Up? tergantung situasi dan kondisi
Prolog ada di deskripsi, jadi baca yang disini dulu sebelum masuk ke dalam cerita
Di chapter-chapter awal masih belajar menulis, jadi mohon di maklumi. Alur lambat, santai, dengan sedikit bumbu action. Cerita lebih mengarah ke prinsip hidup sang MC dengan lawakannya yang khas
~
Prolog
Manusia adalah mahluk yang sangat menakutkan...
Orang-orang bilang, jika kau bekerja keras, kau pasti akan dapat mengubah takdir. Jika kau bekerja keras, orang yang tak berbakat pun dapat mengalahkan yang berbakat. Jika kau terus bekerja keras, semua keinginanmu pasti akan terwujud.
Tapi semua itu omong kosong.
Memang benar kerja keras tidak akan mengkhiati hasil, tapi kerja keras dapat mengkhiatimu.
Q. Semisalnya, andai saja. Kau dapat kembali ke masa lalu, apa menurutmu kehidupanmu yang sekarang akan berubah?
A. Tidak.
Q. Kalau begitu, kenapa jawabannya tidak?
A. Karena itu hanya "semisalnya".
Kenyataan itu lebih kejam dari apa yang bisa kau bayangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon One-di Chainel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sampai Jumpa
Semua orang yang melihat eksekusiku seketika terkejut, seuatu yang menyerupai asap hitap keluar dari tudung jubah yang menutupi kepalaku, begitu juga dengan tubuhku, kemudian jubah yang kupakai perlahan mengempis, sebelum akhirnya yang tersisa di tempat eksekusi tersebut hanyalah jubah dan tudung tanpa ada apapun di dalamnya.
Ya, itu hanya cloningku yang terbuat dari bayangan, mempertahankan bentuknya adalah hal yang benar-benar sulit.
"Apa yang terjadi?" tanya kebingungan para penduduk yang menyaksikan eksekusiku.
Saat ini aku berbaur di tempat para penduduk yang menonton eksekusi. Sialnya, Mika tepat berada di samping kananku, dia terlibat lega setelah melihat yang di eksekusi mati bukanlah aku.
Tak tinggal diam, sang algojo dengan cepat memeriksa jubah yang kupakai, dan hanya menemukan jubah kosong, kepalaku yang terpenggal tadi juga sudah menghilang.
"Tipuan?" gumam algojo bicara pada dirinya sendiri, "Ini cuman tipuan! Pembunuhnya berhasil melarikan diri!" teriak sang algojo memperlihatkan jubah kosong.
Tak terima orang yang mencoba membunuh tuan putri berhasi lolos, para penduduk melakukan protes keras.
"Kenapa dia bisa melarikan diri?!"
"Apa yang dilakukan para penjaga istana!"
"Kalian membiarkan seoramg pembunuh berkeliaran di kerajaan ini!"
"Bagaimana jika dia datang ke rumah kami pada malam hari?"
Siapa juga yang akan melakukan itu?
Di sisi lain, di saat aku memperhatiakan tempat Raja Arthur Cordelia Geomor, sudah terdapat seorang prajurit di sana, membisikan sesuatu kepada pengawal setia Raja.
"Yang mulia, seorang prajurit yang bertugas menjemput tahanan pada pagi hari mengatakan sama sekali tak ada yang aneh dengan penjahatnya."
"Apa!" Raja Arrhur mencoba menenangkan diri, "Kenapa dia bisa melarikan diri?" sang Raja berhenti sejenak, "Dari awal, untuk apa dia repot-repot membuat adegan seolah dia di eksekusi?"
Ya, kau bisa menyebutnya hadiah perpisahan dariku.
Meskipun mencoba untuk terlihat tenang, saat mendengar perkataan sang Raja, wajah bangsawan yang berteriak tadi terlihat sangat panik.
"Diulus Romanolf, kenapa tadi kau sangat ingin mengeksekusi anak itu?" tanya Raja Arthur menatap orang yang tepat berada di samping kirinya itu.
"Maafkan saya Rajaku, saya hanya tidak tahan melihat orang yang berusaha membunuh tuan putri hidup lebih lama," Jawab Diulus berusaha terlihat terlihat tenang.
Mendengar jawaban dari Dulius, Raja Arthur hanya kembali berpikir dengan dua tangammya yang menempel pada dagu.
Di sisi lain, sang tuan putri Alice yang melihat ekspresi gugup Dulius mulai berpikir apa yang di katakan Fuma (aku) kepadanya pada hari itu adalah kebenaran.
Merasa tak menemukan apapun, sang Raja memutuskan untuk meninggalkan tempatnya, diikuti oleh Alice dan pengawal pribadinya, lalu para bangsawan. Kerumunan pendudukpun perlahan menghilang dan mulai menjalankan aktifitas mereka masing-masing.
Kelihatannya sudah waktunya aku untuk pergi.
Aku melihat sekitar, menggaruk tengkuk kepalaku.
Sekarang apa yang harus kulakukan? Aku sudah tak bisa tinggal di Kerajaan ini - dari awal, aku memang tak memiliki tempat tinggal.
Untuk sesaat merasa bingung, aku telah mengambil keputusan.
Hanya ada satu hal yang bisa di lakukan dalam situasi seperti ini, biarkan angin yang menuntun kemana aku akan pergi.
Entah kenapa terdengar keren. Yah, kata-kata itu sering di ucapkan oleh orang-orang yang tak memiliki tujuan.
Kalau begitu, sampai jumpa.
Ahh! Jumlah katanya belum juga cukup. Oh baru saja cukup.
Kalau begitu sampai jumpa.
ngotak
terus semangat
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya
salam sayang
Pahit Manis Mencintaimu😘
salam sayang
Pahit Manis Mencintaimu😘