Indonesia
NovelToon NovelToon
Pewaris Dalam Sangkar Emas

Pewaris Dalam Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan Alana Adhijaya (23 tahun ) dan Kenzo Elard ( 30 tahun ) hanya berlandaskan transaksi bisnis dan ancaman kebangkrutan. Di rumah megah bagai sangkar emas, mereka hidup sebagai dua orang asing yang dipaksa melahirkan putra pewaris tunggal dalam waktu satu tahun.

​Berulang kali diuji dengan tekanan mertua, tes kehamilan bulanan, dan fitnah mantan kekasih Kenzo, Alana menelan semua air mata sendirian. Hingga pada akhirnya, ia memilih berhenti berharap.

​Alana tetap bertahan di rumah itu hanya demi janinnya, tetapi hatinya telah mati. Saat Kenzo akhirnya menyadari kesalahannya, segalanya sudah terlambat—wanita yang dulu mendambakan perhatiannya kini menatapnya tanpa rasa sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 3

***

Aroma mentega gurih dan seduhan kopi hitam khas menyapa indra penciuman Alana saat melangkah turun menuju area dapur utama Mansion Elard. Langkah kakinya masih pelan dan tertatih, menyembunyikan rasa nyeri yang belum sepenuhnya sirna. Namun, keterkejutan menghentikan langkah Alana tepat di ambang pintu dapur.

Di balik kitchen island marmer yang megah, tampak Nyonya Helena Elard berdiri anggun mengenakan celemek linen di atas gaun sutranya. Wanita paruh baya yang biasanya tampil sangat kaku dan tak tersentuh itu tengah lihai menata hidangan sarapan.

"Ibu?" bisik Alana ragu. Matanya membelalak pelan. "Kenapa Ibu sudah di dapur pagi-pagi begini?"

Nyonya Helena tidak langsung menoleh. Tangan cantiknya sibuk merapikan potongan daging asap di atas piring porselen. "Di rumah ini, seorang menantu tidak punya alasan untuk bangun terlambat, Alana," suaranya terdengar dingin, namun tidak ada nada bentakan di dalamnya.

Alana dengan cepat menghampiri sang ibu mertua, merasa tak enak hati. "Maafkan saya, Bu. Biar Alana bantu—"

"Ambilkan piring saji di lemari atas," potong Nyonya Helena tenang.

Alana menuruti perintah itu tanpa bantahan. Ia mengambil piring porselen berukir emas dan meletakkannya di samping Nyonya Helena.

Nyonya Helena mematikan kompor, lalu mengusap tangannya dengan kain bersih. Matanya menatap Alana dari balik kacamata bacanya, menatap wajah pucat menantunya yang dipenuhi keletihan.

"Kamu berpikir saya kejam, Alana?" tanya Nyonya Helena mendadak.

Alana menunduk dalam-dalam, meremas jemarinya. "Alana tidak berani berpikir begitu, Bu..."

Nyonya Helena menghembuskan napas pelan. Tatapannya menerawang ke arah jendela dapur yang menghadap taman luas. "Tiga puluh tahun lalu, saya berdiri di posisi yang sama persis seperti dirimu hari ini. Dijodohkan demi menyelamatkan bisnis keluarga, dimasukkan ke mansion ini tanpa rasa cinta, dan dituntut memberi pewaris laki-laki untuk trah Elard."

Alana mendongak kaget. Ia tak menyangka sang ibu mertua akan membicarakan masa lalu pribadi di depan meja dapur.

"Tiga puluh tahun saya mendedikasikan hidup saya di rumah ini," lanjut Nyonya Helena dengan nada kaku yang perlahan melunak. "Tunduk melayani mertua, mengabdi pada suami yang dingin, dan menelan semua air mata sendirian. Di keluarga Elard, perasaan wanita seperti kita sama sekali tidak berarti. Yang dinilai hanyalah keturunan dan pengabdianmu."

Ada kilat simpati yang sangat tipis dan terselubung di balik sepasang mata Nyonya Helena saat memandang Alana. Sebuah empati dari sesama wanita yang pernah menjadi korban perjodohan bisnis.

"Satu-satunya cara agar kamu bisa bertahan hidup dan dihormati di sangkar emas ini adalah dengan memberikan apa yang mereka minta," bisik Nyonya Helena pelan, namun sarat akan peringatan. "Belajarlah melayani suamimu dan keluarga ini tanpa mengeluh. Jangan biarkan mereka melihat rasa lemahmu, Alana. Karena begitu kamu menunjukkan kelemahan, mereka akan menginjakmu."

