Indonesia
NovelToon NovelToon
DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yeni Sri Wahyuni

Reyga membenci aturan ayahnya. Berry membenci cinta karena perceraian orang tuanya.

Keduanya memilih hidup bebas dengan cara masing-masing—sampai mereka menyelamatkan seorang bayi berusia sembilan bulan dari penculikan.

Tak tahu siapa orang tua bayi itu, Reyga dan Berry terpaksa merawatnya bersama.
Dua lelaki yang bahkan tak tahu cara mengganti popok itu perlahan belajar tentang tanggung jawab, pengorbanan, dan perjuangan seorang ibu.

Di saat Reyga mulai jatuh cinta pada Amelia, reporter muda yang selama ini selalu ia hindari, Berry justru dihantui masa lalu bersama Melda—perempuan polos yang pernah ia sakiti hingga harus menghadapi kehamilannya seorang diri.

Namun ketika identitas bayi mulai terungkap, mereka sadar bahwa penculikan itu bukan kebetulan.

Bayi kecil yang awalnya mereka anggap sebagai beban ternyata menjadi jalan bagi dua lelaki yang terluka untuk menemukan cinta, keluarga, dan kesempatan kedua.

Bila suka ceritanya, jangan lupa subscribe, like, komentar & votenya ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sri Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 : PARTY YANG MEMBUAT LUPA WAKTU

...BAB 21...

...PARTY YANG MEMBUAT LUPA WAKTU...

Menjelang sore, Reyga sudah mandi dan mengganti pakaian. Ia berdiri di depan cermin.

Kemudian melihat Bintang. Bayi itu duduk di tempat tidur sambil memainkan mainan.

"Gue pergi sebentar."

Bintang hanya mengoceh. Reyga memasukkan tangan ke saku, mengambil ponselnya.

Ia tidak mungkin membawa Bintang ke pesta Alessia. Di sana pasti banyak orang. Teman-teman Alessia dan keluarganya.

Dan kemungkinan besar beberapa media juga akan hadir. Kalau ada yang melihat dirinya membawa bayi, pertanyaan pasti akan muncul.

Bayi siapa yang bersama Reyga? Kenapa Reyga mengasuhnya? Apa hubungannya dengan kasus penculikan?

Reyga tidak mau mengambil risiko. Terlebih ia belum pernah menceritakan pada siapapun termasuk kepada Alessia bahwa di balik kehidupannya sebagai pembalap, sekarang ada seorang bayi misterius yang hampir setiap hari berada dalam pelukannya.

Ia tidak tahu bagaimana menjelaskan semuanya. Reyga membuka layar ponselnya. Hanya ada satu nama muncul di pikirannya.

Amelia.

Hanya perempuan itu yang tahu mengenai Bintang.

Ia terdiam cukup lama. "Apa gue minta bantuannya lagi..."

Sebenarnya ia merasa sungkan. Namun Reyga tidak punya pilihan lain. Akhirnya Reyga menekan tombol panggilan.

Di rumahnya, Amelia sedang merapikan beberapa pakaiannya ke dalam lemari, ketika ponselnya berdering.

Nama Reyga muncul. Jantungnya langsung berdetak sedikit lebih cepat.

"Reyga?"

Ia segera mengangkat. "Hallo?"

["Amelia."]

"Ya?"

Di seberang telepon Reyga terdengar ragu.

["Lo... malam ini sibuk?"]

Amelia tersenyum kecil. "Nggak. Kenapa?"

["Bisa minta tolong?"]

Nada suara Reyga membuat Amelia langsung serius.

"Tolong apa ya?"

["Gue malam ini harus pergi."]

"Ke mana?"

Reyga diam sejenak. ["Party."]

"Party?"

["Iya."]

"Party-nya siapa?" tanya Amelia.

["Alessia mengundang gue datang ke party nya di rumahnya."]

Amelia terdiam beberapa saat. Ada rasa aneh yang langsung muncul di dadanya. Namun dia berusaha terdengar biasa.

"Oh."

Reyga tidak menyadari perubahan nada suaranya.

["Dan gue nggak bisa bawa Bintang."]

Amelia menggigit bibir. "Jadi?"

["Bisa tolong jagain dia?"] pinta Reyga, berharap Amelia mau membantunya.

Amelia terdiam beberapa detik. Kemudian tersenyum walau Reyga tak melihatnya.

"Iya bisa."

Reyga terdengar lega.

["Serius?"]

"Iya."

["Thanks ya. Gue berhutang budi sama Lo."]

"Baiklah. Nanti aku yang ke apartemen."

["Iya.. Aku tunggu. Hati-hati di jalan"] Reyga menghela napas lega.

"Baik"

Telepon berakhir. Amelia menutup ponselnya dan menatap layar ponselnya. Senyum yang tadi muncul perlahan menghilang.

"Party Alessia..." Ia menghela napas.

Kenapa hatinya tiba-tiba terasa tidak nyaman? Padahal Reyga hanya meminta bantuannya. Dan dirinya hanya membantu menjaga Bintang. Itu saja tidak lebih.

