Indonesia
NovelToon NovelToon
Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning

Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Tamat
Popularitas:124.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Kak UPe

"Saya benar-benar mengerti bahwa kalian semua khawatir dan saya mohon maaf sebesar-besarnya atas gangguan malam ini. Kami dari pihak hotel akan segera mengatasi malalah ini.." Wanita itu berbicara pada mereka dengan nada suara menenangkan dan lembut, yang sangat mirip dengan nada suara pria dari Guest Services yang berbicara dengan Isabella di telepon beberapa saat sebelumnya.

Isabella menjadi penasaran apakah mereka berbicara seperti itu satu sama lain saat tak ada tamu di dekat mereka? Tawa mengejek pun muncul di sudut bibir Isabella.

Namun walau pun tertawa dengan hayalan nya barusan, Isabella tetap berada di tempat nya dan mendengarkan wanita itu bicara.

"Tolong jelaskan nona! Jangan bertele- tele! Saya ini sudah membayar kamar yang saya tempati sekarang untuk satu minggu ke depan! Saya butuh sebuah kejelasan!! Saya tidak ingin mati konyol seperti tamu di kamar 16038 itu!" Ujar salah satu tamu meledak- ledak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#21

Sky mempertimbangkan hal itu. Pasti ada seseorang yang kaya, karena wanita itu pasti tidak akan sanggup membeli rumah semacam ini. Atau, ia belum jauh melewati batas saat mengucapkan ejekan itu tiga tahun yang lalu tentang wanita itu menerima bayaran dari Ellard.

Diego membaca pikirannya, "Jangan pernah berpikir kearah sana. Itulah omong kosong yang membuat mu terkena masalah besar dulu." ujar Diego.

Sky menunjuk pada Isabella, masih terlelap di kursi belakang. "Satu-satunya tempat yang kupikirkan adalah kembali ke kantor, segera setelah kita memberess kan situasi di sini." Ia meraih gagang pintu dan membukanya.

"Ayo, Ms. Sovie," katanya dengan nada memerintah.

" Seperti nya dia benar- benar kelelahan pantesn

Tak ada jawaban." Seru Sky dalam hati.

"Dia masih hidup, bukan?" tanya Diego, membalikkan nya tubuh untuk melihat.

Sky menjulurkan tubuhnya ke kursi belakang, la merendahkan wajahnya di depan wajah Isabella dan mendengarkan suara napasnya. "Dia masih hidup." la menyodok bahu wanita itu. "Ayolah. Bangun." Masih tak ada jawaban.

"Mungkin kau harus menciumnya." Ucap Diego asal dan secepat kilat pula menutup mulut nya karena tatapan marah Sky, Diego menyeringai licik. "Hei, itu berhasil pada seorang cowok." Ucap nya dengan mulut yang tertutup yang membuat ucapan nya tidak jelas.

Sky kembali menatap Isabella dan mempertimbangkan pilihannya. la bisa menyodok wanita itu beberapa kali.

“Pasti akan sangat menyenangkan jika saat ini aku menyiramnya dengan air sedingin es.” Gumam Sky dalam hati.

Tapi Sky sangat mengenal Isabella. Isabella akan menamparnya keras-keras dan ia akan kembali ke tempat pengasingan nya dulu saat matahari terbenam. Hal itu meninggalkan nya dengan satu pilihan.

Ia menjulurkan tangan melewati tubuh Isabella dan meraih tas tangannya dari atas kursi.

"Ide yang sangat briliant Sky!! Mari kita lihat apakah kau bisa menemukan kuncinya," Sorak Diego pada Sky.

“Kau lah yang mencari kunci nya! Cepat lah ! Sebelum dia berpikiran yang bukan- bukan pada kita!” teriak Sky pada Diego.

"Kau bercanda? Bagaimana kalau ia terbangun dan melihatku menggeledah barangnya? Kau tidak boleh menyentuh tas tangan itu. Tas tangan adalah benda keramat." Cicit Diego yang membuat Sky ingin menampol nya saat itu juga.

"Terserah pilihanmu. Cari kunci itu atau kemari dan gendong dia." Titah Sky yang sudah gondok setengah mati.

Diego menatap tas tangan itu untuk beberapa saat, lalu menjulurkan tangan ke dalamnya. "Cukup adil. Aku harus melihatmu mencoba ini. Sepuluh dolar! Katakan jika ia terbangun dan melumpuhkanmu sebelum aku menemukan kunci itu.”

Sky juga sudah memperkirakan hal itu dengan kemungkinan tujuh puluh berbanding tiga puluh. la menyuruh Diego membuka bagasi, lalu menyambar koper wanita itu dan membawanya lari ke pintu depan. Saat ia tiba kembali ke mobil, ia meraih tas tangan itu dan meletakkannya di pangkuan Isabella. Ia menerima kunci dari Diego dan menyelipkannya di sakunya sendiri. Tanpa membuat keributan lagi, ia mengangkat tubuh wanita itu dalam gendongannya dan membawanya keluar dari mobil.

