Indonesia
NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti (Seharusnya Ipar)

Pengantin Pengganti (Seharusnya Ipar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Hari pernikahan yang seharusnya menjadi momen membahagiakan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi Aura.
Tepat di hari pernikahan, Keisya, sang kakak, menghilang dan meninggalkan sepucuk alasan kuat yang membuatnya tidak bisa melanjutkan pernikahan tersebut.
Demi menyelamatkan nama baik keluarga dan mencegah kehancuran di depan ratusan undangan, Aura terpaksa mengambil keputusan terberat dalam hidupnya: melangkah ke pelaminan sebagai Pengantin Pengganti bagi pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya.
Hatinya hancur dan dilanda dilema hebat. Di satu sisi, Aura tidak tega untuk membiarkan nama baik Keisya dan keluarganya hancur berantakan.
Namun di sisi lain, pengorbanan ini menuntut harga yang sangat mahal. Aura harus merelakan cintanya pada Farhan, kekasih hatinya yang sejatinya sudah merencanakan pernikahan di tahun yang sama.
Bagaimanakah kehidupan Aura selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: SAH!

"SAH...!!."

Gema ucapan "SAH!" dari para saksi dan tamu undangan membumbung tinggi, memenuhi langit-langit ballroom hotel yang megah.

Tepuk tangan riuh bertaburan bagaikan hujan gerimis yang tak henti-hentinya menghantam gendang telinga Aura. Di balik veil transparan yang menutupi wajah cantiknya, air mata Aura menetes tipis, dan jatuh membasahi kain gaun pengantin mewah yang bukan miliknya.

Tangan dingin Aura bergetar hebat saat jemarinya diarahkan untuk menyentuh punggung tangan Fadil. Pria di hadapannya ini, yang beberapa jam lalu masih ia panggil sebagai 'Calon Kakak Ipar', kini telah resmi menjadi suaminya secara hukum dan agama.

Ketika Aura mencium punggung tangan Fadil, ia dapat merasakan betapa kaku dan tegangnya otot-otot tangan pria itu. Tidak ada kehangatan. Tidak ada ketulusan. Yang ada hanyalah aura dingin yang menusuk hingga ke tulang rawan.

Saat Fadil menyentuh dahi Aura untuk memanjatkan doa syarat sah pernikahan, tatapan mata pria itu lurus menembus manik mata Aura.

Sorot matanya bukan lagi sorot mata seorang pria yang menatap adiknya dengan penuh kasih sayang, melainkan tatapan asing yang dipenuhi luka, kekecewaan, dan amarah tertahan yang amat pekat.

"Selamat, kalian berdua," bisik Kirana saat menghampiri mereka berdua di pelaminan sesaat setelah prosesi akad usai. Wajah ibunda Aura itu pucat pasi, matanya sembap, karena menahan beban kebohongan besar yang baru saja mereka rakit di hadapan publik.

"Ma," bisik Aura. "Aura..."

"Tahan air matamu, Aura," potong Kirana cepat sambil merapikan veil Aura dengan jemari yang gemetar. "Tersenyumlah di depan kamera dan tamu undangan. Jangan sampai ada satu orang pun yang curiga. Jangan permalukan keluarga kita lebih jauh dari ini."

Aura menarik napasnya yang terasa membakar dadanya dan a memaksakan sebuah ukiran senyum palsu di bibirnya.

Selama tiga jam berikutnya, Aura dan Fadil berdiri bersisian di atas panggung pelaminan, sambil menyalami ratusan tamu yang hadir. Setiap ucapan "Selamat ya, semoga samawa!" terasa bagaikan sembilu yang menyayat hatinya tanpa henti.

**

Sementara itu...

Di sudut ruangan, jauh di balik pilar-pilar batu marmer yang kokoh, seorang pria berbaju batik gelap berdiri terpaku. Pandangan matanya mengunci sosok pengantin wanita di atas panggung. Pria itu adalah Farhan.