Alana tertegun. Kata-kata itu menusuk batinnya, menyadarkan Alana bahwa Nyonya Helena bukan sekadar mertua yang kejam, melainkan wanita yang jiwanya telah mati ditempa kerasnya aturan tempat ini selama tiga dekade.

"Terima kasih atas nasehatnya, Bu..." balas Alana parau. "Alana akan berusaha."

"Bagus. Sekarang bantu saya menata hidangan ini ke meja makan utama," ujar Nyonya Helena, kembali menyembunyikan emosinya di balik topeng dinginnya.

Suara langkah kaki yang mantap dan berwibawa memecah keheningan ruang makan saat Alana tengah menyusun sendok dan garpu perak di atas meja.

Kenzo turun dari lantai dua. Pria itu sudah berbalut setelan jas kerja tiga lapis berwarna biru gelap yang amat rapi. Wajah tampannya bersih, memancarkan pesona CEO dingin yang tak tersentuh.

Begitu matanya bertaut dengan mata Alana, Kenzo tidak menghentikan langkahnya. Ia berjalan menghampiri Alana di depan meja makan. Tanpa diduga, Kenzo mengulurkan tangannya, merengkuh pinggang Alana dengan lembut dan mendaratkan kecupan hangat di pelipis istrinya.

"Selamat pagi, Sayang," bisik Kenzo dengan suara berat yang begitu lembut dan manja di telinga Alana.

Alana membeku seketika. Sensasi sentuhan pria itu membuat bulu kuduknya berdiri, teringat bagaimana Kenzo bersikap begitu dingin saat mereka berdua di dalam kamar semalam. Topeng pria ini kembali terpasang sempurna.

"S-selamat pagi, Mas Kenzo..." bisik Alana memaksakan senyum tipis.

Tak lama kemudian, langkah kaki tegap lainnya terdengar. Kakek Elard—penguasa tertinggi trah Elard yang berwajah keras dan dipenuhi aura dominasi—masuk ke ruang makan bersama Ayah Kenzo. Nyonya Helena menyambut suaminya dan sang mertua dengan anggun, memimpin mereka menuju kursi masing-masing.

Keluarga inti Elard kini berkumpul di meja makan panjang tersebut: Kakek Elard duduk di ujung meja, Ayah Kenzo dan Nyonya Helena di sisi kanan, sementara Kenzo duduk berdampingan dengan Alana di sisi kiri.

Suasana sarapan pagi itu berlangsung sangat formal. Hanya terdengar denting halus antara pisau dan piring porselen.

Di tengah-tengah makan pagi, Kakek Elard meletakkan garpunya. Suara dentangan kecil itu seketika membuat seluruh anggota keluarga menghentikan aktivitas makan mereka.

"Bagaimana dengan pemeriksaan kesehatan Alana kemarin, Helena?" tanya Kakek Elard langsung pada menantunya, suaranya berat dan mengintimidasi.

Nyonya Helena menegakkan punggungnya. "Semuanya berjalan lancar, Ayah. Dokter Maya sudah mengambil sampel darah dan memberikan suplemen kesuburan terbaik untuk Alana."

Kakek Elard mengangguk perlahan, lalu mengalihkan pandangannya yang tajam persis ke arah Alana dan Kenzo. "Keluarga Elard tidak butuh waktu lama untuk formalitas penyesuaian. Kenzo, bagaimana perrkembangan hubungan kalian?"

Kenzo tidak tampak canggung sedikit pun. Pria itu justru menggenggam telapak tangan Alana di atas meja, mengusap punggung tangan istrinya dengan jemarinya dengan sikap penuh kasih sayang.

"Semuanya sangat baik, Kakek," jawab Kenzo tenang dan penuh percaya diri. "Alana sangat penurut dan perhatian. Saya memastikan dia mendapatkan semua kebutuhan fisiknya agar tidak terlalu lelah."

Kenzo menoleh pada Alana, menatap mata istrinya dengan tatapan seolah Alana adalah satu-satunya wanita yang paling ia cintai di dunia ini. "Benar kan, Sayang?"

Hati Alana teriris mendengar nada kebohongan yang teramat manis itu. Namun, di bawah tatapan tajam sang Kakek, Alana hanya bisa mengangguk pelan. "Iya, Kakek... Mas Kenzo sangat menjaga Alana."