Beberapa menit kemudian, Amelia sudah berada di apartemen Berry. Saat Reyga membuka pintunya. Bintang tampak senang melihatnya.

"Halo, kamu masih ingat aku?" seru Amelia, Bintang tertawa. Amelia langsung memangkunya dari gendongan Reyga.

Reyga sudah bersiap dengan pakaian rapi, dan tampak tampan malam itu, wangi parfumnya sampai tercium Amelia di ruangan itu.

"Gue janji gue nggak akan lama." pesan Reyga.

"Ya, kau tidak usah khawatir."

Saat Reyga hendak keluar, dia kembali menoleh pada Amelia.

"Oh ya, popok dan perlengkapan Bintang semua ada di dalam lemari dekat TV."

"Iya..." Amelia mengangguk.

Reyga tersenyum pada Amelia. Dia bisa pergi dengan perasaan tenang. Ia yakin bersama Amelia, Bintang akan baik-baik saja.

Terlihat sekali jika perempuan itu sangat sabar menghadapi anak kecil. Terlebih Amelia punya dua adik yang jauh dari usianya. Intan berusia 15 tahun dan Dika 13 tahun.

Saat masih remaja, Amelia sering membantu ibunya mengurus kedua adiknya yang masih kecil-kecil. Saat kedua orangtuanya sibuk bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Amelia membawa masuk Bintang ke ruang TV lalu duduk dan menemani Bintang bermain sebentar. Bayi itu belum mau tidur.

"Om Reyga pergi pesta, ya?" sahut Amelia meletakan Bintang di karpet. Bintang mengoceh.

Amelia tersenyum. "Malam ini, Tante yang akan nemenin kamu."

*****

Sementara itu, di sebuah tempat lain, pesta ulang tahun Alessia berlangsung meriah.

Lampu-lampu menghiasi halaman luas. Musik terdengar. Orang-orang mulai berdatangan dengan pakaian terbaik mereka.

Ketika Reyga datang, beberapa kepala langsung menoleh.

Alessia yang sedang berbicara dengan teman-temannya langsung tersenyum lebar.

"Reyga!" Ia berjalan menghampiri. "Kamu datang juga!" ujarnya senang sekali, terlihat dari wajahnya.

"Ya, aku kan sudah bilang akan datang." jawab Reyga.

Penampilan Reyga malam hari itu membuat Alessia terpesona. Biasanya kemana-mana Reyga selalu memakai jaket balapnya.

Tapi kali itu lelaki itu tampil dengan pakaian kemeja hitam lengan digulung sampai siku, dipadukan dengan celana bahan yang pas di badan. Rambutnya yang biasanya berantakan karena helm, malam itu ditata rapi. Ditambah aroma parfum mahal yang samar tercium tiap ia lewat.

Alessia sampai terdiam. Jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya.

"Reyga... kamu... beda banget malam ini," gumam Alessia, pipinya merona.

Reyga tersenyum tipis, lalu menyisipkan kedua tangannya ke saku celana. "Emang. Masa ke pesta pakai jaket balap? Nanti dikira mau balapan di dancefloor."

Alessia tertawa kecil. "Aku senang sekali akhirnya kamu mau datang..." sahutnya lagi.

Ia berdiri cukup dekat dengannya. Malam itu Reyga menjadi salah satu pusat perhatian.

Namun ia tetap terlihat tenang. Alessia beberapa kali mengajaknya berbicara. Bertanya tentang balapan, kuliahnya Reyga dulu dan kehidupan Reyga.

Reyga menjawab seperlunya. Namun ia tetap menghargai Alessia. Bagaimanapun juga, gadis itu telah memberikan dukungan besar kepadanya.

*****

Waktu berlalu. Pukul delapan malam. Masih di apartemen Berry. Amelia masih bermain bersama Bintang.

Waktu begitu cepat, jam menunjukkan pukul sembilan malam. Bintang sudah mulai mengantuk. Amelia segera membawanya ke kamar.

"Akhirnya mau tidur juga..."

Bintang menutup matanya sambil menguap, dalam pangkuan Amelia.

Amelia tersenyum melihat bayi kecil itu. "Bobo yang pulas ya sayang..."

Ia membaringkan Bintang dengan pelan-pelan di atas kasur, lalu menyelimutinya dengan selimut bayi.

Lalu Amelia keluar kamar dan menunggu Reyga pulang di ruang TV. Sesekali dia melihat jam di dinding, tapi belum ada tanda-tanda Reyga pulang.

Amelia mulai bosan dan menyalakan televisi. Lalu melihat ponselnya. Berharap Reyga menghubunginya menanyakan Bintang.

"Tadi katanya sebentar, tapi ini sudah mau jam setengah sepuluh..." gumamnya. "Dia belum pulang juga."

Amelia sedikit kesal. Matanya tiba-tiba terasa mengantuk.

Pukul sepuluh berlalu. Amelia terkejut, mendengar suara Bintang yang tiba-tiba menangis.