Farhan datang terlambat karena kemacetan lalu lintas. Ia membawa seikat bunga mawar putih kesukaan Aura dan sebuah kotak perhiasan kecil di sakunya sebagai hadiah kejutan yang ia persiapkan untuk Aura karena hari ini mereka berjanji akan bertemu setelah acara pernikahan Keisya selesai.

Namun, langkah Farhan terhenti total saat matanya menangkap siapa yang berdiri di samping Fadil.

Itu Aura. Aura-nya. Wanita yang rencananya akan ia lamar secara resmi bulan depan, kini berdiri anggun memakai gaun pengantin, sambil memegang buket bunga, dan tersenyum di samping pria lain.

"N-nggak mungkin..." bisik Farhan dengan suara hilang. Bunga mawar di tangannya pun terlepas, dan jatuh tak berdaya menimpa karpet empuk hotel.

Kini, Farhan mencoba melangkah maju dan berniat menerobos kerumunan untuk meminta penjelasan langsung, namun langkahnya tertahan oleh Wijaya, ayah Aura yang secara tidak sengaja memotong jalannya bersama beberapa pengawal dan kolega bisnis.

Farhan terpaku di tempat saat menyaksikan dari kejauhan bagaimana wanita yang amat dicintainya itu kini telah sah milik pria lain. Rahang Farhan mengeras, dadanya bergemuruh hebat di antara keputusasaan dan rasa pengkhianatan yang tak terbayangkan.

____

________

Malam harinya, riuk pikuk pesta pernikahan mewah itu akhirnya surut. Penthouse suite di lantai teratas hotel berbintang lima yang seharusnya menjadi kamar pengantin romantis bagi Fadil dan Keisya, kini terasa dingin dan mencekam bagaikan ruang isolasi.

Aura duduk di tepi ranjang berukuran king size yang bertabur kelopak bunga mawar merah. Ia masih mengenakan gaun pengantinnya yang amat berat. Rambutnya yang tersanggul rapi mulai terasa sakit menahan puluhan pin dan tusuk konde.

Tak lama, pintu kamar itu terdengar berderit pelan lalu Fadil melangkah masuk.

Pria itu telah melepas jas pengantinnya, dan kini hanya mengenakan kemeja putih dengan dua kancing teratas yang terbuka dan lengan yang digulung hingga ke siku.

Wajah Fadil yang biasanya tenang dan berwibawa kini terlihat sangat lelah, dan memancarkan amarah yang siap meledak kapan saja.

Fadil melempar kunci mobil dan jam tangannya ke atas meja rias dengan dentang keras yang menyentak keheningan kamar.

Brak!

Aura pun tersentak dan refleks berdiri dari tepi ranjang. "M-mas Fadil..."

Fadil memutar tubuhnya, lalu menatap Aura dengan tajam. Langkah kakinya mendekat secara perlahan ke arah Aura hingga gadis itu mundur secara berangsur hingga punggungnya membentur tiang ranjang.

"Jangan panggil aku dengan nada seperti itu, Aura," suara Fadil terdengar berat, dingin, dan sarat akan penekanan. "Jelaskan padaku. Sekarang. Ke mana Keisya?"

Aura langsung menundukkan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya yang mulai dibasahi air mata. "Aku... aku tidak tau Kak Keisya pergi ke mana, Mas. Dia cuma..."

"Bohong!" potong Fadil dengan bentakan pelan namun menusuk. Ia lalu mencengkram kedua sisi bahu Aura, hingga memaksa wanita itu mendongak dan menatap matanya. "Kalian berdua bersaudara! Kamu yang berada di dalam kamar rias itu sebelum dia hilang! Tidak mungkin dia pergi begitu saja tanpa mengatakan apa-apa padamu!"

"Mas Fadil, lepaskan... sakit," ringis Aura seraya berusaha melepaskan cengkraman Fadil di bahunya.

