, Adrian meletakkan tablet kerjanya di atas meja dengan hentikan keras yang menggema. Sepasang mata elangnya yang tajam langsung menusuk tepat ke arah Elena.

"Elena! Apa yang sebenarnya kamu lakukan?!" geram Adrian, suaranya berat dan penuh dengan nada menuntut. "Martha bilang kamu mendadak mengamuk dan menamparnya tanpa alasan, lalu menyiramnya dengan alkohol? Sejak kapan kamu menjadi wanita kasar dan tidak tahu tata krama seperti ini?"

Elena tidak langsung menjawab. Dia berjalan dengan santai, lalu menarik kursi di ujung meja yang berseberangan dengan Adrian. Dia duduk dengan anggun, melipat kedua tangannya di atas meja, lalu menatap balik suaminya dengan tatapan yang sama sekali tidak gentar.

"Kasar?" Elena terkekeh hambar, sebuah suara yang terdengar begitu merdu namun sarkas. "Tuan Muda Secilia yang terhormat, jika seorang pelayan berani masuk ke kamar tidur utama tanpa izin, meneriaki istri sah rumah ini, lalu menyiramnya dengan seember air es saat sedang tidur... menurutmu siapa yang sebenarnya tidak tahu tata krama di sini?"

Mendengar jawaban telak itu, Adrian tersentak. Alisnya bertaut rapat. Ini pertama kalinya Elena berani menjawab pertanyaannya dengan nada setenang dan setegas ini. Biasanya, wanita di depannya ini hanya akan menunduk takut, menangis, dan meminta maaf atas kesalahan yang bahkan tidak dilakukannya.

Adrian mengalihkan pandangan tajamnya ke arah Martha yang seketika memucat. "Martha, apa itu benar?"

"T-Tuan Muda... saya... saya hanya ingin membangunkan Nyonya Muda karena jam sudah siang... air itu tidak sengaja terciprat..." Martha terbata-bata, keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya.

"Terciprat hingga membasahi seluruh gaun tidurku dan membuatku batuk-batuk?" potong Elena tajam, matanya berkilat mematikan ke arah Martha. "Kamu pikir aku bodoh, Martha? Atau kamu pikir karena suamiku tidak pernah peduli padaku, kamu bisa bertingkah seolah kamu adalah nyonya besar di rumah ini?"

Kata-kata Elena tidak hanya menyindir Martha, tetapi juga menampar langsung ego Adrian sebagai kepala keluarga. Adrian mengepalkan tangannya di bawah meja. Perubahan drastis pada sikap Elena benar-benar membuatnya tidak nyaman, namun di saat yang sama, dia tidak bisa membantah logika wanita itu.

"Cukup," bentak Adrian dingin ke arah para pelayan. "Kepala Pelayan, bawa Martha keluar dan urus masalah disiplinnya. Jangan biarkan dia muncul di lantai atas lagi."

"Baik, Tuan Muda," jawab kepala pelayan dengan patuh, lalu segera menyeret Martha yang lemas keluar dari ruang makan.

Setelah para pelayan pergi, keheningan yang canggung kembali menyelimuti ruangan. Adrian menatap Elena dengan intens, mencoba membaca apa yang sebenarnya sedang direncanakan oleh wanita di depannya ini. Tatapan mata safir Elena yang dulu penuh dengan damba dan cinta, kini telah berubah menjadi kekosongan yang sedingin es.

"Kamu berubah, Elena," desis Adrian, matanya menyipit penuh selidik. "Ada apa denganmu?"

Elena menyandarkan punggungnya ke kursi, lalu tersenyum tipis yang tidak mencapai matanya. "Aku tidak berubah, Adrian. Aku hanya akhirnya tersadar dari tidur panjangku. Mulai hari ini, pastikan orang-orangmu tahu di mana posisi mereka. Karena jika tidak... aku sendiri yang akan menyingkirkan mereka dari jalanku."

1
Noey Aprilia
Waahhhh....
Slmt buat klian brdua....ga mst nunggu lma,clon pewaris udh hdir....
xavier pst mkin posesif.....
Noey Aprilia
Wooowww.....
Elena slalu luarrrrr biasa....mreka pnts jd raja dn ratu brkuasa,scra spa pun yg mau mnjtuhkn mreka pst akan kalh...
yg 1 pnya kuasa,yg 1 otaknya emng jenius....
btw...slmt jd gembel buat mreka yg awlnya songong.....😛😛😛
Noey Aprilia
Hai kk...
aku udh mmpir...slm knal....
btw,aku ngebut bcanya krna pgn cpt komen.....😁😁😁....
brskap songonglh slagi klian bsa,abs tu siap2 mmhon sm orng yg klian hina....🙄🙄🙄
Noey Aprilia: Sama2....smngttt....😘😘😘
total 2 replies
Raisha Mieyka
terbaik kk.. tolong up scptnyaaa episodny
VyyInk: diusahakan kka🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!