Amelia terbangun dari sofa. Ternyata dia barusan ketiduran.

"Bintang?"

Tangisan bayi itu terdengar berbeda. Lebih keras. Amelia segera menghampiri. Ia menyentuh dahi Bintang.

Dan langsung terkejut. "Ya Allah..." Tubuh Bintang terasa panas.

Amelia mengambil termometer di laci lemari. Tangannya mulai gemetar. Angkanya muncul.

39,6°C.

Wajah Amelia langsung pucat. "Bintang, tadi kan kamu baik-baik saja. Tapi kenapa sekarang kamu demam?"

Bayi itu menangis lemah. Amelia panik. Ia mengambil ponselnya. Nama Reyga langsung ia cari.

Sementara itu...

Reyga sedang duduk bersama Alessia di dekat kolam renang dengan cahaya lilin-lilin merah membuat suasana malam terlihat romantis.

Mereka tengah berbincang asyik, ketika itu ponsel Reyga berdering. Reyga melihat layar.

Amelia.

Entah kenapa, hatinya langsung merasa tidak enak. Dan dia sampai lupa waktu jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam.

Ia segera mengangkat telepon. "Amelia?"

Suara Amelia terdengar panik di telepon. ["Reyga! Kamu masih dimana?"]

"Ada apa?"

["Cepat pulang. Bintang tiba-tiba demam!"]

Reyga langsung berdiri. "Apa?"

["Demamnya tinggi. Hampir empat puluh!"]

Wajah Reyga seketika berubah. "Berapa?"

["39,6!"]

Reyga tidak berpikir panjang. "Gue pulang sekarang."

Alessia yang melihat perubahan wajahnya langsung berdiri.

"Reyga?"

Reyga menatap Alessia. "Maaf. Aku harus segera pulang."

"Ada apa?"

"Bintang sakit." sahut Reyga tak sadar jika dia keceplosan.

Alessa mengernyit. "Bintang?! Dia siapa?" tanyanya.

Setahu Alessia. Reyga adalah anak tunggal di keluarga Darmawan. Alessia tahu semua tentang keluarga Reyga.

"Em dia, dia sahabat baikku."

"Tapi..."

Reyga buru-buru memasukan ponselnya ke dalam saku lalu mengambil kunci motornya di meja.

"Aku harus pergi." katanya, tanpa menjawab pertanyaan Alessia lagi.

Reyga langsung berbalik. Untuk pertama kalinya malam itu. Reyga sama sekali tidak memikirkan pesta.

Tidak memikirkan tamu dan memikirkan Alessia, yang ada dalam pikirannya hanya satu.

Bintang.

Dan di apartemen...

Amelia berdiri sambil menggendong Bintang yang tubuhnya semakin panas.

Air matanya mulai menggenang. "Reyga, kenapa kamu lama sekali... cepat pulang!"

Bintang merengek lemah di dalam pelukannya.

Amelia menatap ke arah pintu.

Namun beberapa menit berlalu. Reyga belum juga datang. Dan suhu tubuh Bintang justru semakin tinggi.

"Ya Allah..."

Bersambung...

Lupa satu lagi fotonya 🤗🥰

1
Lisa
Wah Bintang dapat dikenali org³ nih..moga aj g ada yg ngaku sbg ortunya..
Lisa
Alessia akhirnya tau tuh klo Reyga suka sama Amel
Kam1la
apa yang akan terjadi setelahnya...
Kam1la
Alesia kebakaran jenggot
Lisa
Oo jadi Darmawan mengira Bintang adalah anak dr Reyga & Amel..kalian harus lebih berhati²
Lisa
Aneh banget si Darmawan ini..ditanya alasannya menculik Amel dia g mau mengatakannya..
Kam1la
lanjutkan kak...
Kam1la
dobrak aja pintunya...💪
Lisa
Reyga harus menjelaskan pd papanya tentang hubungannya dgn Amel.
Lisa
ya nih ayo Reyga cpt cari Amel
Lisa
Ya tuh pasti papanya Reyga yg nyulik Amel..ayo Reyga cpt temukan Amel.
Kam1la
mulai naik nih tensi ketegangan dalam keluarga. Dermawan semoga sadar ya, dengan pemaksaan justru semakin membuat Reyga menjauhinya
Kam1la
lapor polisi.... ! atau cari tahu lewat CCTV 🤭
Kam1la
mulai deg-degan ini, mau diapain ya Amelia....ini ulah nya papanya Reyga
Kam1la
honey....!! panggilan yang so sweet
Kam1la
seru banget.... sekarang 1 apartemen dihuni banyak orang dan penuh kegembiraan
Mita Paramita
semoga hubungan mereka direstui keluarga masing-masing 😍
Mita Paramita
lanjut Thor 😈😈😈
Kayla Rane: siaaP ❤️😍
total 1 replies
Lisa
Lanjut donk Kak..makin seru aj nih..😊
Lisa
Ceritanya menarik banget 👍👍
Kayla Rane: terimakasih Kak Lisaaa❤️❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!