"Jawab aku, Aura!" bentak Fadil dengan napas yang memburu. "Kenapa dia tega melakukan ini padaku?! Apa salahku?! Kami sudah merencanakan ini selama dua tahun! Dan kamu... kamu dengan mudahnya memakai gaunnya, berjalan ke pelaminan, dan mengambil posisinya?!"

"Aku tidak pernah menginginkan posisi ini, Mas!" teriak Aura akhirnya, seolah meluapkan seluruh emosi dan rasa sakit yang ia tahan sepanjang hari. Air matanya pun meledak deras. "Kamu pikir aku bahagia berdiri di sana?! Kamu pikir aku ingin menikah denganmu?!"

Fadil tertegun sejenak melihat luapan emosi Aura, namun cengkramannya tidak mengendur.

"Aku punya Farhan, Mas!" jerit Aura dengan suara parau yang menyayat hati. "Aku punya Farhan! Kami berencana menikah tahun ini! Hari ini, aku mengorbankan seluruh hidupku, cintaku, dan masa depanku demi menyelamatkan muka keluargamu dan keluargaku! Demi menyelamatkan kamu dari kehinaan di depan ratusan tamu!"

Fadil tertawa sumbang, sebuah tawa dingin tanpa rasa humor sedikit pun. Ia kemudian melepaskan cengkramannya dari bahu Aura, lalu mundur satu langkah sambil menggelengkan kepala.

"Menyelamatkan aku?" bisik Fadil sinis. "Kamu tidak menyelamatkan siapa pun, Aura. Kamu dan kakakmu justru menghancurkan hidupku. Kakakmu melarikan diri bagaikan pengecut, dan kamu... kamu terjebak di sini bersamaku."

Fadil berbalik membelakangi Aura, lalu berjalan ke arah jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan gemerlap lampu kota Jakarta dari ketinggian.

"Dengar baik-baik, Aura," ucap Fadil tanpa menoleh. "Pernikahan ini adalah sebuah kebohongan besar. Jangan pernah berharap aku akan memperlakukanmu sebagai seorang istri. Di mata hukum dan keluarga kita mungkin sah, tapi di dalam kamar ini, kamu tidak lebih dari seorang asing."

Aura mengepalkan tangannya di samping gaun pengantinnya yang mewahi. Hatinya yang sudah hancur kini serasa diremuk hingga menjadi debu. "Lalu kenapa kamu tidak menolaknya tadi di hadapan penghulu? Kenapa kamu menyetujuinya jika kamu membenciku sejauh ini?!"

Fadil membalikkan badannya dan menatap Aura dengan sorot mata yang sulit diartikan.

"Karena aku tidak punya pilihan, sama seperti dirimu," tegas Fadil. "Tapi ingat satu hal, Aura. Jangan pernah lancang campur tangan dalam kehidupanku. Dan soal Farhan... lupakan dia. Kamu sekarang adalah istri dari Fadil Wijaksono. Satu langkah salah dari dirimu yang merusak reputasi pernikahan ini, aku tidak akan segan-segan membuat hidupmu jauh lebih menderita."

Fadil meraih kunci mobilnya kembali dari atas meja rias, lalu melangkah menuju pintu keluar tanpa memandang Aura sedikit pun.

"Mas mau ke mana?" tanya Aura spontan.

"Bukan urusanmu."

Brak!

Keheningan kembali menyergap ruangan luas itu. Setelah punggung Fadil benar-benar hilang di balik pintu, Aura merosot turun ke lantai karpet yang dingin. Gaun pengantinnya tersebar di sekelilingnya bagaikan kelopak bunga yang gugur dan membusuk.

Di dalam kamar pengantin yang mewah itu, Aura memeluk lututnya sendiri dan menangis sesenggukan dalam kegelapan malam, meratapi nasibnya yang kini terbelenggu dalam sangkar emas tanpa cinta.

"Kenapa... Kenapa ini terjadi padaku... 😭😭😭"

Bersambung...