Ayah Kenzo menghembuskan napas panjang. "Bagus kalau begitu. Perusahaan kita membutuhkan kepastian dinasti. Saham dan investor luar memantau kestabilan keluarga ini."

Kakek Elard menatap Kenzo dan Alana secara bergantian dengan tatapan tanpa celah kompromi. "Kakek tidak ingin mendengar berita tentang kegagalan. Dalam waktu kurang dari satu tahun, Kakek harus mendengar kabar kehamilan Alana. Seorang putra pewaris tunggal adalah syarat mutlak agar seluruh aset Elard Group resmi jatuh ke tanganmu secara penuh, Kenzo."

"Saya paham betul, Kakek. Saya tidak akan mengecewakan Kakek," sahut Kenzo tegas.

Selama sisa sarapan pagi itu, Kenzo terus memainkan perannya dengan sempurna. Ia telaten memotongkan daging untuk Alana, menyodorkan segelas jus segar, dan terus mengusap jemari Alana di balik lipatan taplak meja. Di mata Kakek Elard dan Nyonya Helena, mereka tampak seperti pasangan pengantin baru yang sangat dimabuk cinta.

Namun bagi Alana, setiap usapan hangat dari tangan Kenzo di atas meja makan ini terasa bagaikan siksaan yang membakar kulitnya. Ia sadar betul, begitu pintu kamar mereka tertutup nanti malam, genggaman hangat ini akan melepasnya dengan kasar, menyisakan dirinya yang tetap dianggap sebagai orang asing di mansion ini.

Bersambung...

1
merry
bisa jdi raga Alana nolak bayi mu zo,, krn bnci kmu fan kluarga mu yg ud kyk iblis yg kluar dari kerak bumi 🤭🤭🤭ap lg kakekmu dh aki aki itu nuntut hrs cwo lgg siapa yg gk tertekan cbb,,, yg blm hamil dtynin kpn hmil ajj bisa stress ap lg itu di tuntu hrs cwo lg
Mia Camelia
alana pasti lelah banget jiwa dan raga nya, tapi ngliat kenzo yg tulus pingin berubah , semoga aja alana mulai membuka diri😂
Mia Camelia
semoga kenzo beneran tulus mencintai alana, 😔
merry
cwe cwo mn bisa klian tentu knn,, ank kn dr Tuhan diksh alhamdulillah klo ngk y hrs sabar kan,, cwe cwo jg tergantung dr yg ksh emng bkin donat 🍩🍩🍩🍩😆😆😆😆bisa jdi cwe cwo
merry
Tuhan bukn dgrin doa manusia jht klian tp ank itu dtg untuk membela ibu y yg klian tindas 🤭🤭🤭🤭moga Alana hamil nyushin org yg ud bkin dia jiwa hbs tak tersisa 🤭🤭🤭
Siskasuryaningsih
buat mati aja thor alananya, kasian di buat gitu, habis cerita, 🤣🤣,, 🙏🙏🙏
guest1053527528
jangan dong thor semoga Alana bisa membuat Kenzo bangkit lagi dan bisa memimpin perusahaan dan sukses
merry
buktiin jg al klo mmpu beresin mslh perusahaan biasa kyk di novel cwe bangkit setelah hncur menjdi tangguh bisa segala y selain bkin ank biar kluarga bangke itu mingkep al
merry
klo cinta knp bgtu sm Alana zo skrg nyesel syurin biar kapok kmu,,, moga ank y kmbe cwo semuanya nakal pula🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭
merry
in lg adik latnat zo ksh tau mutiara tp hati y gk sebagus nm y mutiaray dr biaya sekolah bju bju dan mkn sehari-hari ya,, biar tau biar jaga mulutnya wlpun gk bs kembalikan jiwa msa depn alana
merry
klo perlu Alana hamil kembar cwo semuanya kek tres nakal y minta ampun buat ngerjai para manusia tengik itu Thor tp nurut sm mm ya 🤭🤭🤭kan ngebet minta ank demi harta kn ywd ksh kembar genius biar hancurin saham dan hrga diri mrkk,, dikira buat ank kyk buat donat x ya
merry
moga ada yg dgr y klo dr maya melakukan malapraktik hampir buat nyawa org lain melayang biar di pecat trs mertua y Alana jdi mertua plg kejam krn memaksakan mantu y hamil demi saham,, moga ad yg dgr dr bocorin ke media biar kapok,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!