Isabella tampak nyaman dalam gendongan Sky, masih tertidur, dan kepalanya jatuh di bahu Sky. Sky membawanya ke depan rumah, berpikir bahwa dari se-mua kemungkinan skenario yang dibayangkannya jika ia bertemu lagi dengan Isabella Sovie, ini jelas tidak termasuk di dalamnya. Ia bertanya-tanya apa yang akan dipikirkan para tetangga wanita ini jika mereka melihatnya menggendong wanita ini ke pintu depan di siang hari bolong tentu saja jika ada di antara mereka yang memiliki teropong pengintip untuk dapat melihat sesuatu dari seberang rumah besar ini.

Sky menunduk. Isabella tampak sangat tenang, dan untuk beberapa saat, Sky mendapati dirinya bersimpati atas malam panjang yang telah dilalui wanita ini. Wanita ini jelas menghadapinya dengan sangat baik, dari segala hal yang berhubungan.

Dengan satu tangan, Sky membuka gerbang besi tempa dan menggendong wanita itu menaiki undakan menuju pintu depan. Karena ukuran rumah ini, Sky berpikir dugaan yang cukup aman adalah bahwa wanita ini tinggal dengan seseorang, dan ia bertanya-tanya apakah seseorang itu akan menghambur keluar, dengan penuh kecemasan, dan membawa wanita ini darinya. Itu tidak terjadi.

Sky menyelipkan tangan ke dalam sakunya, mengeluarkan kunci dan membuka pintu depan. Masih be-lum ada teman/suami/kekasih yang setengah gila karena khawatir.

Ia menunduk menatap Isabella yang bergelung di dadanya. Bukannya ia peduli, tapi siapa pun pria itu, dia pasti bajingan karena tidak menyadari bahwa wanita ini sudah tidak bisa dihubungi selama sepuluh jam terakhir.

"Isabella, bangun." Anehnya suaranya terdengar lembut. Ia berdeham. "Kau sudah sampai di rumah."

Wanita itu bergerak kali ini, lalu Sky menurunkannya di serambi muka, cepat-cepat mengambil jarak di antara mereka. Isabella berdiri di sana selama beberapa saat, bingung dan tidak yakin, menengadah seolah sedang melihat Sky untuk pertama kalinya.

"Kau."

"Aku."

Isabella mengedipkan matanya, lalu melambai- lambaikan satu tangannya di udara, mengucapkan kata- kata mencemooh dengan lelah. "Pergi. Pergi!"

Saat ini Sky lebih dari gembira untuk segera pergi, tapi pertama-tama ia harus memastikan wanita ini aman. Bagaimanapun, Isabella adalah saksi kuncinya. Sky menyodorkan tas tangan pada wanita itu, yang nyaris tak tertangkap, dan meletakkan koper wanita itu di bagian dalam pintu depan.

"Kuncimu ada di lubangnya jangan lupa. Apakah kau sendirian di sini?" Sky melontarkan pertanyaan terakhir ini semata-mata demi tanggung jawab profesional.

"Kau mengalami malam yang aneh. Kau mungkin tidak ingin tinggal sendirian."

Sky melihat Isabella mencabut kuncinya dan me-masukkannya kembali, lalu mendorong pintu itu dan menatap bingung saat mendapati pintu itu sudah terbuka.

"Yeah... sekarang aku berpikir kau benar-benar tidak seharusnya tinggal di sini sendirian," kata Sky.

Walaupun sedang bingung, Isabella tidak mendapati kesulitan untuk melemparkan tatapan marah ke arah Sky.

"Aku akan menelepon Ivon," gumamnya. Lalu ia melangkah ke dalam rumah dan membanting pintu di depan wajah Sky.

“Jadi. Ada Ivon.” Gumam Sky dalam hati.

Sky melakukan pemeriksaan cepat untuk memastikan rumah itu tampak aman. Lalu ia kembali ke mobil dan masuk.

Diego mengangkat tangannya. "Jadi?"

"Kita sudah bisa pergi," kata Sky.

"Kau yakin kita bisa meninggalkannya di sini sendirian?"

"Dia akan menelepon Ivon." Jawab Sky.

"Oh, melegakan sekali. Siapakah Ivon?" tanya Diego baru sadar kalau dia tidak tahu siapa Ivon.

Sky mengangkat bahu. "Tak ada petunjuk. Yang aku tahu adalah wanita itu adalah masalah Ivon sekaeang, bukan aku." Jawab Sky dengan mudah nya.

"Aw. Itu agak kasar." Celetuk Diego.

"Sebenarnya, aku ingin lebih kasar, tapi aku bisa keluar dari arena permainan," kata Sky.

"Malam yang panjang. Jangan lupa kopi dalam perjalanan kembali ke kantor." Lanjut Sky.

Diego menyeringai saat ia mulai menjalankan mobilnya. "Kau tahu, kupikir aku akan belajar banyak darimu, Sky."

Sky tidak benar-benar yakin dari mana datangnya kata-kata itu. Tapi tentu saja itu benar. "Terima kasih." Ucap Sky sekedar untuk menyenangkan hati Diego.