1
𝐀⃝🥀Weny
kalau memang punya niatan untuk mencari Farah, diskusikan dulu dengan Aura ya.. supaya gak salah faham 😊
Aurora: Wkwkwk... sekangen itu juga sama cerita Aura ya 🤭🤗🤗😅
total 3 replies
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya aura plong, sudah gak ada beban.. tinggal menata hatinya lagi, semoga Fadil tetap mempertahankan pernikahannya😊
Aurora: wkwkwkw...😅
total 3 replies
𝐀⃝🥀Weny
katakanlah Aura, kebenaran yang terlalu lama kamu pendam sendiri akan membuat luka di kemudian hari...
Aurora: Betul betul betul...
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
nyamuknya besar banget Farah 🤣🤣🤣
Aurora: lah... kalau sampai di lahap habis dong Aura 🤣🤣🤣😅
total 3 replies
𝐀⃝🥀Weny
ceritanya bagus dan gak ngebosenin.. authornya juga asyik 🥰 semangat terus kak, jangan patah semangat untuk berkarya🤗 sukses slalu😊
𝐀⃝🥀Weny: sama² kak🥰🥰
total 2 replies
𝐀⃝🥀Weny
orang tua kalau ngeliat keluarga anaknya bahagia jadi ikut senang.. gak seperti bayangannya karena sebelumnya Fadil sangat menolak pernikahan itu😊
Aurora: Makasihh kakak..🥰🥰🙏🙏
total 13 replies
sunaryati jarum
Tidak apa-apa Aura kamu bangun kesiangan kan sudah ada Mbok.Semoga bibit unggul Mas Fadil ada yang tumbuh,Ya.
Aurora: hehehe iya ya, semoga...🤗
total 1 replies
sunaryati jarum
Jadi candu dan move on dari Kesya ya Nak Fadil,semoga Kesya menemukan orang yg tulus mencintainya.Dan Ryan si pemerkosa dapat karmanya,siapun yang terlibat saat itu juga mendapat karmanya.Bahagia selalu Aura, Fadil,Kesya.dan Farhan mantan calon suami Aura.
sunaryati jarum
Pagi- pagi sudah sarapan Aura, mantaaap
𝐀⃝🥀Weny
walaah.. aku pikir kalau mau dikasih tiket untuk bulan madu🤦🤣🤣🤣🤣
Aurora: xixixixi... bulan madunya di rumah aja dulu, ydha cape itu juga 🫣🤭
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
kasihan auranya samapi kecapean kyk gitu.. gara² si Fadil, kyk orng kesurupan 🤣🤣
Aurora: hmmm... perdebatan batin yang bergelora tuh 😅😅
total 7 replies
Aurora
wkwkwkk... jangan bikin Fadil malu dong kak..🤣🤣🤣🤭
𝐀⃝🥀Weny
ciiiee... mas Fadil, sudah tau rasanya minta lagi dan lagi 🤣 tadinya aja gak mau sekamar sama aura😜
sunaryati jarum
Akhirnya terjadi penyatuan juga, selamat kalian sudah jadi suami istri seutuhnya
sunaryati jarum
Nah jadilah suami istri sesungguhnya, semoga Kesya entar tidak ingin merebut suami kamu, karena selama ini kalian hidup rukun dan saling menyayangi
sunaryati jarum
Mungkin Fadil makin lama makin nyaman , apalagi Aura sabar,patuh ,dan lebih muda kan
Aurora: yes, betul bangetttt 😅🤗
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
waaah... si Fadil pagi² dh menang banyak lagi tuuuh🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny: hadeeech🤦🤣🤣🤣
total 8 replies
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya gol juga🤣🤣🤣
tapi authornya nyebelin, pagi² dah disuguhin kek gituan🤦 jadi panas dingin🤣🤣🤣
Aurora: wkwkwk bahaya ta🤭🙏
total 3 replies
𝐀⃝🥀Weny
iya mas Fadil, kamu juga milikku mas😂😂😂
Aurora: betul bangetttt 😅
total 11 replies
sunaryati jarum
Cie- cie mulai romantis nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!