"Kau adalah seorang pria yang menyuarakan isi pikiranmu aku menghargai itu. Dan aku yakin kau menghargai hal yang sama dari orang lain." Lanjut Diego.

“Ah... sekarang ia tahu ke mana arah ucapan itu.” Ujar Sky, “Katakan saja jika ada sesuatu yang ingin kau sampaikan, Diego." Tembak Sky to the point.

Diego menghentikan mobilnya di perempatan jalan. "Masalahmu dengan wanita itu adalah urusanmu. Aku ingin mendengar kau mengatakan kalau masalah itu tidak akan memengaruhi cara kita menangani kasus ini." Tiba- tiba Diego terdengar serius. Seolah ini bukan lah diri nya yang biasa nya.

"Tentu saja tidak." Dengan sangat yakin.

"Bagus. Dan untuk kebaikan diriku sendiri, apakah kau berencana bersikap marah-marah dan membisu setiap kali namanya muncul?" tanya Diego kemudian.

Sky memperhatikan rekannya diam-diam.

Diego tersenyum. "Aku keterlaluan dengan pertanyaan itu, bukan?"

“Untung kau segera menyadari nya! Kalau tidak aku akan memperingati mu lagi untuk tidak mencari masalah dengan sisi gelap ku.,." Canda Sky sambil memutar tubuhnya dan melihat keluar jendela, menikmati pemandangan yang sudah dikenalnya yang tidak pernah dilihatnya lagi sejak ia meninggalkan Milan tiga tahun yang lalu.

"Sky aku ingin bertanya sesuatu. " Ujar Diego.

"Ya.. tanya kan lah!" Ujar Skya.

"Apa kau semua amarah mu asli? Atau itu hanya bagian dari akting polisi jahat belaka??" Tanya Diego.

"menurut mu??" tanya Diego dengan satu alis terangkat.

"Astagaaa!!!, kau melakukan itu dengan sengaja?!!! Jangan bilang tebakan ku benar! " seru Diego.

"Yang pasti aku melatih keahlian pandangan marahku itu selama bertahun-tahun." Jawab Sky entah itu benar atau tidak.

Diego tertawa jengah...

"Apakah itu lucu?"

"Tidak. Dan tetap tatap jalanan, Nak. Karena aku akan benar-benar marah jika kau menabrakkan mobil ini sebelum aku mendapatkan kopiku." ujar Diego yang sudah malas melanjutkan pembahasan tentang hal itu.

1
Mmh Alfatih
ga ngerti sama jalur ceritanya kaya muter muter
YaRouhii
Maaf thor.. mau menambahkan aja untuk pemilihan katanya sepertinya harus banyak baca referensi novel lain deh.. soalnya banyak kata yg malah bikin blunder yg baca.. tapi sebenarnya ceritanya seru cma pemilihan katanya aja yg perlu diperhatikan lagi biar mempermudah pembaca.. semangat yaa thor 🤗 jgn pernah nyerah untuk nulis novel.. sebenarnya klo pemilihan katanya tepat novel ini bakalan jadi yg terbaik sih menurut aku hehehe..
Anye
Luar biasa
Resti Yuliani
hehhh kemana ini lanjutannya
Mia Rosita
kenapa ini novel sky ga masuk ke group hardata family kak upe
Mia Rosita
baruuuu mampirrrr, jarang baca novel akutu sekarang makanya baru liat, novel baru kak upe udah numpuk aja buat dibaca, sabar ya atu atu bakal dibaca semua kok mis gayung kesayangan
Flower
mampir
Devi Anika Sari
Biasa
HEmayasari Tadjri
kak upee... aq padamuuu...
Ning Ning
nama sky sama sama menyebal kan ya sky di 99 hari juga menyebalkan tapi mengasikan
Susi saswita kunum
sky yg bikin kau merasa bersalah sebab itu dia yang akan menghilangkan rasa salah itu,dadamu bergetar karna dekat dengannya karna dia adalah jodohmu yang sebenarnya🥰
dewi.kelly
hadir kak upe😍
Henny Triana
baru ketemu kamarx sky disini kak upe...
Umi Tum
yang cerita ini tamat gitu ya 🤔 apa gimana nih kak Upe 🙈🤦
Bangun T.S: tapi belum up up kak ???
total 4 replies
Umi Tum
lanjut kak ....🤗
Mommy Lingling
kak upee, bahasa terlalu rumit untuk ku pahami. enggaks seperti novel kak upe yang lain nya mudah sekali ku cerna dan ku pahami
Mommy Lingling
kak, sejujurnya bahasa novel mu kali ini agak aneh. enggak seperti yg dulu. kenapa bisa seperti itu iya kak?
Putri Monicaazemi
loh loh ini mksdnya apa kak upe.... ini udh selesai apa gimna... udh pindah kamar ajah..
Putri Monicaazemi: sdah langsung gom ksna kmaren tu .. hhii...
total 2 replies
Nia Kurnia Luphdeatmangenyang
sky yg akan membuat rasa bersalahmu tidak ada
Nia Kurnia Luphdeatmangenyang
apa yg sebrny terjadi...penasaran tingkat dewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!